"JANGAN GERAK!"
"Siapa!?"
"SHH!! Diam atau kita mati konyol!"
Pertemuan tidak sengaja Noah Christian dengan Billie Ashton di saat hidup kedua nya berada di ujung tanduk ternyata membuat Noah penasaran dan mencari identitas gadis yang membekap mulut nya di malam gelap itu.
Wajah nya tidak begitu terlihat, hanya suara parau dan tangan gemetar serta bau wangi yang membuat Noah tidak bisa melupakan nya. Dia terus mencari, keberadaan gadis yang sembrono dan misterius itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS. 5. Obsesi
Billie dan Zico tiba di perusahaan, inilah yang Billie tunggu - tunggu, masuk kedalam perusahaan dan mencari semua wajah yang sedang dia cari selama bertaun - taun, para anggota direksi. Billie turun dari mobil lalu membuka pintu untuk Zico, wajah dingin Billie selalu bisa membuat senyum tipis Zico terbit.
Zico berjalan masuk kedalam, tapi Billie tetap berdiri di lobby bersama beberapa pengawal Zico yang lain. Zico yang sudah berjalan masuk menghentikan langkah nya dan dia menoleh menatap Billie yang berdiri di luar sambil mengernyit dan jalan balik lagi keluar.
"Kamu ngapain di sini?" Tanya Zico, Billie tertegun bingung.
"Menunggu pak Zico." Jawab Billie.
"Masuk, ikuti saya." Ucap Zico, Billie berkedip bingung, yang lain juga bingung.
"Perlu saya ulang?" Ucap Zico, Billie langsung mengangguk minta maaf.
"Baik pak, maaf." Ucap nya, lalu dia ikut Zico masuk kedalam.
Saat berjalan di belakang Zico, semua orang menatap Billie dengan bertanya - tanya.. Siapa Billie. Langkah nya begitu tegas meski Billie memakai pakaian bebas bukan formal berupa stelan jas kantor, wajah nya cantik tapi dingin, Billie sangat mengundang rasa penasaran semua karyawan Zico.
"Cewek yang jalan di belakang pak Zico itu keren banget, siapa ya?" Bisik salah satu karyawan.
"Pacar?" Tanya yang lain.
"Muka nya sama - sama dingin, masa pacar?" Ucap yang lain.
Semua bisik - bisik itu masih bisa di dengar Billlie, jika tidak ada orang di sana Bilie pasti sudah tertawa terbahak - bahak. Tapi dia tetap mempertahankan wajah dingin nya dan hanya tetap berdiri di belakang Zico, tapi sebaliknya.. Zico malah sedikit melirik Billie dari pantulan lift.
'Pacar? Yang bener aja..' Batin Billie.
Setelah mereka masuk kedalam lift, tak lama mereka sampai di lantai di mana ruangan Zico berada. Saat Billie keluar dari lift, yang di lihat adalah para pria karyawan Zico termasuk sekertaris Zico yang mengurus semua kebutuhan Zico, semua laki - laki.
"Eh, kamu siapa masuk - masuk lift CEO? sembarangan!" Ucap sekertaris Zico
pada Billie.
"Saya Billie, pengawal baru pak Zico." Ucap Billie, mengulurkan tangan nya.
"Eh, pak ini..'' Sekertaris Zico tidak percaya.
"Kamu tunggu di sini." Icap Zico pada Billie, Billie mengangguk sambil menunduk hormat.
Zico pergi, dan sekertaris nya pun ikut pergi masuk kedalam ruang CEO. Sekarang Billie malah seperti di tatap oleh puluhan mata, dan saat dia melirik ke kiri, ternyata memang semua pria yang ada di ruangan itu sedang menatap nya.
'Kenapa mereka, kayak baru liat cewek aja.' Batin Billie.
Mereka menatap Billie dengan tatapan tidak percaya, karena ini kali pertama Zico membawa pengawal nya masuk, dan itu perempuan. Beda dengan mereka, Billie malah mengamati ruangan itu, dia agak heran karena Zico satu lantai dengan karyawan nya.
'Jadi Zico CEO nya, artinya dia pegang banyak kendali di sini.' Batin Billie, dia mengamati seluruh ruangan itu.
'Tapi, pasti mereka bukan karyawan biasa..' Batin Billie.
Tak lama Zico kembali keluar dari ruangan nya, dia berjalan dengan kaki lebar seolah sedang terburu - buru.
"Ayo." Ucap Zico pada Billie, lalu mereka kembali memasuki lift.
"Gimana bisa kita bersinggungan sama FLY? Bertahun - tahun kita nggak pernah menyenggol mereka." Ucap Zico.
