NovelToon NovelToon
Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Indrie Lestari

Setelah berhasil melarikan diri dari siksaan Om dan Tantenya, Bella Claudia remaja (13 tahun) tidak sengaja bertemu dengan sosok Andrew Permana (25 tahun) saat wanita itu ingin mengakhiri hidupnya di usia muda. namun Andrew menghalangi dan menolong Bella pada saat itu, pertemuan di antara mereka tersebut membuat Bella jatuh cinta kepada Andrew saat pandang pertama. hingga beranjak dewasa, tepatnya saat usia Bella menginjak 23 tahun. perasaan itu tumbuh semakin besar untuk pria yang selama 10 tahun dia panggil dengan sebutan paman Andrew tersebut, di saat wanita itu ingin melupakan perasaannya kepada Andrew tiba-tiba sebuah insiden panas di antara mereka terjadi dan membuat mereka terpaksa menikah. semenjak menikah sikap Andrew berubah dingin dan galak kepada Bella, namun wanita itu tidak menyerah dia akan membuat pria itu berbalik mengejarnya dan mencintainya pula.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indrie Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 : Bunuh diri yang gagal

Sementara di atas jembatan terlihat Bella yang mulai menaiki besi pembatas tersebut bersiap untuk melompat ke bawah.

JLEDAAAARRRR!

Tubuh Bella sedikit tersentak setelah mendengar suara petir yang cukup keras dengan di iringi hujan yang belum juga reda. namun suara petir dan hujan lebat tidak menghalangi niat Bella yang sudah bulat untuk mengakhiri hidupnya sendiri malam ini.

"Ayah sampai ketemu di sana!, dan untuk bi Sri maafkan Bella yang tidak bisa mewujudkan mimpi dan harapan bi Sri untuk tetap hidup dan membawa bi Sri keluar dari rumah itu" Ucap Bella berpamitan dengan suara Isak tangis yang begitu pilu.

Kini Bella mulai melebarkan kedua tangannya dan perlahan memejamkan matanya sebelum benar-benar melompat dari atas jembatan.

Kini mobil milik Andrew mulai melewati sosok Bella yang sudah berdiri di atas batas besi jembatan seperti sudah siap untuk meloncat ke bawah. sementara di dalam mobil Fatir terus menatap ke arah luar jendela dengan mulut yang terus bergerutu.

"Gila kayanya masih muda banget tuh cewek, kaya seumuran keponakan mu Kevin. sayang banget harus mengakhiri hidupnya dengan tragis di usia semuda itu" Ucap Fatir merasa sedih dan prihatin.

Ia sampai menoleh ke arah belakang untuk memastikan gadis muda itu sudah melompat atau belum karena mobil mereka baru saja melewati gadis itu.

Andrew terlihat diam dan terus menatap ke arah depan, namun kini tatapan matanya tertuju ke arah kaca spion mobil yang menunjukan sosok gadis muda yang sudah bersiap untuk melompat dari atas jembatan.

Tiba-tiba saja hati pria itu merasa tidak tenang dan merasa kasihan setelah mobilnya melewati gadis muda tesebut.

BERHENTI PAK JOKO, SEGERA MENEPI! ucap Andrew tiba-tiba berteriak.

Sontak saja pak Joko langsung menghentikan laju mobilnya dan mulai menepi sesuai perintah tuan mudanya itu. sementara Fatir telihat mengerutkan keningnya heran karena Andrew tiba-tiba saja meminta berhenti di tengah jalan seperti ini.

"Ada apa bro?, kenapa minta berhenti di tengah jalan." Tanya Fatir terlihat heran.

Diam, itu lah yang di lakukan Andrew saat ini. pria itu tidak berniat untuk menjawab pertanyaan dari Fatur si super bawel itu.

"Ada payung gak pak?" Tanya Andrew kepada pak Joko.

"Ada tuan, ini payungnya." Ucap pak Joko sembari memberikan sebuah payung kepada Andrew.

Andrew mulai meraih payung yang ada di tangan pak Joko dan segera keluar dari mobil. Ia langsung berlari ke arah belakang untuk menghentikan rencana bunuh diri gadis muda itu.

