harap bijak memilih bacaan.
Di jadikan babu oleh sang bibik, di bully oleh warga desa sebab bau badannya.
Ia begitu patuh, namun berkahir di jual oleh Bibiknya pada Tuan Mafia kejam yang menjadikannya budak nafsu menggunakan status istri yang di sembunyikan dari dunia.
ikuti ceritanya disini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon liyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31.KEGILAAN HAZARD.
ketiga pria yang tertawa kembali mengerutkan kening saat Hazard mendekat tanpa rasa takut.
"Pria ini tidak waras jika mengajak kita berkelahi Vrem."ujar teman Vrem, pria besar yang pertama menemui Anggi tadi.
Vrem menyeringai." Baron,Bandi, kita gagal mendapatkan yang manis malam ini, setidaknya ada samsak hidup yang menyerahkan diri untuk melepaskan rasa kesal kita."
Baron dan Bandi saling pandang sambil tersenyum jahat.mereka bertiga merenggangkan matanya.
"Akan ku buat pria ini menyusul istrinya," ujar Baron.
Melihat Hazard yang semakin dekat ketiganya juga ikut berlari, dari dua sisi mereka berlari sekencang mungkin, hingga tinggal satu langkah Bandi, Baron, dan Vrem membulatkan mata saat sabuk terbang ke arah mereka.dengan gerakan slow mo
Kompak mereka mundur.
CTASSSS
Sabuk itu hanya menampar angin, membuat ketiganya mengusap dada. mereka baru bernapas, lagi Hazard layangkan sabuknya begitu kencang, hingga wajah salah satu dari mereka kena dan langsung memberikan goresan yang mengeluarkan darah.
"Anjing ni orang ninja apa gimana? gerakannya cepat banget!" Baron mengelap luka di pipinya.
"Kayaknya kita dalam masalah," sahut Bandi.
"Dia cuman sendiri, kita bertiga, ya kali kita kalah sama pria yang lebih pendek dari aku," gumam Vrem.
Lalu menyerang Hazard yang membiarkan ia mendekati dirinya. Hazard mengeraskan rahangnya kala melihat Vrem mengenggam erat sobekan gaun Anggi.
Dalam sekali lempar, sabuk itu melilit leher Vrem, tangan Vrem di cekal ke belakang dengan satu tangannya lagi Hazard patahkan hanya dengan sekali pukul bagian tulang yang sangat mudah retak.
"AAARRR-GGH."
Bandi dan Baron mundur dua langkah, mata mereka saling pandang. mereka menelan ludah masing-masing, melihat Vrem yang wajah nya memerah dan berusaha memberontak tapi tak bisa lepas.
Tatapan Hazard merah dan berari, menatap Tajam Baron dan Bandi yang gemetar di tempat.
Tangan Hazard mengeratkan pegangan sabuk, lalu membuat garis kecil di samping sabuk menekan kulit leher Vrem yang merah. lalu sekali tarikan Darah muncrat dari leher Vrem.
Membasahi baju Hazard hingga mukanya. Bandi dan Baron kompak mundur sambil berteriak histeris.
Vrem jatuh ke tanah dengan berlutut matanya melotot, tangannya satunya memegang sobekan di lehernya darah bercucuran hingga dada.
Dan 3 detik berikutnya Vrem jatuh ke samping sambil memejamkan mata.
Hazard mendekat, Baron dan Bandi kompak mundur."kalau mundur lagi, kita bakalan jatuh Ban,"gumam Baron.
"Nggak ada pilihan lain, selain lawan dia,"gumam Bandi.
Baron melawan rasa takutnya dan maju memukul Hazard, gerakan Baron begitu lambat bagi Hazard dengan cepat ia menarik tangan Baron, menariknya menyentuh punggung nya dan melempar Baron ke tanah begitu keras, hingga burung-burung di malam itu berterbangan menjauh. kepala Baron menyentuh tanah saat di tekan begitu kuat oleh Hazard.
Baron melihat Bandi yang kabur menjauh dari tempatnya."Sialan!"maki Baron, tapi mata Baron selanjutnya membelalak kala Pisau Hazard menancap dalam di paha Bandi yang langsung berteriak kesakitan dan duduk di tanah yang di tumbuh sedikit rumput.
"Rasain!"
Hazard menunduk melihat senyuman puas lawannya."Dimana istri saya?"suara dingin nan tajam milik Hazard langsung menghilangkan senyuman Baron.
"Dia-dia melompat dari sana!" tunjuk Baron pada jurang yang tak jauh dari tempat mereka.
