NovelToon NovelToon
Di Bawah Kuasa Mantan Suami

Di Bawah Kuasa Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:27.3k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Follow IG @Lala_Syalala13
Subscribe YT @NovelLalaaa

Tiga tahun lalu, Safira Angela memilih berpisah dari Gavin Alvaro Abraham dengan alasan palsu yaitu dia mengaku telah berselingkuh. Padahal, itu hanyalah kebohongan yang terpaksa dibuatnya agar Gavin dan keluarga besar Abraham tidak terseret dalam masalah pelik yang sedang menimpa keluarganya.

Setelah resmi bercerai, Safira pun memilih menghilang demi melindungi pria yang sangat-sangat dia cintai.

Namun, takdir berkata lain. Tiga tahun kemudian, perusahaan tempat Safira bekerja diakuisisi oleh Abraham Group.

Mengetahui keberadaan sang mantan istri, Gavin langsung memerintahkan agar Safira dimutasi ke kantor pusat.

Di sana, Safira terpaksa bekerja di bawah pengawasan langsung mantan suaminya yang kini telah berubah menjadi CEO dingin, penuh kebencian, dan menyimpan dendam mendalam akibat masa lalu.

BAGAIMANA KELANJUTAN CERITANYA????
JANGAN LUPA DI BACA YAAAAAA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Badai Besar Yang Menghantam

Setelah makan malam selesai, Gavin pamit untuk beristirahat di kamarnya yang terletak di lantai dua. Kamar mewah bernuansa maskulin itu masih sama seperti tiga tahun lalu, bersih tanpa debu karena selalu dirawat.

Gavin berjalan menuju balkon kamarnya yang luas, menatap pemandangan malam kota Jakarta dengan kedua tangan yang dimasukkan ke dalam saku celana jasnya. Angin malam berembus kencang, menerpa rambut hitamnya yang tertata rapi.

"Di mana pun kamu berada sekarang, nikmatilah kebebasanmu," bisik Gavin pada kegelapan malam, suaranya terdengar begitu sunyi dan dingin.

"Karena jika suatu saat takdir mempertemukan kita kembali, aku pastikan kamu akan membayar mahal untuk setiap tetes air mata dan kehancuran yang pernah kamu tinggalkan di rumah ini." serunya lagi dengan penuh kebencian disetiap katanya.

Pria itu membalikkan badannya, melangkah masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kaca balkon dengan rapat, mengunci rapat-rapat masa lalu yang pahit di luar sana, siap menyongsong hari esok sebagai penguasa baru yang tak terkalahkan.

Suara bising klakson kendaraan yang saling bersahutan di jalan raya pinggiran kota perlahan memudar, digantikan oleh deru suara mesin angkutan umum yang bergetar hebat saat melewati jalanan berlubang.

Safira Angela duduk menyandar di dekat jendela angkot yang pengap, menempelkan dahi halusnya pada kaca mobil yang terasa hangat oleh sisa terik matahari sore.

Langkah kakinya terasa begitu berat malam ini, seolah setiap senti tanah yang ia pijak menuntut energi terakhir yang tersisa di dalam tubuhnya.

Berita tentang akuisisi perusahaan oleh Abraham Group siang tadi benar-benar menguras habis ketenangan jiwanya. Sepanjang sisa jam kerja, fokusnya terpecah, memaksa otaknya bekerja dua kali lebih keras agar tidak melakukan kesalahan fatal pada lembar kerja digital yang menjadi tanggung jawabnya.

"Kiri, Bang." ucap Safira dengan nada suara yang lembut namun cukup jelas terdengar oleh sopir angkot.

Mobil berhenti dengan sentakan kasar di seberang sebuah gang sempit yang remang-remang. Safira turun, menyerahkan selembar uang lima ribuan yang sudah lecek dari dompet kainnya, lalu melempar senyum terima kasih yang sopan sebelum kendaraan umum itu kembali melesat membelah malam.

Safira merapatkan jaket rajut abu-abu rajutan sendiri yang sudah mulai menipis di bagian siku.

