Bella menikah dengan lelaki pujaan hatinya dengan perjodohan yang dirancang oleh nya dengan bantuan keluarganya, tapi kehidupan yang dia inginkan dan nantikan setelah menikah tidak pernah dia dapatkan.
suaminya bahkan tidak pernah melihatnya sebagai seorang istri, baginya pernikahan Dnegan Bella adalah neraka
Tapi siapa sangka setelah 49 hari yang diminta oleh Bella pada suaminya menumbuhkan rasa cinta yang besar dan rasa penyesalan pada suaminya itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 5
Niko meringis dalam hati, kesalahannya pada perusahaan kali ini sangat fatal, kekasihnya menggunakan ATM itu dengan keterlaluan dan parahnya lagi dia sengaja membebaskannya karena ATM itu ada pada kekasihnya karena dia memberikannya.
"Sekarang berikan ATM milikmu". Bella mengarahkan tangannya kepada suaminya untuk meminta ATM itu tapi Niko menunduk berusaha mencari alasan.
"Kamu tidak mendengarnya, berikan ATM milikmu karena aku akan memblokir ATM itu sekarang, Nana yang akan mengurusnya". Tangannya masih meminta ATM itu dihadapan Nana.
Niko menggaruk kepalanya tidak gatal, dia akan sangat malu karena disini ada Nana yang akan mendengar perbincangan mereka.
Melihat suaminya terdiam dan salah tingkah, dia seolah tahu dimana ATM itu berada sekarang ini.
"Aku sudah menandatangani nya Na, kamu bisa mengurusnya karena ATM itu ada pada orang lain dan ingat pastikan semua saldo yang ada didalamnya dikirimkan ke rekening pribadiku tanpa terkecuali". Ucapnya dengan tegas.
Mata Niko membulat sempurna dan wajahnya memerah tapi tidak mengatakan apapun.
"Baik Bel, aku akan mengurusnya sekarang, aku pamit dulu, dan aku tunggu kamu di perusahaan besok". Jawabnya berdiri dan meninggalkan keduanya.
"Apa sikapmu tidak keterlaluan dengan mengambil semua dana yang ada disana, bukankah itu milikku juga?". Tanya Niko tidak terima.
"Lihatlah". Bella melemparkan berkas print yang dibawah Nana padanya, itu adalah transaksi selama setahun rekening itu dan itu digunakan oleh kekasihnya selama setahun ini.
Niko kembali meringis ketakutan, dia sudah yakin dia tidak punya pembelaan sekarang bahkan ketika dia protes pun tidak akan ada gunanya karena dana yang dia gunakan selama setahun melebihi haknya dan menggunakan uang milik istrinya disana.
Dia sedikit tidak terima sikap Bella kepadanya, terkesan sangat tidak sopan tapi dia tidak mengatakan apapun untuk meredam amarah Bella, ini pertama kalinya Bella ikut campur dengan perusahaan dan dia dalam masalah besar sekarang.
"Jangan mentang-mentang aku tidak pernah mengurus perusahaan itu membuatmu berbuat seenaknya, ingat Niko aku adalah pemegang saham kedua di perusahaan itu, jika aku menarik sahamku maka perusahaan itu akan dalam masalah besar". Ucapnya dengan dingin.
Niko menelan ludahnya sukar, nada bicara istrinya yang tidak pernah dia dengar itu membuatnya merinding.
Dia menatap istrinya dengan dingin berusaha untuk membalikkan keadaan, ini pertama kalinya dia tidak bisa berkutik didepan istrinya itu.
"Kamu sudah melanggar banyak perjanjian pranikah yang telah dibuat Niko, jangan mentang-mentang aku begitu dibutakan cinta kepadamu, kamu bisa menginjak-injak aku seperti ini". Tatapan tajam penuh wibawa itu dia berikan pada suaminya.
Tidak ada tatapan cinta dan memuja seperti biasanya membuat Niko terkejut setengah mati tapi dia tutupi dengan sikap dinginnya.
"Bukankah kamu sudah sepakat tentang ini Bel, aku sudah menandatangani perjanjian selama 49 hari itu dan itu sesuai kesepakatan, kamu tidak bisa menyangkalnya". Jawabnya dengan tenang walau dia gusar sejak tadi.
Bella terkekeh pelan dan merasa konyol melihat dan mendengar perkataan suaminya itu.
"Ingat Niko, perjanjian pranikah tidak ada kaitannya dengan perjanjian kita tadi subuh, kamu pasti membacanya dengan seksama bukan?". Tanya dengan dingin.
Dia menatap istrinya tidak percaya , dia masih tidak memahami maksud istrinya itu.
"Dengar Niko, selain kamu menyalahgunakan ATM bersama itu, kamu juga tidak transparan dalam perusahaan, kamu tidak hanya melanggar tentang perusahaan tapi kamu melanggar kesepakatan pernikahan yang berselingkuh dan juga hidup bersama perempuan lain selama ini dan itu aku tutupi dengan perjanjian yang kita buat tapi tentang perusahaan kamu melanggar dengan berat". Jawabnya dengan penuh penekanan.
