Delina Azzahra Gustia, gadis 21 tahun yang paling anti dengan yang namanya duda, harus menghadapi kenyataan pahit... ancaman dari ayahnya.
"Kalau kamu masih bangun siang terus, Bapak nikahkan kamu sama duda!"
Ancaman itu selalu ia anggap angin lalu.
Sampai suatu hari... semuanya berubah.
Sebuah kejadian konyol yang tak pernah ia bayangkan-kepeleset, lalu jatuh tepat di atas seorang pria asing-membuat hidupnya jungkir balik.
Lebih parahnya lagi, warga memergoki mereka dalam posisi yang... tak bisa dijelaskan.
Pria itu adalah Muhammad Agam Alfariz. Seorang gus berusia 30 tahun.
Dan sialnya... dia adalah tipe pria yang paling Delina benci. Namun karena fitnah yang terlanjur melebar, satu keputusan harus diambil.
Menikah...
Dalam semalam, Delina yang anti duda... justru sah menjadi istri seorang gus mantan duda.
Hidupnya yang dulu bebas, kini berubah total.
ig: adelgustian_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adelita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28
3 hari Delina dirawat dirumah sakit, Ummi Jemmah dan Abah Ahmad bolak balik menjaga dirinya dan juga Syifa. Agam dan Azzam tentunya tidak bisa 12 jam selalu menjaga istri-istri mereka, hanya saja Syifa istri Azzam masih dirawat dirumah sakit.
Berbeda dengan Delina yang sudah diperbolehkan pulang, awalnya 1 hari berlalu ada Mak Nurlela dan Pak Roslan yang membantu nya karena kebun gak ada yang memantau jadiinya mereka pulang.
Selama Delina dan Agam tingga di kota, diperumahan. Menurut Delina, lebih asik tinggal di desa tempat tinggalnya dulu. Wajar, namanya juga kota. Rata-rata orangnya bodo amatan degnan sosial disekelilingnya itu yang membuat Delina acungkan jempol ia salut.
Tapi sangat disayangkan, kurang nya pendkatan antara sesama tetangga. Itu saja, jadi agak susah kalau dimintai tolong. Sepertinya halnya, Agam yang harus bekerja meninggalkan Delina seorang diri dirumah. Tidak mungkin orang tuanya harus bolak sana-sini kreumah kan? Apalagi rumah orang tua Agam butuh waktu 2 jam sampai kesana.
Agak was-was sebenarnya Agam meninggalkna Delina sendirian, apalagi Delina sedang hamil muda. Hampir setiap hari wanita itu akan mengalami morning sickness tak menentu, sering pusing mendadak.
Apalagi Delina, tipe perempuan batu. Alias susah dikasih tahu, dilarang ini itu berujung debat karena Delina tidak terima jika pekerjaan yang dilakukna nya dihalangin. Padahal kan maksud Agam biar dia saja yang bekerja, istrinya tidak perlu cari uang tambahan. Tapi Delina tetep kekeh pada pendirian ujung-ujungnya satat Agam pulang kerumah. Delina yang pucat lemes, siapa coba yang gak khawatir kan?
Wanita itu mengembangkan bakat cara membuat cake, bisa dikata olshop kecil-kecilan. walaupun sistem nya antar jemput kurir tetep capek, karena buat kue tidak semudah dibayangkan apalagi kalau pesanan pastinya harus siap siaga berapa puluh ratus yang akan dibuat.
Jika ditanya jawaban nya selalu sama. " Aku cari kesibukan Mas, capek juga kalau dirumah terus gak ngapa-ngapain mending aku buat kue aja. Lumayan buat pemasukan persalinan."
Selalu itu jawaban nya, tapi agam tetap membantu karena ia kasihan istrinya lagi hamil harus buat kue pesanan orang tengah malam dan gak cuman sehari atau dua hari bayangkan saja sebulan bisa beberapa kali pesanan diambil jam 6 pagi, apa gak dibuat subuhan kuenya? Apalagi ibu hami harus tidur yang cukup gak boleh kecapekan.
Agam, sebagai kepala rumah tangga. Dan imam sebagai suami, memutuskan untuk kembali ke desa tempat tinggal Delina, ia mengajukan kontrak kerja perpindahan permanen ke desa Delina awalnya memang agak sulit tidak bisa sepenuhnya berjalan mulus.
Ia harus bolak balik antara, desa dan kota jakarta karena tuntutan pekerjaan. Agam mau? Ya, dia lakukan. Dan Delina? Tentu ia titipkan dirumah mertuanya.
