NovelToon NovelToon
Teratai Pedang Sembilan Kematian

Teratai Pedang Sembilan Kematian

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Lin Tian, seorang pemuda dari kasta terendah Sekte Awan Hijau, harus menelan kepahitan takdir saat Dantiannya dihancurkan tanpa ampun demi melindungi adik perempuan satu-satunya. Alih-alih mendapat keadilan, sang adik dirampas oleh petinggi sekte yang serakah, sementara Lin Tian dibuang ke tambang beracun di Lembah Kematian untuk membusuk sebagai manusia cacat.
​Namun, di kedalaman keputusasaan, Lin Tian menolak untuk menyerah pada nasib. Ketika langit menutup jalan kultivasi ortodoks baginya, ia memilih untuk membelah langit itu sendiri. Diasingkan bersama kerangka para pendekar masa lalu, ia menemukan Seni Pedang Sembilan Kematian—sebuah warisan kuno dan terlarang yang tidak membutuhkan Dantian.Tanpa lautan Qi, ia menjadikan daging dan tulangnya sebagai wadah pedang. Menempuh jalur yang dipenuhi siksaan berdarah dan rasa sakit yang melampaui batas manusia, Lin Tian perlahan menempa dirinya menjadi senjata paling mematikan di bawah langit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33: Lorong Api dan Pencuri Bayangan

​Waktu pergantian jaga di geladak bawah selalu ditandai dengan dentang lonceng perunggu yang melengking tiga kali. Mandor Zhou, dengan perut buncitnya yang berguncang, melangkah gontai meninggalkan blok tungku lima, meneriakkan makian terakhir sebelum menyerahkan cambuknya kepada mandor malam.

​Di sudut paling gelap Area D, Lin Tian perlahan berdiri. Ia menatap Lin Chen yang sedang menyekop batu bara dengan sisa-sisa tenaganya, lalu menunjuk ke arah celah tumpukan karung kosong.

​"Tutup keberadaanku," isyarat Lin Tian tanpa suara. Lin Chen mengangguk cepat, menggeser beberapa karung goni basah untuk menutupi sudut tempat Lin Tian dan Lin Xue bersembunyi.

​Lin Tian mendongak ke dinding besi lambung kapal. Tepat lima meter di atasnya, terdapat sebuah kisi-kisi besi raksasa selebar setengah meter. Itu adalah lorong ventilasi pembuangan panas dari mesin tungku utama. Udara yang keluar dari sana mampu memanggang daging fana hingga matang dalam hitungan menit. Itulah alasan mengapa tidak ada penjaga sekte yang repot-repot memblokir atau menaruh formasi di saluran itu; memanjatnya dianggap mustahil.

​Bagi sang Teratai Pedang, "mustahil" hanyalah batas bagi mereka yang takut pada rasa sakit.

​Dengan mengandalkan kaki dan lengan kirinya, Lin Tian memanjat dinding besi yang bergelombang bak laba-laba. Saat ia mencapai kisi-kisi, gelombang panas ekstrem menyapu wajahnya, membakar alis dan mengeringkan bibirnya seketika. Suhu di dalam sana setidaknya mencapai 180°C.

​Tangan kirinya meraih kisi-kisi besi yang memerah karena panas.

​TSSS!

​Asap tipis mengepul saat kulit telapak tangan kirinya bersentuhan dengan besi panas. Namun, Lin Tian tidak bergeming. Ia mengerahkan otot kirinya, memutar dan menarik jeruji besi itu dengan paksa hingga baut karatan di sekelilingnya patah.

​Tanpa membuang waktu, Lin Tian menyelinap masuk ke dalam lorong gelap yang vertikal tersebut, menutup kembali kisi-kisinya dengan rapat.

​Perjalanan ke atas adalah siksaan murni.

​Lorong itu sempit dan vertikal, dilapisi jelaga licin. Lin Tian harus merangkak naik layaknya ulat, menekan punggung dan lututnya ke dinding logam yang membara. Paru-parunya terasa seperti menghirup lava cair. Inti Teratai Pedang-nya berputar pelan, melahap racun karbon dioksida di udara untuk memberinya oksigen, sementara Baja Pembelah Urat bekerja keras mencegah organ dalamnya matang.

