NovelToon NovelToon
Bukan Suami Biasa

Bukan Suami Biasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / CEO / Pernikahan Kilat / Identitas Tersembunyi
Popularitas:17.3k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Follow IG @Lala_Syalala13

Adrian Arkadia, seorang CEO jenius dan penguasa bisnis yang dingin, menyamar sebagai pria miskin demi memenuhi wasiat kakeknya untuk mencari cinta sejati.

Ia kemudian menikahi Arumi, gadis sederhana berhati emas yang dijadikan "pelayan" dan pemuas ambisi oleh ibu serta adiknya yang materialistis.

Di tengah hinaan keluarga mertua dan ancaman rentenir, Adrian menjalani kehidupan ganda yaitu menjadi kuli panggul yang direndahkan di malam hari, namun tetap menjadi raja bisnis yang menghancurkan musuh-musuhnya secara rahasia di siang hari.

Perlahan tapi pasti, Adrian menggunakan kekuasaannya untuk membalas setiap tetes air mata Arumi dan mengangkat derajat istrinya hingga para penindasnya berlutut memohon ampun.

Bagaimana kelanjutannya???
Jangan lupa mampir baca yaaaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BSB BAB 35_Kebangkitan Sang Elang

Malam itu, Arumi duduk di depan kantor polisi yang dingin.

Ia memegang kartu nama Laksamana Wirayuda di satu tangan, dan secarik kertas berisi nomor telepon Hendra di tangan lainnya.

Ia teringat kata-kata Clara tentang masa lalu Adrian, ia teringat janji Adrian untuk tidak menggunakan kekuasaannya selama tiga bulan.

Namun sekarang, suaminya ada di balik jeruji besi karena sebuah konspirasi yang sangat jahat.

Jika ia menelepon Hendra, maka ujian tiga bulan itu berakhir.

Adrian akan kembali menjadi penguasa, dan kehidupan "rakyat" mereka yang sederhana namun tulus akan hilang selamanya.

Namun jika tidak, Adrian mungkin akan membusuk di penjara karena fitnah Dion dan Marco.

Arumi menatap trofi Singapura di tasnya, ia menyadari satu hal yaitu dunia ini tidak pernah adil bagi mereka yang tidak punya kekuatan.

Ia menekan tombol panggil ke nomor Hendra.

"Halo, Tuan Hendra?" suara Arumi bergetar.

"Iya, Nyonya Arumi. Kami sudah menunggu telepon Anda," suara Hendra terdengar sangat siap.

"Elang Hitam. Selamatkan suamiku. Dan kali ini... jangan sisakan satu pun dari mereka yang telah menyentuh hidup kami."

Di balik jeruji besi, Adrian yang mendengar keributan di luar selnya, tersenyum tipis.

Sang Singa telah selesai dengan hibernasinya. Dan esok hari, Jakarta akan gemetar saat menyadari bahwa pria yang mereka panggil kuli itu adalah pemilik dari setiap inci tanah yang mereka pijak.

Namun bagi Arumi, ini adalah awal dari kehidupan barunya sebagai Nyonya Arkadia yang sesungguhnya, ebuah dunia yang penuh kemewahan, namun juga penuh dengan pedang yang tersembunyi di balik kain sutra.

Malam itu, sel kantor polisi sektor Jakarta Timur terasa begitu pengap dan dingin.

Adrian duduk di bangku kayu yang keras, menatap jeruji besi di depannya dengan tatapan yang sulit diartikan.

Di wajahnya masih ada sisa jelaga dari kebakaran di toko Pak Haji, namun matanya tidak lagi menunjukkan keraguan.

Ia tahu bahwa dengan menelepon Hendra, Arumi telah membuat keputusan besar.

Ia telah memilih untuk melepaskan ketenangan hidup "rakyat jelata" demi menyelamatkan suaminya.

Di luar sel suasana mendadak berubah drastis, para petugas polisi yang tadinya bersikap kasar dan acuh tak acuh, tiba-tiba berlarian dengan wajah pucat pasi.

Suara deru mesin mobil mewah yang berhenti serentak di depan kantor polisi terdengar hingga ke dalam sel.

