NovelToon NovelToon
Suami Rahasiaku Cowok Tengil

Suami Rahasiaku Cowok Tengil

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / BTS / Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: yuningsih titin

Langit Sterling, remaja Jakarta yang bermasalah akibat balap liar, dikirim ke Pondok Pesantren Mambaul Ulum Yogyakarta untuk dibina. Usaha kaburnya justru berujung petaka ketika ia tertangkap di asrama putri bersama Senja Ardhani, putri Kyai Danardi, hingga dipaksa menikah demi menjaga kehormatan pesantren.
Pernikahan itu harus dirahasiakan karena mereka masih bersekolah di SMA yang sama. Di sekolah, Langit dan Senja berpura-pura menjadi musuh, sementara di pesantren Langit berjuang hidup sebagai santri di bawah pengawasan mertuanya, sambil menjaga rapat identitasnya sebagai suami rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuningsih titin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ricuh sebelum subuh

Malam itu di kamar Senja, suasana terasa sangat kaku dan dingin. Senja langsung merebahkan tubuhnya di sisi ranjang yang paling pinggir, membelakangi Langit tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Baginya, kehadiran Langit di kamar pribadinya adalah sebuah invasi yang sangat menyesakkan.

Sementara itu, Langit mencoba meringkuk di sofa kecil yang ada di sudut kamar.

Namun, ukuran sofa itu sangat tidak manusiawi bagi badannya yang tinggi tegap. Berkali-kali ia mengubah posisi; miring ke kiri kakinya kepentok, miring ke kanan kepalanya menggantung.

Suara decitan sofa dan hembusan napas frustrasi Langit memenuhi ruangan.

"Sial banget sih hidup gue," gerutu Langit pelan. Akhirnya, karena sudah tidak tahan dengan rasa pegal yang menjalar di punggungnya, Langit bangkit dengan kasar dan melangkah menuju ranjang. Tanpa permisi, ia merebahkan diri di sisi kosong sebelah Senja.

Senja yang belum benar-benar tidur langsung tersentak. Ia bangkit terduduk dan menatap Langit dengan mata melotot.

"Ngapain kamu di sini?! Turun! Tidur di sofa sana!" usir Senja dengan suara bergetar karena marah.

Langit tidak bergeming, ia justru menarik selimut dan memejamkan mata.

"Sofa lo itu buat orang kerdil, bukan buat gue! Badan gue sakit semua. Udah deh, jangan berisik, gue cuma numpang tidur doang," sahut Langit dengan nada ketus.

"Tapi ini kamar saya! Kamu nggak boleh sembarangan!" Senja berusaha mendorong bahu Langit.

Langit membuka satu matanya, menatap Senja dengan sinis.

"Eh, denger ya. Gue di sini juga terpaksa. Nggak usah kegeeran, gue nggak bakal nyentuh lo sama sekali. Bagi gue, perempuan itu cuma pembawa sial! Gara-gara lo, gue terjebak di sini. Gara-gara perempuan juga hidup gue berantakan. Jadi tenang aja, lo aman karena gue udah males berurusan sama yang namanya cewek!" cerocos Langit tanpa henti, mengeluarkan semua kekesalannya.

Senja tertegun mendengar ucapan kasar Langit. "Kalau perempuan pembawa sial, terus kenapa tadi kamu... kamu mencium saya?!" balas Senja dengan wajah memerah, antara malu dan murka.

Langit sempat terdiam, wajahnya sedikit salah tingkah.

"Itu... itu kan biar lo nggak teriak! Darurat! Udah ah, tidur!" Langit langsung membalikkan badan membelakangi Senja, menutupi seluruh kepalanya dengan bantal.

Senja hanya bisa menghentakkan kakinya ke kasur dengan dongkol, akhirnya kembali berbaring dengan jarak sejauh mungkin dari Langit, sambil merutuki nasibnya yang harus bersuamikan pria paling menyebalkan sedunia.

Suasana di kamar semakin memanas, jauh dari kesan malam pertama yang romantis. Senja yang merasa wilayah pribadinya dilanggar, bangkit berdiri di atas kasur dan menunjuk-nunjuk Langit dengan wajah merah padam.

"Aku hitung sampai tiga! Kalau kamu nggak pindah ke sofa, aku bakal teriak biar Abah sama Umi masuk ke sini!" ancam Senja dengan suara tertahan namun tajam.

Langit hanya melirik malas, tangannya masih menyangga kepala di atas bantal. Bukannya takut, ia justru tersenyum miring yang terlihat sangat menyebalkan.

"Teriak aja. Paling Abah lo cuma bakal senyum dan bilang, 'Sabar ya, namanya juga pengantin baru'. Lo lupa? Kita udah sah. Mau gue tidur di kasur, di lantai, atau bahkan kalau gue mau 'macem-macem' sama lo sekarang pun, malaikat malah doain, bukan ngelarang. Status gue suami lo, Senja," balas Langit dengan nada santai namun penuh penekanan yang membuat Senja bungkam seketika.