"Tidak tau pak, asisten pak Vincent sendiri yang menghubungi saya." Ucap sekertaris Zico.
Billie sama sekali tidak mengerti apa yang mereka bicarakan, tapi dia berjalan sama cepat nya dengan Zico dan kembali masuk kedalam mobil, Billie duduk di depan dan Zico di belakang bersama sekertaris nya.
"Ke hotel FLY." Ucap Zico pada supir nya, supir nya mengangguk.
'FLY, bukan nya perusahaan besar nomor satu di tanah air, Kenapa bisa Zico bersinggungan sama group raksasa itu?' Batin Billie.
Mobil pun melesat membelah jalan raya, Di belakang Zico adalah mobil pengawal bayangan yang akan menjaga Zico dari jarak jauh, dan sekertaris Zico yang bertanggung jawab saat Zico berada dalam pekerjaan nya. Sekertaris Zico sampai bingung mengapa kali ini Zico malah menempatkan pengawal perempuan di sisi nya, padahal Zico selalu berkata bahwa pengawal perempuan hanya akan menghambat pekerjaan.
'Jangan - jangan pengawal ini bukan sembarang pengawal, apa tuan Bilson yang sengaja mengatur dia ikut pak Zico? Calon pacar nya pak Zico?' Batin Sekertaris Zico.
Zico juga sejak tadi sering melirik ke arah Billie yang duduk di depan, dari posisi Zico yang duduk di belakang supir, dia bisa melihat wajah Billie dari samping. Entah bagian mana dari Billie yang membuat nya terus melirik menatap nya.
Dan tak lama, mobil pun sampai dan mereka semua turun. Billie juga turun, tapi karena itu pertemuan antara pebisnis, Zico meminta Billie berjaga agak jauh darinya.
"Duduk di sini, pesan saja makanan apapun yang kamu suka." Ucap Zico, dan Billie mengangguk mengerti.
"Baik pak." Ucap bIllie, dia duduk di meja yang hanya berjarak dua meja dari tempat Zico duduk.
Dan.. tak lama Vincent pun datang bersama asisten nya.. Vincent terkejut saat melihat Billie di sana, dia sudah mendapat foto jelas wajah Billie dari Noah yang Noah ambil saat dia berada di lobby club.
'Dia.. bukan nya dia si cewek yang Noah cari? Bukan nya dia jaga adik nya si Zico ini, kok dia di sini.' Batin Vincent.
Dia mengotak - atik ponsel nya, lalu dia pun menghampiri meja dimana Zico duduk. Zico berdiri menyambut kedatangan Vincent, dan di sana Billie bisa melihat Zico yang selalu berwajah dingin itu rupanya bisa berbasa - basi dengan orang yang status nya lebih tinggi..
'Jelas dia bisa ramah, siapa yang nggak tau FLY segede epa.' Batin Billie.
Billie masih bisa mendengar apa yang sedang mereka bicarakan, dia sama sekali tidak memesan makanan apapun dan hanya memesan kopi. Dan sambil dia menikmati kopinya, dia sesekali melirik untuk memastikan Zico baik - baik saja, bagaimanapun Zico adalah bosnya.
"Oke, kalo gitu nanti asisten saya akan siapkan berkas - berkas nya dan di kirim ke FLY. Pak Vincent jangan khawatir semua bisa berjalan sesuai yang pak Vincent inginkan." Ucap Zico.
"Oke, saya akan tunggu kabar baik nya." Ucap Vincent, Zico tersenyum mengangguk.
"Kalo begitu saya permisi pak Vincent, terimakasih untuk kerja sama kita ini." Ucap Zico, Vincent tersenyum.
"Hati - hati di jalan." Ucap Vincent.
Zico lalu bangun dan berjalan pergi bersama sekertaris nya, dan saat itu juga Billie ikut bangun dan dia pergi di belakang Zico. Semua itu masih dalam pantauan Vincent yang terus tersenyum menatap Billie yang berjalan pergi.
"Sekota di ubek - ubek cuma buat nyari seorang cewek yang kerja nya jadi pengawal, Noah.. Noah.." Gumam Vincent, dia terkekeh.
Tak lama, yang di sebut pun datang. Noah, dia datang dengan jaket kulit hitam nya dan duduk di tempat yang tadi Zico duduki. Noah tersenyum saat melihat Billie yang berdiri di belakang Zico sedang menunggu lift, senyum Noah yang merekah itu membuat Vincent tercengang.
"Bung, senyum lu yang langka ini bisa terbit juga cuma gara - gara liat dia?" Ucap Vincent, Noah pun hanya melirik Vincent sambil menggeleng - geleng.
