NovelToon NovelToon
Dendam Paras Kembar

Dendam Paras Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Tumbal / Balas dendam pengganti / Balas Dendam
Popularitas:50
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Ainun

Penasaran dengan ceritanya yuk langsung aja kita baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5: PERTEMUAN DI BALIK TOPENG

BAB 5: PERTEMUAN DI BALIK TOPENG

Lampu kristal raksasa yang menggantung di aula utama Hotel Grand Shimla membiaskan cahaya ke segala arah, menciptakan ilusi kemewahan yang memuakkan bagi siapa pun yang mengetahui busuknya dunia di balik pesta ini. Malam itu adalah acara amal tahunan keluarga Raisinghania. Semua tokoh penting, politisi, dan pengusaha kelas atas hadir, berdansa di atas lantai marmer yang dipoles mengkilap.

Di sudut aula, Aarohi—yang kini dikenal sebagai Anjali Khanna—berdiri dengan segelas sampanye di tangannya. Ia mengenakan gaun backless sutra berwarna perak metalik yang memeluk lekuk tubuhnya dengan sempurna. Rambut bob tajamnya yang baru, ditambah riasan mata smokey yang tegas, benar-benar mengubah auranya. Tidak ada lagi jejak kegugupan Aarohi di sana. Yang ada hanyalah keanggunan seorang predator yang sedang mengintai mangsanya.

Jantungnya berdegup kencang saat pintu aula terbuka lebar. Pelayan membungkuk, dan suasana seketika menjadi riuh rendah. Deep Raj Singh melangkah masuk dengan setelan tuksedo hitam yang sangat pas di tubuh tegapnya. Ia tampak lebih tampan, namun di mata Aarohi, ketampanan itu hanyalah topeng iblis. Di sampingnya, Tara menggandeng lengannya erat. Tara mengenakan gaun merah yang sangat mencolok, wajahnya dihiasi senyum kemenangan yang palsu.

Aarohi meremas gelas di tangannya hingga buku-buku jarinya memutih. Tenang, Aarohi. Kau adalah Anjali sekarang. Ingat ajaran Abhimanyu, bisiknya dalam hati. Ia memejamkan mata sejenak, menarik napas dalam, dan saat ia membuka mata kembali, tatapannya sudah berubah menjadi tatapan menggoda yang penuh teka-teki.

Aarohi sengaja berjalan menuju bar yang dilewati oleh Deep. Ia bergerak dengan langkah yang sangat anggun, memastikan langkah kakinya terdengar berirama. Saat jarak mereka hanya tinggal satu meter, Aarohi berpura-pura tidak sengaja bersenggolan dengan Deep.

"Oh, maafkan saya. Saya tidak melihat Anda," suara Aarohi keluar dengan nada rendah dan serak yang sensual—hasil latihan berbulan-bulan untuk mengubah warna suaranya.

Deep berhenti. Ia menoleh perlahan. Saat mata mereka bertemu, untuk sepersekian detik, Deep tampak membeku. Tatapannya menelusuri wajah Anjali, mencari sesuatu yang terasa sangat akrab namun terasa sangat berbeda. Ada kilatan keterkejutan di mata Deep yang biasanya dingin itu.

"Tidak apa-apa, Nona..." Deep menggantung kalimatnya, menunggu jawaban.

"Anjali. Anjali Khanna," ucap Aarohi sambil memberikan senyum tipis yang hanya menyentuh sudut bibirnya. Ia tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun. Ia menatap Deep tepat di matanya—hal yang dulu jarang dilakukan Aarohi yang lugu.

Tara, yang menyadari suaminya terpaku pada wanita asing ini, langsung mendekat dengan protektif. Ia menatap Anjali dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan tatapan meremehkan. "Deep, siapa wanita ini? Dan mengapa dia terlihat sangat... familiar?"

Aarohi tertawa kecil, suara tawa yang ringan namun menusuk. "Banyak orang bilang wajah saya memiliki kemiripan dengan banyak orang terkenal, Nyonya Raisinghania. Mungkin itu sebabnya saya terasa familiar. Saya baru saja kembali dari London untuk memperluas bisnis investasi keluarga saya di Shimla."

Deep masih menatap Anjali tanpa berkedip. Ia merasa ada yang aneh. Wanita ini memiliki wajah yang sangat mirip dengan istrinya, Tara, dan "mantan" istrinya yang sudah dianggap mati, Aarohi. Namun, energinya sangat berbeda. Aarohi dulu adalah air yang tenang, sementara wanita di depannya ini adalah api yang membara.

"Investasi, ya? Shimla selalu terbuka untuk bisnis baru," kata Deep, mencoba menguasai dirinya kembali. Ia mengambil sebuah kartu nama dari saku tuksedonya dan memberikannya pada Anjali. "Mungkin kita bisa mendiskusikannya secara lebih formal di kantor saya."

Aarohi menerima kartu itu dengan ujung jarinya, membiarkan jarinya bersentuhan sedikit dengan kulit tangan Deep. Ia merasakan Deep sedikit tersentak. Dapatkan dia, hancurkan dia dari dalam, batin Aarohi bersorak.

"Tentu, Tuan Raisinghania. Saya dengar Anda adalah orang yang paling berpengaruh di kota ini. Akan sangat bodoh bagi saya jika tidak bekerja sama dengan Anda," kata Aarohi sambil melirik Tara yang tampak mulai terbakar api cemburu.

Tara menarik lengan Deep dengan kasar. "Deep, acara pembukaan akan dimulai. Kita harus pergi."

"Senang bertemu dengan Anda, Anjali," kata Deep sebelum berbalik. Namun, sebelum ia benar-benar pergi, ia menoleh sekali lagi ke arah Aarohi, memastikan bahwa wanita itu nyata dan bukan hantu dari masa lalunya.

Setelah mereka pergi, Aarohi menghela napas panjang. Kakinya sedikit gemetar, namun ia merasa sangat puas. Tahap pertama berhasil. Ia telah menanamkan benih keraguan dan ketertarikan di hati Deep.

Ia berjalan menuju balkon hotel yang sepi, menatap langit malam. Di sana, ia berbisik pada angin, "Malam ini kau melihat wajah ini lagi, Deep. Kau mengira ini hanya kebetulan, tapi ini adalah awal dari kiamatmu. Aku akan membuatmu jatuh cinta pada wanita yang wajahnya kau hancurkan, dan saat kau sudah memberikan seluruh hidupmu padaku, aku akan menunjukkan siapa aku sebenarnya."

Aarohi menyesap sampanyenya hingga habis. Rasa pahit dari alkohol itu mengingatkannya pada rasa pahit di penjara. Ia siap untuk langkah selanjutnya. Ia akan merayu Deep, membuat Tara gila karena cemburu, dan memecah belah mereka berdua hingga tidak ada yang tersisa selain debu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!