Jika ia bisa pulang, Agam memilih pulang ke desa atau menginap dirumah ummi Jemmah dan Abah Ahmad lalu esokan harinya baru pulang ke desa. monoton kehidupan Agam selama di kota.
Tidak luput, Delina yang hampir setiap malam terkadang ditengah malam menghubunginya jika mereka terpaksa LDM. Alasan nya cuman satu.
" Mas\~ aku kangen.... Gak bisa tidur, kala gak ada Mas!? " Rengek Delina.
" Sabar Dek, Mas masih kerja. Tunggu 1 minggu lagi ya, mas akan menyelesaikan kerja disini lalu sepenuhnya Mas kerja didesa."
" Lama,banget.... Aku kangen, dedeknya juga kange...." Ucap Delina merengek bak anak SD.
Diseberang sana, Agam terkekeh pelan melihat tingkah istrinya itu yang makin hari maki gembul saja pipinya. Rasanya ingin di cium habis-habisan, ehh...
Agam menggeleng-geleng mengenyah pikiran negatifnya.
" Kamu gak mau ketemu aku Mas? " Tanya Delina dar seberang sana.
Agam yan tersadar, kembai menatap layar ponselnya melihat wajah sang istri ingin menangis.
" Loh? Kenapa dek?" tanya Agam.
" Mas gak mau ketemu aku? " Tanya Delina serak.
Agam mengernyitkan keningnya. " Mas mau kok ketemu kamu dek." Jawab Agam meyakinkan.
" Tapi tadi, Mas. Geleng kepala, berarti mas sudah gak sayang sama aku lagi? Apa karena aku gendutan? Jadinya mas gak suka lagi?"
Agam gelagapan jadinya, saat melihat air mata istrinya itu mengalir.
" GAk dek! Maksud Mas, bukan gitu..."
" BOHONG! MENTANG-MENTANG KITA LDM, AKU LAGI HAMIL! KAMU PASTI MACAM-MACAM DILUAR SANA KAN! " Pekik Delina.
" DENGERIN DULU DEK! " Agam pun tak kalah hebohnya.
" GAK, AKU GAK BUTUH PENJELASAN MAS! TENRYATA SEMUA COWOK SAMA AJA! SUKANYA YANG BOHAY DAN SOLEHOT, SANA NIKAH AJA SAMA LC SEWAAN MAS! "
" DEK! ISTIGFAR! GAK BOLEH BILANG GITU, MAS SETIA SAMA KAMU. "
" BOHONG BANGET! MUNTUNG COWO KAGAK BISA DIPERCAYA, MAS GAK PERLU PULANG KESINI. AKU SMAA ANAK KU GAK BUTUH LELAKI YANG GAK TAHU DIRI! "
" DEKK! AD-"
TUT...
Agam menghela nafas lelah, kalau sudah begini auto ambekan sebulna dan dirinya tidak akan diberi kehangatan saat pulang kerumah nanti.
Agam bergegas, bersiap-siap. Malam ini juga, ia tekad pulang kerumah.
Demi kehangatan kasur , Ehh! Maksudnya demi sang pujaan hati dan calon anaknya, agam Rela menemuh perjalanan dimalam hari. Toh, ia bisa mengajukan libur sehari saja.
...➰➰➰➰...
Sedangkan Delina, wanita itu menghapus jejak airmatanya.
" Dasar pria sama saja! Mau duda, lajang, perjaka KURANG AJAR SEMUA! " Geram Delina.
" Kalau gak mau liat bini berubah bentuknya, modalin lah! Bukannya ngeluh terus selingkuh, emang cowonya aja kegatelan haus selengki-an. Nikah aja ama manekin, kalau mau spek yang candy jenner. " Dengus Delina.
" Kalau gak mau lagi, ya Child Free aja. Gitu doang susah, giliran bikin nya semangat. Gilirn jadi kabur-kabura. DASAR LAKIK BIADAB! GAK ADA AKHLAK! " Delina tidak hentinya merepet terus menerus.
" Kamu kenapa Lin? " Tanya Mak Nurlela menyipitkan matanya saat meliha siluet orang didapur.
" Eh Mak? Hehehe, mau makan Mie lagi kepengen. " Ucap Delina menunjukan semagkok mie yang masih mengepulkan asapnya.
" Oalah, jangan kebanyakan makan mie. Gk baik buat bayinya." Ucap Mak nurlela sembari mengambil air minum di botol.
" Iya Mak, baru kali ini. Aku makan Mie, selama hamikan. Mamak yang kontrol makan ku." Cemberut Delina jika mengingat, makanan favoritenya harus tersingkirkan selama kehamilan dan saat lahiran nanti.