Pintu sel utama terbuka, bukan oleh seorang sipir melainkan oleh Kapolres setempat yang didampingi oleh Hendra.

Hendra mengenakan setelan jas hitam yang sangat rapi, memegang sebuah koper kecil.

"Tuan Muda," ucap Hendra sambil membungkuk dalam.

Suaranya yang tenang namun berwibawa seketika membungkam seluruh ruangan.

Kapolres itu gemetar, tangannya gemetar saat ia memutar kunci sel.

"Mohon maaf yang sebesar-besarnya, Tuan Adrian Arkadia. Kami... kami benar-benar tidak tahu. Kami hanya menerima laporan dari warga dan..." ucap penjaga tersebut.

Adrian bangkit perlahan, ia tidak menatap sang Kapolres. Ia menatap Hendra.

"Mana istriku?"

"Nyonya Arumi sedang menunggu di dalam mobil, Tuan Muda. Beliau baik-baik saja, meski sedikit terguncang," jawab Hendra.

Adrian melangkah keluar dari sel, setiap langkah kakinya yang mengenakan sepatu kets butut penuh debu semen itu kini terasa seperti dentuman palu di hati para petugas yang melihatnya.

Di lobi kantor polisi, pemandangan luar biasa tersaji, puluhan pengawal berseragam hitam berdiri tegak membentuk pagar betis hingga ke pintu mobil Mercedes-Maybach yang terparkir tepat di depan tangga.

Dion dan Marco, yang sengaja datang ke kantor polisi untuk melihat Adrian membusuk di sel, berdiri mematung di sudut lobi.

Wajah mereka seputih kertas, Dion menjatuhkan ponselnya ke lantai saat melihat Adrian keluar bukan dengan borgol, melainkan dengan pengawalan yang bahkan lebih mewah daripada seorang menteri.

Adrian berhenti tepat di depan Dion, ia tidak memukul, tidak juga berteriak.

Ia hanya menatap Dion dengan pandangan yang membuat pria itu merasa seolah-olah seluruh dunianya baru saja runtuh.

"Dion," suara Adrian dingin, menusuk tulang.

"Kau ingin menghancurkan karier Arumi lewat toko material itu? Besok pagi, perusahaanmu akan masuk dalam daftar hitam perbankan Asia dan Marco... kakekku sangat tidak suka pada pencuri yang mencoba menggigit tangan tuannya. Selamat menikmati hari terakhir kalian sebagai orang bebas." ucap Adrian.

Tanpa menunggu balasan, Adrian melangkah masuk ke dalam mobil.

Di sana Arumi duduk dengan bahu yang bergetar, begitu pintu tertutup dan mobil mulai melaju dengan senyap, Arumi langsung menghambur ke pelukan Adrian.

"Mas... maafkan aku. Aku harus menelepon mereka. Aku tidak tahan melihatmu dipenjara," isak Arumi.

Adrian mendekap Arumi erat, mencium puncak kepalanya berkali-kali.

"Tidak apa-apa, Sayang. Kau melakukan hal yang benar. Masa penyamaranku sudah selesai. Sekarang, biarkan aku yang membawamu terbang."

Keesokan harinya Jakarta gempar, berita tentang ditangkapnya "Kuli Bangunan Misterius" yang ternyata adalah pewaris tunggal Arkadia Group menjadi tajuk utama di semua media.

Namun, yang lebih mengejutkan adalah pengumuman dari Otoritas Pembangunan Ibu Kota Baru bahwa Arumi Arkadia tetap menjadi kandidat utama untuk proyek interior Istana.

Di lantai atas Menara Arkadia, Adrian berdiri di depan jendela kaca besarnya.

Ia kini mengenakan jas tiga lapis buatan Savile Row, ia tidak lagi terlihat seperti "Ian".

Ia adalah Adrian Arkadia yang sebenarnya yaitu dingin, efisien, dan mematikan.

"Tuan Muda, Nona Clara Sutedja sudah menunggu di ruang rapat," lapor Hendra.

Adrian membalikkan badan. "Bawa Arumi ke sana juga. Aku ingin mereka menyelesaikan ini dengan cara yang adil."

