NovelToon NovelToon
Milik Sang Mafia Seutuhnya

Milik Sang Mafia Seutuhnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Akibat tuntutan menikah dari kedua orangtuanya, Yorinka memilih jalan pintas dengan cara menghabiskan malam panas dengan seorang pria misterius.

Yorinka berpikir dengan dirinya hamil, maka kedua orangtuanya tidak akan menyinggung soal pernikahan lagi. Tetapi yang ada Yorinka malah di usir karena hamil tanpa adanya seorang kekasih atau calon suami, pada akhirnya Yorinka memilih untuk hidup berdua dengan bayi yang dikandungnya.

Tetapi pria yang menghabiskan malam panas dengannya tiba-tiba datang ke apartemennya dan menuduhnya telah membawa milik pria itu, lebih parah lagi pria itu adalah seorang Mafia dari klan Cyrillus.

Cyrillus, adalah salah satu klan mafia terbesar saat ini dan tentunya semua tunduk padanya, apa jadinya Yorinka mengandung dari anak dari seorang mafia kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panggilan ke Saint Petersburg

Pondasi beton setinggi empat meter yang mengelilingi mansion baru itu tampak berkilat di bawah temaram lampu jalanan pinggiran Paris. Setelah insiden kebocoran informasi yang dilakukan oleh seorang pengkhianat di kediaman sebelumnya, Zeus tidak mau mengambil risiko sedikit pun. Mansion baru ini berdiri terisolasi, dilengkapi dengan sistem sensor termal dan gerak mutakhir yang mampu mendeteksi pergerakan asing sejak radius dua kilometer.

​Di dalam ruang kerja barunya yang berbau kayu mahoni dan aroma cerutu mahal, Zeus berdiri menghadap dinding kaca besar. Kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celana bahan hitamnya. Tatapannya lurus ke halaman luas, namun pikirannya terbang ribuan mil dari Eropa Barat.

​"Tuan Zeus"

​Josh melangkah masuk tanpa menimbulkan suara, berdiri dengan sikap tegap tiga langkah di belakang tuannya. Pengkhianat yang kemarin mencoba menjual informasi klan sudah diselesaikan oleh tangan kanannya ini dengan metode yang sangat tidak manusiawi.

​"Bagaimana sistem pertahanan luarnya, Josh?" tanya Zeus tanpa berbalik. Suaranya berat, dingin, dan penuh otoritas

​"Semua sensor dari radius jauh sudah aktif sepenuhnya, tuan" jawab Josh formal

"Tidak ada satu pun lalat yang bisa mendekati area bukit ini tanpa memicu alarm di ruang kendali pusat. Anda bisa menjamin keamanan penuh sekarang" jelas Josh

​"Bagus. Aku membangun tempat ini bukan hanya untuk perlindungan klan. Aku ingin saat Yorinka kembali nanti, dia bisa berjalan-jalan di halaman, menghirup udara segar, dan pergi ke mana pun yang dia suka tanpa perlu dikawal oleh selusin pria bersenjata" ucap Zeus datar

​"Nyonya Yorinka pasti akan menyukainya, tuan. Kenyamanan beliau adalah prioritas kami" balas Josh

​"Kau boleh keluar, Josh. Awasi para penjaga di gerbang utama" perintah Zeus

​"Baik, tuan" patuh Josh

​Setelah pintu kayu ek itu tertutup rapat, keheningan kembali menguasai ruangan. Zeus menghela napas panjang. Sifat sadis dan liciknya seolah menguap setiap kali nama wanita itu terlintas di kepalanya.

Yorinka, istrinya yang manis dan selalu ceria, saat ini sedang hamil tua dan terpaksa diungsikan ke Saint Petersburg, Rusia, demi keselamatannya selama masa pembersihan internal klan Cyrillus.

​Zeus melirik jam dinding digital di mejanya. Di Paris saat ini baru menunjukkan pukul sembilan malam, namun di Saint Petersburg, Rusia, waktu sudah beranjak jauh melewati tengah malam. Perbedaan waktu yang signifikan ini biasanya membuat orang enggan menelepon, namun Zeus tidak peduli. Rasa rindu yang menyiksa selama berminggu-minggu tanpa komunikasi langsung membuatnya tidak sabar.

