"Di tengah kesibukan kehidupan SMA di Jakarta, Yuki dan kelompok teman terbaiknya menjalani petualangan yang mengubah hidup mereka dari merawat kakaknya yang sakit, menemukan cinta pertama, hingga membentuk tim untuk lomba bahasa asing nasional.
Dengan persahabatan sebagai dasar kuatnya, mereka menghadapi segala rintangan: perbedaan cara pandang, tantangan kompetisi, dan bahkan menemukan makna baru dalam persahabatan antar budaya. Awalnya hanya sekelompok teman biasa, kini mereka membuktikan bahwa kerja sama dan cinta bisa membawa mereka meraih kemenangan yang tak terduga termasuk kesempatan untuk menjelajahi dunia luar!"
"Siapakah mereka? Dan apa yang akan terjadi saat mereka melangkah keluar dari zona nyaman Jakarta untuk menjelajahi dunia yang lebih luas?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Kolim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 33 (S2)
Setelah pulang dari perjalanan wisata ke Bandung, mereka kembali ke rutinitas pelajaran seperti biasa di kelas 3 SMA Negeri 1 Jakarta. Meski tahu bahwa waktu tinggal bersama semakin sedikit, mereka malah makin semangat menjalani setiap hari dengan penuh candaan dan keseruan pertemanan!
Senin pagi, mereka berkumpul di kelas dengan wajah yang masih bersinar karena kebahagiaan dari liburan. Hana datang dengan tas yang lebih besar dari biasanya bukan karena makanan lagi, tapi karena dia membawa oleh-oleh dari Bandung untuk semua teman sekelas!
"SEMUA ORANG SILAHKAN AMBIL OLEH-OLEH YA! ADA SEBLAK, CIRENG!" teriak Hana dengan suara keras yang bikin guru yang baru masuk kelas sedikit kaget tapi langsung tertawa.
Kinta yang baru saja datang dengan membawa kopi hangat buat semua orang langsung ikutan seru. "Aku bawa kopi dari kedai favorit di dekat rumah aku lho! Cocok banget buat nemenin makan oleh-oleh dari Bandung!" ucapnya sambil menyebarkan gelas kecil berisi kopi hangat.
Bu Sri yang mengajar matematika langsung masuk dengan senyum lebar. "Waduh, sudah mulai beri oleh-oleh dan kopi dari pagi ya? Boleh aja, tapi setelah pelajaran ya! Kalau sekarang makan pasti kalian tidak bisa fokus belajar!" ucap Bu Sri.
Pelajaran pertama adalah matematika, dan Bu Sri langsung memberikan soal latihan yang sedikit lebih sulit untuk mempersiapkan mereka menghadapi ujian praktek. Tapi bukan berarti pelajaran jadi serius saja mereka tetap bikin suasana jadi riang dengan berbagai candaan!
Saat Bu Sri menjelaskan tentang sistem persamaan linear, Rio yang biasanya cuek malah mengangkat tangan dengan cepat. "Bu, bolehkah saya bertanya?" tanya Rio dengan wajah serius. "Tentu saja Rio, apa saja yang ingin kamu tanyakan?" jawab Bu Sri dengan ramah.
"Kalau ada dua variabel yaitu X dan Y, apakah bisa kita ganti nama nya jadi Hana dan Dina karena mereka selalu bersama-sama?" ucap Rio dengan wajah polos yang bikin seluruh kelas ketawa. Hana langsung berdiri dan berkata, "BETUL BU! AKU ADALAH X DAN DINA ADALAH Y! KITA SELALU BERSAMA!" ucapnya dengan pose yang sangat dramatis.
Kinta kemudian ikut mengangkat tangan. "Bu, kalau boleh saya tambahin ya! Kalau ada variabel Z, bisa jadi aku dong? Karena aku selalu jadi yang bantu mereka berdua kalau ada masalah!" ucap Kinta dengan wajah serius tapi bikin semua orang semakin ketawa. Bu Sri tidak bisa menahan tawa dan menjawab, "Baiklah baiklah, jadi X\=Hana, Y\=Dina, Z\=Kinta! Yang penting kalian bisa mengerjakan soalnya dengan benar!"
