NovelToon NovelToon
PRINCESS AZURA

PRINCESS AZURA

Status: sedang berlangsung
Genre:Aliansi Pernikahan / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:143.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Putri Azura dari kerajaan Utara, menikah dengan pangeran Xavier, putra Mahkota kerajaan Selatan. Xavier membenci Azura saat mengetahui wanita itu hanya memanfaatkannya demi pernikahan politik. Semua orang yang pernah dekat dengan Azura pun berpaling darinya dan menganggapnya wanita jahat yang haus akan kekuasaan.

Namun, apakah sang putri benar-benar jahat? Atau dia hanya menjadi boneka politik yang berusaha bertahan hidup?

Nanti akan terungkap bahwa di balik keanggunan dan kepintarannya, Princess Azura diam-diam melindungi Xavier dan orang-orang yang dia sayangi dari bahaya yang jauh lebih besar. Kebencian perlahan berubah jadi keraguan, hingga akhirnya kebenaran mengejutkan terkuak, kebenaran tentang betapa pahitnya kisah hidup Azura dan cintanya yang tulus terhadap Xavier.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wanita iblis

Wajah Xavier terlihat mengerikan, jauh lebih menakutkan daripada saat ia sedang marah di medan perang. Matanya yang biasanya tajam namun teduh, kini memerah menyala diliputi oleh kebencian yang tak lagi bisa dibendung.

Pembuluh darah di leher dan pelipisnya menonjol jelas, rahangnya mengeras seolah akan hancur berkeping-keping. Ia mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka nyaris bersentuhan, membiarkan Azura melihat amarah yang membara dalam dirinya.

"Kau pikir dengan senyum palsu dan jawaban manis itu kau bisa menipu semua orang lagi?" desis Xavier dengan suara rendah namun menggelegar, penuh penekanan yang tajam dan menyakitkan.

"Kau pikir aku akan membiarkanmu hidup tenang, tidur di sini dan menikmati gelar sebagai istriku setelah semua kebohongan kotor yang kau lakukan?!"

Azura meronta sekuat tenaga, kuku-kukunya bahkan sampai meninggalkan goresan merah di lengan kekar Xavier, namun lelaki itu sama sekali tak bergeming. Cengkeramannya justru makin kuat, membuat napas wanita itu terputus-putus, kepalanya mulai pening dan berkunang-kunang. Wajah cantiknya perlahan berubah merah padam, lalu perlahan membiru karena kekurangan oksigen. Air mata tak sanggup lagi tertahan, mengalir membasahi pipinya yang pucat, jatuh tepat di tangan kasar yang sedang mencekik lehernya.

"Kau wanita iblis, " ucap Xavier lagi, penuh rasa muak.

"Aku benar-benar bodoh dulu. Aku bodoh sekali sampai percaya dan memperlakukanmu dengan baik. Kau bahkan rela menyakiti tubuhmu sendiri demi ambisi busuk kerajaanmu, demi misi kotormu itu!"

Azura menggeleng lemah, mulutnya terbuka menahan sakit, berusaha mengeluarkan suara meski tak ada sedikit pun udara yang bisa lewat. Ia ingin berteriak minta dilepaskan, namun jelas tidak bisa.

"Kau pikir aku tidak tahu apa tugasmu di sini?" ucap Xavier sinis, matanya menatap tajam ke manik mata Azura yang mulai memudar.

"Kau diutus ke sini bukan untuk menjadi istri yang baik, bukan untuk menjaga perdamaian. Kau diutus untuk menjadi mata-mata, mencari kelemahan kerajaan ini, dan menghancurkannya dari dalam, benar kan? Itu tugas mulia yang diberikan ayahmu padamu, bukan?"

Air mata Azura makin deras mengalir karena kesulitan bernafas. Ia tersiksa bukan hanya karena nyawanya yang sedang di ujung tanduk, tapi karena hatinya yang entah kenapa rasanya hancur sekali. Karena Xavier yang lembut, kini berubah menjadi sosok yang begitu kejam terhadapnya.

"Kau tahu apa yang paling aku sesalkan selama hidupku?" bisik Xavier, kali ini nadanya terdengar lebih dingin dan mematikan, penuh kepahitan yang mendalam.

"Aku menyesal telah menyelamatkanmu waktu itu. Aku menyesal telah memelukmu saat kau ketakutan. Aku menyesal memberi nama, karena nama itu tak pantas untuk wanita menjijikkan seperti dirimu."

Perlahan namun pasti, Xavier mulai melonggarkan cengkeramannya sedikit, bukan karena ia iba atau berubah pikiran, melainkan karena ia tidak ingin Azura mati begitu saja. Kematian terlalu mudah untuk wanita sepertinya. Ia ingin Azura hidup, dan merasakan penderitaan yang jauh lebih berat daripada sekadar kehilangan nyawa.