Dia melangkah memasuki Gang senggol, sebuah kawasan permukiman padat penduduk yang jalannya hanya cukup dilewati oleh dua sepeda motor yang berpapasan.

Bau asap masakan beradu dengan aroma selokan yang menggenang di sisi jalan, sebuah pemandangan dan atmosfer yang sangat kontras dengan lingkungan tempat tinggalnya di masa lalu.

Setelah berjalan sekitar lima ratus meter ke dalam gang, Safira tiba di depan sebuah bangunan dua lantai dengan cat dinding hijau lumut yang sudah mengelupas di sana-sini. Itu adalah rumah indekos khusus wanita tempatnya bernaung selama tiga tahun terakhir.

"Baru pulang, Neng Fira?" sapa Bu Ratna, pemilik kos yang sedang duduk di teras depan sambil memotong sayuran untuk jualan besok pagi.

Safira menghentikan langkahnya, menundukkan kepala sedikit dengan sikap yang sangat santun.

"Iya, Bu Ratna. Kebetulan tadi pekerjaan di kantor agak banyak, jadi harus lembur sebentar untuk merapikan berkas." jawab Safira dengan ramah.

Bu Ratna menatap Safira dengan pandangan iba. Wanita tua itu tahu betul bahwa Safira adalah sosok yang berpendidikan, sopan, dan memiliki pembawaan yang berbeda dari penghuni kos lainnya yang terkadang berisik.

Namun, dia juga tahu Safira hidup dalam kesendirian yang amat sangat dan selalu berhemat secara ekstrem.

"Jangan terlalu diforsir tenaganya, Neng. Wajahmu kelihatan pucat sekali itu. Nanti kalau sakit, repot tidak ada yang merawat di kamar. Ini, Ibu ada sisa kolak pisang tadi sore, bawalah ke kamar untuk takjil atau camilan malam." ujar Bu Ratna sambil menyodorkan sebuah mangkuk plastik kecil berisi kolak.

Air mata Safira hampir saja merebak mendengar perhatian kecil itu, namun dia menahannya dengan sekuat tenaga.

"Terima kasih banyak, Bu Ratna. Ibu baik sekali. Saya permisi ke kamar dulu ya, Bu." ucap Safira.

Safira melangkah menaiki tangga kayu yang berderit setiap kali dipijak menuju lantai dua. Kamarnya berada di paling ujung, kamar nomor enam.

Begitu kunci pintu diputar dan daun pintu kayu yang agak seret itu terbuka, keheningan yang dingin langsung menyergap dirinya.

Ruangan itu sangat kecil, hanya berukuran tiga kali tiga meter. Di dalamnya hanya ada sebuah kasur busa tanpa ranjang yang diletakkan langsung di atas lantai, sebuah lemari pakaian plastik berukuran sedang, dan sebuah meja kayu lipat kecil di sudut ruangan yang berfungsi sebagai tempat belajar sekaligus tempat menaruh kompor portabel. Tidak ada pendingin ruangan, hanya ada sebuah kipas angin dinding kecil yang baling-balingnya sudah berdebu.

Safira menutup pintu, menguncinya dari dalam, lalu menyandarkan punggungnya pada daun pintu yang tertutup.

Di dalam kesunyian kamar yang remang-remang itu, pertahanannya runtuh. Pundaknya yang semula tegap kini merosot, bergetar hebat seiring dengan air mata yang mulai mengalir deras membasahi pipinya yang mulus.

Dia berjalan dengan lemas menuju kasur, lalu duduk di tepiannya dengan kedua lutut yang ditekuk ke dada. Safira menenggelamkan wajahnya di antara lutut, terisak tanpa suara agar tidak terdengar oleh penghuni kamar sebelah.

Kehidupan tiga tahun ini benar-benar menjungkirbalikkan dunianya. Dari seorang nyonya muda di sebuah mansion mewah yang dilayani oleh belasan pelayan, kini dia harus mencuci pakaiannya sendiri dengan tangan di kamar mandi dalam yang sempit, memasak makanan seadanya, dan menghitung setiap butir beras yang dia konsumsi demi menghemat uang.

