Natalie Elsa seorang gadis yatim piatu yang cantik. Tiba-tiba dirinya bertransmigrasi ke dalam sebuah novel "Posesif Tiga Pria Kembar Dingin." Dan jiwanya menggantikan seorang figuran bernama natalia xena, yang memiliki tiga calon suami kembar dingin dan kejam dari keluarga mahendra, yang sudah memiliki pujaan hatinya bernama clara claudia pemeran utama wanita, mereka sangat mencintai clara. Dan tragisnya dia akan menjadi figuran yang di bunuh oleh ketiga calon suaminya, karena dianggap pengganggu.
**
"Natalia, kamu milik kami" Desis nicholas, dengan tatapan tajam yang tersembunyi kegilaan yang membisukan logika.
**
"Natalia, kamu tidak akan bisa melarikan diri dari kami." Sambung devin, dengan tatapan dingin menekan.
"Natalia, Jangan pernah berdekatan dengan pria lain. karena kami bertiga tidak suka." Lanjut alfredo dengan tatapan tajam.
"What! kalian gila, bukankah kalian tidak menyukai ku?"
Mereka bertiga mendekati natalia, dan menghimpitnya diantara tubuh mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sikap Diam Nicholas
Malam merayap perlahan, menyelimuti ruangan bumi dalam tirai pekat. Jam sudah menunjukkan pukul dua pagi, namun rasa penasaran nathalia belum redup. Kepekatan malam justru memberikan ketenangan yang di butuhkan untuk fokus. Di sudut kamarnya, nathalia duduk sendiri. Cahaya biru laptopnya memantul ke arah mata tajamnya. Dia bagaikan detektif, mencoba mencari validasi perasaannya. Dia mengetik nama calon suaminya nicholas. Di layar laptopnya terbuka beberapa tab, muncul foto paparazi nicholas dengan seorang artis bernama Casandra giani. Dia juga menemukan Twitter yang sedangkan viral di negara berbeda.
Deg..
"Hmm, kenapa kamu menyembunyikannya hubby?"Tanyanya dengan nada mulai ragu. "Aku harus bersikap biasa saja untuk sekarang, aku akan mencari tahu semuanya kenapa fotomu bisa bersamanya dan itu asli. Di sebuah hotel dengan tubuh kalian yang sama-sama naked, dan anehnya tanpa kamu sangkal? Ada hati dimana aku ragu, tetapi aku pun penasaran ada apa dengan mu dan dia. tetapi jika memang semuanya mengarah ke arah kamu memilihnya maka aku pergi." Batinnya berbisik parau.
Nathalia langsung menutup laptopnya. Dia melangkah ke balkon kamarnya. Dia berdiri di balkon kamarnya, membiarkan angin malam yang dingin menyapu wajahnya. Dia menatap langit bagaikan kanvas hitam yang luas, tanpa bintang. Dia mencoba meredam kekacauan perasaannya. Jantungnya berdegup kencang tidak beraturan. Kepekatan malam seakan tidak sebanding dengan kegelapan yang dia temukan dalam rahasia calon suaminya.
Emosinya bergejolak antara amarah dan rasa sakit, namun wajahnya tetap datar seperti telaga. Dia memejamkan matanya dan mengatur ritme napasnya, setiap hembusan napasnya adalah upaya untuk mendinginkan hati yang terbakar. Setelah matanya terbuka, yang ada hanya tatapan tajam dan dinginnya.
"Casandra giani." Celetuknya tanpa emosi. "Aku harus tenang, karena semua permasalahan ini membutuhkan kelapa yang dingin, bukan hati yang hancur. Karena nicholas belum mengungkapkan semuanya dengan jujur." Desisnya sangat pelan seakan terbawa angin malam. Karena bukan hanya nicholas, tetapi alfredo dan devin juga akan masuk kedalam lingkaran permasalahan ini." Gumamnya dingin.
Sedangkan di sebuah kamar berbeda.
"Kak, bagaimana dengan semuanya?" Tanya devin dengan nada dingin.
"Kamu tahu casandra giani devin, aku pun terkejut melihat wajahnya." Jawab alfredo.