Begitu lehernya terlepas dari tekanan keras itu, tubuh Azura langsung terhempas jatuh ke lantai yang keras dan dingin. Ia terbatuk-batuk hebat, tubuhnya menggigil hebat sambil memegangi lehernya yang terasa perih, panas, dan sakit luar biasa. Ia terengah-engah seperti habis berlari ribuan kilometer.

Xavier berdiri tegak di depannya, menatap tubuh itu dengan tatapan tanpa belas kasihan sedikitpun. Wajah yang dulu selalu dipenuhi senyum lembut dan pelindung kini hilang sudah, digantikan oleh tatapan kejam yang mengerikan.

"Jangan berharap aku akan mengampunimu," ucap Xavier pelan namun berat, terdengar jelas di tengah keheningan kamar itu.

"Mulai malam ini, dan untuk selamanya, kau bukan istriku. Di mata dunia kita memang suami istri, tapi di dalam tembok ini, kau hanyalah tawanan yang aku biarkan hidup."

Xavier berjalan mundur beberapa langkah, lalu duduk di kursi santai yang berada di sudut ruangan, menjauh sejauh mungkin dari Azura. Ia menyilangkan kedua tangannya di dada, menatap Azura yang masih terbatuk sambil berusaha bangkit dengan tatapan yang jijik.

"Kau boleh tidur di mana saja di ruangan ini, asal jangan dekat denganku. Kau adalah wanita yang kotor dan penuh dengan kebohongan, melihatmu saja membuatku tak sudi." ucapnya dingin.

"Dan ingatlah baik-baik, princess Azura... setiap tetes air mata yang kau jatuhkan, setiap rasa sakit yang kau rasakan, itu semua adalah balasan pantas untuk apa yang kau lakukan padaku, pada keluargaku, dan pada kerajaan ini."

Azura akhirnya berhasil duduk bersandar pada dinding dingin. Ia menundukkan wajah, menutup mulutnya yang masih mengeluarkan suara isak tangis tertahan. Lehernya terasa sakit sekali, bekas jari-jari Xavier pasti akan membiru dan meninggalkan tanda untuk waktu yang lama. Namun, rasa sakit di hatinya terasa jauh lebih parah, jauh lebih menyiksa daripada rasa sakit fisik apa pun di dunia ini.

Ia menatap Xavier dari balik kelopak matanya yang basah, melihat lelaki itu yang kini tampak begitu jauh, begitu asing, dan begitu penuh kebencian. Azura tahu, perjalanan panjang dan menyakitkan baru saja dimulai. Ia harus bertahan, seberat apa pun itu, meski harus menelan ludah sendiri setiap hari, meski harus hidup di bawah bayang-bayang kebencian Xavier.

Kau tidak boleh kalah Azura. Lawan dia, jangan kalah. Kau adalah putri yang menikah secara sah dengannya. Kalau dia bisa mengancam, kau juga bisa.

Gumamnya pada dirinya sendiri. Kemudian ia berdiri, menatap Xavier dari tempatnya. Setelah berhasil mengatur nafas, dia melangkah sedikit mendekat dan berbicara pada pria itu.

"Terserah kau menganggapku seperti apa," katanya. Xavier menyipitkan matanya tajam. Masih berani ternyata. Padahal sudah dia gertak seperti tadi.

"Aku menikah denganmu secara sah. Kalau kau berani main tangan denganku, aku tidak akan segan-segan melapor pada raja."

Xavier mencibir.

"Kau mengancamku?"

"Bukankah itu sudah jelas?"

"Kau tidak takut mati ditanganku?"

"Kau tidak akan membunuhku. Aku adalah putri Agung dari Kerajaan Utara. Membunuhku, sama saja dengan menyatakan perang dengan Kerajaanku."

Tangan Xavier dengan cepat meraih vas bunga dari atas meja sofa dan melempar kuat ke lantai hingga pecah berkeping-keping. Azura kaget luar biasa tapi dia tetap berusaha kuat di depan laki-laki itu. Tidak boleh lemah sekarang, karena bukan nyawanya saja yang dia pertaruhkan.

Azura tetap berdiri dengan dagu terangkat. Dia harus tampak sombong seperti putri Azura yang terkenal sombong dan suka seenaknya di Kerajaan Utara. Xavier berdiri ingin menyerang wanita itu lagi, tapi langkahnya berhenti begitu melihat leher Azura yang penuh memar biru akibat ulahnya tadi. Lalu tanpa kata ia berbalik keluar dari kamar itu.

