NovelToon NovelToon
Jiwa Yang Kembali (Replay 2004)

Jiwa Yang Kembali (Replay 2004)

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Persahabatan / Romantis / Time Travel / Mantan / Mengubah Takdir
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rita Sri Rosita

Raisa Swandi harus menghadapi kenyataan di gugat cerai suaminya Darma Wibisono, 11 tahun pernikahan mereka sirna begitu saja. Dia harus menerima kenyataan Darma yang dulu sangat mencintainya kini membuangnya seperti sampah. Tragedi bertubi-tubi datang dalam hudupnya belum sembuh Raisa dari trauma KDRT yang dialami dia harus kehilangan anak semata wayangnya Adam yang merupakan penyandang autis, Raisa yang putus asa kemudian mencoba bunuh diri locat dari jembatan. Tubuhnya terjatuh ke dalam sungai tiba-tiba saja fazel-fazel ingatan dari masalalu terlintas. Sampai dia terbangun di kosannya yang dulu dia tempati saat masih Kuliah di Bandung di tahun 2004

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Sri Rosita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabar Yang Terlembat

Tap... tap... tap...

Langkah kaki Raisa menggema di koridor rumah sakit yang sunyi. Jantungnya berdebar kencang seiring langkahnya yang tergesa-gesa.

Akhirnya, dia tiba di depan sebuah ruangan dengan nomor yang tertera jelas di pintunya.

Perlahan, Raisa membuka pintu itu.

Kreek ...

Suara pintu berderit memecah keheningan.

"Hmm..." Gumaman pelan Raisa sontak membuat semua mata yang ada di dalam ruangan itu tertuju padanya. Raisa hanya mengangguk kecil sambil tersenyum kikuk.

"Hai," sapa Raisa dengan nada sedikit gugup.

"Eh, ada pacarnya Digta," celetuk Yanto, memecah suasana tegang.

Digta, yang terbaring di ranjang rumah sakit, tampak sumringah melihat kedatangan Raisa.

Saat itu, Raisa berdiri cukup jauh dari ranjang Digta, merasa canggung dengan teman temannya Digta.

"Eh, sini-sini, Cha," kata Wawan sambil bergeser, memberi ruang agar Raisa bisa lebih dekat dengan Digta.

Dengan langkah ragu, Raisa pun mendekat ke arah Digta.

"Lu siap-siap aja dulu," ungkap Bambang sambil menepuk bahu Digta, memberikan semangat.

Tak lama kemudian, Bambang beranjak meninggalkan tempat itu, diikuti oleh Wawan dan Yanto.

"Lho, mau kemana?" tanya Digta heran, menatap teman-temannya dengan bingung.

"Ke bawah, ngurusin administrasi," sahut Wawan sambil berjalan menuju pintu.

"Nanti kalau udah beres kita balik sini," sambung Yanto, memberikan janji.

"Makasih ya, bro," ungkap Digta merasa sedikit tidak enak karena sudah merepotkan teman-temannya selama beberapa hari ini.

"Iya, santai aja, bro," ungkap Bambang sambil tersenyum menenangkan.

"Tolong jagain Digta ya," kata Bambang lagi sambil tersenyum menggoda ke arah Raisa.

"Eh, iya," sahut Raisa malu-malu, pipinya merona merah.

Dan tak lama kemudian, mereka bertiga pun pergi dari hadapan Digta dan Raisa, meninggalkan keduanya dalam keheningan.

Setelah suasana sepi, Raisa langsung memeluk Digta erat sambil menangis terisak.

Bruk ...

Tubuh Raisa bergetar dalam pelukan Digta.

"Hiks hiks hiks," Raisa memeluk Digta dengan erat, meluapkan segala kekhawatiran yang selama ini ia pendam.

"Aku nggak apa-apa kok," ungkap Digta sambil tersenyum lembut, berusaha menenangkan Raisa. Jantungnya berdebar kencang merasakan pelukan erat dari gadis yang dicintainya.

"Nggak apa-apa kok masuk rumah sakit," sahut Raisa masih menangis, kali ini air matanya semakin deras membasahi pundak Digta.

"Cup cup cup," Digta mencoba menenangkan Raisa dengan mengusap lembut punggungnya.

