NovelToon NovelToon
CEO Vs DUKUN

CEO Vs DUKUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Romansa
Popularitas:30.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

“Nek,” protes Ryuhan. “Aku ini CEO muda. Masa harus nikah sama seorang dukun?”

Seroja adalah gadis muda yang berprofesi sebagai dukun beranak dan terapis saraf. Hidupnya berubah saat suami dari masa kecilnya, Ryuhan Kai Zander, CEO muda dari keluarga konglomerat datang menjemput.

Seroja harus menerima kenyataan, bahwa Ryu sudah memiliki pujaan hati. Clara.

Sebuah kecelakaan membuat Ryu lumpuh dan impoten. Kenyataan itu menghancurkan harga diri Ryu. Apalagi saat Clara memutus hubungan setelah kecelakaan itu.

Saat Ryu mulai menerima Seroja, muncul seorang pria yang diam-diam menyukai dan menghargai Seroja.

Akankah Seroja tetap bertahan di sisi suaminya… atau memilih pergi bersama pria yang benar-benar menginginkannya?

Dan apakah Ryu akan melepaskannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Pulangkan Dia Baik-Baik

Seroja menunduk melihat kaki kanan Ryu, lalu beralih menatap Mbak Sri yang mengambil gelas kosong Ryu dan Jordi.

"Mbak, tolong ambilkan air hangat, waslap dan handuk kering ya," pintanya dengan nada suara lembut.

"Iya, Dek," sahut Mbak Sri, lalu berbalik pergi.

Seroja berjongkok di depan Ryu tanpa ragu, lalu melipat celana panjang Ryu yang terciprat lumpur. Pergelangan kaki Ryu akhirnya terlihat. Gadis itu melepaskan sepatu kotor suaminya dengan hati-hati. Sama sekali tak ada ekspresi jijik di wajahnya.

Jordi diam mengamati setiap gerakan dan ekspresi wajah Seroja. Sudut bibirnya terangkat samar.

"Sepertinya tipikal istri rumahan yang sempurna," pikir Jordi.

"Ini lumayan parah," gumam Seroja setelah mengamati pergelangan kaki Ryu yang merah.

Satu alis Ryu terangkat tipis. "Memangnya kamu ngerti soal kaki yang terkilir?"

Nada suara itu jelas terdengar ragu. Namun sebelum Seroja menjawab, suara Mbak Sri terdengar.

"Jangankan terkilir, patah tulang saja Seroja bisa mengobati."

Mbak Sri datang dengan baskom berisi air hangat dan waslap yang diminta Seroja.

Jordi langsung antusias. "Wah, penasaran nih gimana cara mengobatinya. Sekarang 'kan jarang yang bisa pengobatan kayak gitu."

Seroja hanya tersenyum tipis, menyambut baskom dan waslap dari Mbak Sri. Dengan gerakan hati-hati ia memasukkan kaki Ryu ke dalam baskom. Membersihkan bagian yang terkena lumpur, menggosoknya perlahan.

Ryu melihat semuanya dalam diam. Nyeri di kakinya sedikit berkurang saat direndam air hangat. Namun bukan hanya kakinya yang terasa hangat, hatinya ikut menghangat karena diperlakukan dengan baik.

Entah mengapa, Ryu merasa dihormati dan dihargai wanita ini hanya dengan gestur, perlakuan dan cara bicaranya.

Setelah kaki Ryu bersih dan kering, Seroja beranjak dan duduk di kursi panjang yang sama dengan pria itu. Ia memangku kaki suaminya tanpa ragu.

Mbak Sri memberikan minyak urut. Seroja mengoleskan minyak, meraba pergelangan kaki Ryu yang membengkak.

Ryu merasakan hangat minyak itu yang perlahan meredakan rasa nyerinya.

"Tahan sedikit," ujar Seroja dengan suara tenang sambil mulai mengurut kaki Ryu. “Ini keseleo, tapi dipaksa jalan terus. Urat dan sendinya bergeser sedikit.”

Ryu hanya diam. Rahangnya menegang menahan sakit.

"Bos," bisik Jordi. "Jangan teriak, apalagi nangis. Kan malu sama istri," selorohnya tanpa filter.

Ryu meliriknya tajam. Tapi detik berikutnya ia mencengkram sandaran kursi dengan rahang mengeras.

"Apa kamu yakin bisa mengobati kakiku?" tanya Ryu dengan suara dan wajah datar meski menahan sakit. "Kalau gak bisa, aku ke dokter saja. Jangan buat kakiku makin bengkak."

Seroja hanya tersenyum, tapi jelas bukan senyum manis. "Kalau gak sembuh, akan kuganti biaya pengobatan ke rumah sakit tiga kali lipat."

Ryu berdecak. "Yakin seka--"

KRAK!

"Akh!" pekik Ryu karena tiba-tiba Seroja memutar pergelangan kakinya. "Apa yang kau lakukan? Kau mau mematahkan tulangku?"

