NovelToon NovelToon
Muara Hati Azalea

Muara Hati Azalea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Naik ranjang/turun ranjang / Pengasuh
Popularitas:604.1k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Seminggu kematian mertuanya, Azalea dijatuhi talak oleh Reza, dengan alasannya tidak bisa memberikan keturunan kepadanya. Padahal selama tiga tahun pernikahan, Reza tinggal di kota, sementara Azalea tinggal di kampung mengurus mertuanya yang sakit-sakitan.

Azalea yang hidup sebatang kara pun memutuskan untuk merantau ke kota mencari pekerjaan. Ketika hendak menyebrang, Azalea melihat gadis kecil berlari ke tengah jalan, sementara banyak kendaraan berlalu lalang. Azalea pun berlari menyelamatkan gadis kecil itu.

Siapa sangka gadis kecil itu adalah Elora, putri dari mendiang kakaknya yang meninggal tiga tahun yang lalu.

Enzo, mantan kakak iparnya meminta Azalea menjadi pengasuh Erza dan Elora yang kekurangan kasih sayang.

Di kota inilah Azalea menemukan banyak kebenaran tentang Reza, mantan suaminya. Lalu, tentang Jasmine, mendiang kakak kandungnya.

Ketika Azalea akan pergi, Enzo mengajaknya nikah. Bukan karena cinta, tetapi karena kedua anaknya agar tidak kehilangan kasih sayang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Hari Minggu selalu terasa lebih damai di rumah itu. Cahaya matahari yang masuk malu-malu lewat jendela dapur dan suara burung yang bertengger di pagar belakang.

Azalea sudah sibuk sejak pagi. Di dapur, ia mengikat celemek sederhana, rambutnya tertutup rapi oleh jilbab. Tangannya cekatan menyiapkan bahan-bahan. Tepung, telur, daun bawang, daging cincang, semuanya ditata rapi di meja.

“Aromanya sangat enak,” gumam Azalea sendiri sambil tersenyum.

Erza dan Elora mondar-mandir di depan dapur seperti dua anak kucing kelaparan.

“Mommy bikin apa?” tanya Elora sambil berjinjit.

“Martabak telur,” jawab Azalea lembut. “Sama jus lemon.”

“Mmm!” Erza mengusap perutnya berlebihan. “Aku bisa makan tiga!”

Azalea tertawa kecil. “Pelan-pelan. Mommy bikin banyak.”

Hari itu Enzo ada di rumah. Ia duduk di ruang keluarga, membaca koran, tetapi sejak aroma masakan menyebar, matanya tak lagi fokus pada tulisan. Sesekali ia melirik ke arah dapur.

Tak lama kemudian, Azalea menyajikan martabak telur di meja makan. Warnanya keemasan, potongannya tebal, aromanya menggoda. Jus lemon dingin dituangkan ke dalam gelas-gelas bening.

“Ayo, sarapan,” kata Azalea sambil tersenyum.

Erza dan Elora bersorak kecil. Mereka makan dengan lahap, sampai mulut mereka penuh.

“Enak banget!” seru Elora.

“Ini martabak terenak di dunia!” tambah Erza tanpa ragu.

Azalea hanya tersenyum, menikmati pemandangan itu. Namun tanpa ia sadari, Enzo ikut duduk dan mengambil potongan martabak.

“Mas,” panggil Azalea refleks.

“Hm?” Enzo sudah menggigit.

Matanya sedikit membulat. “Ini … enak.” Kalimat itu keluar begitu saja, jujur, tanpa dibuat-buat.

Erza langsung protes. “Daddy jangan makan banyak-banyak! Itu punyaku!”

“Daddy cuma ambil satu saja,” sanggah Enzo, lalu mengambil satu lagi.

Elora ikut berebut. “Itu punya Elora!”

Azalea tertawa melihat pemandangan langka itu, seorang ayah berebut cemilan dengan anak-anaknya.

“Sudah, sudah,” kata Azalea sambil mengangkat tangan. “Mas mengalah dulu, ya.”

Enzo menoleh. “Ish, aku kan masih ingin makan,” gumamnya.

“Aku akan buatkan martabak telur khusus untuk Mas,” jawab Azalea ringan.

Erza dan Elora langsung bersorak. “Yaaay!”

Enzo terdiam sesaat. “Apa tidak merepotkan?” tanyanya.

Azalea menggeleng. “Tidak. Aku senang memasak.”

Dari tatapan matanya ada ketulusan di sana. Bukan kewajiban atau paksaan.

Enzo mengangguk pelan. “Ma-ka-sih.”

