melanjutkan perjalanan Lucyfer setelah kekalahan nya dengan Toma.
kini Lucyfer bergabung dengan kelompok Toma dan akan masuk ke ujian high magnus tapi memerlukan 2 orang tambahan.
setelah 2 slot itu di isi mereka kini menghadapi satu masalah akademi odler adalah musuh yang sulit dan tidak mudah di lawan.
arc ini juga memperkuat beberapa character
dan pertarungan masa lalu sang penyihir kegelapan yang bebas
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nakuho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pertarungan ini baru di mulai
Di sebuah dimensi hutan malam yang sama.
Di dalam tenda berwarna ungu.
Seorang gadis bertopeng memegang sebuah tongkat sihir berwarna ungu.
Diri nya diam.
Namun—
Ia mengingat perkataan orang tua nya yang menuntut dia segera punya jodoh yang dapat di percaya.
"Aku selalu di tuntut memiliki orang yang ku jadikan sebagai jodoh ku,"
"Tapi... siapa?"tanya sylvara yang mengangkat kepala nya.
Di luar bunker akar akar kayu.
Bunker akar itu di jaga oleh para naga naga kayu yang seperti ular raksasa.
mereka nampak siap menerkam siapapun yang mau masuk tanpa tahu kode nya.
Di luar itu terdapat dua orang dari jarak sepuluh meter.
Mereka tak lain dan tak bukan adalah murid murid dari akademi odler dan tujuan mereka satu.
Hancurkan tim Lucyfer.
Namun—
Mereka salah prediksi.
Mereka mengira hanya ada satu orang saja.
Tapi itu tak jadi masalah karena mereka mengantisipasi hal ini karena itu mereka mengirim dua orang sekaligus.
Salah satu seseorang berjalan ke depan.
Gadis itu berambut hitam panjang lurus dengan sebuah hiasan rambut, dengan mata merah menyala dengan pakaian seragam hitam akademi odler.
Ia adalah Erwyn Liora.
Sihir:balon peledak dia bisa membuat binatang apapun dengan balok peledak nya.
Erwyn maju dan membuat sebuah bebek bebek balon.
Ratusan bebek berjalan ke naga naga kayu itu.
BOOM!
bunker itu meledak dan naga naga kayu raksasa itu pun hancur.
sylvara dan varen langsung bangun dan maju ke depan.
Dari balik asap ledakan itu ada satu murid akademi odler.
Erwyn Liora.
Erwyn maju dan tatapan nya tenang.
"Perhatian kalian berdua,"
"kami dari akademi odler akan melaksanakan tujuan utama kami yaitu menghancurkan kalian."ucap nya dengan tegas dan lantang
Namun—
Dari belakang leher sylvara tanda 3 cakar merah muncul.
Sylvara mengeluarkan tongkat sihir nya kemudian menjadi sabit ungu yang tajam sekali.
"ohhh begitu ya,"
"kalian tahu kalau kami punya Lucyfer,"
"maka dari itu kalian mengincar nya ya."kata sylvara memegang sabit ungu nya.
Dan dari belakang sylvara semacam menangkis sesuatu tak terlihat
Dan itu seperti cakar tajam.
Dan benar saja Calistra noem mencoba mengalahkan mereka berdua dari belakang.
Varen kaget dan memeluk sylvara
"sylvara mereka nakutin banget."kata varen gemetaran.
Calistra masih mencoba adu fisik dan seimbang.
"ohh pantas saja,"
"klan Nyxveil tak boleh di remehkan ya soal insting."kata nya dengan senyum tipis.
Sylvara maju dan mengurus Erwyn
"Varen kau lawan orang cakar itu"kata sylvara sambil berlari
Tap– Tap– Tap
Langkah kaki sylvara sangat cepat sekali.
Namun—
Erwyn menghindar dan tersenyum kecil.
"luar biasa,jadi ini dari salah satu kekuatan dari klan Nyxveil."kata nya dengan kagum
Sylvara mencoba terus menerus menebas tanpa ampun.
Sret—
Suara tebasan sabit ungu itu terlalu cepat. Erwyn tersentak,namun tetap tenang.
Sylvara langsung pasang kuda kuda sihir nya
"Sihir tebasan bayang:tebasan bayang yang tak berujung."kata nya
Lalu sylvara langsung berlari.
Tap– tap –tap
Langkah kaki sylvara sangat cepat sekali.
Erwyn terus menerus mundur dan tak mengeluarkan sihir sedikit pun.
Namun–
Sylvara merasa Erwyn ini sangat janggal sekali dan Sylvara tak jadi menggunakan sihir nya.
Tiba tiba—
Dari arah belakang sebuah laba laba balon keluar.
"Boom!"kata Erwyn dengan tenang
BOOOM–
Ledakan nya terlalu besar sekali sampai para hewan hewan beterbangan.
Sylvara terhempas ke tanah.
Nafas nya tercekat,dada nya di remas dari dalam dari dalam.
sabit ungu nya bergetar–bukan karena takut tetapi,
Ia kalah hanya dengan trik murahan seperti itu.
Erwyn maju.
Senyum terbit di bibir nya– bukan mengejek melainkan mengamati.
"Apa ini,"
"Sylvara dari klan Nyxveil kalah dari trik murahan ku?"tangan Erwyn
Sylvara hanya menatap tajam kearah Erwyn melalui topeng nya yang retak kedua kali nya.
Scene beralih di Varen melawan Calistra
Varen berfikir dalam hati nya
Aku tahu trik nya
Dia hanya bisa menghilang tapi dengan syarat
dia harus menjilat darah nya sendiri
Fikir Varen
Namun—
Varen nampak nya bisa benar atau salah.
Tak ada yang tahu.
Dan perang perekrutan high magnus kini sudah di mulai.