NovelToon NovelToon
Paman, I Love You

Paman, I Love You

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Romansa
Popularitas:27k
Nilai: 5
Nama Author: fieThaa

Kemandirian Nayanika Gentari Addhitama mulai terkikis karena seorang lelaki yang 10 tahun lebih tua darinya, Erza Naradipta. Pesona lelaki yang dipanggil paman itu tak terbantahkan. Demi sebuah benih suka yang tumbuh menjadi cinta membuat Nika rela menjadi sosok lain, manja dan centil hanya untuk memikat lelaki yang bertugas menjaganya selama kuliah di luar negeri.

Akankah cinta Nayanika terbalaskan? Ataukah Erza hanya menganggapnya sebagai keponakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5. Kecanggungan Yang Terkikis

Ezra memulai tugasnya mengantar Nika menuju kampus. Hari ini pertama kali Nika datang ke universitas tersebut sebagai mahasiswa. Mobil sudah berhenti di depan gerbang. Hembusan napas kasar keluar sebelum gadis itu turun dan membuat atensi Ezra berpaling.

"Pulangnya saya jemput di sini lagi." Nika mengangguk.

Sudah setengah perjalanan masuk ke area kampus, Nika pun menghentikan langkah. Teringat akan ucapan Ezra.

"Emang dia tahu pulangnya jam berapa?"

Tubuh Nika sedikit menegang ketika melihat mobil yang sudah seminggu ini dipakai Ezra sudah ada di depan gerbang kampus. Jendela mobil mulai turun dan benar di balik kemudi adalah Ezra.

"Kok dia bisa tahu?" Hanya bertanya dalam hati.

Sudah hampir dua Minggu bersekolah di universitas yang Nika impikan dan kemonotonan terjadi. Pergi dan pulang diantar Ezra serta perihal makan pun lelaki itu yang mengatur. Membosankan sudah pasti. Apalagi terlihat jelas Ezra selalu menjaga jarak hingga menimbulkan sebuah kecanggungan.

.

Mobil sudah terparkir di depan gerbang kampus. Sudah lewat dari 15 menit gadis yang dijemput tak jua keluar. Setengah jam pun sudah berlalu dan tidak ada tanda-tanda Nika keluar juga. Wajah Ezra sudah sedikit berubah. Ponsel sudah di telinga dan bertanya kepada pihak universitas.

"Ke mana gadis itu?" gumamnya.

Hari ini dia telat lima menit untuk menjemput Nika. Cctv di apartment sudah dicek. Tak ada Nika di sana. Alhasil, dikerahkan semua anak buahnya untuk mencari gadis yang tiba-tiba hilang.

Ezra mulai menyusuri jalan sekitaran kampus. Matanya terus mencari Nika. Beberapa kedai yang dilewati pun tak luput dari pengecekannya. Namun, tetap tak ada. Di kedai paling ujung, Ezra menghentikan langkah. Diedarkannya mata dengan penuh kejelian. Seketika matanya memicing.

Ezra mengambil buku yang berada di salah satu meja. Di mana meja itu dihuni oleh tiga gadis. Sontak ketiga gadis itu menoleh ke arah Ezra. Dan tatapannya Ezra hanya tertuju pada satu gadis yang menatapnya tanpa berkedip. Tak ada kata yang keluar dari mulut Ezra. Dia hanya menunjuk ke arah jam tangan yang digunakan. Lalu, membawa buku tersebut menjauh dari mereka.

"Sorry. Aku harus pulang."

Kedua teman Nika terkejut dan merasa bingung. Apalagi melihat Nika yang sedikit berlari pergi dari sana. Hawa dingin begitu terasa ketika baru saja duduk di kursi penumpang depan.

"Tadi--"

"Jelasinnya di rumah."

Nika berdecak kesal. Wajahnya pun merengut begitu jelek karena lelaki yang di balik kemudi tak mengijinkannya bersuara.

Pintu apartemen sudah terbuka. Nika segera masuk dan tak mengindahkan lelaki yang ada di belakangnya.

"Jelasin!"