Semua itu terjadi karena badai besar yang menghantam keluarga kandungnya tiga tahun lalu. Kakak kandung Safira melakukan penipuan investasi besar-besaran yang merugikan banyak pihak, termasuk menyeret nama baik perusahaan mitra mereka.

Ayah Safira yang shock terkena serangan jantung hingga meninggal dunia, meninggalkan utang yang menumpuk dan tuntutan hukum yang mengerikan dari para korban yang murka.

Saat itu, para korban dan pihak-pihak yang dirugikan mulai mengincar Safira, mencari celah untuk menghancurkan hidupnya, bahkan mengancam akan menyeret Abraham Group yaitu keluarga suaminya ke dalam pusaran kasus hukum dan skandal publik jika Gavin tidak membayar tebusan dalam jumlah yang tidak masuk akal.

Hal tersebut membuat Safira harus segera mencari solusi agar keluarga sang suami tidak ikut terjerat, karena Safira tahu, jika dia tetap tinggal di sisi Gavin, suaminya yang sangat mencintainya itu pasti akan mengorbankan apa saja, termasuk reputasi dan aset berharga milik Abraham Group demi melindunginya dan Safira tidak ingin Gavin berkorban akan hal itu karena permasalahan ini begitu besar dan nama baik sang suami dan keluarga Abraham dipertaruhkan.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
Lusi Hariyani
ya ampun safira yg kuat ya...tp sekuat2 y perempuan pasti akn tumbang jg
Rahma Inayah
gregetan ..bcnya knp Fira km GK jujur aja toh skrg km SDH ceria juga akn lbh baik jujur biar Gavin GK slh fatham klu dia TDK percaya y SDH biar Gavin cr tau sendri kebenarnya .
Asni Mariati
lanjuttt
Fitra Sari
lanjutttttt
imel
bilang aja khawatir 🤭
Lusi Hariyani
yahhh kecewa pembaca dech...gavin blm blh disadarkan ternyata ntar klo safira dh diambang kematian br disadarkan gavin y
imel
terkadang hati yang sudah tertutup kebencian tidak akan pernah bisa melihat apapun di depannya bahkan jika itu adalah kebenaran
Oma Gavin
kupikir Gavin sadar lihat safira hampir mati ternyata dendam nya sudah mendarah daging sehingga ego nya lebih memilih untuk balas dendam
Eliermswati
thor kpn gavin sdr nya kahn fira hrs menderita sendiri😭😭 cerita nya menguras esmosi aj thor soalnya ceo nya terlalu angkuh g mau nyari bukti dlu
Asni Mariati
sedihhhh kali kak
kasian ny safira😭😭😭😭
irma hidayat
kamu kejam gavin
Sastri Dalila
🙄🙄
Eliermswati
ayo loh gavin tanggung jawab smpe bkn fira menderita, cb km telusuri knp fira menceraikan mu cri tau biar g mkn nyesel km gavin😂😭smngt thor up nya
Oma Gavin
semoga kamu ngga nyesel gavin setelah tau kebenarannya dan lepaskan safira biarkan dia hidup tanpa tekanan
𝐈𝐬𝐭𝐲
ceritanya sangat menarik dan bikin nagih, semangat thor... 😍💪🏻
Lala_Syalala: Terima kasih Kak sudah baca ceritanya,, semoga selalu suka dan support terus author yaaa🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
segera cari tahu tentang Safira, Gavin.... sebelum semuanya terlambat dan kamu akan menyesalinya.
Rahma Inayah
klu km tau alasan knp Safira sampai menceraikan mu km akan tmbh menyesal .ayo Gavin selidiki apa yg terjadi 3 THN lalu biar km tau dan puas SDH menyiksa bathin safira
Lusi Hariyani
cari tahu ttg safira dong vin
Yuliana Tunru
gmn gavin sedih kan lihat tubuh x yg bisa kau lihat bahwa hudup safira benar2 menyedihkan cari tau 😭
Fitra Sari
lanjutt lagi thorr doubel upp donkk🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!