​Demi keamanan mutlak, Yorinka tidak diizinkan memegang ponsel atau alat komunikasi digital apa pun yang bisa dilacak oleh musuh. Semua kabar tentang istrinya hanya ia dapatkan secara sepihak melalui laporan berkala dari Vlad, dokter klan Cyrillus yang mengawasi kesehatannya di Rusia.

​Zeus mengambil ponsel khususnya yang sudah dienkripsi, lalu menekan nomor Vlad. Panggilan tersambung. Nada dering kelima baru terdengar jawaban, disusul oleh suara gerutuan yang sangat kasar.

​"Demi tuhan, Zeus! Apakah kau tidak tahu jam berapa di Rusia sekarang?!" suara Vlad terdengar sangat kesal di seberang telepon, khas seseorang yang baru saja ditarik paksa dari alam mimpi

"Jika ini bukan urusan hidup atau mati klan, aku bersumpah akan meracuni minumanmu di pertemuan berikutnya!" ancam Vlad

​Zeus terkekeh rendah, sebuah suara langka yang hanya keluar saat dia merasa santai.

"Simpan ancamanmu, Vlad. Bagaimana kondisi istriku?" tanya Zeus

​Di seberang sana, terdengar suara gesekan selimut dan helaan napas kasar Vlad yang sedang berusaha mengumpulkan kesadarannya.

"Yorinka sehat. Kandungannya sangat kuat, meskipun dia sering mengeluh merindukan suaminya yang kejam itu. Aku menjaganya dengan sangat baik di sini, bersikap ramah layaknya seorang dokter teladan, meskipun kau tahu betapa aku membenci konsep bersikap manis pada orang lain" jelas Vlad

​"Aku tahu kau pria manipulatif, Vlad. Tapi jika sampai ada satu goresan pun pada Yorinka atau anakku, kau tahu apa yang bisa kulakukan pada laboratorium kesayanganmu" ancam Zeus, nadanya santai namun sarat akan janji kematian yang nyata

​"Ya, ya, aku tahu kau tidak punya belas kasihan. Tunggu sebentar, aku mendengar langkah kaki di luar kamar medis" potong Vlad

​Sayup-sayup dari balik telepon Zeus, terdengar suara ketukan pintu yang sangat pelan, diikuti oleh suara wanita yang sangat lembut namun terdengar serak karena baru bangun tidur.

​"Dokter?"

​Jantung Zeus berdegup kencang mendengar suara itu. Tanpa membuang waktu, dia langsung menekan tombol pada layar ponselnya.

"Vlad, ubah ke panggilan video. Sekarang"

​Layar ponsel berganti, menampilkan wajah Vlad yang tampak kusut dengan rambut berantakan. Namun, fokus Zeus langsung teralihkan ketika Vlad menggeser kamera ponselnya ke arah samping. Di sana, berdiri Yorinka dengan gaun tidur longgar berwarna putih, rambut panjangnya agak berantakan, dan perutnya yang buncit terlihat sangat jelas.

​Zeus menatap layar tanpa berkedip. Pertahanan dirinya sebagai pemimpin mafia yang kejam, yang telah ia bangun selama bertahun-tahun, runtuh seketika hanya dengan melihat wajah mengantuk istrinya. Senyum manis yang tidak pernah ia perlihatkan kepada siapa pun di dunia ini terukir tulus di bibir Zeus.

​"Yorinka" panggil Zeus, suaranya mendadak berubah menjadi sangat hangat dan penuh kerinduan

​Mata Yorinka yang semula sayu langsung melebar gembira begitu melihat wajah suaminya di layar.

