Di masa lalu, Sheng Long adalah Kaisar Iblis Kuno terkuat yang pernah ada. Kekuatannya begitu mengerikan hingga seluruh ras bersatu hanya untuk satu tujuan—menyegelnya selamanya.
Menolak tunduk pada takdir, Sheng Long membelah jiwanya dan bereinkarnasi demi menghindari segel tersebut. Ia terlahir kembali sebagai putra Keluarga Shen, namun dengan harga yang kejam. Kekuatan masa lalunya tersegel, tubuhnya lemah, dan ia dicap sebagai tuan muda sampah yang sakit-sakitan.
Menganggap keberadaannya sebagai aib, keluarganya menikahkannya dengan seorang gadis sederhana yang tak memiliki latar belakang apa pun. Namun justru dari gadis itulah, Shen Long merasakan kehangatan dan ketulusan yang tak pernah ia miliki sebelumnya. Untuk pertama kalinya, ia merasakan arti kebahagiaan.
Sayangnya, kebahagiaan itu menjadi dosa di mata keluarganya.
Didorong oleh iri dan kebencian, mereka merebut gadis itu dari hidupnya. Tindakan kejam tersebut menghancurkan segel yang membelenggu jiwa Sheng Long. Kaisar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5: Ciuman di Bawah Rembulan dan Kecemburuan yang Membara
Malam itu, rembulan bersinar bulat sempurna, menyiramkan cahaya perak di atas gubuk kecil mereka. Setelah seharian bekerja keras di bawah makian keluarga Shen, kedamaian malam adalah satu-satunya pelarian yang mereka miliki.
Shen Long dan Lin Er duduk di bangku kayu kecil di depan gubuk. Lin Er sedang menjahit pakaian Shen Long yang robek, sementara Shen Long memperhatikannya dengan tatapan yang begitu dalam.
"Lin er." panggil Shen Long pelan.
Lin Er mendongak, matanya bertemu dengan mata Shen Long. Ada keheningan yang nyaman di antara mereka, hanya suara jangkrik yang menemani. Shen Long mengulurkan tangannya, perlahan menyelipkan helai rambut yang menutupi wajah Lin Er ke belakang telinga.
"Kau sangat cantik malam ini." bisik Shen Long.
Wajah Lin Er memerah seketika. "Jangan menggoda, aku hanya gadis biasa yang kusam karena debu kayu."
"Bagi dunia, kau mungkin biasa. Tapi bagiku, kau adalah alasan jantungku masih berdetak." balas Shen Long tulus.
Perlahan, Shen Long mendekatkan wajahnya. Lin Er tidak menjauh; ia justru memejamkan mata, merasakan napas Shen Long yang hangat di kulitnya. Dalam keheningan malam yang sakral itu, bibir mereka bertemu untuk pertama kalinya. Sebuah ciuman yang lembut, penuh janji, dan rasa syukur karena telah dipertemukan di tengah takdir yang pahit. Bagi Shen Long, rasa manis di bibir Lin Er seolah menghapus semua kepahitan hidup yang ia jalani selama delapan belas tahun ini.
Mereka berpelukan erat di bawah saksi bisu rembulan, merasa seolah dunia hanya milik mereka berdua.
Namun, kebahagiaan itu layaknya kaca yang indah namun rapuh.
Tanpa mereka sadari, dari balik pepohonan di perbatasan kediaman utama, Shen Mo dan ayahnya, Shen Po, memperhatikan mereka. Mereka baru saja kembali dari pertemuan dengan tetua desa dan secara tidak sengaja melewati gubuk tersebut.
Wajah Shen Mo memerah karena geram. "Lihat itu, Ayah! Sampah itu berani bersenang-senang dan bermesraan sementara dia seharusnya menderita di sini!"
Shen Po menyipitkan matanya, hatinya dipenuhi rasa kesal yang tidak masuk akal. Baginya, Shen Long adalah noda yang harus selalu berada di bawah kakinya. Melihat Shen Long tersenyum dan menemukan kebahagiaan di tengah penderitaan yang mereka berikan terasa seperti penghinaan bagi kekuasaan mereka.
"Dia terlihat terlalu nyaman," gumam Shen Po dengan nada dingin dan penuh kebencian. "Kita memberikannya tempat tinggal dan seorang istri agar dia tahu diri, bukan agar dia merasa seperti bangsawan yang sedang jatuh cinta."
"Aku tidak suka melihat wajah bahagianya itu, Ayah," Shen Mo mengepalkan tangannya. "Aura di matanya belakangan ini juga berubah. Dia tidak lagi menunduk saat aku memaki. Kita harus menghancurkan kebahagiaan kecilnya itu sebelum dia lupa siapa majikannya di sini."
Quinxi, yang tiba-tiba muncul di belakang mereka, tersenyum jahat sambil menatap gubuk itu. "Sepertinya kita harus memberi mereka hadiah pernikahan yang sebenarnya besok pagi. Sesuatu yang akan membuat gadis itu menyesal telah menikahinya, dan membuat Shen Long sadar bahwa di rumah ini, dia tidak punya hak untuk bahagia."
Keluarga Shen berbalik pergi dengan rencana busuk yang mulai tersusun di kepala mereka, meninggalkan Shen Long dan Lin Er yang masih terhanyut dalam pelukan, tidak menyadari bahwa badai yang lebih besar sedang bersiap untuk menghancurkan segalanya.
Shen Long merasakan firasat buruk yang mendadak menusuk hatinya, seolah-olah takdir sedang bersiap untuk merenggut cahaya satu-satunya yang ia miliki.
Terimakasih atas updatednya.