Di dunia kultivasi di mana yang kuat memangsa yang lemah, bakat adalah segalanya. Lin Tian, seorang murid luar Sekte Awan Azure, terlahir dengan Akar Spiritual cacat yang membuatnya menjadi bulan-bulanan dan diinjak-injak bagai serangga. Terjebak di dasar rantai makanan, takdirnya seolah sudah dikutuk menjadi batu pijakan bagi para jenius.
Namun, di malam yang dipenuhi darah dan keputusasaan, sebuah entitas misterius bangkit di dalam dirinya: Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi.
Sebuah sistem yang mampu menyerap esensi murni dari segala hal di alam semesta!
Sisa pil beracun yang dibuang? Ekstrak menjadi tetesan Qi murni tanpa cela!
Mayat binatang buas tingkat tinggi? Ekstrak esensi garis keturunannya!
Pemahaman bela diri musuh yang telah mati? Ekstrak dan jadikan milik sendiri!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17: Melanggar Hukum Sekte
Bau anyir darah segera menguar, bercampur dengan hawa dingin dari sisa-sisa teknik es yang hancur. Dua potongan tubuh Wang Jian tergeletak di atas pualam yang retak, sebuah pemandangan yang akan terukir abadi dalam mimpi buruk setiap murid Sekte Dalam yang hadir hari ini.
"Mati... Kakak Senior Wang Jian benar-benar mati..." seorang murid bergumam dengan bibir bergetar, lututnya lemas hingga ia jatuh terduduk.
Di pinggir arena, Han Lin yang sempat pingsan kini terbangun. Ketika matanya menangkap genangan darah tuannya, ia berteriak histeris, merangkak mundur dengan tangan dan kaki layaknya anjing ketakutan, air kencing merembes di jubah putihnya.
Di atas panggung, Lin Tian berdiri tanpa emosi. Ia bahkan tidak melirik mayat Wang Jian. Matanya menatap lurus ke arah paviliun VVIP, menembus formasi pelindung, langsung menuju jajaran para tetua yang masih membeku.
Tiba-tiba, sebuah auman yang dipenuhi amarah melengking merobek langit Sekte Awan Azure.
"BOCAH IBLIS! BERANINYA KAU!"
Sebuah bayangan merah melesat dari salah satu puncak gunung terdekat. Kecepatannya jauh melampaui Wang Jian, merobek udara hingga menciptakan ledakan sonik berturut-turut. Tekanan spiritual yang turun dari langit tidak lagi berada di ranah Pengumpulan Qi.
Itu adalah tekanan dari seseorang yang telah memadatkan lautan Qi menjadi cairan murni.
Ranah Pembentukan Pondasi!
Sosok itu mendarat dengan keras di paviliun tetua, menghancurkan atapnya. Ia adalah Tetua Wang Lie, kakek paman dari Wang Jian dan Wang Lei, sekaligus salah satu pilar utama Faksi Wang di sekte. Matanya merah menyala menatap jasad cucu kebanggaannya.
"Menggunakan ilmu sihir iblis untuk memadatkan Niat Pedang palsu dan membunuh sesama murid... Dosa ini tidak bisa diampuni! Kau harus diubah menjadi abu dan jiwamu dibakar di Lentera Penyiksa!"
Mengabaikan seluruh aturan sekte, Tetua Wang Lie menjulurkan tangan kanannya ke depan. Qi cair berwarna merah api meledak keluar, membentuk sebuah telapak tangan raksasa bersuhu ribuan derajat yang langsung menekan ke arah Panggung Hidup dan Mati.
Serangan Pembentukan Pondasi tidak bisa dibandingkan dengan Pengumpulan Qi. Telapak tangan api itu menyegel ruang di sekitar Lin Tian, membuat teknik Langkah Badai Astral tidak bisa diaktifkan untuk melarikan diri.
[Ding! Peringatan Kritis!]
[Mendeteksi serangan setara Pembentukan Pondasi Tahap 2.]
[Ancaman fatal. Ruang di sekitar Inang telah disegel.]
[Saran Sistem: Gunakan 15 Tetes Qi Murni yang baru diekstrak untuk memicu 'Kelebihan Beban' (Overload) pada Benih Niat Pedang!]
"Lakukan!" raung Lin Tian dalam hatinya. Ia tahu ia tidak bisa mundur.
Lima belas tetes Qi Murni absolut yang ia rampas dari fondasi Wang Jian langsung diledakkan secara bersamaan di dalam dantian-nya. Energi yang sangat ganas membanjiri meridiannya, hingga darah merembes keluar dari pori-pori kulit Lin Tian.
Ia menyalurkan seluruh energi gila itu ke dalam Benih Niat Pedang Kehancuran.
Belati Baja Hitam di tangannya mendengung dengan suara yang menyayat hati, seolah memprotes karena tidak sanggup menahan kekuatan absolut yang disalurkan ke dalamnya. Bilah hitam itu bersinar seterang bintang perak, memancarkan aura kehancuran yang beradu dengan tekanan api dari telapak tangan raksasa.
"Pecah!"
Lin Tian menebaskan belatinya ke atas dengan seluruh kekuatannya.
BOOOOOOM!
Bentrokan antara pedang perak yang sekecil rambut dan telapak tangan api raksasa menciptakan ledakan yang menyilaukan mata. Gelombang kejutnya menyapu murid-murid di barisan depan hingga terlempar belasan meter. Panggung Hidup dan Mati yang diklaim tak bisa dihancurkan, kini runtuh sepenuhnya menjadi kawah sedalam sepuluh meter.
Di tengah kepulan asap dan api, sebuah siluet terlempar mundur dengan kecepatan peluru, menabrak pilar batu raksasa di tepi arena hingga pilar itu retak parah.
