NovelToon NovelToon
Visionaries Of The Sacred Arc Ujian High Magnus

Visionaries Of The Sacred Arc Ujian High Magnus

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Slice of Life / Action / Fantasi / Anime
Popularitas:88
Nilai: 5
Nama Author: Nakuho

melanjutkan perjalanan Lucyfer setelah kekalahan nya dengan Toma.

kini Lucyfer bergabung dengan kelompok Toma dan akan masuk ke ujian high magnus tapi memerlukan 2 orang tambahan.

setelah 2 slot itu di isi mereka kini menghadapi satu masalah akademi odler adalah musuh yang sulit dan tidak mudah di lawan.

arc ini juga memperkuat beberapa character

dan pertarungan masa lalu sang penyihir kegelapan yang bebas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nakuho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kuat nya HEPTA ORDER

Malam Bulan Sabit

Malam terasa menusuk.

Di bawah cahaya bulan sabit yang pucat, terdengar suara tebasan tajam membelah udara.

Di desa terpencil dekat dengan salah satu markas para penjahat yaitu HEPTA ORDER.

Desa itu kini hancur karena ledakan, api menjalar di mana mana.

Vermila melangkah maju dan tatapan nya sangat tajam menatap 6 orang di hamparan batu paling tinggi.

Vermila menatap tajam dan maju perlahan dan mengeluarkan tongkat sihir nya yang berwarna merah darah.

Desmor hanya menggaruk leher nya dengan pelan.

"Yooo high magnus, tak ku sangka kita bertemu di sini ya." sapa desmor dengan nada santai

"padahal kami sedang menghapus barang bukti,"

Desmor berhenti sejenak kedua tangan nya membentang.

"desa ini akan kami hancurkan, karena desa ini terlalu tahu banyak tentang kami."

Vermila hanya menatap tajam dan datar, tetapi aura vermila mencekam.

"Aku tak butuh sapaan mu,"kata vermila dengan dingin

"tujuan ku hanya satu yaitu membawa kalian berenam ke penjara."

Freon hanya tersenyum kecil dan ia melangkah dan mendarat di depan vermila.

"Well well well, high magnus dengan julukan nya sebagai sang assassin merah dari divisi satu memang benar ya, tapi kau bukan iglesias Elice."kata freon dengan nada sombong

Vermila langsung mengubah tongkat sihir nya menjadi sebuah sabit merah darah yang sangat tajam.

Sabit darah itu mengkilap di bawah rembulan malam.

"Sihir darah: tebasan darah di bulan merah."ucap vermila merapal mantra sihir nya.

Freon langsung tersenyum lebar dan langsung berlari dan aura es yang dingin keluar dari kedua tangan nya.

"sihir es bening: gundukan es bening yang menusuk."kata freon merapal mantra sihir es bening nya

Seketika tanah bergetar dan menciptakan gundukan es yang tajam dan menusuk.

Es bening itu membeku dengan sangat sangat cepat dan suhu nya menjadi extrem dengan sangat singkat.

Vermila sudah di belakang freon dan menebas semua es bening itu jadi potongan kecil.

SRAACK

SRAACK

SRAACK

suara tebasan sabit vermila membuat freon hanya membelalak tak percaya

Namun mata freon langsung menatap scarlet yang mendorong nya.

Di hadapannya, Scarlet berdiri dengan wajah tenang—

senyum manis terukir di bibirnya, kontras dengan niat membunuh yang mengalir dari auranya.

“Hmmm,” gumam Scarlet sambil mengembungkan pipinya.

“Kau tuh nggak ideal jadi keluargaku. Soalnya… kau sama sekali nggak kelihatan sayang padaku.”

Di kejauhan, para anggota HEPTA ORDER mengamati dari atas.

Tak satu pun tampak terhibur.

Scarlet melangkah maju.

Ekor di belakangnya berubah—

dari satu… menjadi tiga.

Lalu, dalam sekejap, ketujuh ekor itu bermetamorfosis menjadi senjata tajam: pedang, sabit, karambit—semuanya berkilau mematikan, mengarah langsung ke Vermila.

Vermila mengangkat tangannya.

“Sihir Manipulasi Darah—

Tombak Darah.”

Sebuah tombak merah pekat melesat lebih dulu, menembus udara sebelum senjata-senjata ekor itu sempat menyerang.

Tekanan darah meledak tajam di hadapan Scarlet, memaksa jarak terbuka dan tiba tiba posisi tombak itu muncul dengan kedipan mata.

TRAAANG!

Scarlet mencoba merangkak keluar dan kini Scarlet terjebak oleh tombak darah itu dan tak bisa keluar.

“Aku tahu kau kuat,” kata Vermila dingin.