Senja semakin kehilangan kesabaran. Ia mulai memukuli punggung Langit dengan bantal sekuat tenaga. "Pergi! Jangan tidur di sini! Aku benci kamu, Langit!" teriaknya frustrasi.

"Nggak akan! Gue capek, badan gue remuk semua!" seru Langit sambil menangkis serangan bantal Senja dengan tangannya.

Akhirnya Langit memejamkan mata rapat-rapat, mengabaikan segala protes istrinya itu.

Melihat Langit yang keras kepala, Senja punya ide lain untuk mengganggu.

"Oke, kamu nggak mau pindah? Jangan harap bisa tidur tenang malam ini!" Senja mulai bergerak gelisah di atas kasur. Ia sengaja berguling ke sana kemari, menarik-narik selimut yang dipakai Langit, hingga menendang-nendangkan kakinya ke kasur agar menimbulkan guncangan.

Bukan hanya itu, Senja terus mengomel tanpa henti. "Kenapa sih aku harus ketemu orang kayak kamu? Kenapa kamu harus masuk ke kamar ini? Hidupku rusak gara-gara kamu! Dasar cowok kota nggak tahu aturan! Cowok pembawa sial!"

Langit yang tadinya sangat mengantuk akhirnya mendengus kencang.

Ia menutup telinganya dengan bantal, namun ocehan Senja tetap menembus pendengarannya. Malam itu di kamar putri Kyai yang biasanya tenang, kini dipenuhi dengan perdebatan konyol antara dua orang yang dipaksa dewasa oleh keadaan, sementara di luar jendela, bulan hanya menjadi saksi bisu pertengkaran suami-istri baru yang paling tidak akur sedunia.

Pertengkaran yang tadinya bising dengan suara tendangan dan omelan Senja mendadak berubah menjadi keheningan yang menyesakkan napas.

Langit, yang sudah di batas akhir kesabarannya karena tidak bisa tidur, tiba-tiba membalikkan badannya dengan gerakan secepat kilat.

Dalam satu gerakan tangkas, ia menarik tubuh Senja masuk ke dalam dekapannya. Lengan kekar Langit melingkar erat di pinggang Senja, mengunci gerakan gadis itu sepenuhnya.

"Langit! Lepasin! Aku nggak bisa napas!" pekik Senja panik, wajahnya kini terbenam di dada Langit yang bidang.

Jantungnya berdegup sepuluh kali lipat lebih kencang, bukan karena benci, tapi karena kedekatan yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.

Langit tidak melepaskannya, malah semakin mempererat pelukannya hingga Senja benar-benar tak berkutik.

"Diem. Tidur dengan tenang," desis Langit tepat di telinga Senja, suaranya rendah dan mengancam.

"Kalau kamu masih grasak-grusuk atau teriak-teriak ngomel nggak jelas, aku bakal peluk kamu begini sampai pagi. Bahkan mungkin lebih dari sekadar peluk. Kamu mau coba?"

Ancaman itu bekerja seketika. Senja membeku. Bulu kuduknya meremang mendengar suara berat Langit yang terasa begitu dekat.

Dengan sisa keberaniannya, ia berbisik lirih, "Iya, iya... aku janji diam. Tolong lepasin."

Langit perlahan melonggarkan pelukannya lalu melepaskan Senja sepenuhnya. Begitu terbebas, Senja langsung berguling ke pinggir kasur, memunggungi Langit dengan napas yang masih tersenggal.

Langit pun melakukan hal yang sama, berbalik memunggungi Senja.

Di bawah temaram lampu tidur, keduanya terdiam dalam kegelapan.

"Sial, kenapa jantung gue deg-degan gini cuma gara-gara meluk dia?" batin Langit sambil meremas bantalnya.

Sementara itu, Senja menyentuh dadanya yang bergemuruh. "Ya Allah, kenapa aku merasa sangat takut tapi juga merasa terlindungi? Kenapa dia harus jadi suamiku?"

Hening pun menyelimuti kamar itu. Hanya suara detak jam dinding yang menemani pergolakan batin mereka, hingga akhirnya kelelahan fisik dan emosi membawa keduanya terlelap dalam posisi saling membelakangi, dua jiwa yang terikat paksa namun mulai merasakan getaran yang tak mampu mereka jelaskan.

Udara dingin sebelum Subuh merayap masuk melalui celah ventilasi, membuat suhu di dalam kamar turun drastis.

Dalam keadaan setengah sadar, Langit yang merasa kedinginan mencari sumber panas, ia bergeser mendekat dan meringkuk di belakang Senja.

Senja pun, yang dalam mimpinya merasa menemukan bantal guling yang hangat, secara alami berbalik dan menyusupkan kepalanya ke dada Langit.

Keduanya pun berakhir saling mendekap erat di bawah satu selimut, mencari kehangatan satu sama lain hingga lelap yang dalam.