Tangan yang sudah berada di gagang pintu kamar kembali turun. Hambusan napas kasar dikeluarkan. Memutar tubuh dan menatap lelaki itu dengan begitu tajam.

"Tadi itu lagi ngerjain tugas kelompok," ujarnya.

"Tidak ada ponselkah?"

Nika tersenyum tipis. Perlahan dia mendekat ke arah Ezra. Tangannya mulai meraih jas bagian depan lelaki berwajah datar.

"AMNESIAKAH?" tekan Nika dengan tatapan penuh keberanian. Nika pun mulai mendorong dada Ezra dengan penuh kekesalan.

Gadis cantik itu kembali memutar tubuh dan masuk ke dalam kamar. Ezra hanya terdiam.

"Sumpah ngeselin banget tuh bodyguard."

Hembusan napas kasar kembali keluar. Memikirkan tugasnya yang belum selesai. Di mana tugas itu tak dia mengerti. Nika membuka buku serta laptop. Berharap ada secercah hidayah yang masuk ke otaknya. Di negerinya dia terbilang anak cerdas, tapi ketika di negeri orang dia hanya anak yang memiliki kemampuan biasa.

Di ruangan lain, seseorang baru saja selesai meneguk air putih. Kalimat Nika berputar di kepala. Diakuinya dirinya-lah yang salah. Sudah dua Minggu menjaga Nika, tapi tak bertukar kontak dengan gadis yang dia jaga.

Sudah jam sembilan malam, tapi Nika tak jua turun untuk makan malam. Inisiatif pun diambil dengan membawa minuman susu dengan campuran buah kemasan. Tangan sudah mengetuk pintu, sang pemilik tak jua memberi respon. Terdiam sejenak untuk mengambil tindakan. Alhasil, tangannya mulai menekan gagang pintu. Dan ternyata sang pemilik kamar tengah tertidur dengan kepala yang terbaring di atas meja belajar. Laptop pun masih menyala.

Langkah kaki yang mendekat tak membuat mata Nika terbuka. Ada senyuman kecil yang terukir tatkala melihat giatnya Nika dalam belajar. Beberapa buku terbuka dengan pembahasan yang sama. Matanya tertuju pada tugas yang belum selesai. Dahinya mengerut atas jawaban yang dituliskan. Saking fokusnya, Ezra tak menyadari jika sang gadis sudah membuka mata.

"Nga-ngapain?"

Bohong jika Ezra tak terkejut, tapi dia mampu membalutnya dengan sikap datar. Seperti biasa tak ada kata, hanya jari telunjuk yang berbicara.

Nika tak ingin merespon karena masih kesal. Mulai berdiri dan berniat untuk pergi. Tetiba tangannya dicekal.

"Jawabannya salah."

Sontak mata Nika menatap Ezra dengan tajam. Namun, tatapan itu tak bertahan lama ketika Ezra menjelaskan materi tersebut. Matanya pun mulai tertuju pada buku dan lembar tugas yang ada di atas meja belajar.

Penjelasan Ezra begitu mudah untuk dipahami. Nika pun sudah duduk mansi di kursinya mendengarkan penjelasan demi penjelasan. Memperhatikan serta mendengarkan dengan seksama. Bahkan, Nika pun tak segan untuk bertanya. Dan perlahan kecanggungan mereka mulai terkikis..

Tugas pun selesai dan mulut Nika menguap. Ezra melihat ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul setengah dua belas malam.

"Istirahatlah!"

Satu kata sebelum Ezra beranjak dari kamar anak gadis. Gantian, kini tangan Ezra yang dicekal. Langkahnya terhenti dan tatapannya tertuju pada Nika yang juga sudah menatapnya.

"Makasih." Hanya anggukan yang menjadi jawaban.

Namun, lengan Ezra tak Nika lepaskan. Malah gadis cantik itu sudah memasang puppy eyes yang membuat kedua alis Ezra menukik.

"Lapar."

"Di meja makan sudah ada--"

"Mau mie."

Ezra melepaskan cekalan tangan Nika. Menatapnya dengan penuh keseriusan. Dan menolak keinginan Nika dengan tegas.

