NovelToon NovelToon
Pak Dimas (Guru Gen Z Ganteng)

Pak Dimas (Guru Gen Z Ganteng)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:272
Nilai: 5
Nama Author: Kukuh Basunanda

Menceritakan kisah cinta seorang Guru Gen Z tampan bernama Dimas Aditya dengan janda muda cantik dan kaya raya bernama Wulan Anggraeni. Kedua nya di pertemukan oleh keadaan hingga akhirnya tumbuh gelombang cinta di hati mereka. Seiring berjalannya waktu, Dimas berhasil mencuri hati Wulan sekaligus menyembuhkan rasa traumanya atas kegagalannya di pernikahan pertama. Namun di satu sisi, sang mantan (Nayla) masih mengharapkan menikah dengan Dimas. Rasa sayangnya yang begitu dalam, membuat cinta segitiga di antara mereka tak terelakkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kukuh Basunanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertunangan Nayla dan Anton

Pagi yang cerah, Dimas seperti biasa menjalani rutinitasnya menjadi guru di SMA Al-Ikhlas. Ia mencoba move on dari kandasnya hubungan percintaan dengan Nayla. Pagi itu, ia datang ke sekolah dengan semangat baru. Ia turun dari motor matic nya lalu melangkah menuju ruang guru. Beberapa peserta didik menyapa guru bahasa inggrisnya tersebut.

"Good Morning Mr." sapa salah satu siswa saat berjumpa dengan Dimas.

"Good morning my students" respon Dimas dengan senyum ramahnya.

Memasuki ruang guru, suasananya masih sepi. Di hari itu , Dimas menjadi guru pertama yang datang lebih awal. Ia duduk di tempat duduknya sembari melamun. Pikirannya masih selalu saja terbayang kenangan indah bersama Nayla, sang pujaan hati.

Seorang guru wanita datang memasuki ruang guru.

"Assalamualaikum" ucapnya.

Namun Dimas masih terbawa arus lamunannya seakan dia tak mendengar salam. Guru itu mendekati Dimas.

"Masih pagi kok ngelamun pak ?" suara guru wanita itu.

"Eh ya Allah, maaf bu, saya gak konek" sahut Dimas.

"Pak Dimas lagi ngelamunin apa sih ?" tanya bu guru itu lagi.

"Biasa lah bu masalah anak muda"

"Habis putus nih sama pacarnya kan ?" canda bu guru, yang memiliki nama Ela.

"Kok bu Ela bisa tau sih, jangan-jangan bu Ela dukun yah ?" ujar Dimas membalas canda Ela.

"Bu Ela tumben, pagi-pagi udah datang ke sekolah, apa gak di tangisin anaknya bu ?" kata Dimas.

"Anak ? nikah aja belum, aku masih muda loh, ya mungkin satu tahun di atas usia pak Dimas" ujar bu Ela.

"Oh pantes"

"Pantes apanya pak ?" tanya bu Ela.

"Pantes masih cantik banget" jawab Dimas.

"Bu Ela single, aku juga single, bagaimana kalau kita jadian aja bu ?"

Tiba-tiba bu Ela salah tingkah dan salah persepsi.

Seriusan nih ?" tanya bu Ela.

"Ha.ha.ha..becanda kok bu, jangan di ambil serius" sahut Dimas.

"Pak Dimas asyik juga ya orangnya" gumamnya dari dalam hati.

Ela memang mulai tertarik dengan Dimas saat pertama kali Dimas datang di sekolah itu. Aura ketampanan Dimas seakan memiliki magnet yang menarik dan menempel di hati Ela. Saat mereka sedang asyik ngobrol,  tiba-tiba pak Fuad datang memasuki ruang guru.

"Assalamualaikum" sapa pak Fuad.

"Walaikum sallam" respon Dimas dan Ela.

"Kalau ada laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom, berduan, maka ketiganya adalah setan" canda pak Fuad.

"Berarti yang jadi setan pak Fuad dong, kan pak Fuad yang ketiga" canda Dimas.

Pak Fuad tertawa dengan canda Dimas.

"Kalian pagi-pagi udah asyik ngobrol, hayo lagi ngobrolin masa depan yah ?" kembali canda pak Fuad.

"Udah pak Dimas tembak aja tuh bu Ela, pas banget, sama-sama masih single, dah di halalin aja"

"Apaan sih pak Fuad" ucap bu Ela tersenyum tersipu malu.

Jam menunjukan pukul 07.00 WIB, Dimas masuk di kelas  XII IPA 2. Materi ajar di hari itu adalah tentang Passive Voice.

"Dear, my students, do you know passive voice ?" tanya Dimas kepada murid-muridnya.

"No Mr., can you explain it ?" ujar salah satu siswi.

"Well, so, passive voice is the combination between auxiliary verb with verb 3 that change the meaning from "me" to "di"

"Pak, bingung , pake bahasa Indonesia aja" ujar salah satu siswa.

"Baik, jadi , passive voice itu kombinasi antara kata kerja bantu dengan kata kerja bentuk ketiga dimana maknanya berubah menjadi "di" penjelasan Dimas kepada muridnya.

"Saya kasih contoh yah, misal dalam kalimat bahasa Indonesia, surat itu di tulis oleh Adi, nah maka dalam bahasa inggris the letter is written by Adi. disini ada kata kerja bantu is bertemu dengan kata kerja bentuk ketiga written, maka maknanya menjadi di tulis" penjelasan Dimas lebih lanjut.

"You got it ?" tanya Dimas kepada peserta didiknya.