Jordi menelan ludah kasar saat melihat bagaimana Seroja melakukannya tanpa ekspresi.

"Sadis sekali," gumamnya dalam hati.

Seroja menurunkan kaki Ryu dari pangkuannya. Ia bicara dengan nada tegas. "Sekarang, lebih baik kau bersihkan dirimu. Kamu gak bakal nyaman kalau pulang dengan tubuh kotor dan berkeringat."

Ryu membuang napas kasar, tapi ia menurut karena yang dikatakan Seroja memang benar.

Jordi memerhatikannya. Seroja bisa lembut dan juga bisa keras. Sikapnya berubah sesuai situasi.

Sudut bibirnya bergerak samar. "Fleksibel. Menarik."

Ryu akhirnya beranjak berdiri. Jordi langsung membantunya. Perlahan Ryu menapakkan kakinya yang keseleo dan mulai berjalan.

"Saat berjalan, rasa sakitnya memang jauh berkurang," gumamnya dalam hati.

"Pakai sandal," ujar Seroja menyodorkan sandal jepit di depan kaki Ryu. "Lantainya dingin."

Ryu melirik sekilas ke arah Seroja yang kini membereskan minyak, waslap dan baskom. Gadis itu tetap tenang seperti biasanya.

Lalu Ryu menatap sandal di depannya.

Anehnya, perhatian sederhana gadis itu justru terasa lebih menenangkan daripada obat mahal mana pun yang pernah ia pakai.

Tapi tentu saja, gengsinya tak mengizinkannya untuk mengakuinya.

"Aku bisa jalan sendiri," ucap Ryu saat Jordi hendak memapahnya.

"Langsung sembuh ya, Bos?" celoteh Jordi dengan senyum jahil. "Yang mengobati Nyonya sih."

Ryu mendelik. "Ambilkan sepatu dan baju gantiku."

"Siap laksanakan, Bos," ujar Jordi sambil memberi hormat dengan tubuh tegak ala militer, lalu berbalik pergi.

Ryu hanya memutar bola matanya malas, lalu melangkah menuju kamar mandi dengan sandal jepit dari Seroja.

Seroja hanya tersenyum tipis melihat interaksi atasan dan bawahan itu.

 

Seperempat jam kemudian, Ryu sudah selesai mandi. Ia tertegun saat masuk ke ruang tamu. Beberapa warga ada di sana dengan berbagai macam bawaan.

Jordi menghampirinya dengan wajah cerah. "Bos, lihat. Kita dapat oleh-oleh banyak dari desa. Masih fresh, Bos."

Ryu mengembuskan napas berat. "Kita akan membawa semua itu? Kamu pikir bakal muat di bagasi?"

"Ya tinggal disortir aja, Bos," sahut Jordi enteng.

"Seroja, hanya ini yang bisa kami berikan. Jangan ditolak, ya," ucap seorang nenek sambil mengusap air matanya.

Seroja tersenyum canggung, lalu menatap Ryu.

"Bawa sebagian saja. Gak muat kalau dibawa semua," ujarnya tetap dengan nada datar.

"Terima kasih," ucap Seroja tersenyum lembut.

"Wih," celetuk Jordi. "Benar-benar suami-istri, ya. Ada ikatan batin. Cuma saling tatap aja langsung bisa saling mengerti."

Beberapa warga hanya tersenyum. Dalam hati membenarkan perkataan Jordi.

Sedangkan Ryu? Hatinya tersentil.

"Benar yang dikatakan Jordi. Kenapa aku bisa mengerti maksudnya hanya dengan menatap matanya?" gumamnya dalam hati. "Tidak. Tidak. Ini hanya kebetulan."

Seroja akhirnya berpamitan dengan para warga dan Bu Dhe. Ia memeluk wanita paruh baya itu erat. Bu Dhe mengusap punggung gadis itu penuh kasih.

"Jaga diri baik-baik. Kalau ada apa-apa hubungi Bu Dhe," ujar Bu Dhe sesaat setelah melepaskan pelukannya. "Rumah ini selamanya adalah rumahmu."

"Iya, Bu Dhe," jawab Seroja, lalu mengecup punggung tangan Bu Dhe takzim.

"Kami pamit, Bu Dhe," ucap Ryu ikut mengecup punggung tangan Bu Dhe.

"Ryu," kata Bu Dhe lembut. "Di desa ini semua orang adalah saudara dan keluarga Seroja. Tapi di kota, hanya ada kamu, Jordi dan nenek Hanifah."

Bu Dhe menarik napas yang terasa berat. “Perempuan itu kalau sudah ikut suami, rumahnya ikut pindah. Jadi jangan sampai Seroja kehilangan rumah di dua tempat sekaligus.”

Sorot mata Bu Dhe tenang saat berkata, “Seroja itu anak baik. Dari kecil hidupnya gak pernah macam-macam. Jadi kalau kamu memang mau membawanya pulang, tolong jaga dia baik-baik.”

Bu Dhe menatap Ryu dalam-dalam. “Bu Dhe cuma minta satu sama kamu, Ryu. Jangan sakiti dia.”