"Aku". Ucapnya terbata-bata.
Ini pertama kalinya dia tidak bisa mengeluarkan suaranya, biasanya dia bisa berbuat seenak jidatnya karena dia tahu istrinya tidak peduli perusahaan dan segalanya, istrinya terlalu tergila-gila padanya tapi setelah semua ini, dia yakin akan pusing sekali.
"Kuingat kan sekali lagi Niko, dalam perjanjian Pranikah jika aku lebih dulu mengajukan perceraian tetapi alasannya jelas maka itu tidak akan berdampak pada saham yang kumiliki, kecuali jika aku berselingkuh dan menyelewengkan dana perusahaan selama ini itu baru kamu berhak mendapatkannya tapi kamu melakukan keduanya, kamu tahu bukan konsekuensinya??". Tanyanya dengan penuh penekanan.
Wajah Niko langsung berubah pucat mengingat apa yang dikatakan istrinya itu benar adanya.
Bella bangkit dari duduknya kemudian berjalan mendekati Niko dengan langkah tegas dan tatapan tajam seperti akan memakan suaminya itu hidup-hidup.
"Aku tidak yakin jika keluargaku tidak tahu perbuatanmu diluar Niko, kamu pasti tahu dan ingat apa yang dikatakan ketiga abangku padamu saat pernikahan bukan?". Bisiknya dengan pelan.
"Kau mengancamku??". Geram Niko dengan kesal.
Dia berusaha mengendalikan dirinya agar bisa memegang kendali seperti biasanya tapi suaranya tetap bergetar.
"Aku hanya memperingati kamu sebelum semuanya terlambat, kamu tidak tahu betapa bahaya dan garangnya keluargaku jika mereka tahu kamu menyakiti kesayangan mereka, mereka tidak menyentuhmu karena aku mencintai kamu selama ini, tapi begitu aku buka mulut maka kamu dan keluargamu akan habis tanpa sisa".
Bella berdiri kemudian berjalan menjauhi Niko yang mematung mendengar perkataannya itu.
"Ah satu lagi". Ucapnya berbalik menatap Niko dengan dingin.
"Jangan mempermainkan cinta tulus seseorang yang dia berikan kepadamu karena jika cinta itu sudah habis dan terlalu sakit maka akan membuatmu dalam masalah besar, ingat kamu tanpa aku bukan apa-apa begitu juga dengan perusahaan mu".
Niko mengepalkan tangannya mendengar perkataan istrinya yang sangat merendahkannya, dia tidak menyangka jika istrinya bisa berkata seperti itu padanya, apa jangan-jangan dia sengaja melakukan hal ini padanya.
"Apa kamu sengaja melakukan ini kepadaku untuk menarik perhatianku Bella". Ucapnya dengan dingin dan tajam.
Dia kini berbalik dan berdiri kemudian menatap istrinya dengan amarah tertahan.
Bella yang mendengar perkataan suaminya itu menghentikan langkahnya.
"Sebelum pengakuanmu semalam, aku berusaha untuk memperbaiki keadaan dan menyelamatkanmu dari murka keluargaku sekaligus memberimu kesempatan memperbaiki segalanya terutama perusahaan sebelum kita berpisah tapi setelah mendengar pengakuanmu, perasaanku yang sangat besar itu perlahan terkikis dan menjadi reruntuhan".
Bella menarik nafasnya dalam-dalam berusaha menahan gejolak amarah dan kesakitan yang dia terima.
"Aku hanya sedang berusaha menyelamatkan sisa cinta yang ku punya sebelum akhirnya habis tanpa sisa dengan kesempatan 49 hari itu".
"Tinggal bagaimana kamu memanfaatkan kesempatan yang kuberikan apalagi setelah tahu semua kelakuanmu selama setahun ini pada perusahaan dan juga wanita itu".
"Aku". Niko tidak bisa mengeluarkan suaranya sama sekali.
Dia tidak tahu jika perbuatannya akan berdampak fatal seperti ini ,dan pengakuan tentang hubungan badan itu, mungkinkah istrinya ini jijik padanya.
"Aku wanita berkelas dari keluarga terpandang Niko, aku tidak bisa kamu samakan dengan kekasihmu itu, sekalipun aku begitu tergila-gila padamu, camkan itu".
😆😆😆😆
kalau Niko melakukan nya saat masih bujangan masih bisa dimaafkan,mungkin saat itu masih labil.laaaah ini malah udah nikah tapi indehoi ma cewe lain.bukan ma istri sendiri... haddeuh, gimana mau maafin
ya kesalahan nya sangat fatal... dari awal tidak ada sedikit pun hati Niko terbuka untuk Bella...
setelah semua kejahatan Merry terungkap baru ingat Bella...
kemana aja selama ini??? 😆
Bella kayak ban serap,Merry pergi masih ada Bella...
gila aja ya kamu 😆😆😆
klo gak bakalan sibuk kelonan ma Merry
yang kemaren di bela habis habisan...
sekarang di hina di caci maki habis habisan juga...
kesiaaaaaan...
kemaren video cctv,kalau sekarang di depan biji mata ya Niko