NovelToon NovelToon
Terikat Perjanjian Tuan Playboy

Terikat Perjanjian Tuan Playboy

Status: sedang berlangsung
Genre:Suami Tak Berguna / Pelakor / Pelakor jahat / Poligami / Selingkuh / Playboy
Popularitas:227
Nilai: 5
Nama Author: omen_getih72

Chaterine berdiri diam, mengamati suaminya mencium kekasih SMA-nya, Moana, di pesta ulang tahun pernikahan mereka yang ke-2. Meskipun sudah diyakinkan, Chaterine tak bisa menghilangkan perasaan bahwa kehadiran Moana mengancam pernikahannya. Terjebak dan tercekik, Catherine mendambakan kebebasan, bahkan sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Namun Tuhan ternyata punya rencana lain untuk Chaterine. Takdir ikut turun tangan ketika ia bertemu dengan Christian, mafia terkuat di Negara Rusia. Christian menawarkan balas dendam kepada Moana dan suaminya dengan imbalan menjadi simpanannya selama setahun. Saat Chaterine bergulat dengan tawaran berbahaya ini, ia tertarik pada Christian yang misterius. Akankah ia menyetujui kontrak tersebut, dan apa yang akan terjadi seiring ketertarikannya pada Christian semakin kuat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon omen_getih72, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Kata-kata Christian menghantamnya bagai sambaran petir, membuatnya seketika terkesiap.

Catherine terkekeh gugup. "Aku tidak yakin bisa pergi bersamamu besok pagi. Suamiku tidak akan pernah mengizinkanku."

Tanpa beranjak dari tempatnya, dengan suara tenang dan hampa, pria itu berkata..

"Kalau begitu, kamu tidak mengenalku."

Mulut Catherine terbuka dan tertutup dengan cepat, menyerupai ikan yang terengah-engah di luar air.

Ia tidak tahu bagaimana harus bereaksi terhadap itu, karena ia yakin Dominic tidak akan mengizinkannya.

Sebenarnya, dia pasti sedang kesal sekarang di samping Moana.

Suami mana yang mau istrinya berduaan dengan pria lain?

"Ayo kembali ke pesta, Nona Catherine," ajak Christian, menawarkan lengannya kepada Catherine. Ketika Catherine ragu-ragu, ia mengangkat sebelah alis. "Aku tahu sopan santun, Nona Catherine. Seorang pria mengantar wanitanya ke pesta dansa seperti ini. Aku turut prihatin suamimu telah kehilangan sopan santunnya di vag*na wanita simpanannya."

Tuhan. Kata-katanya yang cab*l itu membuat pipi Catherine terasa panas. Ia tersipu malu.

Catherine segera meraih lengannya, dan mereka berjalan kembali ke pesta.

Jelas, semua orang menatapnya.

Catherine mengucapkan terima kasih padanya dan meninggalkannya untuk berbaur dengan yang lain.

Sebagai Nyonya di keluarga itu, sudah menjadi tugasnya untuk menyambut semua orang.

Ia melirik Dominic dan Moana yang melotot padanya, tetapi ia menghindari keduanya.

Melihat Catherine sendirian, beberapa tuan dan asisten pribadinya yang belum menikah menghampirinya.

Biasanya, mereka akan menjaga jarak, tetapi tidak hari ini.

Catherine merasakan gelombang kepercayaan diri mengalir dalam dirinya.

"Nyonya Catherine," sapa yang termuda di antara mereka. "Anda tampak memukau."

"Apakah kalian sudah mempertimbangkan untuk datang ke acara keluargaku?" tanyanya. "Kami akan menyelenggarakan pertemuan internal minggu depan."

Catherine tahu apa maksud dari pertemuan itu. Itu adalah pertemuan informal di mana para petinggi bersosialisasi, menari, dan menikmati kebersamaan di suatu tempat yang sudah disediakan.

Semua keluarga mengadakannya dan itu populer di kalangan para petinggi muda. Undangan ke acara ini berarti dia tertarik padanya lebih dari sekedar menggoda.

"Aku tidak yakin," balasnya, saat tatapannya beralih pada Christian.

Mengapa pria itu tampak begitu kesal? "Tapi jika aku datang, aku akan memberi tahumu sebelumnya."

"Bagus!" seru Tuan muda itu. "Jadi malam ini, bolehkah aku mendapat kehormatan untuk berdansa denganmu terlebih dulu?"

"Dia akan berdansa denganku," ajakan dingin Dominic membuat pria itu terdiam.

Rasa terkejut melintas di benak Catherine karena ini tidak seperti Dominic.

Moana seperti telah menempelkannya di pinggul, dan sekarang dia mengharapkannya untuk bergabung dengannya di lantai dansa?

Catherine ingin menolak, tetapi itu akan membuatnya terlihat mengerikan. Jadi, ia menerima ajakannya.

Bagaimanapun juga, ia harus melihat ekspresi di wajah Moana.

"Terima kasih, Dominic. Kuharap kamu mau bertanya padaku," jawab Catherine dengan isyarat halus kepadanya dan para penonton yang menunjukkan bahwa ia berdiri bersama suaminya.

Dominic meraih tangan dan menariknya ke lantai dansa. Menariknya lebih dekat ke tubuhnya, dan mengangguk ke arah para musisi.

Begitu para musisi mulai memainkan orkestra. Setiap langkah yang diambilnya mencerminkan agresivitasnya, tetapi Catherine menyamai kecepatannya.

Pandangannya tertuju pada Moana, yang berdiri di tepi lantai dansa, ekspresinya getir, matanya berbicara tentang balas dendam.

Dominic menariknya sangat dekat, menekan ke tubuhnya. Daya tarik pasangan sialan itu berhasil dan tubuhnya bereaksi terhadap tarikan itu.