“Tapi kau tak akan mudah melawan seorang assassin… yang secepat aku, benarkan?”

Nerissa langsung berlari sangat sangat cepat langkah nya tak bisa di ikuti oleh pergerakan mata.

Tap–Tap–Tap

Nerissa langsung mengeluarkan sebuah guci bercorak ikan laut dari sebuah portal biru kecil.

Pergerakan Nerissa

Di sisi lain medan, Nerissa bergerak.

Langkahnya begitu cepat hingga sulit ditangkap mata.

Dalam satu tarikan napas, ia telah mendekati lima anggota HEPTA ORDER.

Di tengah larinya, ia mengeluarkan sebuah guci sihir bermotif ikan.

“Sihir Guci Ikan—

Seribu Barakuda Penggigit.”

Tutup guci terbuka.

Gelombang energi menyembur keluar—

ribuan ikan barakuda sihir melesat seperti badai, mengitari dan menyerbu para anggota HEPTA ORDER tanpa memberi celah.

Desmor menghela napas panjang.

“Buset… langsung ultimate?” gumamnya.

"Pantomime, hentikan ikan ikan Barakuda penggigit itu."

Pantomime langsung membuat sebuah langkah kecil dan senyum nya masih tetap terlihat.

Tangan nya ia letakkan di depan mata nya semacam menciptakan sebuah dinding tak terlihat.

Ikan ikan Barakuda penggigit itu membentuk sebuah pusaran nampak menunggu efek sihir itu.

Desmor menatap pusaran barakuda itu sejenak.

“Hmmm kalau aku sentuh pun percuma.” kata dalam hati sambil mengamati

Tak ada satu pun dari HEPTA ORDER yang mau ambil risiko.

Ia berdiri tegak.

“Scarlet, freon, mundur.”

“Kita nggak bakal bisa nahan sihir barakuda itu.”

“Baru ketemu aja langsung pakai sihir pamungkas.”

desmor menggaruk leher nya, rasa gatal itu tak pernah luput dari leher desmor,

"Joy, buka portal nya, padahal mau berkunjung ke markas lama, malah bertemu dengan dua high magnus."gumam nya

Portal Hitam

Udara bergetar.

Sebuah portal hitam terbuka.

Vermila mengernyit.

siapa yang membuka portal…

Lalu bagaimana portal ini bisa terbuka?

Dalam benaknya, Vermila menyimpulkan satu hal—

mustahil,siapa yang punya sihir portal hitam itu dan lagi terbuka 6 portal sekaligus?

Enam portal terbuka sekaligus.

“Tunggu...” kata Nerissa yang mulai berlari tapi di hadang tangan kiri Vermila

Scarlet menjulurkan lidahnya ke arah Vermila, mengejek.

“Wlee~ aku nggak mau kamu jadi keluargaku.”

“Kamu nggak seru, ayo freon."ucap scarlet

Ekor merah scarlet langsung mengambil freon yang sedikit terluka.

“Byee– byee high magnus semoga kita bertemu di lain waktu.” kata desmor sambil melambai pelan

Dalam sekejap, mereka menghilang.

Angin malam kembali berhembus, menyisakan kesunyian.

Nerissa segera menghampiri Vermila yang tubuhnya dipenuhi lecet ringan.

Tak satu pun dari HEPTA ORDER berhasil mereka kalahkan.

Kedatangan Bala Bantuan

Tak lama kemudian, para High Magnus dari beberapa divisi tiba di lokasi, membantu mengevakuasi Nerissa dan Vermila yang terluka serta para warga yang ketakutan.

"Evakuasi desa ini."

"Bantu warga terlebih dahulu."

"di mana para Elf penyembuh segera sembuhkan para warga serta nona vermila dan nona Nerissa."

Para high magnus mulai melakukan penjagaan ketat dan penyembuhan serta membantu warga yang terluka.

Malam itu… berakhir tanpa kemenangan.

Markas Besar High Magnus

Di markas utama, Elice berdiri di depan jendela besar.

Tatapannya dingin saat melihat Nerissa dan Vermila kembali—terluka, namun hidup.

“Situasinya belum bisa disebut bencana lokal,” ucapnya pelan.

“Namun… itu belum pasti.”

Tatapan Elice menusuk tajam dan menoleh ke arah Nerissa dan Vermila.

Nerissa dan Vermila menunduk, rasa bersalah terasa berat.

“Maaf, Kapten,” ujar Nerissa.

“Kami gagal.”

Elice terdiam sejenak.

“Kalian sudah luar biasa,” katanya tenang.

“Walau gagal… ancaman HEPTA ORDER jelas jauh lebih brutal dari perkiraanku."

Keheningan menyelimuti ruangan.

Dan di balik itu semua—

bahaya yang lebih besar sedang mendekat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!