NovelToon NovelToon
BANGKIT DARI LUKA

BANGKIT DARI LUKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami
Popularitas:22k
Nilai: 5
Nama Author: santi damayanti

Amira 3 Tahun Jadi TKI, melunasi hutang keluarga suami
meninggalkan dua anaknya yang masih kecil
saat pulang di mendapatkan
arjuna anak sulungnya usia 7 tahun sedang di pukul oleh seorang wanita
wanita itu adalah istri muda suaminya
anak keduanya saat itu usia 1 tahun tidak ada di rumah
Hati Amira hancur namun dia harus tetap hidup
sebuah kisah kebangkitan wanita

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi damayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

siapa sebenarnya

Waktu terus berlalu. Amira masih di rumah Niko.

Niko kembali masuk ke toko elektroniknya.

Dia mengumpulkan semua karyawan.

Tidak ada yang berubah. Niko hanya formalitas mengumpulkan semua karyawan.

“Saya berharap kalian semua jujur. Walau barang yang hilang tak seberapa, saya tidak akan menoleransi segala bentuk pencurian.”

Niko mengedarkan pandangan kepada semua karyawan.

Semua tertunduk dengan ekspresi masing-masing.

“Hari ini ada 100 ponsel yang datang. Saya harap kalian mencatat dengan benar.”

Kembali dia mengedarkan pandangan.

“Tegakkan muka kalian dong. Ini ada orang yang menitipkan ponsel kepada saya. Kalau kalian bisa menjualnya, kalian akan dapat bonus besar.”

Mendengar kata bonus, tentu saja wajah mereka sumringah.

“Apakah kalian siap?”

“Siap!” jawab semua orang.

Hari berjalan seperti biasa.

Sebagian karyawan masih saja ragu kalau Udin adalah pencuri, tetapi barang bukti begitu nyata.

Biasanya Niko cuek dan tidak memperhatikan kinerja karyawannya, namun kali ini dia memperhatikan semuanya.

“Yah, kalah lagi!” teriak Niko sambil memegang ponsel, seolah sedang bermain gim, padahal dia sama sekali tidak bermain.

Sebenarnya Niko sedang mengamati. Ternyata pembeli tidak terlalu ramai.

Malik tidak mencolok. Pelayanannya kepada customer juga biasa saja.

Niko pernah berjaga di toko lain. Di toko lain, sering sekali karyawan bolak-balik bertanya kepadanya untuk menentukan harga terakhir. Namun, Niko baru sadar kalau di toko ini para karyawan seperti tidak aktif.

Ingatannya kembali kepada Udin. Udin sering kali bolak-balik kepadanya menanyakan harga, namun waktu itu Niko menganggap Udin mengganggu dirinya dan kadang dianggap mencari muka.

Niko melihat jam dinding. Sudah pukul 11 siang.

“Malik,” panggil Niko.

Malik segera datang menghampiri Niko.

“Saya mau makan siang di luar. Nanti ada barang yang datang, kamu atur ya.”

Malik terdiam sebentar.

“Enggak enak kalau enggak ada Bapak. Bapak makan siangnya di sini saja, nanti saya belikan, Pak....”

“Kenapa memang?” tanya Niko.

“Bapak harus menyaksikan turunnya barang, Pak, biar enggak salah hitung.”

“Sudahlah, pencurinya sudah tidak ada. Saya percaya sama kalian,” ucap Niko malas.

Niko keluar dari ruko.

Tak lama kemudian, mobil boks datang.

Malik menghampiri sopir.

“Bang, barang yang datang ada berapa?” tanya Malik.

“Ada 102,” ucap sopir sambil melihat surat jalan.

Malik menyaksikan kalau surat jalan itu hanya tulisan tangan.

“Bang, kita bisa bicara dulu enggak?” bisik Malik.

Sopir itu melihat Malik sekilas.

“Kita ngobrol di depan,” ucap Malik.

Sopir menatap Malik ragu. Kemudian Malik memperlihatkan uang di kantongnya, lalu memasukkannya lagi.