Catherine mengembuskan napas pelan yang menenangkan.

"Kamu tampak cantik malam ini, Catherine," ucapnya, saat musik melambat.

"Terima kasih, Dominic," jawab Catherine sambil tersenyum percaya diri.

"Jadi, apa yang kamu bicarakan dengan Tuan Christian tadi?" Pria itu bertanya tentang pertemuannya dengan Christian.

"Oh, jadi itu yang dia khawatirkan." batinnya.

"Tidak banyak," Catherine mengangkat bahu. "Proyek Golden Gate," ia berbohong.

Sebenarnya Christian bahkan tidak menyebutkan apa pun tentang itu.

"Begitu ya..." Dominic terus berdansa dengan Catherine sebentar lalu pergi kembali pada Moana.

Catherine menggelengkan kepala saat pria itu menyeka air mata Moana dan mencium pipinya, seolah mencoba menenangkannya.

Ia kehilangan selera makan saat melihat mereka, dan setelah beberapa menit, ia keluar dari ruang dansa.

Mengapa ia merasa ada yang menatapnya tajam?

Ketika Catherine menoleh ke belakang, ia melihat Christian menatapnya dengan tatapan tajam.

**

**

Keesokan paginya, Catherine bangun sekitar pukul 5 pagi.

Merasa tegang. Ia memutuskan pergi latihan lebih awal untuk mengendurkan otot-ototnya.

Ia menghubungi Arnold. Untungnya, tidak ada orang lain di sana.

"Nyonya, pikiranmu ada di tempat lain." ucap Arnold setelah latihan intensif selama satu jam.

Catherine tidak dapat memblokir beberapa serangannya dan akhirnya mengalami memar di paha dan punggungnya.

Catherine menarik napas dalam-dalam. "Arnold, aku perlu memberitahumu sesuatu, tapi..." Bisiknya sambil mencondongkan tubuh lebih dekat. "Ada sesuatu yang harus kamu janjikan untuk tidak membocorkannya, oke?"

Arnold mengusap keringat dengan handuk tangan saat kerutan terbentuk di antara alisnya.

"Tentu saja, Nyonya."

Catherine melihat sekeliling dan merendahkan suaranya. "Berapa banyak anak buah kita yang ada di keluarga Archer?"

"Sekitar delapan puluh."

Catherine mengangguk pelan. "Aku berencana untuk mengambil kembali kekuasaanku. Untuk mengambil kembali posisiku dari Dominic. Aku butuh bantuanmu. Jadi, bersama beberapa orang lainnya, kamu harus mengawasi Moana dengan teliti. Apakah kita sepaham?"

Arnold menatapnya dengan pandangan ngeri. "T.. tapi Nyonya..."

"Kamu tidak percaya padaku, kan?" Catherine menyipitkan matanya. "Kamu dari keluarga Emerald dan aku akan menjadi Nyonyamu, kan?"

"Aku sangat percaya padamu, Nyonya Catherine," ucapnya meyakinkan. "Tapi ini belum pernah terjadi sebelumnya. Kamu mungkin akan... terbunuh."

"Aku tahu," desahnya. "Tapi aku akan berusaha sebaik mungkin. Jadi, tetaplah waspada."

"Hebat! Itu sangat berarti."

Catherine butuh sekutu, dan Arnold adalah sekutu terbaik yang ia miliki. Dia terlalu setia padanya, meskipun dia tidak banyak bicara.

Dengan percaya diri ia berjalan kembali ke rumah, ia langsung menuju dapur dan menuang jus jeruk untuk dirinya sendiri.

Saat itu pukul 6:30 pagi, dan ia harus segera berpakaian.

"Oh, lihat siapa di sana?" Catherine memutar matanya mendengar nada tajam Moana.

Moana berdiri di hadapannya dan menuangkan jus jeruk untuk dirinya sendiri.

Dalam balutan lingerie sutra berpotongan rendah, dia memperlihatkan belahan dadanya sepenuhnya.

"Aku tidak tahu kamu akan berubah menjadi pelacur secepat ini," ucap Moana sambil menyeruput jusnya.

Kemarahan membuncah dalam diri Catherine.

"Jaga ucapanmu, Moana. Aku masih Nyonya di rumah ini," gerutunya.

"Apa yang kamu lakukan dengan Tuan Christian di kamar atas tadi malam? Mencari teman baru atau mencoba menaiki tangga sosial?" wanita itu mencibir.

Catherine menarik napas dalam-dalam saat wanita itu menghinanya.

Moana menyibakkan rambutnya ke bahu dan menyeruput lebih banyak jus, senang dengan caranya mempermalukan Catherine.

Tapi Catherine mulai terbiasa dengan kejenakaannya sekarang.

"Dan mengenai statusmu sebagai Nyonya," lanjutnya. "Aku yakin posisimu akan segera jatuh."

Catherine menggeram dalam benaknya karena tidak dihormati.

Ia tidak suka cara Moana menggunakan gelarnya seperti ini. Ia masih nyonya di rumah itu dan sebaiknya dia menghormatinya.

"Siapa wanita jalang ini yang berani bicara seperti itu padaku?" gerutunya dalam batin.

Jadi ia menatap tajam ke arah Moana.

"Kurasa aku tidak akan kehilangan posisi itu. Tapi aku yakin kamu mulai kehilangan kewarasanmu."

Matanya yang gelap berubah menjadi lebih gelap lagi. "Apakah kamu tahu betapa Dominic sangat menyukaiku?"

"Apakah aku terlihat peduli?" Catherine mengejek.

"Kamu harus melakukannya, karena aku akan melahirkan anaknya. Dan kamu akan berubah menjadi pelacur yang putus asa." Senyum puas tersungging di bibir Moana.

************

************

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!