NovelToon NovelToon
Cinta Tak Butuh Tes IQ

Cinta Tak Butuh Tes IQ

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Persahabatan / Romantis / Murid Genius / Cintapertama / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:174
Nilai: 5
Nama Author: Rita Sri Rosita

Aira Wibisono, Baru Kehilangan Seluruh Keluarganya, Kisah tragisnya di mulai saat Kakaknya Arya meninggal karena kecelakaan, Ayahnya sangat terpukul dengan kepergian Arya, Arya merupaka ke banggan keluarga, Arya baik, pintar, dan tampan, Arya kuliah di FK UGM Orang tua Aira menaruh harapan yang besar kepada Arya, Cinta mereka sangat besar kepada Arya, Semenjak kepergian Arya Ayahnya Aira jadi sakit sakitan dan tak lama Ayah Aira meniggal, Setelah itu Ibu Aira mulai defresi dan meninggal satu tahun kemudian. Akhirnya Aira memutuskan tinggal di rumah Tante Mala sahabat ibunya, Tante Mala mempunyai anak Laki-laki bernama Damar, dia populer di sekolah, pintar, tampan mirip dengan kakaknya Aira di sana lah kisah Aira di mulai...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Sri Rosita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jarak Yang Terdekat

Lampu bioskop meredup.

Layar besar menyala. Film horor dimulai dengan musik pelan yang bikin bulu kuduk merinding.

Aira duduk di kursinya dengan posisi rapi. Damar hendak duduk di samping Aira,

Namun cepat Anne menarik Damar untuk duduk di sampingnya,

"Kak Damar, sini," Terpaksa Damar duduk di sebelah Anne.

Sedangkan Lisa, Siska, dan Alice berderet duduk sebelah Raya

Naya yang berada persis di samping Aira, sudah menyiapkan popcorn.

“Aduh…”

Anne merapatkan jaketnya. “Kak Damar aku takut sebetulnya.”

"Oh,"

"Trus kenapa tadi pilih film ini" Kata Damar menatap layar.

Film baru berjalan lima menit.

JREENG—!

Suara mendadak dari layar membuat Anne menjerit kecil.

“Aaak!”

Anne refleks meraih lengan Damar.

Bahkan Anne merapatkan badan ke arah Damar, Damar langsung membeku.

Tangannya kaku di sandaran kursi.

“…Anne,” katanya pelan. “Tonton saja.”

Anne tidak melepaskan.

“Maaf, aku beneran takut.”

Anne malah sedikit menyender.

Naya melirik ke samping,Wajahnya langsung berubah.

"Iih, Gatal," Gumam Naya,

Aira menoleh sekilas

“hmm” kata Aira polos, “Mereka mesra ya...”

Naya hampir tersedak popcorn.

“HAH?”

"Itu horor yang sesungguhnya," Kata Naya lagi sambil fokus menatap kedepan.

Aira menoleh cepat ke Naya

"Hust, Nggak boleh ngomong gitu,"

Naya menggeleng pelam

“Kalau temen seneng kita harus mendukung.”

Naya menarik nafasnya sambil sesekali mengamati kelakuan Anne.

"Kayanya cuman Anne yang seneng Damar keliatan tertekan,"

"Hust fokus ke film," Siska menegur Naya.

Damar akhirnya menarik lengannya perlahan.

“Anne,” katanya dingin.

“Jaga jarak.”

Anne tertawa kecil, pura-pura malu.

“Hehe… maaf Kak Damar Refleks."

Tapi lima menit kemudian—

DUARR!

Adegan jumpscare lain, Anne berulah lagi.

“Kak, Aku takut!”

Anne kembali meraih—kali ini lebih erat.

Bahkan tangannya melingkar di lengan Damar.

Damar menegang.

Damar menoleh tajam.

"Neu, Lepas,"

Anne tersenyum manja.

“Sebentar aja…Ya Kak,”

Naya mencondongkan badan ke Aira dan berbisik,

“Anne bukan takut, tapi modus,”

Aira berbisik balik, “Anne emang penakut.”

“Penakut apaan, kasian Damar dia yang sebenernya ketakutan,” Naya menggeleng.

Geng Anne yang mendengar itu sedikit menahan tawa, Kali ini mereka sepakat dengan Naya.

Damar menggeser duduknya sedikit menjauh.

Anne ikut mendekat, Damar berdiri tiba-tiba.

“Aku ke toilet,” katanya singkat.

Damar melangkah pergi.

Anne menatap punggungnya, sedikit panik.

“Eh...”

Naya menghela napas lega

“Syukurlah, Damar terbebas dari ratu horor,”

Naya kembali menatap layar lagi.

“Damar kok keluar, kayanya dia nggak suka horor ya?”

Naya menoleh ke Aira dengan ekspresi campur aduk.

“Bukan dia hanya melarikan diri dari setan di sebelahnya,"

"Hah, gimana?” Aira belum paham dengan apa yang di maksud Naya.

Naya menunjuk kursi kosong di sebelah Anne.

“Itu baru namanya HOROR.”

Anne menoleh cepat.

“Kalian ngomongin apa?”

“Film,” jawab Naya datar.

Anne tersenyum, lalu menepuk dada sendiri.

“Aku trauma horor. Untung ada Damar.”

Naya bergumam pelan,

“Untung Damar kabur.”

Temen-temen Anne yang tidak sengaja dengar malah cekikikan.

Aira tersenyum kecil, “Sebetulnya mereka itu cocok lho.”

"Tapi emang dasar Damarnya aja... Yang dingin.."

Naya menatap Aira lama.

“Aira,” katanya pelan, “kepolosan kamu bikin orang kaya Anne bertingkah norak,”

Aira mengernyit.

“Hah?”

Lampu bioskop tetap redup.

Anne sibuk merapikan rambut, menunggu Damar kembali.

Teman-teman Lisa, Siska, dan Alice saling menatap satu sama lain julit melihat tingkah Anne.

Sementara itu, Naya menyadari satu hal

mereka itu sahabatannya Anne atau hanya formalitas.

Dan Anne tidak menyadari teman-tamannya sedang menikmati ke konyolan Anne.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!