"Yes Mr," kata semua siswa dan siswi.

"Pak kalau misalkan saya akan di nikahi pak Dimas, bisa gak pak ?" kata salah satu siswi, Sheila.

Semua peserta didik menatap ke arah Sheila.

"Huuuuhhhh..genit, ganjen" salah satu siswa nyeplos ke Sheila.

"Sudah-sudah" ucap Dimas yang menenangkan suasana di kelas dengan mengangkat kedua tanganya kedepan.

"Jadi apa yang Sheila sebutkan tadi benar itu termasuk kalimat passive, coba ada yg bisa gak bahasa Inggrisnya gimana ?" tanya pak Dimas.

Seorang siswa mengacungkan tangan.

"Saya bisa pak, jadi gini ya pak I will be married by Mr. Dimas, is it true sir ?" tanya siswa tersebut.

"Exactly", respon pak Dimas.

***

Selepas Maghrib, pak Jun menemui Nayla di kamarnya.

"Nay, ayah sudah bicara dengan Anton, sabtu pekan depan kalian akan bertunangan, kamu siap kan nay ?" tanya pak Jun memastikan.

Nayla memilih diam tak bicara, ia hanya menganggukan kepala sebagai tanda menyetujui.

"Baik lah kalau begitu, nanti ayah akan siapkan segala sesuatunya" ujar pak Junaedi.

Hidup serasa hampa bagi seorang Nayla, ia seolah tak semangat lagi menjalani hidup. Dia hanya mengikuti apa yang ayahnya mau.

Berganti bu Jun yang masuk ke kamar anaknya. Berbeda dengan sang suami, ia lebih memilih menghibur hati Nayla yang sedang patah sembari membawa sepiring nasi beserta lawuk pauknya.

"Ney, dari tadi kamu belum makan loh, bunda suapin yah" ucap sang bunda kepada Nayla.

"Nayla gak selera makan Bun", jawab Nayla.

"Kamu jangan gitu dong Ney, bagaimana pun juga kamu harus makan, nanti kamu sakit loh" ucap bu Jun kembali .

"Oh iya, tadi bunda nyuruh orang buat memantau Dimas, dia aman kok, dia baik-baik saja kok, tadi orang suruhan bunda mengirim foto Dimas saat di jalan dan di gerbang sekolah, jadi kamu gak perlu khawatir dengan Dimas"

"Kamu mau lihat gak foto yang di kirim orang suruhan bunda ?" kata Bu Jun yang mencoba menghibur putrinya.

"Mau banget bun, mana bun fotonya ?" tanya Nayla yang begitu rindu dengan Dimas.

"Tapi ada syaratnya, kamu harus makan dulu !" pinta bundanya.

Nayla menganggukan kepala kemudian bu Jun menyuapi Nayla sekali.

"Udah bun, Nayla udah gede,  biar Nayla makan sendiri aja" ujar Nayla.

Usai Nayla makan, bu Jun menyodorkan layar handphone nya kepada Nayla.

"Ini fotonya Ney" ucap bu Jun.

Nayla tersenyum setelah melihat foto-foto pujaan hatinya.

"Kak Dimas, Nayla kangen banget sama kak Dimas, kangen senyum mu , kangen canda mu, kangen tawa mu" begitulah isi hati Nayla. 

Hari pertunangan tiba, Anton dan keluarganya mendatangi rumah Nayla. Anton begitu tak sabar menanti wanita idamannya keluar dari kamarnya.

"Nayla mana om ?" tanya Anton.

"Oh Nayla masih di kamarnya sedang di make up, nanti kalau Nayla keluar kamar, kamu bakal terkesima" canda om Jun kepada calon menantunya.

"Masa sih om ?" sahut Anton.

Nayla berlahan melangkah keluar dari kamarnya. perpaduan make up soft dengan dominasi warna pastel pada busana kebaya nya membuat penampilan Nayla terlihat manis dan cantik.

"Masya Allah cantik banget Nayla, Ton kamu pinter banget sih pilih calon istri ", ujar mami Anton.

"Iya dong mih" sahut Anton.

Nayla duduk di tengah dua keluarga. Dengan senyum yang di paksakan, Nayla dan Anton bertukar cincin sebagai pengikat langkah sakral menuju pelaminan.

Ekspresi wajah Nayla boleh tersenyum demi menghargai orang lain namun dari dalam lubuk hatinya hancur berkeping-keping karna perjodohan ini.

"Selamat yah Anton dan Nayla" ucap papih Anton.

"Selamat ya Ney dan Anton, semoga di lancarkan sampai hari H dan bahagia selalu" ujar bu Jun sembari meneteskan air mata, ia merasa bersalah atas perjodohan ini.

"Oh ya om, kapan nih rencana pernikahan aku sana Nayla di gelar ?" tanya Anton kepada ayah Nayla.

"Eh ada yang udah gak sabar nih" gurau papih Anton.

"Habis gimana ya pih, Nayla cantik banget, pengin rasanya memiliki Nayla seutuhnya" kata Anton kepada papihnya.

"Ya sudah, bagaimana kalau 3 bulan lagi sesudah lebaran ?" pak Jun menawarkan ke Anton dan keluarganya.

"Aku setuju banget om" sahut Anton.

"Kami sih terserah mereka berdua yang mau menjalani, pokoknya kami ngikut aja" ujar papihnya Anton.

"Nayla kamu setuju kan ?" tanya Anton ke Nayla.

Nayla hanya menganggukan kepala sembari sedikit tersenyum tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!