Azalea tersenyum lembut. Dulu, kata itu tidak pernah keluar dari mulutnya. Dia berharap Enzo seperti anak-anak yang sudah mulai terbiasa mengucapkan "terima kasih" dan "maaf" jika salah.

Azalea kembali ke dapur. Ia menyiapkan adonan baru, menyalakan kompor, dan menuang sedikit minyak ke teflon.

Tak lama kemudian, langkah kaki terdengar di belakangnya. Enzo berdiri di ambang dapur, menyandarkan tubuh pada kusen pintu.

“Kamu tidak capek?” tanya pria itu.

Azalea menoleh sekilas. “Tidak.”

Enzo melangkah masuk. “Aku mau lihat prosesnya.”

Azalea mengernyit heran. “Kenapa?”

“Biar tahu higienis atau tidak,” jawab Enzo datar.

“Aku tidak mau perutku dan perut anak-anak kemasukan makanan buruk.”

Azalea tersenyum kecil. “Tenang saja. Aku masak dengan bersih.”

Enzo mengangguk, lalu berdiri di samping kabinet dapur. Posisi mereka terlalu dekat.

Azalea sampai bisa mencium aroma parfum maskulinnya, lembut, tidak menyengat. Ia menuang adonan ke teflon, menaburkan isian, lalu melipatnya dengan cekatan.

“Dulu Jasmine juga suka masak?” tanya Enzo tiba-tiba.

Azalea terdiam sesaat, lalu mengangguk. “Iya. Kak Jasmine suka masak untuk orang yang dia sayangi.”

Enzo menelan ludah.

Azalea hendak mengangkat martabak dari teflon. Tangannya bergerak cepat, fokus. Namun, pada saat yang sama, Enzo reflek meraih sisi teflon.

“Mas, jangan—!”

Terlambat.

“Tss—!” Enzo tersentak. Tangannya mengenai martabak yang masih panas.

Azalea panik. Ia menjatuhkan spatula dan spontan menarik tangan Enzo. “Mas! Kamu kenapa sih!” suaranya bergetar.

Kulit jari Enzo memerah.

Tanpa berpikir panjang, Azalea mengangkat tangan itu dan mengemutnya. Gerakan itu refleks seperti seorang ibu yang biasa menenangkan luka kecil anak-anaknya. Namun, ini bukan tangan anak kecil. Ini tangan Enzo.

Enzo membeku. Napasnya tertahan. Dia merasakan bibir Azalea yang lembut dan lidah yang hangat.

Azalea juga terdiam. Baru beberapa detik kemudian ia sadar apa yang ia lakukan. Ia hendak melepaskan, tetapi sudah terlambat.

Mata mereka bertemu. Jarak mereka begitu dekat.

Sorot mata Enzo berubah, tidak lagi dingin, tidak lagi kosong. Ada sesuatu yang bergerak pelan di sana. Sesuatu yang selama ini terkunci.

Azalea bisa mendengar detak jantungnya sendiri. “Ma—maaf,” bisiknya akhirnya, melepaskan tangan Enzo dengan cepat. Wajahnya memanas. “E, tadi itu ... aku refleks.”

Enzo masih menatapnya. Tangannya masih tergenggam di udara, seolah kehilangan sesuatu. “Tidak apa-apa,” katanya pelan. “Aku juga kaget saja.”

Hening menyelimuti dapur. Hanya suara martabak yang masih mendesis pelan di atas teflon.

Azalea buru-buru membalik martabak, mencoba menutupi kegugupan. “Martabaknya hampir gosong,” ucapnya, berusaha terdengar normal.

Enzo mengangguk, lalu melangkah mundur sedikit. Namun sebelum pergi, ia berkata lirih, “Terima kasih.”

Azalea menoleh. “Untuk apa?”

“Untuk hal-hal kecil,” jawab Enzo. “Yang selama ini tidak pernah aku rasakan lagi.”

Kalimat itu menancap di dada Azalea.

Setelah Enzo keluar dari dapur, Azalea bersandar sejenak pada meja. Tangannya masih bergetar.

Dua hati yang sama-sama pernah hancur baru saja disentuh oleh kehangatan yang tak disengaja dan tak bisa lagi diabaikan.

Dan tanpa mereka sadari, dari martabak telur yang sederhana, sebuah perasaan mulai tumbuh secara pelan, hangat, dan semakin sulit disangkal.