Devin merebahkan dirinya di kasur besar alfredo, dia menatap langit-langit kamarnya. "Aku pun sama kak, rasa rindu ku melihat wajahnya langsung hilang seketika." Ucapnya dengan nada dingin.
Alfredo menyesap minumannya. "Devin, kita harus menahan rasa itu, aku takut calon istri kita sakit hati dan pergi." Jawabnya dengan nada dingin.
Devin menghela napas berat. "Aku tahu kak, tetapi tidak bisa di pungkiri aku pun menjadi bingung." Ucapnya dengan nada dingin. "Wajar jika kak nicholas belum mengungkapkan semua tentang berita itu, karena hatinya masih menimbang."
Sedangkan nicholas yang tidak bisa tidur keluar, menuju balkon kamarnya. Dia menoleh ke kanan.
Deg..
Mata mereka saling bertemu, namun hanya ada hening yang menjembatani antara mereka di balkon. Tatapan mereka saling mengunci dalam keheningan. Tak ada kata yang terucap, bagi nicholas tatapan nathalia adalah penghakiman yang lembut. Ada kejujuran yang menuntut dari mata nathalia untuk di lepaskan. Namun, ketakutan akan kehilangan nathalia membuatnya diam membisu.
Nathalia langsung masuk kedalam kamarnya. Nathalia tidak merasa kesedihan yang besar karena cinta belum hadir di hatinya. Karena pengkhianatan, Nathalia tipe orang yang sulit jatuh cinta.
Nathalia naik ke tempat tidurnya. "Untuk sekarang, aku ingin melihat apa yang kalian bertiga lakukan. Karena Casandra giani telah sampai di negara ini, untungnya hatiku belum ada rasa cinta yang besar untuk kalian. Kalian pilih dia atau aku." Gumamnya dengan nada dingin. "Tidak ada Clara, datang lagi ulat bulu yang baru. Seakan tidak ada kelarnya." Gumamnya dingin. "Hmm, setelah natal selesai aku ingin kuliah saja bersama claire di negaranya." Jawabnya dengan nada santai.
Nathalia memejamkan matanya, tetapi mata kirinya berubah menjadi merah.
"Lavanya." Desisnya dingin.
"Hmm, nathalie. Aku merasa casandra bukan gadis biasa. Kamu berhati-hatilah." Desisnya dingin.
Nathalia tersenyum tipis. "Baik lavanya, aku akan hati-hati. Karena setiap ucapan mu, pasti benar."
"Hmm, sepertinya dunia novel ini bukan hanya percintaan si kembar tiga saja, tetapi dendam, kekayaan dan kekuasaan menjadi satu dalam novel ini. Untungnya aku bisa ikut ke sini nathalia. Aku sudah lama tidak berkelahi." Sambung dengan nada dingin.
Nathalia tersenyum tipis. "Benar katamu Lavanya." Jawabnya dengan seringai dingin.
Sedang nicholas langsung masuk kedalam kamarnya. Perasaannya berkecamuk, rasa bersalah ada. "Sayang, untuk sekarang aku belum bisa memberi tahu kamu, ada sesuatu yang aku ingin cari tahu. Bukan karena aku tergoda atau mencintainya. tetapi ada sesuatu yang mengharuskan aku diam untuk sementara." Ucapnya dengan nada dingin.
Sedangkan di sebuah kamar berbeda.
Seorang wanita duduk di depan meja riasnya. Dengan gerakan mekanis, dia mengambil selembar kapas, membersihkannya dengan cairan pembersih. lalu mulai menghapus lapisan make up yang menempel di wajahnya.
Saat usapan sampai di bibir merahnya yang menyala, seringai tipis muncul di sudut bibirnya. Matanya berkilat tajam dan berbahaya. "Nicholas, keluarga xena besok aku akan datang menggemparkan mansion keluarga xena." Desisnya dingin.
Sedangkan nathalia telah terlelap pulas. nicholas seperti biasa datang dan naik ke atas kasur nathalia. Memeluknya erat, dia mengecup kening dan bibir nathalia. "Aku tau kamu wanita yang pintar, aku yakin kamu bisa tau semuanya." bisiknya menyelipkan rambut nathalia yang menutupi wajahnya. Dia mengecup pipi nathalia dan tertidur pulas menyusul nathalia.