" Lbih baik di hindari, sebelum terlambat. Jangan lupa dimatikan lampunya, tidurnya jangan larut-larut. "
" Iya Mak, ini aja baru jam 3 pagi." Melirik ke jam dinding menunjukan pukul 03.09 dini hari.
" Mak, mau tidur dulu." ucap mak Nurlela kembali kedalam kamarnya.
" Iya Mak. " Jawab Delina.
PAGI HARI
Ayam berkokok dan matahari menampakan sinarnya yang begitu terang menderang diatas sana.
Delina sedang berjemurn diluar, dengan perutnya yang mulai membelendung. Membuat pergerakannya terbatas.
TIT...
TIT...
TIT...
" SAYUR!IBU-IBU! SAYUR SEGAR! BARU DIPETIK DARI KEBUN! " Suara Pak Rosmadi dengan sepeda ontel dan terompet khas nya setiap pagi.
Para ibu-ibu berkumpul didepan rumah Delina, Pak Rosmadi menghentikan sepedanya disana. Sambil membeli sayuran seperti biasa gosip hot tidak pernah terlewatkan dari mulut ke mulut dan sampailah ketelinga Delina.
" Lin kamu beli sayuran juga? " Tanya salah satu ibu-ibu disana melihat keberadaan Delina yang mendekat.
" Iya Mbule, mau buat pencokan." ucap Delina sembari memilih-milih masakan apa yang ingin dimkan.
" Eh Jeng , kalian tahu gak? Si Wirta anaknya Hj Sunem itu?"
" Iya,iya... Tahu kenapa emangnya?"
" Anaknya cerai sama lakiknya."
" Serisan jeng? Si Wirta sama si Mamat kan nama suaminya itu?"
" Iya, jeng. "
" Jangan nyebar gosep sembarangan lah Bu, tahu dari mana?"
" Saya dikasih tahu sama jenengan langsung, Hj Sunemnya curhat sama saya. Katnya anaknya si Wirta diselingkuhin sama si mamat "
" Wajarlah, wong si Wirta gendutan gitu. Mana habis lahiran kan? Baru beberapa bulan gitu, wajar aja suaminya cari yang lain. "
" Gak boleh gitu jeng, kita juga punya anak perempuan loh."
" Iya, seharusnya. kita dukung si Wirta, kasihan dia kan habis lahiran berapa bulan yang lalu takutnya jadi apa itu namanya Lin? Babi blusukan ya?" Tanya Bude Sumenep.
" Baby Blues Bude, bukan babi Bulusukan." Jawab Delina tawanya hampir nyembur.
" Bude mu itu memang suka plesetan apa aja, herman deh." Beberapa ibu-ibu disana ketawa mendengarnya.
" Tapi mnurutku karma dari Pak Gatot gak sii?"
" Kayaknya iya, dulu waktu masih muda kan. Si Gatot suka main perempuan selingkuh dimana-mana, inget banget dulu kasusnya, ampe bawa golok Hj Sunem. Saking muaknya liat gatot bawa cewek pulang berduaan dikamar. "
" IYa, kalau gak berhubung-an ba-dan ya apalagi kan? Namanya juga lawan jenis selingkuh dalam kamar pastinya begitu."
" Sekarang kena karma ke anaknya, kasihan banget ya. Padahal anak-anaknya gak salah apa-apa."
" Sri habis diselingkuhin calon suaminya disemak-semak, batal nikah. Eh sekarang anak sulungnya Hj sunem diselingkuhin suaminya."
" Tapi mereka juga salah, mulutnya gak bisa di kondisikan kalau sudah menghina orang. Bagus aja hidup mereka hancur kalau bisa ampe 7 keturunan."
" Astagfirullah, istigfar sampean Bu. "
" Lin, kamu jangan sampai kayak Wirta ya. Apalagi kamu lagi hamil kan."
" Maksdnya Bude gimana ya?" Tanya Delina keheranan drinya padahal hanya diam saja.
" Itu loh, berat badan mu. Kalau bisa saat lahiran jangan gendutan, tetep gini aja. Nanti suami mu kabur."
" Iya, Lin. Kalau suami sudah mulai cuek sama istrinya, itu tanda-tanda suami gak suka sama fisk istrinya."
" Kamu lagi hamil, terus berat badan mu ini sudah normal jangan di tambahn lagi. Sekearang marak perselingkuhan karena istrnya gak bagus lagi."
" Heh! Ibu-ibu rempong! Kalian kan pernah hamil, masa bilangnya begitu ke ibu hamil muda?" Jawab seorang perempuan dengan daster kebanggaan nya dan rambut yang dicepol asal menghampiri para ibu-ibu yang masih nimbrng di tukang sayur.