Sopir tampaknya sudah paham. Dia hanya menganggukkan kepala.

Sopir mengikuti Malik berjalan ke depan.

“Bos saya tahunya datang 100. Saya minta nota kosongnya ya.” Malik menyelipkan uang Rp200.000.

“Yah... kurang lah segini mah.”

Malik kembali memasukkan uang Rp200.000.

“Oke kalau begitu.”

Mereka berdua kembali ke ruko.

Malik langsung menuju gudang dan tidak ikut menurunkan barang dari mobil boks.

Malik menyusun tumpukan kardus ponsel itu di satu tempat.

“Lik, ribet amat sih kerja lu. Sono masih ada tempat kosong,” tegur Denis.

“Kata bos suruh taruh di sini,” jawab Malik.

“Bos kita memang aneh.”

“Memang aneh,” jawab Malik singkat.

Niko menelepon Malik, menanyakan kedatangan barang dan mengatakan kalau dia tidak kembali ke toko.

“Malik, bisa lembur enggak malam ini?” tanya Niko.

“Enggak bisa, Bos,” jawab Malik.

“Kenapa?”

“Istri saya mau kontrol, Pak.”

“Ya sudah deh kalau begitu. Siapa yang bisa lembur?”

“Denis kayaknya mau, Pak, asal uang lemburnya dikasih langsung, Bos.”

“Ya sudah, bilangin sama Denis.”

“Siap, Bos.”

Sambungan terputus.

Malik menghampiri Denis dan menyampaikan kalau bosnya ingin Denis lembur.

Denis yang sedang dikejar setoran tentu saja mau.

Waktu terus berlalu. Malam pun tiba.

Denis memasukkan semua barang. Karena mengantuk dan pelanggan juga sudah tidak ada, akhirnya dia menutup ruko kemudian pulang.

Pukul 1 malam, jalan sudah lengang. Banyak lampu yang sudah mati.

Dua motor tiba di ruko. Dua orang masuk ke ruko, sementara dua orang lainnya menunggu di sepeda motor.

Mereka memakai jaket ojek online. Di motor mereka juga ada tempat menaruh ponsel.

Sekilas mereka seperti ojol yang sedang mencari orderan.

Dua orang yang masuk ke ruko tanpa kesulitan sama sekali masuk ke dalam.

Seolah sudah tahu jalur mana saja yang tidak terpantau CCTV, mereka mengambil beberapa barang dan memasukkannya ke dalam jaket.

Mereka masuk ke gudang. Gudang yang dikunci memakai kode itu dengan mudah mereka buka.

Mereka berdua seolah sudah tahu target yang akan mereka ambil.

Hanya dalam waktu 10 menit mereka sudah mengambil beberapa barang.

Mereka sudah berada di depan ruko, mendekati dua orang yang sudah menunggu.

“Kata bos, lempar satu barang bukti ke ruko sana,” ucap seseorang sambil menunjuk ruko Amira.

“Ah, bikin repot saja.”

“Udah lakuin aja. Lagian enggak ada orangnya di sana.”

“Kemarin-kemarin ada.”

“Kata bos, sudah beberapa hari ini mereka enggak ada.”

“Jadi kosong itu ruko?”

“Kosong.”

Tak banyak bicara lagi, salah satu dari mereka menuju ruko Amira, kemudian melempar salah satu dus ponsel.

Lalu kembali lagi.

Dua motor itu cepat melaju dengan kecepatan sedang, benar-benar seperti tukang ojek dan penumpang.

...

Pagi pun datang.

Niko kembali beraktivitas di ruko. Amira sudah ada di ruko. Dia sedang menunggu etalase datang sambil menyusun menu dagangan. Nanda mengawasi Arjuna dan Dewi bermain.

Niko memanggil Malik.

“Malik, kemarin berapa barang yang datang?”

Malik terdiam. Tidak biasanya bosnya bertanya seperti itu. Biasanya pertanyaannya, “Benar enggak 100 yang datang?”

“102, Bos,” jawab Malik.

“Wah, jujur juga dia,” ucap Niko dalam hati.