Hazard berdiri, Baron merasa senang ia tak terluka parah dan akan bangun, tapi detik berikutnya Hazard berbalik dan melayangkan kakinya memukul perut Baron begitu kencang, saat pukulan ketiga kali nya baru Baron mengeluarkan darah dari mulutnya muncrat mengenai sepatu mahal milik Hazard.
"UKHHUKKKKKHH ARRRGGGHHH."
Hazard berjalan ke arah Bandi yang berteriak histeris dengan pupil mata yang mengecil dan bergetar hebat, menyeret tubuhnya untuk menjauh.
Tapi kini Hazard di depannya, mengambil paksa pisau yang menancap di paha Bandi sekali tarik, membuat Bandi mengeluarkan air mata, tubuh pria itu bergetar hebat di tempat,tangan Hazard tanpa ragu menyembelih Bandi dengan pelan, membuat Bandi tersiksa karena berani menyentuh istrinya.
"A-AAAARRRRGGHHHHH!"
Baron sendiri berdiri sekuat tenaga tak memperdulikan sakit di tangannya dan berlari sekencang mungkin, sambil menangis,ia menoleh melihat Leher Bandi mulai terputus dari tempatnya.
Hazard berdiri dengan lemas, ia memandang Baron yang sudah menjauh ia memanggil seseorang melalui telepon.
Malam itu Hazard menyuruh anak buahnya untuk mencari Anggi di laut.
Di sisi lain Baron sendiri baru sampai di tempat motor mereka tadi, ban motornya kempes, membuat ia mau tak mau harus berjalan.
Senyumnya mengembang saat seseorang menawarkan tumpangan, tanpa pikir panjang Baron naik dan meminta orang itu untuk membawanya ke kantor polisi.
Senyum itu menghilang saat ia di bawa menuju pabrik merah yang selalu menjadi perbincangan mereka di tongkrongan.
Sosok itu berhenti dan turun dari motor, Baron turun dan akan kabur, tapi rambutnya di tarik keras dari belakang,"Ampun, aku mohon ampuni aku, bebaskan aku,"rengek Baron sambil menangis.
"Kamu telah berurusan dengan orang yang salah, ayo ikut bersama teman-temannya juga,"bisik anak Buah Hazard, menarik paksa Baron yang terus memberontak, pria itu yang merasa kewalahan tanpa pikir panjang menusuk perut pria itu.
" AAAARRRGGGHHH! AMPUN!"
"Wah masih seger nih kayaknya?"tanya temannya yang memakai baju jas hujan yang penuh dengan cipratan darah.
"Heemm, tapi dua orang udah jadi bangkai, nih," pria itu langsung mendorong tubuh lemas Baron pada temannya yang langsung di tangkap.
"wah manis juga ya kamu, tenang kita mainnya pelan-pelan sebelum kamu di jual,"ujar teman pria itu memeluk perut Baron yang masih tertancap pisau, membuat Baron menangis dan berakhir menutup mata selamanya.
*******
Hazard terlihat berantakan, ia langsung mencari titik Anggi Jatuh, tapi Anehnya tak ada mayat Anggi yang di temukan.
"Tuan, Jika nyonya jatuh dari atas sana, seharusnya mayatnya ada di bawah sini atau di pasir itu.
"Kerahkan seluruh anak buah saya untuk mencari istri saya, pastikan mau di hidup atau mati, bawa pada saya," tekan Hazard menunjukkan wajah dinginnya.
Pria itu tak langsung pulang, ia masih sibuk menyelidiki dimana Anggi, hingga telepon dari seseorang mengalihkan perhatiannya.
"Dia menghilang!?"kata Hazard sedikit panik.
"Tuan kami sudah memantau nya selama 24 jam Tuan besar melarikan diri dari anak buah Tuan Azam, kami juga tidak tahu dimana ia pergi, kami minta maaf Tuan."
"Temukan Dia sebelum Anak buah Papa menemukannya, pastikan dia aman,dan jangan sampai ada yang mencium jejak kalian."
Ada perasaan lega kala Hazard mendengar kabar sosok yang ia lindungi kabur, tapi ia juga merasa resah bila terjadi sesuatu padanya, apalagi sekarang Anggi belum di temukan.
YUHUUUU, TERIMAKASIH KALIAN SUDAH LIKE😍TERIMA KASIH JUGA ATAS KRITIKNYA🤗
MESKIPUN GAGAL BAB TERBAIK NGGAK PAPA,TAPI SEMOGA KALIAN SELALU BACA YAH, SAMPAI SELESAI ☺