​Sedangkan lengan kanannya yang membengkak hitam dan tersegel oleh Kristal Tulang Naga terasa seperti jangkar seberat ratusan kilogram yang mencoba menariknya jatuh kembali ke neraka.

​Setiap satu meter ia memanjat, keringatnya langsung menguap. Setengah jam berlalu, namun terasa seperti setengah abad.

​Akhirnya, udara panas mulai menipis, digantikan oleh hembusan angin dingin yang membawa aroma dupa kayu cendana dan wangi bunga teratai. Lin Tian telah mencapai kisi-kisi ventilasi atas.

​Dengan satu sentakan tangan kirinya, ia mendorong kisi-kisi itu dan merangkak keluar, berguling ke dalam bayang-bayang sebuah gang sempit.

​Lin Tian terbaring sejenak di atas lantai pualam yang dingin. Kulit di lengan kiri, dada, dan punggungnya memerah dan melepuh di beberapa bagian, namun otot perunggunya perlahan-lahan mulai mendingin dan menutup luka bakarnya sendiri.

​Ia bangkit dan mengintip dari balik ujung gang.

​Pemandangannya sungguh kontras. Jika di bawah adalah neraka yang kotor, maka tingkat "Bumi" kapal ini adalah surga duniawi. Lorong-lorongnya selebar jalan raya, dilapisi karpet merah, dan diterangi lampion-lampion batu roh yang memancarkan cahaya lembut. Toko-toko mewah, rumah lelang, dan paviliun teh berderet rapi. Para kultivator dengan jubah sutra mahal berjalan santai, didampingi pengawal atau pelayan cantik.

​Lin Tian menarik jubah karung kotornya hingga menutupi kepala, lalu mengambil selembar kain sisa untuk membungkus separuh wajahnya. Menggunakan sisa lumpur penyamar bau dari Tuan Hei, ia benar-benar terlihat seperti gelandangan pengemis—sosok yang sayangnya cukup sering terlihat berkeliaran di sudut-sudut gelap bahkan di kapal mewah ini.

​Ia berjalan menyusuri bayang-bayang, indranya yang dipertajam oleh Niat Pedang mencari sumber energi elemen Yang yang murni. Matanya segera tertuju pada sebuah bangunan tiga lantai yang megah dengan papan nama emas: Apotek Sembilan Tungku.

​Aroma pil tingkat tinggi menguar kuat dari dalam. Ini adalah tempatnya.

​Namun, apotek itu dijaga oleh dua kultivator Puncak Pembangunan Pondasi yang memegang tombak spiritual, serta sebuah formasi pertahanan tipis berwarna biru yang menyelimuti dinding dan pintunya. Jika formasi itu disentuh paksa, alarm akan berbunyi di seluruh geladak.

​Lin Tian tidak mendekati pintu depan. Ia memutar ke belakang bangunan, menatap dinding batu yang dilindungi selaput formasi biru tersebut.

​"Formasi Deteksi Elemen Air dan Angin," gumam Lin Tian dalam hati, menganalisis struktur sihir itu hanya dengan melihat aliran energinya.

​Ia mengangkat tangan kirinya dan menyentuh perlahan selaput biru itu. Alih-alih merusaknya dengan kekuatan fisik, Lin Tian memancarkan Niat Ketiadaan dari ujung jarinya.

​Ziiiip.

​Niat Ketiadaan itu "memotong" dan "melahap" simpul energi formasi sebesar telapak tangan tanpa memicu riak sedikit pun, layaknya ngengat yang menggerogoti kain sutra tanpa disadari pemiliknya. Lin Tian membesarkan lubang itu hingga cukup untuk dilewati tubuhnya, lalu menyelinap masuk menembus dinding melalui jendela kayu di baliknya yang ia congkel tanpa suara.

​Ia tiba di ruang penyimpanan utama di lantai dua. Rak-rak kayu cendana menjulang tinggi, dipenuhi kotak-kotak giok yang berisi pil-pil berharga.

​Lin Tian menyusuri rak tersebut dalam kegelapan. Penciumannya membimbingnya ke sudut ruangan yang memancarkan hawa panas murni. Di sana, di dalam sebuah kotak kristal bersegel, tergeletak tiga butir pil berwarna merah keemasan yang seolah memancarkan cahaya apinya sendiri.

