NovelToon NovelToon
ILMU LELUHUR DI MEDAN PERTEMPURAN

ILMU LELUHUR DI MEDAN PERTEMPURAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Dokter / Ilmu Kanuragan / Penyelamat
Popularitas:650
Nilai: 5
Nama Author: E'Ngador Together

Di tangan yang terbiasa memegang senjata, juga tersimpan keahlian untuk menyembuhkan.

Setelah menerima dua warisan tak ternilai dari leluhurnya – ilmu beladiri yang mengakar dalam darah dan keterampilan pengobatan dengan bahan alami yang hanya dia yang tahu rahasianya – Evan berpikir kehidupannya akan berjalan sesuai dengan rencana: melanjutkan kuliah dan melestarikan warisan leluhur. Namun, setelah lulus SMA, keputusannya untuk mendaftar sebagai tentara mengubah segalanya.

Diterima dengan prestasi tinggi, dia pertama kali ditempatkan di wilayah konflik dalam negeri, sebelum akhirnya dikirim sebagai bagian dari pasukan perdamaian ke negara asing yang sedang dilanda perang. Tugasnya jelas: menjaga perdamaian dan melindungi warga sipil. Tetapi ketika pihak negara lain menolak kehadiran pasukan perdamaian dan serangan tiba-tiba menerjang, Evan terpaksa mengangkat senjata bukan untuk berperang, tetapi untuk bertahan hidup dan melindungi rekannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon E'Ngador Together, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PELATIHAN TEMPUR DASAR 2

Evan ditempatkan sebagai anggota yang memberikan dukungan tembak dari posisi tinggi, sementara Rio dan Bima menyerang dari depan untuk menarik perhatian musuh. Siti sendiri bertugas untuk menyelamatkan korban setelah posisi musuh terganggu. Dengan kerja sama yang luar biasa, mereka berhasil menyelesaikan misi dengan sempurna dalam waktu yang lebih cepat dari yang diharapkan.

"Kalian menunjukkan kerja sama tim yang luar biasa!" pujian Mayor Prasetyo setelah simulasi selesai. "Setiap orang menjalankan tugasnya dengan baik dan mampu mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi situasi yang tidak terduga. Ini adalah ciri khas dari prajurit yang baik!"

Setelah menyelesaikan semua modul pelatihan tempur dasar, seluruh kelompok berkumpul untuk menerima evaluasi dan pesan akhir dari instruktur. Letnan Arif berdiri di depan dengan wajah yang penuh kebanggaan melihat para calon prajurit yang telah menunjukkan kemajuan yang luar biasa selama dua minggu pelatihan.

"Kalian telah menunjukkan kemampuan yang luar biasa dalam pelatihan tempur dasar ini," ujarnya dengan suara yang jelas terdengar oleh semua orang. "Anda telah belajar tentang cara menggunakan senjata api dengan benar dan aman, teknik menembak yang efektif, serta taktik tempur dasar yang bisa menyelamatkan nyawa Anda dan teman sekampung Anda. Namun ingatlah – kemampuan yang Anda miliki ini harus digunakan dengan hati yang benar dan hanya untuk melindungi negara serta masyarakat yang lemah dan tidak berdaya."

Ia melanjutkan, "Pelatihan yang Anda jalani hanyalah permulaan dari perjalanan Anda sebagai prajurit. Di masa depan, Anda akan menghadapi tantangan yang lebih besar dan akan belajar tentang hal-hal yang lebih kompleks. Namun dengan dasar yang baik yang telah Anda dapatkan selama ini, saya yakin bahwa Anda semua memiliki potensi untuk menjadi prajurit yang luar biasa yang bisa membuat negara bangga."

Setelah pidato selesai, setiap calon prajurit diberikan sertifikat sebagai tanda bahwa mereka telah menyelesaikan modul pelatihan tempur dasar dengan baik. Evan menerima sertifikatnya dengan rasa syukur yang mendalam – ia tahu bahwa setiap pelajaran yang ia dapatkan selama pelatihan ini akan sangat berguna bagi dirinya di masa depan ketika ia harus menjalankan tugas sebagai prajurit dan dokter militer.

Pada malam hari, Evan bersama Rio, Siti, dan Bima berkumpul di sudut asrama untuk membahas pengalaman mereka selama pelatihan tempur dasar. Mereka semua merasa sangat puas dengan kemajuan yang telah dicapai dan bersyukur bisa saling membantu selama proses tersebut.

"Saya tidak menyangka bahwa kita bisa menyelesaikan pelatihan ini dengan baik," ujar Siti dengan senyum lebar. "Pada awalnya saya merasa sangat takut dengan senjata api, tapi sekarang saya merasa lebih percaya diri dan memahami tanggung jawab yang ada di baliknya."

Rio mengangguk setuju. "Benar sekali. Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan kita tentang cara menggunakan senjata dan taktik tempur, namun juga tentang pentingnya kerja sama tim dan tanggung jawab yang tinggi terhadap diri sendiri dan orang lain."