Melihat tingkah laku Andrew, pak Joko dan Fatir seketika heran karena pria itu keluar begitu saja dari dalam mobil tanpa berbicara apapun. tapi mereka berdua sangat yakin jika Andrew berniat menghampiri gadis muda yang ingin bunuh diri itu.

"Katanya gak boleh ikut campur urusan orang lain, tapi dirinya sendiri turun dari mobil untuk mencegah gadis itu bunuh diri. Ternyata masih punya hati nurani juga dia?" Kekeh Fatir merasa lucu dengan kelakuan sahabatnya itu.

"Pak ada payung satu lagi gak?, saya mau menyusul Ethan." Ucap Fatir menatap ke arah pak Joko.

"Ada tuan sebentar saya ambilkan dulu." Ucap pak Joko sedang mencari satu payung lagi.

Tidak menunggu lama pak Joko segera memberikan payung tersebut kepada Fatir, Fatir yang telah menerima payung dari pak Joko segera keluar dari mobil untuk menyusul Andrew.

Sementara di atas batas besi jembatan Bella sudah bersiap untuk melompat, terlihat ia menghela nafasnya pelan. namun tiba-tiba suara berat seorang pria dewasa menghentikan aksi gadis itu.

BERHENTI JANGAN MELOMPAT!

teriak Andrew mulai berlari ke arah Bella dengan memayungi tubuhnya sendiri.

Bella langsung menatap ke asal suara tersebut tanpa turun dari batas besi jembatan, kini samar-samar ia melihat sosok pria yang tengah berlari ke arahnya sembari memakai payung. kurangnya lampu penerangan dan guyuran hujan yang cukup deras membuat Bella tidak terlalu jelas mengenali wajah pria itu.

Andrew mulai mendekat dan berniat untuk menyuruh gadis yang tengah berdiri di atas pembatas jembatan tersebut untuk segera turun, namun langkahnya terhenti ketika mendengar sebuah teriakan dari gadis muda itu.

PERGI SANA! JANGAN MENDEKAT, AKU MAU MATI SAJA! PERCUMA HIDUP DI DUNIA PUN AKU SUDAH TIDAK MEMILIKI SIAPA-SIAPA LAGI. OM DAN TANTE KU TERUS MENYIKSA KU DAN BERNIAT MEMBUNUH KU DEMI UANG ASURANSI. BARUSAN AKU HAMPIR SAJA DI LECEHKAN OLEH DUA PRIA TIDAK DI KENAL, BUKAN KAH HIDUP KU BEGITU SIAL DAN SIA-SIA? JADI LEBIH BAIK AKU MATI SAJA MENYUSUL AYAH KU DI SURGA HIKS HIKS HIKS." Teriak Bella mengeluarkan uneg-uneg di dalam hatinya sembari menatap ke arah pria yang berusaha ingin menahan nya untuk tidak bunuh diri.

DEG!

dada Andrew terasa sakit dan sesak setelah mendengar suara pilu dan tatapan penuh luka dari gadis yang berniat untuk melompat dari atas jembatan itu.

"Kenapa hati ku terasa sakit?, padahal aku tidak mengenal gadis itu sama sekali." Lirih Andrew memegangi dada sebelah kirinya yang terasa sakit setelah mendengar sepenggal cerita dari gadis tersebut.

Kini Andrew merasa sangat kasihan dan prihatin, karena ternyata kehidupan gadis muda yang ada di hadapanya itu begitu pilu dan menyakitkan sehingga ia memilih  untuk menyerah dan ingin mengakhiri hidupnya sendiri padahal usianya masih sangat muda.

PERGI JANGAN GANGGU AKU! BIARKAN AKU MATI SAJA! teriak Bella lagi dengan suara yang bergetar dan pilu.

Ucapan Bella barusan menambah rasa sakit di hati Andrew sehingga membuat pria itu semakin yakin untuk menyelamatkan gadis muda itu dan membawanya pulang bersamanya saat ini.