"Zeus! Ini benar-benar kau!" serunya ceria, melupakan rasa kantuknya seketika

"Aku merindukanmu tahu! Kenapa lama sekali tidak meneleponku?" ucapnya mengambil alih ponsel itu dari tangan Vlad tanpa permisi

​"Maafkan aku, Sayang. Di sini agak sibuk akhir-akhir ini" jawab Zeus lembut, matanya menelusuri setiap inci wajah istrinya yang tampak sedikit lebih berisi namun tetap sangat manis

"Bagaimana kabarmu? Apakah jagoan kecil kita merepotkanmu di sana?" tanya Zeus lembut

​Yorinka mengerucutkan bibirnya manis, tangan kirinya mengelus perut buncitnya dengan sayang.

"Dia sangat aktif, Zeus. Kadang dia menendang terlalu kuat sampai aku terbangun di malam hari. Oh ya, bi Maria di sini sangat baik! Dia selalu membuatkan ku sup hangat setiap pagi, jadi kau tidak perlu khawatir aku kelaparan" jelas Yorinka cerewet

​Dari arah belakang Yorinka, muncul bi Maria, pelayan senior yang ikut dikirim Zeus ke Rusia untuk merawat istrinya. Wanita tua itu tersenyum hangat ke arah kamera.

"Tuan Zeus, nyonya Yorinka sangat penurut di sini. Hanya saja, beliau kadang merengek ingin makan es krim di tengah salju Saint Petersburg yang dingin" adu bi Maria

​"Bi Maria! Jangan diadukan pada Zeus!" protes Yorinka dengan pipi yang merona merah karena malu, membuat Zeus tertawa kecil di ruang kerjanya

​"Jangan berikan dia es krim berlebihan. Udara di sana sedang dingin, aku tidak mau dia sakit" ujar Zeus, memberikan instruksi yang langsung diangguki oleh bi Maria sebelum wanita tua itu undur diri dari ruangan

​Zeus kembali menatap Yorinka yang kini sedang menatapnya dengan pandangan manja.

"Kapan kau akan menjemput ku, Zeus? Di sini aman, tapi mansion Vlad sangat membosankan. Isinya hanya peralatan medis dan buku-buku tebal yang mengerikan" ucap Yorinka cemberut

​Vlad yang berada di dekat mereka langsung menyahut dengan nada sinis.

"Hei, hargai tuan rumah, Nyonya Cyrillus" kesal Vlad

​Yorinka hanya menjulurkan lidahnya mengejek Vlad, menunjukkan sifat kekanak-kanakannya yang selalu berhasil menghibur Zeus.

​"Sebentar lagi, sayang. Aku baru saja menyelesaikan rumah baru kita. Di sini sangat aman sekarang. Kau bisa bermain di taman sepuasnya tanpa perlu dikurung lagi" kata Zeus, matanya memancarkan janji yang serius

"Aku ingin kau menjaga kesehatanmu dengan baik sampai aku datang" ucapnya pelan

​"Janji ya? Kau harus datang sebelum bayinya lahir. Aku ingin kau yang mendampingiku" ucap Yorinka, matanya yang hangat menatap penuh harap melalui layar kaca

​"Aku berjanji, Yorinka. Tidak ada satu hal pun di dunia ini yang bisa menghalangiku untuk menemuimu—"

​TOK! TOK! TOK!

​Pintu ruang kerja Zeus diketuk dengan sangat keras dan terburu-buru. Kebahagiaan di wajah Zeus langsung sirna, digantikan oleh ekspresi dingin dan tegas dalam hitungan detik. ​Pintu terbuka, dan Josh masuk dengan napas yang sedikit memburu.

"Tuan Zeus, maaf mengganggu. Ada kendala besar mengenai pemindahan jalur logistik mansion lama ke mansion baru. Sektor barat melaporkan adanya pergerakan mencurigakan dari sisa-sisa kelompok pengkhianat yang mencoba mencegat muatan kita" lapor Zeus

​Zeus mengepalkan tangannya di bawah meja. Sifat sadisnya kembali bergejolak. Dia benci saat-saat berharganya bersama sang istri diganggu oleh urusan klan yang tidak becus.

​Melihat perubahan ekspresi suaminya, Yorinka di seberang telepon langsung mengerti situasi yang terjadi.