1
Susma Wati
untuk kali ini enzo tidak terjebak akan permainan karmila, enzo mendapatkan kebenaran akan apa yang terjadi pada jasmine adalah permainan karmila dan dia teramat menyesal, tapi dengan apa yang menimpa azelea yang di fitnah terkuak sudah kejahatan karmila yang tidak dapat di maafkan oleh enzo dan mama elsa, tapi bagaimana dengan azelea jika tahu kakaknya meninggal karena fitnah karmila dan ketidak percaya an enzo terhadap jasmine yang membuat dia bersedih dan meninggal?
Ita rahmawati
huh dasar Enzo 😏
gimana kalo azalea tau ceritanya,,tp gpp sih azalea kan bijaksana pasti gpp sambil tersenyum menyejukkan 😂
SasSya
💔💔💔💔💔💔😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
sakit hati rasanya
remuk redam
Jasmine 🫂🫂🫂🫂
entahlah!!!
Enzo pantas menyesali semua
tapi ingat!!!
jangan berlarut2 meratapi masa lalu!!!!!
jangan mengulang!
kasih kabar istri di rumah!!!
Azalea khawatir itu
ah!!!!
entahlah!!!!
zo Enzo!!!
tragis sekali nasib Jasmine 🫂🫂🫂🫂😭😭
Ita rahmawati
lah berarti Enzo blm tau kalo itu permainan karmilot tp kok dia slalu minta maaf kalo inget Jasmine apa ada hal lain 🤔
Yuliana Tunru
fitnah mmg kejam dan harapan q.karma karmila lbh kejam dr kematian 😡
SasSya
sebenarnya ini yg ku tunggu....
pembersihan nama Jasmine
akhirnya semua terbuka dengan sejelas-jelasnya
mama
noh kan bner,enzo baru tau soal jasmine yg difitnah.,brrti km ooon pak enzoo🤣sekian lama bertahun tahun baru tau km🤭
Gadis misterius
Akhirnya kau menyesal kan enzo mknya jngn main tuduh selidiki dan pahami dngn pikiran hati yg tenang apa lagi dirimu orang yg pnya kuasa tp sdhlah smua sdh masa lalu sekrang jngn ulangi lagi
Ida Sriwidodo
Huft!
Bodo klp Enzo mengulanginya ke Azalea meski dengan dalih penyesalan!
Tapi.. gimana reaksi Azalea jika tau apa yang terjadi sama kk nya sebelum akhirnya meninggoy? 🤔🤔
Rahma Inayah
dan pada. akhirnya Enzo hidup dlm penyesalan dan menghukum drnya sendri dlm kesunyian dan kegelapan dlm hidupnya hingga terang kmbli stlh bertmu dgn lea yg menerangi hidup nya dan juga ank2 nya
Kar Genjreng
makanya dirimu tidak bisa mengendalikan Emosi nya coba meranty jadi TKW dan di nikahin olehmu wanita baik ,,,setelah pergi baru menyesal dan datang terlambat penyesalan mue,,, Jasmine ahirnya mati sia sia di karena kan ulah si pELaKoR dan si bodoh Enzo percaya ya sudah cuco,,,
Kar Genjreng
dan sekarang apa akan kamu ulang kejadian beberapa tahun lalu,,, kenapa ga jawab telf Azalea apa mau terjadi lagi terhadap istri mu Enzo,,,, sekarang sudah jelas kan bukan perbuatan Istri mu,,,jangan sampai terulang lagi Istri mu sedang gelisah saat ini cepat lah pulang,,,Enzo kalau tidak mau terulang kembali,,,
Nifatul Masruro Hikari Masaru
kalau sudah tiada baru terasa
bahwa kehadirannya sungguh berharga
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Tragis sekali nasib Jasmine,difitnah sampai meninggal😥😥😥
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Kasihan Jasmine jadi korban si Karmila😥😥
Ida Sriwidodo
Wahh.. jan sampe rasa bersalah Enzo ke Jasmine bikin sikap Enzo ke Azalea berubah karena penyesalan karena rasa bersalah apalagi ketika orangnya udah ngga ada akan dibawa seumur hidup
Jan sampe karena penyesalan Enzo jadi mengabaikan Azalea 😱😱🤔🤔😬😬
Mundri Astuti
berarti dulu Enzo masih oon yak...
Gadis misterius
jngn disesali iya enzo smuanya sdh terjadi dan sdh berlalu yg pnting drimu tau klu jasmine prempuan baik2 sekrang waktunya mnjga azelea dan bahagiakan dia krn klu azelea bahagia insya Allah jamine juga ikut bahagia
Yuliana Tunru
makin lah marah dan murka enzo saat tau kamila yg fitnah jasmine dukunhingga meragukan kesetiaan jasmine hingga akhir hayat x beri hukuman ug indah enzo
Sugiharti Rusli
entah diimingi apa yah si Rendi selama ini dari si Karmila, apa dia hanya disuruh jadi mata" nya🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!