Azura langsung terduduk di lantai begitu pintu tertutup dan Xavier benar-benar menghilang. Hari-hari selanjutnya pasti akan berat, tapi dia akan bertahan, seberat apapun itu. Toh, dia pernah mengalami yang jauh lebih berat dari ini.

1
Usagi tzukino
cieee yg marah istrinya di jelekin orang,
hanya aku yg boleh menghina istriku,KLW orang lain yg berani,siap² kupenggal,dlm hati pangeran Xavier, hanya aq yg dengar 😂😂😂😂😂
Soraya
mampir thor
van aurora
puas bgt part ini..arghh..gitu dong xavier
Hanima
👍👍👍
Hanima
/Sweat//Cry/
Ko
Rasainnn kau azura.. Xavier itu tulus menyayangi & merawat kau dlu tapi kau menipunya. Dasar wanita jahat. Lagian udh gak suci lg sbg istri pangeran mahkota..
Syifa Azhar
ana dan isol baiknya kalian laporkan keadaan azura pada pangeran Xavier biar bisa bantu selamatkan putranya😀💪
🌿🌺WINA🌸🌿
Pangeran xavier tidak rela istrinya dihina dan direndahkan, bagus pangeran xavier bela istrimu...pangeran xavier sampai mengancam elish kasih pelajaran...
dasar elish sok sok cantik dan caper didepan pangeran xavier, kegatelan elish pengen mendekati pangeran xavier..
yg ada pangeran xavier sangat jijik dan muak sama elish...

putri perdana menteri tutur katanya tidak bisa dijaga, berani menjelek2kan dan menghina putri azura...

putri azura tidak seburuk itu, putri azura pasti ada alasannya tiba-tiba menghilang.. lagi mencari kesempatan membebaskan putranya/melihat anaknya lagi sakit...

pangeran xavier sangat curiga gerak-gerik putri azura, dikira xavier merencanakan sesuatu mencelakainya...

kasian juga nasibnya putri azura anaknya disandera, diancam jadi mata-mata, dan pangeran xavier salahpaham pangeran memperlakukan putri sangat kasar dan kata-katanya bikin sakit hati....
wanti astuti
Mamposs loh elish... Makanya mulut tuh di jaga jangan kaya ember bocor nyerocoss aja terus luh
mimief
harga diri istrinya adalah muka sang suami bukan?
ga jeules ya vier
cuman cemburu 🤣🤣🤣🫣
🌿🌺WINA🌸🌿
Demi keselamatan anaknya, putri azura rela diperlukan kasar sama pangeran xavier... pangeran xavier makin marah dan emosi salahpaham, putri azura tidak mau berkata jujur...

putri azura sangat ketakutan dan khawatir takut terjadi sesuatu sama anaknya, klo kasih tahu pangeran xavier azura serba salah... raja utara sangat jahat dan licik, bisa melakukan apa aja demi ambisinya sampai tega sandera anaknya putri azura....

tapi putri azura gak mau jujur makin salahpaham pangeran xavier, yg ada kebencian dan merasa dikhianati pangeram xavier...

pangeran xavier tidak akan membiarkan putri azura menghilang dari hidupnya, masih jadi misterius anaknya azura apakah anaknya pangeran xavier....
Bunda Dzi'3
Ana Isol Hrsnya Klian Ceritakan ke Xavier menderitanya Azura Di kerajaan nya Sndri 😭
faridah ida
kereen̈ Xavier ...👍👍👍👍
walau sebel sama Azura tapi depan orang lain kamu harus tetap bela istri ....👍👍👍
Rina
perjalanan mereka kayaknya rumit Dan masih panjang.. semoga Ada kebahagiaan ya..
faridah ida
bener Xavier , maka nya kamu jangan percaya sama mulut Elish ..
faridah ida
bener2 nih sih Elish mulut nya jahat banget ,...
faridah ida
harusnya kamu sama Xavier bilang jujur aja Azura ...
Lembang Azam
coba pelayan putri Azura bilang yg sebenarnya sama pangeran, dg jaminan keselamatan thorrr😭
Ida Sriwidodo
Aahh.. kereenn pangeran Xavier!
Mang harusnya begitulah seorang suami.. di depan orang lain harus membela marwah dan harga diri istrinya.. karena itu harga dirinya juga
Meski dibelakang orang lain.. setelah hanya berdua dengan Azura .. Azura di 'siksa' abis2an sama si pangeran.. 😅😅😭😭

Elish!
Syykuriinn.. kapok ngga sii..
Yaa kapoklah.. masa ngga! 😬😬🤣🤣😭😭

Pertanyaannya :
Kemana Azura pegi sepagi itu?
Apakah dayang2nya tau kemana majikan mereka pegi? 🤔🤔
Momz Haikal Sandhika
walau pun xavier membenci azura, tapi dia tetap membela dan menjaga harga diri azura
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!