"Zeus... Apakah ada masalah di sana?" tanya Yorinka, nadanya berubah khawatir

​Zeus kembali menatap layar ponsel, berusaha sekuat tenaga melembutkan kembali suaranya agar istrinya tidak cemas.

"Tidak ada apa-apa, sayang. Hanya urusan bisnis kecil yang harus kuselesaikan sekarang. Kembalilah tidur, ini sudah sangat larut di sana" ucapnya mencoba menahan intonasi suara tetap stabil

​"Baiklah... Jaga dirimu baik-baik ya, Zeus. Jangan terlalu kejam pada anak buahmu" pesan Yorinka dengan senyum manisnya yang khas, mencoba mencairkan ketegangan suaminya

​"Tidur yang nyenyak, sayang. Aku mencintaimu" ucap Zeus tidak malu di depan Josh yang menampilkan wajah datar

​Setelah Yorinka membalas ucapannya, Zeus memutuskan panggilan video tersebut. Begitu layar ponselnya menggelap, atmosfer ramah dan santai di dalam ruangan itu lenyap seketika, digantikan oleh aura dingin yang mencekam.

​Zeus berdiri dari kursinya, menatap Josh dengan mata yang tajam dan menusuk.

"Siapa yang berani mengacaukan pemindahan ini, Josh?"

​"Sisa-sisa pengikut klan William, tuan. Mereka pikir kita lemah karena baru saja pindah mansion" jawab Josh tegas, siap menerima perintah eksekusi

​Zeus berjalan mendekati meja kerjanya, mengambil sebatang cerutu lalu menyalakannya. Sambil mengembuskan asap tebal ke udara, dia tersenyum licik.

"Bawa pasukan inti. Hancurkan mereka semua tanpa sisa malam ini juga. Aku tidak ingin ada satu pun kerikil yang mengganggu jalanku saat aku menjemput istriku nanti" ucap Zeus datar

​"Baik, tuan Zeus. Segera dilaksanakan" jawab Josh patuh, lalu berbalik dengan cepat untuk memimpin pasukan

​Zeus kembali menatap ke luar jendela. Penghancuran musuh-musuhnya malam ini akan menjadi langkah terakhir sebelum dia terbang ke Rusia. Dia sengaja tidak memberi tahu Yorinka tanggal pasti kedatangannya, karena dia ingin memberikan sebuah kejutan besar untuk wanita manis yang tengah mengandung putranya itu. Sebuah kepulangan yang akan membawa istrinya ke dalam benteng baru yang paling aman di seluruh Eropa.

🔪🔪🔪

Semoga kalian suka ya, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.

1
Jessica Xie
adoh mak
mommy yorinka jangan2 nanti ada kejutan anak yang dilahirkan kembar sepasang nih
daddy zeus siap2 jadi daddy yg bucin sama anak ceweknya
It's me Ri🥕: Wow... Bisa jadi, ditunggu kelanjutannya yaa🤭
total 1 replies
223
suka
Jessica Xie
Tolong thu istrinya disembuhkan dari masa traumanya biar ngak terus kepikiran ucapan si tunangan palsunya mas Zeus
Jessica Xie
jujur sama yorinka baru ada gunanya
gak perlu jujur sama yang lain
menguras waktumu az Zeus
Jessica Xie
si Dom ini suruh Zeus jangan bersikap lembut malah dia yang bersikap lembut ke Yorinka🙄
Jessica Xie
si Dom keqnya menyamar jadi sekutu ngak sih
padahal sebanarnya dia lah musuh yang sebenarnya
Jessica Xie
yang kubaca koq nampaknya si Dom keq manipulatif banget sih
Potatoes 🥔
Licik banget mas mafia 🤣 ada2 aja 🤣
Potatoes 🥔
Takut diculik sama kamu Domi🤭
Potatoes 🥔
Kejam banget hukumannya
Sumawita
yorinka di lawan👍👍👍
Sumawita
suka bangett dengan peran wanita nya
Sumawita: pasti suka kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!