Asap perlahan menipis.
Mata Tetua Wang Lie melotot tak percaya. Seluruh arena kembali dicekik keheningan yang mematikan.
Di dasar pilar batu, Lin Tian masih berdiri. Separuh jubahnya hangus terbakar, lengan kanannya bergetar hebat dan berlumuran darah. Ia memuntahkan seteguk darah hitam, napasnya tersengal. Namun, sepasang mata hitamnya menatap lurus ke arah Tetua Wang Lie, menyorotkan Niat Pedang yang sama mematikannya seperti sebelumnya.
Ia selamat.
Seorang kultivator Pengumpulan Qi Tahap 8... menahan serangan langsung dari Tetua Pembentukan Pondasi tanpa terbunuh!
"Mustahil..." gumam Tetua Penjaga Hukum dengan bibir bergetar. Hukum besi di dunia kultivasi menyatakan bahwa perbedaan ranah besar adalah mutlak. Ini benar-benar menampar akal sehat.
Melihat pukulannya gagal membunuh serangga di bawahnya, wajah Tetua Wang Lie berubah menjadi ungu karena marah bercampur malu. "Bocah iblis! Aku akan melihat berapa banyak pukulan yang bisa kau tahan!"
Ia mengangkat tangannya lagi, bersiap melepaskan serangan mematikan kedua.
"Cukup, Wang Lie."
Sebuah suara tenang bergema dari langit, tidak keras, namun langsung membekukan Qi api milik Tetua Wang Lie, memaksanya kembali masuk ke dalam tubuhnya. Suara itu terdengar seperti dewa yang turun dari surga, membawa otoritas absolut yang tidak bisa dibantah.
Di atas lautan awan, sesosok pria paruh baya berjubah keunguan melayang perlahan turun. Auranya begitu dalam bak lautan yang tidak berdasar.
"Pemimpin Sekte!" Para tetua di paviliun, termasuk Tetua Penjaga Hukum, serentak berlutut dengan satu kaki. Para murid di bawah langsung bersujud ke tanah.
Pemimpin Sekte Awan Azure, kultivator di ranah Inti Emas (Golden Core), akhirnya menampakkan diri.
Ia mendarat di depan kawah yang hancur, menatap Lin Tian dengan pandangan yang sulit diartikan. Tidak ada kemarahan, hanya ketertarikan yang sangat dalam.
"Panggung Hidup dan Mati memiliki aturan mutlak. Wang Jian kalah, dan nyawanya adalah bayarannya," ucap Pemimpin Sekte, suaranya menggema ke seluruh puncak. "Wang Lie, ikut campurmu adalah pelanggaran. Kurung dirimu di Gua Pantangan selama satu tahun sebagai hukuman."
"T-tapi Pemimpin Sekte! Anak ini... dia membunuh murid inti yang sangat berharga! Dia menggunakan jalan iblis!" protes Wang Lie, wajahnya menahan amarah yang meledak-ledak.
"Jalan iblis?" Pemimpin Sekte tersenyum tipis. "Apakah mata tuamu sudah buta? Itu adalah Niat Pedang murni, tanpa ada jejak hawa iblis sedikit pun. Untuk memadatkan Niat Pedang di ranah Pengumpulan Qi... Sekte Awan Azure kita telah diberkati dengan jenius yang hanya muncul sekali dalam seribu tahun."
Pemimpin Sekte mengalihkan pandangannya kembali kepada Lin Tian.
"Lin Tian, mulai hari ini, kau secara resmi dipromosikan menjadi Murid Inti Langsung (Core Seed). Kau akan mendapatkan akses penuh ke lantai tiga Paviliun Pustaka, sepuluh ribu poin sumbangsih, dan sebuah gua kultivasi kelas satu di Puncak Matahari Pusat."
Mendengar pengumuman itu, Faksi Wang menggertakkan gigi mereka hingga nyaris berdarah, namun mereka tidak berani melawan keputusan Pemimpin Sekte.
Di bawah tatapan penuh kagum dan iri dari seluruh sekte, Lin Tian menangkupkan tangan dan menunduk hormat. "Terima kasih, Pemimpin Sekte."
Namun, di balik wajah menunduknya, sudut bibir Lin Tian melengkung membentuk senyuman dingin yang sarkastis. Sistem Pengekstrakan di kepalanya dengan cepat menganalisis fluktuasi emosi tersembunyi dari Pemimpin Sekte.
[Ding! Analisis Niat Entitas: Pemimpin Sekte (Ranah Inti Emas Tahap Menengah).]
[Hasil Ekstraksi Emosi: Keserakahan Ekstrem (98%), Niat Mengamati (100%).]
[Kesimpulan: Entitas tidak bermaksud melindungi Inang karena kebaikan, melainkan menganggap Inang memiliki 'Harta Karun Peninggalan Kaisar Kuno' dan berencana menunggunya matang untuk direbut/dipanen.]
Persis seperti yang dikatakan Lin Chen dalam ingatannya. Sekte ini dari atas hingga ke bawah tidak lebih dari sekumpulan lintah yang serakah. Pemimpin Sekte tidak melindunginya; pria itu hanya menyimpannya untuk dirinya sendiri, menunggunya sedikit lebih kuat sebelum membedahnya untuk mencuri rahasia Niat Pedangnya.
"Kau ingin menjadikanku ternak peliharaanmu?" batin Lin Tian, matanya berkilat di bawah bayang-bayang poninya. "Kita lihat siapa yang akhirnya akan mengekstrak siapa."
Dengan dukungan sementara dari Pemimpin Sekte, Lin Tian memiliki perisai pelindung yang sempurna.