JANGAN BERTINDAK GEGABAH DAN BODOH, KAMU MASIH SANGAT MUDA DAN MASIH LABIL. MASA MUDA MU AKAN TERASA SIA-SIA JIKA KAMU MEMUTUSKAN UNTUK BUNUH DIRI, DARI PADA BERNIAT BUNUH DIRI KENAPA KAMU TIDAK BERUSAHA BANGKIT DAN MENUNJUKAN KEPADA DUNIA DAN ORANG-ORANG YANG TELAH MENYAKITI MU JIKA KAMU AKAN SUKSES DI MASA DEPAN" ucap Andrew mulai berjalan mendekat kearah gadis tersebut mencoba membujuknya.

"HAHAHAHAHAHA...UCAP MU SANGAT LUCU TUAN!. MANA MUNGKIN ORANG SEPERTI KU MEMILIKI MASA DEPAN DAN SUKSES, SEDANGKAN SEKARANG SAJA AKU INI HANYA SEBATANG KARA DAN TIDAK MEMILIKI UANG SAMA SEKALI. JIKA PUN AKU TIDAK MATI BUNUH DIRI MALAM INI, PASTI AKU AKAN MATI JUGA AKHIRNYA DI PINGGIR JALAN KARENA KELAPARAN." Ucap Bella tertawa pilu.

"KAMU TIDAK AKAN SENDIRIAN LAGI, KARENA AKU AKAN MEMBANTU MU MERAIH IMPIAN DAN CITA-CITA MU. JIKA PERLU AKU AKAN MEMBANTU MU UNTUK BALAS DENDAM KEPADA ORANG-ORANG YANG TELAH MENYAKITI MU SELAMA INI. AKU BERJANJI!" ucap Andrew sudah berdiri di samping Bella dan mulai memayungi tubuh gadis tersebut.

Lalu Andrew segera mengulurkan tangan nya ke arah gadis itu untuk membujuknya turun. kini terlihat tubuh belakang Andrew agak basah karena tidak terpayungi dengan benar. karena payung yang sedang ia pegang tidak cukup untuk 2 orang.

DEG!

Bella terdiam, tatapan matanya kini langsung bertemu dengan kedua manik mata pria asing yang terlihat begitu tulus menatap ke arahnya saat ini.

Dadanya langsung berdebar kencang namun bukan karena merasa takut namun seperti ada perasaan aneh yang baru pertama kali wanita itu rasanya.

"apakah tuan bersungguh-sungguh dengan ucapan anda barusan?, anda tidak akan membohongi ku atau jangan-jangan tuan akan menjual ku nantinya." Ucap Bella masih belum percaya dan mulai berburuk sangka.

"Hahahaha... kamu lucu sekali, aku tidak akan berbohong atau pun menjual mu. Lagi pula aku memiliki banyak aset dan uang, untuk apa menjual mu" Jawab Andrew sembari tertawa pelan setelah mendengar ucapan gadis muda yang ada di depannya itu.

Bella terlihat agak terkejut karena pria dewasa yang ada di depannya saat ini ternyata orang kaya dan memiliki banyak uang. sangat terlihat dari penampilanya yang begitu rapih dan berwibawah.

Namun Bella tidak mau begitu saja percaya pasti ada alasan lain kenapa pria itu mau menolong dan membantu dirinya yang hanya orang asing.

"Apa alasan tuan ingin menolong ku?" Tanya Bella menatap wajah pria itu.

Andrew terdiam sejenak karena bingung harus menjawab apa karena ia sendiri pun bingung kenapa ingin sekali menolong gadis yang ada di hadapanya saat ini

"Ntahlah... yang pasti niat ku ini baik dan aku ingin membuat hidup mu lebih baik dengan masa depan yang cerah." Ucap Andrew asal, namun ia bersungguh-sungguh tentang ingin membuat hidup gadis yang ada di hadapanya ini lebih baik.

Bella terteguh setelah mendengar alasan pria yang ada di hadapannya ini, kini ia sudah sangat yakin jika pria di hadapanya ini adalah orang baik dan berniat membantunya melawan kerasnya dunia.