Di ruang rapat, Clara duduk dengan angkuh, meski ia tahu identitas Adrian sudah terbongkar, ia tetap yakin bahwa posisinya sebagai desainer senior dan mantan kekasih Adrian memberinya keunggulan.

Arumi masuk beberapa saat kemudian, didampingi oleh dua asisten pribadi yang kini diberikan Adrian untuknya.

Clara menatap Arumi dengan senyum sinis.

"Jadi, Sang Putri akhirnya keluar dari gang sempitnya? Menggunakan nama suamimu untuk mendapatkan tempat di ruangan ini, Arumi?"

Arumi duduk di hadapan Clara, ia tidak lagi tampak ketakutan. Kejadian di kantor polisi semalam telah merubahnya.

"Aku di sini bukan untuk bicara soal suamiku, Clara. Aku di sini untuk bicara soal desain Istana. Pak Laksamana memanggil kita kembali karena beliau ingin melihat revisi konsep kita."

Adrian masuk ke ruangan itu, namun ia tidak duduk di meja rapat, ia berdiri di sudut, bersedekap, menjadi saksi bisu.

Clara membentangkan konsep revisinya. Kali ini lebih gila lagi.

"Aku menambahkan panel dinding berlapis emas murni dengan ukiran sejarah keluarga-keluarga bangsawan di Nusantara. Ini adalah simbol kemapanan, Adrian. Kau tahu sendiri, istana butuh kelas."

.

.

Cerita Belum Selesai.....

...FOLLOW IG @LALA_SYALALA13...

...ULASAN DAN BINTANG LIMA NYA🌟...

...FAVORITKAN CERITA INI ❤️...

...VOTE 💌...

...LIKE 👍🏻...

...KOMENTAR 🗣️...

...HADIAHNYA 🎁🌹☕...

1
Isabela Devi
akhirnya kamu tau pengorbanan Andrian atau Ian
erviana erastus
terlalu percaya diri kali kau clara
Asyatun 1
lanjut
erviana erastus
itu akibat ke egoisanmu arumi .... lah ini hendra sama penyewa yg ditugaskan mengawasi mereka berdua kemana ya 🤔🤔🤔
Rahma Inayah
Arumi sok2.mau JD rakyat biasa tnp km tau Adrian punya musuh dmn2 utk menjatuhkan karier dan reputasi perusahaan nya ujung2 kekuasaan kakek hrs hrs di gunakan
🏡s⃝ᴿ . Incha
mau jd rakyat jelata lagi arumi ujung2 ny minta bantuan jg kan
Asyatun 1
lanjut
Supryatin 123
semakin seru nich lnjut thor 💪💪
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪❤️❤️
🏡s⃝ᴿ . Incha
lagi donk kak klu bisa double
erviana erastus
baru jadi resepsionis udah sombong 🤣 begitu lihat kartu nama langsung ciut 😏
erviana erastus
aku suka gaya mu kek 😍😍😍
Rahma Inayah
td songong tu resepsionits pas kasih liat kartu nm nyali nya ciut .semoga ni awal kesuksesan arumi
Asyatun 1
lanjut
Supryatin 123
keren si kakek haris❤️❤️❤️ Lnjut thor 💪💪
erviana erastus
siska, romi sekarang tambah dion hadeh kalian bkn lawanx
Wulan Sari
Yaaa memang dasar oenjahat Romi,Siska dan Dion banyak akalnya tapi semoga semuanya kena getahnya, gimana nt kalau kakek nya datang ya🤦🏼‍♀️ wah bakal jd terdakwa lg tu si mbak Rumi heeee 🤦🏼‍♀️🤭
Rahma Inayah
horang kaya maa bebasan klu mau kmn2 pakai hely pribadi ..tu kan kakek aja TDK percaya dgn kirim suara tu Krn apa kakek haris SDH melihat dan tau sifat Arumi walau br pertma bertemu JD GK mkn Langs percaya pada kirimn suara tu
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪
Rini
puas Lo rum nyiksa suami 😡😡
kpn kau sadar, heran seneng amat lihat suami tersiksa, jd sebel Ama Rumi jdnya sok yes 😡😡
Rini: kasihan teh 🤭
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!