Pelajaran berikutnya adalah bahasa Jepang dengan Pak Hiroshi yang berasal dari Jepang. Mei yang sudah pandai bahasa Jepang langsung jadi bintang kelas, tapi teman-teman lain juga tidak mau kalah dalam hal bikin candaan!
Saat Pak Hiroshi mengajarkan kosakata tentang makanan, Hana langsung bertanya dengan penuh semangat. "Pak, bagaimana cara bilang 'saya sangat suka makan' dalam bahasa Jepang?" tanya Hana dengan mata bersinar. Pak Hiroshi menjawab dengan ramah, "Bisa bilang 'Watashi wa taberu koto ga totemo suki desu'."
Hana langsung mengulanginya dengan nada yang sangat kuat, tapi sedikit salah pelafalan. "WATASHI WA TABERU KOTO GA TOTEMO SUKI DESU!" ucapnya dengan suara keras yang bikin Pak Hiroshi langsung tertawa. Kinta kemudian ikut mencoba, tapi malah salah bilang jadi "Watashi wa taberu koto ga totemo... KINTA DESU!" bikin seluruh kelas ketawa.
"Kamu mau bilang kamu suka makan atau kamu adalah Kinta ya?" tanya Pak Hiroshi dengan tertawa. Kinta langsung jadi merah tapi tetap tersenyum. "Maaf Pak, aku sedikit bingung sama pelafalannya!" ucapnya dengan jujur. Rina kemudian mengangkat tangan dan bertanya, "Pak, bagaimana cara bilang 'saya suka menggambar teman-teman saya' dalam bahasa Jepang?" Pak Hiroshi menjawab dengan senyum, "Bisa bilang 'Watashi wa tomodachi o egaku koto ga suki desu'." Rina langsung mengulanginya dengan benar dan bahkan menulisnya dengan cantik di buku catatannya.
Waktu istirahat tiba, mereka langsung berkumpul di kantin sekolah dengan membawa oleh-oleh dari Bandung yang sudah mereka bagi-bagi. Hana langsung membuka bungkus seblak yang masih hangat dan menyebarkannya ke semua orang.
"KALIAN COBAIN YA! SEBLAK INI ENAK BANGET! KALIAN PASTI AKAN SUKA!" ucap Hana dengan penuh semangat. Rio yang biasanya tidak suka makanan pedas malah mencoba dan langsung terkejut dengan rasanya. "WAAH ENAK BANGET! MESKI PEDAS TAPI SAYANGIN KALO GA DIHABISIN!" ucap Rio dengan mata berair tapi tetap terus makan.
Kinta sedang makan cireng yang dibawa Hana ketika beberapa siswa kelas 1 datang dengan malu-malu. "Mbak-mbak, bolehkah kami juga nyicip oleh-oleh dari Bandung? Kami liatnya enak banget!" ucap salah satu siswa kelas 1 dengan wajah polos. Kinta langsung mengambil beberapa cireng dan memberikannya dengan senang hati.
"Tentu saja boleh! Kita semua satu keluarga di sekolah ini kan? Kalian mau belajar apa-apa bisa aja datang ke kelas kita ya!" ucap Kinta dengan senyum ramah. Siswa kelas 1 nya langsung senang dan berjanji untuk ikut klub bahasa dan budaya internasional saat mereka naik kelas 2.
Sementara itu, Rina sedang menggambar teman-teman nya yang sedang asik makan. Dia menggambar Hana yang sedang makan dengan penuh kegembiraan, Rio yang sedang berjuang dengan makanan pedas, Mei yang sedang menjelaskan bahasa Jepang kepada siswa kelas 1, Dina yang sedang membantu membersihkan meja, dan Kinta yang sedang cerita tentang pengalaman nya saat liburan ke Bandung. "Ini bakal jadi lukisan terbaik ku nih! Pasti bisa jadi kenang-kenangan yang indah!" ucap Rina dengan bangga.
Kinta kemudian mengajak teman-teman nya untuk berfoto bersama dengan siswa kelas 1 tersebut. Mereka berpose dengan berbagai gaya lucu, mulai dari pose makan, pose belajar, sampe pose saling bergandengan tangan. "Ini foto nya nanti aku kasih ya buat kalian semua! Jadi kenang-kenangan aja!" ucap Kinta sambil mengambil foto dengan hp nya.