​Pil Naga Matahari. Pil tingkat menengah-atas yang mampu menetralkan racun es paling ekstrem sekalipun. Harganya di pasaran bisa mencapai ribuan Batu Spiritual tingkat menengah per butirnya.

​Lin Tian baru saja mengangkat tangan kirinya untuk melelehkan segel kotak kristal tersebut dengan Niat Ketiadaannya, ketika tiba-tiba Niat Pedangnya menjeritkan alarm.

​Seseorang ada di ruangan ini.

​Dan orang itu sama sekali tidak memancarkan fluktuasi Qi!

​Lin Tian langsung melompat mundur ke dalam bayangan di sudut ruangan, menyatu dengan kegelapan. Napasnya berhenti total.

​Dari jendela di sisi berlawanan, sesosok bayangan ramping yang mengenakan pakaian ketat berwarna hitam malam dan topeng gagak menyelinap masuk. Gerakannya seringan bulu, nyaris seperti hantu yang melayang. Bayangan itu sama sekali tidak menggunakan Qi untuk meringankan tubuh; ia menggunakan teknik langkah kaki murni tingkat tinggi.

​Seorang pencuri fana? Tidak, ada pedang tipis melilit di pinggangnya, batin Lin Tian, matanya mengunci sosok tersebut.

​Pencuri bertopeng gagak itu mendekati rak yang sama, matanya tertuju pada barisan kotak di atas Pil Naga Matahari—tempat di mana sebuah botol berisi "Embun Bunga Jiwa" yang sangat langka disimpan.

​Pencuri itu mengeluarkan sebuah jimat kecil dan menempelkannya ke kotak tersebut. Tiba-tiba, jimat itu berkedip merah dengan cepat.

​Tit! Tit!

​Jebakan lapis kedua! Kotak itu memiliki segel tersembunyi yang bereaksi terhadap jimat pelepas segel!

​"Sial!" rutuk si pencuri gagak dengan suara wanita yang tertahan.

​NGIIIIINGGG!

​Alarm melengking keras memekakkan telinga di seluruh lantai dua, diikuti dengan kilatan lampu merah yang menerangi ruangan. Formasi pengurung tiba-tiba aktif, menutup semua jendela dan pintu dengan jeruji cahaya spiritual yang tebal.

​Langkah kaki para penjaga berdentum keras dari tangga bawah, meneriakkan peringatan.

​Kekacauan itu seketika menghancurkan rencana mencuri tanpa suara Lin Tian. Matanya menyipit memancarkan bahaya.

​"Waktunya habis," desis Lin Tian.

​Lin Tian keluar dari bayang-bayang. Ia tidak mempedulikan pencuri wanita yang sedang panik mencari jalan keluar. Lin Tian melangkah cepat ke arah kotak kristal berisi Pil Naga Matahari, mengangkat tinju kirinya, dan menghantamkannya ke arah kotak berpelindung formasi tingkat tinggi tersebut!

​TRANGGG! KRAAAK!

​Tinju fisik murni yang dilapisi aura Ketiadaan meremukkan kotak kristal seharga puluhan ribu keping emas itu menjadi bubuk dalam satu pukulan. Ia meraup ketiga butir Pil Naga Matahari ke dalam saku jubahnya.

​Pencuri bertopeng gagak itu terperanjat melihat Lin Tian, seorang "pengemis" kotor yang mendadak muncul dan menghancurkan segel dengan tangan kosong.

​"Siapa kau?!" seru wanita itu, mencabut pedang tipisnya yang fleksibel bagai cambuk perak.

​Pintu utama di dobrak dari luar. Tiga kultivator penjaga Pembangunan Pondasi menerobos masuk dengan pedang terhunus.

​"Di sana! Ada dua pencuri!" teriak sang kepala penjaga. "Bunuh mereka!"

​Tiga pedang terbang melesat dengan kecepatan kilat ke arah Lin Tian dan wanita bertopeng gagak tersebut.

​Wanita itu melenting ke udara, pedang tipisnya berkelebat menangkis satu pedang terbang dengan teknik tangkisan melingkar yang indah.

​Namun bagi Lin Tian yang sedang terdesak waktu, keindahan adalah ketidakefisienan.

​Satu pedang terbang meluncur lurus ke arah tenggorokan Lin Tian. Alih-alih menghindar, Lin Tian menjejalkan kakinya ke lantai, merendahkan bahunya, dan melesat menyongsong pedang terbang itu.