Suara Bu Dhe sempat tertahan sebelum akhirnya melanjutkan, “Dan kalau kamu ternyata gak bisa mencintainya... pulangkan dia baik-baik. Jangan bikin dia hancur di tempat yang jauh dari rumahnya.”

"Iya, Bu Dhe," jawab Ryu dengan suara dan wajah datar.

Tapi dalam hati--

Ryu merasa jawaban sederhana itu terdengar jauh lebih berat daripada kontrak bisnis mana pun yang pernah ia tandatangani.

 

...🔸🔸🔸...

...“Perempuan yang ikut suami bukan hanya meninggalkan rumahnya, tapi juga mempercayakan seluruh hidupnya.”...

...“Jangan sampai seseorang kehilangan tempat pulang hanya karena menitipkan hatinya pada orang yang salah.”...

...“Rumah bukan cuma tempat tinggal. Kadang rumah adalah seseorang yang membuatmu tetap merasa diterima.”...

..."Nana 17 Oktober"...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
Fadillah Ahmad
Ayolah Seroja... Lanjutkan-lah Kuliah kamu lagi! Ambil Jurusan Kedokteran! biar, kamu bisa menybuhkan sakit suamimu nanti, kalau dia sakit! dan orang-orang yang membutuhkan pertolongab Seroja! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Wahh berarti harus hati-hati tuh, kalau ada salah satu anggota keluarga kita yang seperti itu! bisa bahaya tuh! bisa celaka nanti! 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Istri yang pengertian dan juga bisa menjadi tempat untuk bercerita... 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Nah, ini! Adikku kalau tidur berjalan tuh Kak Nana... Apa itu bahaya kak? Apa bisa hilang dengan sendiri-nya Kak Nana? kebiasaan tidur sambil berjalan gitu Kak? 😁😁😁🙏
Fadillah Ahmad
Aku baru tau nama itu Ksk Nana.... 😁😁😁🙏
Fadillah Ahmad
Gannguan Perilaku? apakah itu bisa bisa di sembukan Seroja? 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Apa itu, Seroja? Jelasin dong? 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Masa Sih? Kamu seperti itu? 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Kamu nakal juga ya, Seroja sayang! 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Benarkah? Kamu bercamda? Yaaa bagi orang yang mggk bisa tidur dengan Bertelanjang dada, dan tidak terbiasa, akan masuk angin kalau terkena AC tsu! nahh jangan-jsngan kamu bohong ya? agar kamu bisa memeluk Ryu ketika kamu nggk sadar, jika kamu memeluknya, ya? lalu... Kamu mencari kenywmanan, dengan membenamkan wajah kamu ke dada Ryu, ya? Ha? begitulah niat kamu cantik! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
😂😂😂 Jawabnya saja yang cuek! padahal... Mati-matian Seroja Memgendalikan detak jantung-nya sendiri 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Hahaha Seroja itu bukannya nggk terpesono sama kamu Ryu! bahkan kini, Seroja bahkan susah payah dia untuk mengontrol debar jantungnya sendiri tau! 😁😁😁 Cuma, dia terlalu Pintar menyembunyikan ekspresi wajahnya! Jadi, sulit terbaca oleh orang lain Ryu! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Nah Kan? apa aku bilang! Dia sama Seperti Fahri, yang mggk bisa tidur. kalau nggk bertelanjang dada! 😂😂😂 Fahri kan tidur, juga melepaskan kaos dulu. baru dia bisa tidur nyenyak! 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Dan jika Ryu meminta haknya, dan kamu menolak? Kamu akan berdosa loh Cantik! Malaikat akan melaknat kamu di malam itu Seroja! ingat itu! 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Kak Nana... Beri mereka dua Ksli atau tiga kali ke sempatan untuk melakukan Hubungan Suami-Istri! kerena apa? biar nanti ketika Ryu sudah tidak bisa lagi memberikan nafkah batin pada Seroja, masih ada harapan Benih yang di tanam Ryu di Rahim Seroja masih bisa tumbuh Kak Nana... Agar Ryu masih bisa punya anak kak... 😁😁😁 dan memberikan penerus untuk Keluarga Kai Zender Kak Nana 🙏🙏🙏😁

Mohon di Pertimbangkan ya... Kwk Nana yang baik hati... 😁😁😁🙏
Fadillah Ahmad
Yaaa mungkin Ryu terbiasa kali tidur nggk pakai baju! sama Seperti Fahri! yang tidur harus bertelanjang dada, supaya dia tidur nyenyak!;😁😁😁
Fadillah Ahmad
Lama juga nggk apa kok Seroja sayang! Ryu kan suami kamu yang sah! halal kok buat kamu! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Wih... Sudah bertelanjang dada saja nih. ya Ryu? ehm ehem 😁😁😁
Marsiyah Minardi
Mungkinkah Seroja pun diam diam si ratu balap ,tambah hacker pula 🤭
Hanima
kebakaraaaan 🤭😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!