Pagi pun tiba.
Kring.. Kring.. Dering alarm membangunkan nathalia yang sedang tertidur lelap. Dengan malas nathalia langsung mematikan alarm ponselnya yang berada di samping bantalnya.
Dia mencium wangi aroma parfum nicholas. "Hmm, kapan dia pergi. kebiasaan, tidur disini." Gumamnya kecil lalu beranjak dari kasurnya dia menuju kamar mandi.
Sedangkan di sebuah apartemen.
"Emilia, bagaimana penampilan ku?" Tanyanya dengan nada penasarannya.
Emilia menatap casandra lekat. "Cantik, anda selalu cantik. Jawabnya dengan nada sopan.
"Hmm, kamu pintar emilia, Karena itu aku menjadikan kamu sekertaris pribadi ku." Jawabnya dengan nada sombongnya.
Emilia tidak menjawab dia hanya tersenyum tipis.
Sedangkan nathalia sudah rapi dengan pakaian. hari ini dia ingin mengatakan kepada kedua orang tuanya ingin kuliah bersama claire di negaranya.
Dia bercermin, melihat penampilan." Perfect." dia langsung melangkah keluar kamar.
Di ruang makan semuanya telah kumpul tinggal nathalia yang belum datang.
"Claire, kamu tidak membangunkan nathalia?" tanya bunda adelia.
"Hehehe, tidak tante, soalnya aku juga kesiangan. Ini saja aku mandi koboi." Jawabnya cengengesan.
Bunda adelia tersenyum tipis dan geleng-geleng kepala melihat tingkah claire.
Tap.. Tap.. Tap..
Nathalia berjalan santai mendekati ruang makan.
"Selamat pagi semuanya." Sapanya mengecup kening dan pipi keluarganya satu persatu.
"Sayang, tumben kamu kesiangan. Kamu pasti tidur malam." Ucap bunda menatap wajah nathalia lekat.
"Iya bunda aku melihat drakor sampai kemaleman." Jawaban dengan senyuman kecilnya.
Nicholas menatap nathalia intens, nathalia terlihat berbeda dengan dirinya dan kedua adiknya seperti seperti ketika mereka bertemu. Dingin dan datar, devin dan alfredo juga merasakannya.
Daddy arthur, zion dan zian menatapnya dan mereka tahu terjadi sesuatu. Mereka hanya diam karena mereka belum tahu permasalahannya.
Mereka pun makan dengan tenang, namun ketenangan itu tiba-tiba terusik oleh kedatangan seorang tamu.
"Permisi tuan besar, ada tamu mencari tuan muda nicholas." Ucap seorang pelayan.
Nicholas mengernyit bingung. Namun tetap makan.
"Sudah dimulai." Desis nathalia dan daddy arthur membaca gerakan mulut nathalia, yang tidak bersuara. Dia tahu akan ada sesuatu.
"Antarkan kesini bi tamunya." Jawab daddy arthur dingin.
"Baik tuan besar." Jawab bibi pelayan.
Tap.. Tap... Tap..
Atensi semuanya mengarah ke suara sepatu wanita yang menggema, sedangkan nathalia tetap makan dengan lahapnya. Claire menatap lekat nathalia. "Hmm, sepertinya ada sesuatu." Batinnya berbisik.
"Selamat pagi semuanya." Sapa seorang wanita cantik dan anggun.
Deg..
Nicholas, alfredo dan devin terkejut melihat sosok wanita yang baru datang. Begitu juga bunda adelia dan daddy Arthur.
"Maaf aku pagi-pagi sudah datang. Aku ingin bertemu dengan kekasih ku, nicholas." Jawabnya dengan nada lembut.
Deg..
Semuanya terkejut, tetapi tidak untuk nathalia.
semoga aja ada cowo yg ngelebihin dari nicolas..hihihi..
untung aja belum ada perasaan ...
Thor kasihan kali tu natalia nya..
war kapan thor😄😄😄😄
semangat double up nya Thor... heheheeee😍😍😍😍
semangat thor 💪💪