​Tepat saat bilah spiritual itu hampir menusuknya, Lin Tian menggunakan telapak tangan kirinya untuk memukul sisi samping pedang terbang tersebut dengan kekuatan sentakan yang sangat buas.

​TANGG!

​Pedang terbang baja spiritual itu patah di udara akibat kompresi fisik yang brutal! Sang penjaga pemilik pedang memuntahkan darah akibat ikatan spiritual senjatanya yang dihancurkan secara paksa.

​Tanpa berhenti sedetik pun, tubuh Lin Tian meluncur maju layaknya meriam. Ia tiba di depan kepala penjaga dalam satu tarikan napas.

​Lengan kanan Lin Tian masih menggantung pasif dan tersegel, namun tangan kirinya meraih wajah kepala penjaga itu, mencengkeram tengkoraknya, dan menghempaskannya ke lantai dengan tenaga yang meretakkan ubin pualam ruangan tersebut.

​BAM!

​Satu Pembangunan Pondasi pingsan seketika dengan tengkorak retak.

​Penjaga ketiga membeku ketakutan. "I-Iblis fisik!"

​Wanita bertopeng gagak di sisi lain juga terpaku melihat kebrutalan absolut yang ditampilkan oleh pengemis berlengan satu tersebut. Ia baru menyadari bahwa pemuda kumal ini jauh lebih berbahaya dari seluruh penjaga apotek ini digabungkan!

​"Jendelanya terkunci oleh formasi penjara!" teriak wanita itu, berusaha mencari simpati untuk bekerja sama melarikan diri.

​Lin Tian tidak menjawab. Ia melirik jeruji cahaya spiritual yang menyegel jendela tempat ia masuk tadi. Jika ia membuang waktu memotongnya pelan-pelan dengan Niat Ketiadaan, bala bantuan yang lebih kuat akan datang.

​Ia harus menerobos paksa.

​Lin Tian menoleh ke arah wanita bertopeng gagak tersebut. "Beri aku pedangmu."

​"Apa?! Kau gila, ini artefak—"

​Sebelum wanita itu sempat menolak, Lin Tian telah berada di depannya dengan kecepatan hantu. Tangan kirinya bergerak lebih cepat dari refleks wanita itu, merampas pedang tipis perak itu dari genggamannya dengan teknik melucuti tanpa cacat.

​"Hei!" jerit wanita itu marah.

​Lin Tian menggenggam gagang pedang tipis itu, menyalurkan Niat Pedang Sembilan Kematian secara masif ke dalam bilah senjata yang rapuh tersebut. Pedang perak itu seketika menjerit, bergetar hebat menahan beban aura pedang purba yang jauh melebihi kapasitas fisiknya. Bilahnya berubah warna menjadi hitam pekat akibat aura ketiadaan.

​Lin Tian mengayunkan pedang itu lurus ke arah jeruji cahaya formasi di jendela.

​ZZRAAASH!

​Satu tebasan pedang biasa yang dibalut Niat Sembilan Kematian merobek formasi penjara tingkat Pembangunan Pondasi itu seolah merobek kertas basah! Jendela hancur berantakan.

​Namun, harga dari tebasan itu juga seketika dibayar lunas.

​PRANG!

​Pedang tipis perak milik wanita bertopeng itu hancur berkeping-keping menjadi debu di tangan Lin Tian, tak mampu menahan Niat Pedang Sembilan Kematian lebih dari tiga detik.

​Lin Tian membuang gagangnya yang tersisa ke tanah. Ia menoleh sekilas ke arah wanita bertopeng yang masih menganga tak percaya melihat pedangnya menjadi debu dan formasi tebal terbelah dua.

​"Hutangmu lunas karena menarik alarm," ucap Lin Tian dingin, lalu melompat keluar melalui jendela yang terbuka, terjun kembali ke dalam bayang-bayang geladak Bumi dan menghilang tanpa jejak.

​Meninggalkan sang pencuri bayangan dan para penjaga yang kebingungan.

1
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣💪💪💪💪💪💪
yos helmi
💪💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪
yos helmi
😄😄😄🤣🤣🤣🤣💪💪💪💪
yos helmi
💪💪💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣💪👍💪👍💪
yos helmi
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!