Pelajaran sore adalah IPA dengan Bu Lina yang suka melakukan eksperimen di kelas. Kali ini eksperimen nya adalah membuat larutan warna-warni yang bisa berubah warna sesuai dengan suhu.
Semua siswa sangat antusias, terutama Hana yang selalu penasaran dengan eksperimen apa saja. Tapi saat sedang mencampurkan zat kimia, dia malah salah mengambil ukurannya sehingga larutan nya malah berubah warna jadi hitam pekat yang lucu banget!
"WAHAHAHA! INI KAYAK AIR KOPI YANG SANGAT KENTAL YA!" ucap Hana dengan tertawa dan mencoba melihat warna larutan nya dengan mata yang hampir menyentuh cawan petri. Bu Lina langsung datang membantu dan memperbaiki zat yang digunakan.
Kinta yang sedang membantu Bu Lina malah salah mengambil cawan petri sehingga larutan yang sudah benar sedikit tumpah ke lantai. "Aduh maaf Bu, aku terlalu terburu-buru!" ucap Kinta dengan panik sambil mencoba membersihkannya. Tapi Bu Lina berkata, "Tidak apa-apa Kinta, kita bisa bersihkan saja. Salah adalah bagian dari belajar."
Kali ini eksperimen nya berhasil dengan sempurna dan larutan nya bisa berubah warna dari biru ke ungu sesuai dengan suhu yang diberikan. Rio yang suka dengan teknologi langsung mengambil kamera nya untuk merekam proses eksperimen tersebut. Dia bahkan berencana untuk membuat video pendek tentang eksperimen IPA yang bisa digunakan oleh siswa lain untuk belajar. "Kalau video ini jadi bagus, kita bisa upload di kanal YouTube klub kita ya!" ucap Rio dengan penuh semangat.
Kinta kemudian mengajak teman-teman nya untuk mencoba membuat larutan sendiri dengan bimbingan Bu Lina. Mereka bekerja sama dengan baik, dan akhirnya semua kelompok berhasil membuat larutan yang bisa berubah warna dengan benar. "Kita hebat juga ya! Bisa bikin eksperimen yang susah kayak gini!" ucap Kinta dengan bangga sambil menunjukkan hasil karya kelompok nya.
Setelah pulang sekolah, Yuki langsung pulang ke rumah dengan hati yang senang karena hari ini sangat menyenangkan. Dia langsung mandi dan mengganti baju, lalu pergi ke ruang makan untuk makan malam bersama ibunya.
Ibu Yuki sedang memasak makanan kesukaan Yuki yaitu sup ayam dengan bakso. Yuki langsung duduk dan mulai makan dengan senyum lebar. "Enak banget ya masakan ibu! Aku selalu merindukan masakan ibu setiap hari setelah sekolah!" ucap Yuki dengan penuh cinta.
Saat itu juga, pintu rumah dibuka dan Kinta masuk dengan membawa makanan penutup dari kedai kue favorit Yuki. "Halo Bu Yuki! Halo Yuki! Aku bawa brownies coklat yang kamu suka!" ucap Kinta dengan senyum lebar. Ibu Yuki langsung senang dan mengajak Kinta untuk makan bersama.
Setelah makan beberapa suap, ibu Yuki tersenyum dan duduk di depan Yuki. "Aku punya kabar baik yang ingin bilang sama kamu sayang," ucap ibu Yuki dengan suara lembut. Yuki dan Kinta langsung penasaran dan menatap ibunya dengan mata bersinar. "Kabar baik apa ya ibu? Kami sangat penasaran!" ucap mereka berdua bersamaan.
"Ibu sudah mendaftarkan kamu ke salah satu universitas terbaik di Jepang, dan kamu sudah diterima lho!" ucap ibu Yuki dengan senyum bangga. Yuki langsung terkejut dan menjatuhkan sendok nya ke lantai. "APA? JEPANG? TAPI IBU, AKU BELUM SIAP!" ucap Yuki dengan suara yang sedikit panik tapi tetap penuh kegembiraan.