"Paman!" rengeknya dengan begitu manja. "Nika, enggak minta yang aneh-aneh. Cuma Mie. Please!!"

Ezra pun akhirnya mengalah. Membiarkan gadis cantik itu menyantap mie di tengah malam. Wajah riang Nika membuat mata Ezra tak berpaling.

"Paman!" Suara Nika membuat Ezra yang tengah fokus pada layar segiempat di ruang keluarga menoleh.

Gadis yang memakai piyama karakter kartun datang dengan membawa dua mie cup. Meletakkannya di atas meja dengan dirinya yang sudah duduk di lantai. Satu mie cup yang Nika bawa sudah diletakkan di depan Ezra.

"Sebagai ucapan makasih karena udah bantuin Nika ngerjain tugas." Senyum pun melengkung begitu lebar hingga membuat sepasang mata lupa untuk berkedip.

"Cepet makan. Mumpung masih panas."

Sudah hampir lima tahun belakangan Ezra tak mengkonsumi mie instan. Karena seorang gadis yang sudah membuatkan mie untuknya di tengah malam, lelaki itupun menyantapnya.

"Paman enggak lupa sesuatu kan?"

Ezra yang hendak membuang sampah menghentikan langkah. Menatap Nika dengan penuh kebingungan. Gadis cantik itu malah menunjuikan nomor ponselnya dengan cengiran yang begitu manis. Pertukaran kontak pun sudah terjadi dan Nika sudah kembali ke kamar dengan hati gembira karena sudah mendapatkan nomor ponsel sang bodyguard. Tangannya pun sudah menari-nari di layar untuk menamai kontak tersebut.

"Paman tampan."

...**** BERSAMBUNG ****...

.Boleh minta komennya??

1
nonaleutik
bahhh kabur ke mana lagi nihh si niknik
wes angel klo udh dalam pengawasan elang kaga bakal bisa nemuin dah ntar si paman🤭
NadiraDira
nikaaaa.....mau kemana....
Salim S
dua orang yg sama-sama saling mencintai tapi sama-sama terluka
Wiwin Winarsih
elang bukan nih yg bawa nika terbang...
Yeni Yeni123.
rasain tuh....ga tegas sih jd cowok , di tinggal deh....
Lusi Hariyani
ternyata nika bs bersikap dewasa
sum mia
laahhh..... Nika beneran pergi . entah seperti apa nanti kecemasan , kepanikan , dan kekecewaan yang Ezra rasakan . barulah dia akan sadar bagaimana perasaan yang sebenarnya pada Nika .
dan .... kira-kira Nika pergi ke mana ya .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
Diana Nur
jd melow nih😭😭😭😭😭
Tanti Retno Wati
ah sedih nya
El Dzaky
kok jadi sedih sih/Sob//Sob/
Nurminah
ah meleyot hati ku
Tanti Retno Wati
ya ampun zra kmu ko GK peka banget
Tanti Retno Wati
lanjut
Rahmawati
gimana sih paman jd bingung sm sikapnya
Gaishan Ahzar
dah Nika jangan mau terus bertahan disituasi begini,mending berhenti ngejar c Ezra fokus ma pendidikan za cuekin balik c Ezra...ternyata c Ezra masih gamon ma masa lalunya yg jelas2 dah pernah nyakitin dia/Smug//Smug/
sum mia
sumpah.....aku geregetan banget sama si Ezra . yang terlena dengan masa lalunya . pengen tak getok aja tuh kepalanya biar gegar otak sekalian . nanti setelah Nika menjauh dan pergi baru tau rasa , baru menyesal dia .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
sum mia: di tunggu double up nya kak.....😍😍😍
total 1 replies
Riris
mudah2n kesalahpahaman ini cepat berlalu ya nika😔
Lusi Hariyani
beneran tunangan apa vm sandiwara nich
ria rosiana dewi tyastuti
jangan2 ni akal2an tua bangka bangkotan itu siapa tu.....kakek siapa tu....namanya
Saadah Rangkuti
jadi mewek aku 😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!