Saat suara adzan Subuh berkumandang nyaring dari masjid pesantren, Senja perlahan membuka matanya.

Ia mengerjap-ngerjap, dan jantungnya nyaris copot saat menyadari wajah tampan Langit berada tepat di depan matanya, dengan tangan cowok itu mendekap pinggangnya posesif.

"AAAAA!"

Secara refleks, Senja mengerahkan seluruh tenaganya dan... DUAR! Satu tendangan telak mendarat di perut Langit.

"Aduh! Sialan!" Langit terjatuh dari ranjang dengan suara terdengar yang cukup keras. Ia meringis kesakitan sambil memegangi pinggangnya yang menghantam lantai kayu.

"Lo ya! Sengaja banget mau bikin pinggang gue patah?! Ini sakit banget, Senja!"

Senja yang sebenarnya ingin tertawa melihat posisi Langit yang mengenaskan di lantai, berusaha menahan diri dan memasang wajah galak.

"Lagian! Katanya benci perempuan, katanya nggak mau sentuh-sentuh! Tapi apa tadi? Kamu meluk aku erat banget!"

Langit berdiri sambil tertatih, wajahnya memerah karena malu sekaligus kesal. Ia mulai melangkah mendekat ke arah ranjang dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Kenapa? Kamu nggak terima? Inget ya, sah-sah aja saya peluk kamu, Senja. Saya ini suami kamu!"

"Pergi, Langit! Jangan deket-deket!" Senja mulai panik melihat Langit yang terus maju. Ia mundur merangkak di atas kasur sampai punggungnya kepentok sandaran ranjang.

Dengan satu gerakan gesit yang tak terduga, Langit mengunci tubuh Senja. Ia berada di atas istrinya, menumpu berat badannya dengan kedua tangan di sisi kepala Senja.

"Lepasin! Kalau nggak, aku teriak nih!" ancam Senja, meski suaranya mulai gemetar.

"Teriak aja, Senja... dan aku bakal bungkam kamu pakai ciuman kayak kemarin," bisik Langit dengan seringai menggoda.

Senja baru saja membuka mulutnya untuk protes, namun Langit benar-benar membuktikan ucapannya. Ia membungkam bibir Senja dengan ciuman yang kali ini terasa berbeda, tidak ada paksaan yang kasar seperti malam itu, melainkan sebuah sentuhan lembut yang membuat jantung keduanya berpacu liar.

Langit yang awalnya hanya ingin menggoda, justru terhanyut dalam rasa manis yang membuatnya candu, sementara Senja perlahan melemas, kehilangan kata-kata dalam dekapan suaminya yang sangat menyebalkan namun entah sejak kapan mulai terasa nyaman.

Sentuhan yang awalnya hanya untuk menggoda itu berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih dalam.

Senja yang tadinya memberontak, perlahan merasakan desiran aneh yang melumpuhkan akal sehatnya. Ia memejamkan mata erat-erat, dan entah sejak kapan, tangannya yang semula mendorong dada Langit kini meremas kaus cowok itu.

Senja mulai membalas ciuman suaminya, membuat suasana di atas ranjang itu semakin panas dan dipenuhi emosi yang meledak-ledak.

Namun, di saat napas mereka kian memburu dan dunia seolah hanya milik berdua, sebuah ketukan keras di pintu kayu membuyarkan segalanya.

TOK! TOK! TOK!

1
Miramira Kalapung
Alurnya cerita nya sangat bagus
yuningsih titin: makasih kak semoga suka
total 1 replies
Siti Amyati
akhirnya lanjut kak
kalea rizuky
senja np di buat bloon bgt sih heran
kalea rizuky
senja aja goblok
Siti Amyati
lanjut kak
Siti Amyati
kasihan ujian nya kok senja di lecehin gitu smoga langit ngga lansung ambil keputusan yg bikin berpisah tpi bisa buktiin siapa dalang semuanya
Kurman
👍👍👍
Julidarwati
BHSnya baku x dan g eris sebut nm thor
yuningsih titin: makasih koreksinya dan komentar nya
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
yuningsih titin: siap👍
total 1 replies
yuningsih titin
makasih masukannya kak
ndah_rmdhani0510
Senja yng di gombalin, kok aku yang meleleh🤭
Bulan Benderang
bahasanya masih sedikit kaku kak,🙏🙏
Ai Nurlaela Jm
Karyamu luar biasa kereen Thor, lanjutkan💪
rinn
semangat thor
yuningsih titin: makasih kak
total 1 replies
Dri Andri
lanjut kan berkarya tetap semangat
Dri Andri
lanjutkan thour
Dri Andri
awwsshh ceritanya bikin.... 😁😁😁😁
yuningsih titin
ngga kuat deh langit sama senja romantis banget
ndah_rmdhani0510
Benci apa benci Langit? Ntar kamu bucin lho ama Senja🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!