"Lu tau apa.." Ucap Noah, lalu dia mengambil kopi Vincent dan meminum nya.
"Tapi lu yakin dia orang nya? Siapa tau wangi nya emang pasaran, sekarang kan banyak banget varian parfum.. siapa tau.."
"Nggak ada yang kayak dia, dia... sangat langka." Ucap Noah, sambil mengatupkan kedua tangan nya seperti berdoa di atas meja, lalu dia menyangga dagunya.
"Lah, ngomong sama orang bucin emang susah." Ucap Vincent, dia menyender kehabisan kata - kata.
"Aku serius. Semua toko parfum wanita aku panggil hanya buat cari wangi yang seperti dia, tapi nggak ada yang sama. Wangi dia bikin candu." Ucap Noah.
"Bung, lu tertarik sama orang nya apa bau parfum nya gue tanya." Ucap Vincent.
"Both.." Jawab Noah, lalu dia bangun dan pergi.
"Eh! Kemana?" Tanya Vincent, Noah hanya melambaikan tangan nya.
Kembali ke sisi Billie, dia saat ini sedang berada di dalam mobil menuju kembali ke kantor Zico, dan di perjalanan dia mendapat panggilan dari Ziva yang mengoceh karena Billie tidak ada di rumah.
"Maaf non Ziva, saya sudah di pindah sama pak Zico." Ucap Billie.
"Mana kakaku." Ucap Ziva, Billie lalu memutar ke belakang dimana Zico sudah melirik nya.
"Pak maaf, non Ziva mau ngomong." Ucap Billie, dia mengoperkan hp nya pada Zico, Zico menerima nya.
"Hm."
"Nggak usah bawel, kakak akan cari asisten yang baru buat kamu." Ucap Zico lalu panggilan itu di matikan.
Zico memberikan kembali ponsel itu pada Billie, dalam posisi itu tangan kedua nya tidak sengaja bersentuhan. Zico lalu memperhatikan respon Billie yang malah tampak biasa saja bahkan langsung kembali duduk dengan tenang..
'Dia nggak senyum - senyum? Cewek - cewek yang nggak sengaja kesenggol aku selalu senyum malu - malu, kenapa dia nggak?' Batin Zico.
Sementara Billie, di pikiran nya saat ini sedang memikirkan betapa santainya pekerjaan nya itu, hanya mengekori Zico kesana kemari, tidak ada tantangan nya sama sekali.
'Kirain bakal ada keseruan, hajar orang kek.. boring.' Batin Billie.
Di misi nya yang sebelumnya, dia sangat bersenang - senang karena dia menghajar orang dan telah berhasil membunuh tokoh penting dalam perdagangan gelap, sekarang malah duduk di mobil dan hanya jalan kesana kemari tidak jelas.
"Billie." Panggil Zico.
"Ya, pak." Sahut Billie.
"Kamu anggota pembunuh bayaran, seharus nya bisa melakukan sesuatu, kan?" Ucap Zico, Billie mengernyit.
"Bapak butuh saya melakukan sesuatu?" Tanya Billie.
"Hm, ada satu peliharaan yang tidak menurut lagi, kamu bantu saya kasih dia pelajaran." Ucap Zico.
'Lah, dia bisa baca pikiran gue apa ya?' Batin Billie, baru juga mengeluh boring.
"Sure." Ucap Billie, tanpa bertanya apa - apa lagi.
"Detail informasi tentang dia, saya kirim kamu." Ucap Zico, sekertaris Zico langsung menoleh menatap Zico seolah tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
'Pak Zico kirim sendiri informasi nya?' Batin sekertaris Zico tidak percaya.
"TING!"
Dan ternyata benar, Zico mengirim secara pribadi informasi orang itu pada Billie. Yang berarti Zico menggunakan nomor ponsel pribadi nya mengirimi Billie pesan. Selama ini Zico tidak pernah menggunakan nomor pribadinya pada pengawal biasa.
"Habisi atau.." Tanya Billie.
"Patahkan saja kedua kakinya, kalau bisa buat dia nggak bisa bicara." Ucap Zico.
"Oke, nanti malam bapak akan dapat kabar." Ucap Billie.
'Orang gila ini mau nyakitin om nya sendiri, gak heran.. ibunya saja berani injek nyawa kakak angkat nya.' Batin Billie, tatapan nya berubah menjadi dingin.
'Bilson.. karma mu bakal dateng cepat atau lambat.' Batin Billie lagi.
...BERSAMBUNG!...
balas dendam yg sempurna 👌
apa memang Billie bukan darah daging bilson?
Krn itu ibuknya Billie dlsiksa sampai tiada?