Mata Raisa pun menatap Digta, Raisa tampak kesal sekarang melihat tingkah Digta yang sepertinya menggodanya.

"Aku tuh kuatir banget, kamu kok malah bercanda," Raisa menatap Digta dengan tajam, sepertinya Raisa benar-benar kesal dengan sikap Digta yang terlalu santai.

"Aku nggak kepikiran buat hubungin siapa-siapa," ungkap Digta lagi, mencoba menjelaskan alasannya.

"Aku nggak penting yah buat kamu?" Nada suara Raisa terdengar sangat sedih, menusuk hati Digta.

"Haah," Digta terkejut mendengar pertanyaan Raisa.

"Bukan, Aku hanya bingung, aku yang membuat mu kehilangan seseorang yang kamu cintai di masa depan," Gumam Digta.

"Nggak gitu, Diana aja nggak aku kasih tau," ungkap Digta mencoba memperbaiki situasi yang napak penuh kesalah pahaman.

'Kok aku di samain sama Diana sih,' gerutu Raisa dalam hati, merasa sedikit kesal.

"Maafin aku ya udah bikin kamu sedih dan kuatir," ucap Digta lembut sambil mengusap butiran air mata Raisa yang masih tersisa di pipinya.

"Aku tuh takut, kamu kenapa-napa," Raisa mulai berkaca-kaca lagi, membayangkan hal-hal buruk yang mungkin terjadi pada Digta.

Digta menatap Raisa dengan penuh kasih sayang, kemudian memeluknya erat sambil mengelus kepalanya lembut.

"Terima kasih ya udah seperduli itu sama aku," kata Digta lembut sambil mengecup rambut Raisa, merasakan kehangatan dan cinta yang tulus dari gadis itu.

Kreek ...

Pintu tiba-tiba terbuka, teman-teman Digta muncul kembali, mengganggu momen intim mereka.

"Hmm," Bambang berdeham, menyindir keduanya.

"Kayaknya tadi kita kurang lama," celetuk Bambang melirik Wawan dengan senyuman.

Wawan hanya mengangguk sambil mesem-mesem, ikut menikmati momen lucu itu.

Raisa dan Digta pun menyadari kehadiran mereka, Digta segera melepaskan pelukannya, merasa sedikit malu.

"Sekarang, udah boleh pulang," ucap Bambang sambil tersenyum menatap Digta dan Raisa secara bergantian.

Wawan mulai menenteng tas Digta, bersiap untuk mengantar temannya pulang.

"Ini obat yang harus Digta minum," ungkap Bambang sambil memberikannya kepada Raisa.

"Euh..." Raisa sedikit terkejut menerima obat-obatan itu.

"Syukur deh sekarang udah ada yang ngurusin Digta," ucap Bambang sambil melirik Digta, Digta hanya tersenyum tak lupa dia menggenggam tangan Raisa yang tampak masih malu.

Digta pun kemudian beranjak dari atas tempat tidurnya, merasa lebih baik setelah bertemu dengan Raisa.

"Yuks," ucap Digta dengan semangat baru.

Raisa langsung menggandeng tangan Digta, menuntunnya dengan lembut.

Wawan dan Bambang yang melihat hal itu langsung berajak terlebih dahulu, memberikan ruang bagi pasangan itu.

"Jalannya pelan-pelan aja," ucap Raisa sambil menatap Digta dengan penuh perhatian.

"Iya!" sahut Digta pasrah saja ketika Raisa menuntunnya dengan sabar.

Digta di antar pulang Bambang sedang Yanto tak kelihatan lagi batang hidungnya dia pergi ke kampus karena ada kelas pagi.

1
kalea rizuky
sama sama balik ternyata
kalea rizuky
jd inget cerita sebelah yg persis ini abis cerai trs balik ke masa lalu ngejar cinta pertama ny.. judulnya aku ingin. jodohku cinta pertama ku.. mantan suami nya kaku cuek gt lah makanya cerai
lin sya
pemeran utama nya bodoh, lemah gmpng ditindas kyk sidarma cowok satu satunya didunia pdhl GK hrs kyk gtu ngadepin suami kejam yg gk tau trimakasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!