“Bagus, kamu sudah jujur. Tak percuma saya percaya sama kamu,” jawab Niko.

“Syukurlah aku menjawab dengan jujur,” ucap Malik dalam hati.

Niko terus mengecek barang dagangannya. Ini bukan kebiasaan Niko dan membuat sebagian karyawan waswas.

Kemudian Niko berjalan ke gudang. Niko menghela napas lalu keluar dari gudang.

Malik sibuk menata barang, namun perhatiannya tertuju pada tingkah laku bosnya yang mencurigakan.

“Kayaknya ada barang hilang lagi deh,” ucap Malik.

Semua karyawan yang sedang menata barang terdiam.

Suasana mendadak hening.

Niko yang sudah duduk di kursi kembali berdiri.

“Apa ada yang hilang lagi?” ucap Niko.

“Iya, Bos. Ini kayaknya beberapa lampu ada yang hilang.”

“Coba cek barang lain. Apa ada yang hilang,” perintah Niko.

Suasana tegang dan Niko melihat wajah Denis yang paling tegang.

Semua memeriksa barang dan mencocokkannya dengan catatan terakhir kemarin.

“Gawat, Pak. Banyak barang yang hilang,” ucap Malik.

“Sialan!” bentak Niko. “Padahal si Udin sudah keluar, tapi kenapa masih ada pencuri?”

Semua karyawan terlihat putus asa. Belum juga seminggu, tetapi mereka sudah kembali kehilangan barang.

“Siapa yang kemarin terakhir pulang?” ucap Niko dengan nada tinggi.

1
nunik rahyuni
waduuuh dewi kamu bikin masalah untuk anjani...bisa bisa di tangkap sama damkar di tuduh meresahkan warga.kya aq jg klo ketemu ular bisa parno berminggu minggu..jangan di ulangi suruh anjani sembunyi lg. keluar di saat tertentu saja
sunaryati jarum
Hewan ditolong akhirnya balas budi
Test Baru
kak autothor udah 2 hari kok belum up lagi sih 🙏🙏🙏
falea sezi
ular gaib kah
falea sezi
amira ini tolol liat anak mu menderita buat TKW semua gaji Jagan di kasih suami🤣 iya klo suamimu setia
nunik rahyuni
hah untung cs sama anjani....klo g mana mau anjani membantu🤣🤣🤣dan kenapa dewi jd penakut biasanya suka kelahi
sunaryati jarum
Ular Dewi yang beraksi
nunik rahyuni
thor deei manggilnya kok ganti2..dlu mamah td kok jd bunda mana yg betul
besok ibu trus simbok ato biyung🤣🤣🤣
nunik rahyuni
mereka yg celaka ato mereka yg di celakai .
sebagai pelampiasan dewi karena g di izinkn anjani masuk ruko jadilah preman nya yg di hajar dewi dan dililit anjani🤣🤣🤣🤔
nunik rahyuni: iya..klo tidurnya terganggu kan langsung jd sumala🤣🤣🤣
total 2 replies
nunik rahyuni
waduh...mau ngapain mereka....anjani muncul lah
mama
syg up ny cm sekali sehari😄
sunaryati jarum
Malik kamu salah, kau sekarang tidak bisa menyentuh Niko.Jika kau menargetkan Amira kau salah cari lawan.Dino sudah jadi pantauan dan pengawasan Niko.
sunaryati jarum
Wah mungkin Mery suka sama Udin
sunaryati jarum
Lanjut , semoga penghasilan kamu makin banyak Udin
nunik rahyuni
thor dewi mana...kangen nyaaaa q sm bocah ni..
nunik rahyuni
dilanjuut....bnyak lho kisah udin ini di dunia nyata...anak dr pejuang yg di lupakan..mudah2 an mereka mendapat nasib yg beruntung jd g mengharspkan negara
Anonim
Lanjut lagi up nya thor seru
sukensri hardiati
ruko ukuran 2x3 m ...?
sunaryati jarum
Uangmu utuh Jika modal dari bos Clara
sunaryati jarum
Kena batunya Malik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!