Bima kemudian menunjukkan beberapa pose lucu seperti seorang prajurit yang sedang dalam aksi, membuat semua orang tertawa terbahak-bahak setelah beberapa minggu menjalani pelatihan yang ketat. "Nah, dengan kemampuan tempur yang kita miliki sekarang, kita bisa menjadi tim yang tidak bisa ditakuti kan? Tapi tetap saja, semoga kita tidak perlu menggunakan kemampuan ini untuk hal yang tidak diinginkan ya!".

Evan tersenyum mendengar kata-kata Bima dan mengangguk setuju. "Kamu benar sekali, Bima. Semoga kita tidak pernah perlu menggunakan kemampuan tempur yang kita pelajari untuk melakukan kekerasan yang tidak perlu. Tapi jika saatnya tiba untuk melindungi negara dan orang-orang yang kita cintai, kita harus siap untuk bertindak dengan benar."

Ia mengambil kotak kayu kecil yang berisi foto keluarga dan warisan Kakek Darmo dari lokernya. "Kakek saya selalu mengajarkan saya bahwa kekuatan harus digunakan untuk melindungi yang lemah, bukan untuk menyakiti orang lain. Semua yang saya pelajari di sini – baik tentang senjata, taktik, maupun kedisiplinan – saya harapkan bisa digunakan untuk tujuan yang baik dan membawa manfaat bagi banyak orang."

Rio mengangguk dengan ekspresi yang serius. "Saya juga merasa begitu. Sebagai calon dokter militer, saya ingin menggunakan kemampuan saya untuk menyembuhkan orang yang terluka dan membantu mereka yang membutuhkan. Tapi saya juga harus siap untuk melindungi diri sendiri dan pasien saya jika diperlukan."

Siti kemudian menyampaikan pemikirannya yang mendalam. "Saya pikir pelatihan tempur dasar ini mengajarkan kita tentang keseimbangan yang penting dalam hidup seorang prajurit. Kita harus kuat dan siap bertindak, namun juga harus memiliki hati yang penuh kasih sayang dan pemahaman tentang nilai-nilai kemanusiaan. Itu adalah kombinasi yang sulit dicapai, tapi saya yakin kita semua bisa mencapainya."

Mereka terus berdiskusi hingga larut malam, berbagi pengalaman dan harapan mereka untuk masa depan. Evan merasa sangat bersyukur telah memiliki teman-teman seperti mereka – orang-orang yang tidak hanya memiliki kemampuan yang luar biasa, namun juga memiliki hati yang baik dan tujuan yang jelas dalam hidup mereka.

Sebelum waktu tidur tiba, mereka berjanji satu sama lain bahwa mereka akan terus saling mendukung dan membantu satu sama lain dalam setiap langkah perjalanan mereka sebagai prajurit. Mereka juga berjanji bahwa mereka akan selalu ingat nilai-nilai yang diajarkan selama pelatihan tempur dasar – bahwa kekuatan harus digunakan dengan bijak, bahwa kerja sama tim adalah kunci keberhasilan, dan bahwa tanggung jawab terhadap negara dan masyarakat adalah hal yang paling penting.

"Kita telah melalui banyak hal bersama selama ini," ujar Evan dengan penuh perasaan. "Dan saya tahu bahwa kita akan melalui hal-hal yang lebih banyak lagi di masa depan. Tapi dengan teman-teman seperti kalian di sisiku, saya merasa bahwa tidak ada yang tidak bisa kita atasi."

Semua orang menyetujui dengan antusias dan saling berpelukan sebagai tanda persahabatan dan komitmen mereka satu sama lain. Meskipun tubuh mereka merasa lelah setelah hari yang panjang dan melelahkan, hati mereka penuh dengan semangat dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Ketika Evan berbaring di ranjangnya dan menutup matanya, ia merasakan bahwa dirinya telah tumbuh menjadi orang yang lebih kuat dan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan. Ia menyentuh kedua kalung di lehernya – batu giok dari Kakek Darmo dan besi dari kakek buyutnya – dan merasakan kekuatan dan dukungan yang datang dari kedua leluhurnya.

"Saya akan menggunakan semua yang saya pelajari dengan baik, Kakek," bisiknya dengan penuh tekad sebelum tertidur. "Saya akan menjadi prajurit yang bisa membuat kalian bangga dan membawa manfaat bagi banyak orang. Ini adalah janjiku kepada kalian dan kepada diri saya sendiri."

Di dalam kamar tidur yang sunyi, hanya terdengar suara napas yang teratur dari para calon prajurit yang sedang beristirahat setelah hari yang panjang. Meskipun mereka masih memiliki banyak pelatihan dan tantangan yang harus dihadapi di masa depan, mereka tahu bahwa mereka telah memiliki dasar yang kuat dan teman-teman yang bisa dipercaya – hal yang akan membantu mereka melewati setiap rintangan yang ada di depan mereka dalam perjalanan untuk menjadi prajurit yang benar-benar bermanfaat bagi negara dan masyarakat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!