"Ya tuhan semoga saja ucapan pria ini benar, aku bersumpah akan mengabdikan diri ku seumur hidup kepada pria ini." Batin Bella terus menatap ke arah manik mata pria yang terlihat tulus itu.

"Ayo segera ikut dengan ku, jangan takut." Ajak Andrew masih mengulurkan tanganya ke arah Bella berharap gadis itu akan segera menyambut uluran tangan nya.

Kini Bella terlihat menghela nafasnya pelan dan mulai meraih tangan pria dewasa yang ada di hadapanya itu.

Andrew terlihat tersenyum tipis karena telah berhasil membujuk gadis muda itu untuk turun dari atas jembatan sekaligus mengagalkan rencana bunuh diri gadis tersebut. kini mereka berdua tengah berdiri saling berhadapan di bawa payung dengan jarak yang cukup dekat.

"Be...lla, namu ku Bella." Ucap Bella gugup memperkenalkan dirinya di hadapan Andrew.

"Nama ku Andrew, panggil saja aku paman Andrew mulai sekarang."

"Baik tuan....ehh maaf maksud nya paman Andrew." Ucap Bella gugup karena salah memanggil.

"Tidak apa-apa, lambat laun juga pasti kamu akan terbiasa." Ucap Andrew tersenyum ke arah Bella.

Bella merasakan hatinya tiba-tiba menghangat setelah melihat senyum tulus dari pria yang akan dia panggil dengan sebutan paman untuk ke depannya.

Fatir yang baru saja datang terlihat mengerutkan keningnya heran karena gadis muda itu sudah turun dari atas jembatan dan saat ini sedang saling bertatapan dengan Andrew di bawah payung.

"Apa yang telah terjadi?, apakah aku telah melewatkan drama yang begitu seru." Gumam Fatir heran karena masih bingung dengan kondisi yang ada di hadapanya saat ini.

"Andrew apa yang terjadi?, kenapa gadis ini tidak jadi bunuh diri?" Tanya Fatir yang mulai menghampiri Andrew.

mendengar suara Fatir, Andrew langsung menatap tajam ke arah sahabatnya itu. memberi kode agar Fatir tidak banyak bicara lagi.

"Jangan bawel!, nanti akan aku jelaskan semuanya saat sampai di rumah." Bisik Andrew begitu santai.

Fatir telihat mendengus pelan, padahal ia sudah sangat penasaran sekali kenapa harus menunggu sampai mereka tiba di jakarta padahal Andrew bisa menjelaskannya sekarang juga.

Setelah selesai berbicara dengan Fatir kini Andrew terlihat kembali menatap ke arah Bella.

"Ayo kita segera pergi ke mobil sekarang juga, aku akan membawa mu pulang ke jakarta." Ajak Andrew kepada Bella.

"Baik paman." Jawab Bella patuh.

Kini Andrew dan Bella mulai berjalan bersama di dalam satu payung karena hujan masih turun dan belum terlihat akan reda.

Namun baru beberapa langkah berjalan kepala Bella terasa pusing, kini tubuhnya mulai oleng ke arah samping. untung saja dengan cepat Andrew langsung menangkap tubuh Bella yang sudah tidak sadarkan diri dalam dekapan pria itu.

Fatir yang berada di belakang Andrew terlihat begitu terkejut karena tiba-tiba saja gadis muda itu pingsan di dalam dekapan pria itu.

FATIR TOLONG CEPAT PANGGILKAN PAK JOKO UNTUK BERPUTAR BALIK MOBIL KE SINI! pinta Andrew begitu panik.

"Tunggu sebentar aku akan segera memanggil pak Joko." Ucap Fatir yang mulai berlari ke arah mobil dengan kecepatan penuh.

Tidak menunggu lama mobil milik Andrew telah berputar balik dan berhenti tepat di depan Andrew yang sedang merangkul tubuh Bella dengan di bantu Fatir dan pak Joko kini tubuh gadis itu telah masuk ke dalam mobil.

******

1
한스Hans
mampir Thor 👍 semangat
Indrie Lestari: siap kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!