Kinta langsung membantu membersihkan sendok nya dan menepuk bahu Yuki dengan lembut. "Tenang aja Yuki, kamu pasti bisa! Kamu kan orang yang kuat dan pintar!" ucap Kinta dengan penuh dukungan. Ibu Yuki kemudian menjelaskan dengan lembut. "Kamu akan kuliah di Universitas Waseda di Tokyo, dan kamu akan tinggal bersama Hayaki kakakmu yang bekerja di sana. Setelah kamu lulus SMA aja ya sayang, masih ada waktu banyak buat kamu bersiap."
Yuki langsung berdiri dan memeluk ibunya erat, kemudian juga memeluk Kinta. "Terima kasih ibu! Terima kasih juga Kinta! Aku sangat senang tapi juga sedikit takut karena ini adalah langkah besar buat aku. Tapi aku tahu aku bisa karena ada dukungan dari kamu semua." ucap Yuki dengan suara sedikit emosi tapi tetap penuh semangat.
Kinta kemudian berkata, "Kamu jangan khawatir ya Yuki! Kita semua akan membantu kamu belajar bahasa Jepang dan persiapan lainnya sebelum kamu pergi. Bahkan kalau bisa, aku juga mau belajar bahasa Jepang biar kita bisa tetap komunikasi terus!" ucapnya dengan penuh semangat.
Ibu Yuki mengelus kepala Yuki dengan lembut. "Kamu pasti bisa sayang. Hayaki juga sudah menunggu kamu dengan sabar. Dan kamu punya pacar seperti Kinta yang selalu mendukungmu, itu sangat berharga."
Setelah makan malam, Yuki dan Kinta langsung mengambil hp nya dan menghubungi teman-teman nya melalui grup chat yang dibuat oleh Rio. Yuki mengetik pesan dengan cepat: "HALOO SEMUA! AKU PUNYA KABAR BESAR! AKU AKAN KULIAH DI JEPANG SETELAH LULUS SMA DAN TINGGAL BERSAMA KAKAKKU!"
Dalam hitungan detik, grup chat langsung penuh dengan balasan dari teman-teman nya.
- Hana: WAHHHH JEPANG! KALIAN HARUS BAWAIN OLEH-OLEH MAKANAN JEPANG BUAT KITA YA! 😍
- Rio: KEREN BANGET YUKI! KITA BISA COLABORASI ONLINE AJA NANTI KALO ADA PROYEK!
- Mei: WAH KITA BISA BELAJAR BAHASA JEPANG BARENG SEBELUM KAMU PERGI! AKU PUNYA BUKU BELAJAR YANG BISA KAMU PINJAM!
- Rina: AKU AKAN MENGGAMBAR KAMU DI JEPANG YA! JANGAN LUPA KIRIM FOTO KEMANA AJA KAMU PERGI!
- Dina: SEMOGA KAMU SUKSES DI JEPANG YUKI! JANGAN LUPA KITA YA TEMAN-TEMANNYA!
Yuki dan Kinta membaca semua balasan dengan hati yang penuh kebahagiaan. Mereka tahu bahwa meskipun Yuki akan pergi jauh ke Jepang, persahabatan yang mereka miliki akan tetap ada dan tidak akan pernah pudar. Mereka berjanji untuk selalu menjaga hubungan baik dengan semua teman dan akan selalu kembali ke Jakarta untuk bertemu dan merayakan kebahagiaan bersama-sama.
"TERIMA KASIH TEMAN-TEMAN YANG PALING BAIK DI DUNIA! AKU SANGAT CINTA KALIAN SEMUA!" ucap Yuki dengan penuh semangat. Kinta menyambung, "KITA SELALU BERSAMA, TIDAK PEDULI DIMANA KITA ADA!" Mereka berdua melihat ke arah langit Jakarta yang sudah mulai gelap dengan bintang-bintang yang bersinar terang, merasa bahagia karena memiliki teman-teman yang selalu ada untuk satu sama lain. Dan kinta pulang sendirian, Yuki melihat kinta pergi dengan senyuman yang tulus.