NovelToon NovelToon
Aku Bukan Milik Langit

Aku Bukan Milik Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Dikelilingi wanita cantik / Kebangkitan pecundang / Budidaya dan Peningkatan / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:980
Nilai: 5
Nama Author: Dana Brekker

Di dunia yang tunduk pada Mandat Langit, kultivasi bukan sekadar kekuatan, melainkan belenggu. Setiap embusan qi dikenakan pajak oleh langit, dan mereka yang membangkang akan dikutuk dalam kehancuran. Di tengah tatanan tiran ini, hiduplah Li Shen, seorang yatim piatu fana dengan meridian cacat yang dianggap sampah oleh dunia.

Namun, penolakannya terhadap anugerah langit justru menarik perhatian Dewa Xuan Taiyi.

Selama seratus tahun, Li Shen ditempa dalam isolasi dimensi Taixu Shengjing, mengasah Kehendak Murni yang tidak mampu diintervensi oleh dewa mana pun. Ia bangkit kembali bukan sebagai pahlawan, melainkan sebagai Penolak Takdir.

Perjalanan panjangnya di mulai dari Perkumpulan Tanpa Mandat, sebuah gerakan revolusi rakyat kecil Lianzhou yang muak dengan penindasan langit. Bersama Yan Shuhua (Hua'er), gadis pembunuh bayaran yang setia, dan Ru Jiaying, penjinak binatang roh misterius, Li Shen memulai perang mustahil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dana Brekker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Ketika Urusan Dapur Berujung Baku Hantam

Beberapa hari berlalu sejak rapat rahasia itu. Ruang belakang Selendang Merah menjadi pusat dunia kecil yang penuh akan garis merah, tanda silang, dan jalur qi yang hanya dipahami segelintir orang.

Madam Luo menghabiskan sebagian besar waktunya di sana, duduk tegak di hadapan meja rendah, kipas tertutup di tangan, selalu. Li Shen berdiri atau duduk di sudut ruangan, lebih sering diam, menandai jalur masuk dan keluar dengan potongan arang. Hua’er sesekali ikut mengoreksi, menunjuk titik-titik yang terlalu dekat dengan patroli Paviliun. Tetua Feng dan dua bawahannya datang dan pergi, membawa kabar dari cabang timur, anggota Perkumpulan lain yang siap membantu, gudang yang bisa dijadikan umpan, dan nama-nama yang harus dijaga agar tak bocor.

Di tengah semua itu, ada satu orang yang sejak awal ingin ikut menjadi apa yang dinamakan “bagian besar sejarah”.

Dan justru dialah yang disingkirkan paling jauh dari rapat.

“Kau.” Tuding Madam Luo sambil melirik Luo Pang dari balik kipas, “dan kau juga, Mei Lan. Urus Selendang Merah selagi aku sibuk.”

Luo Pang berkedip dua kali. “Urus… maksud Madam?”

“Dapur, persediaan, tamu harian. Teh, beras, pakaian ganti, obat-obatan, arak. Pokoknya semua yang membuat tempat ini tetap berdiri,” jelas Madam Luo. “Kalau dua hal itu berantakan, revolusi juga akan berantakan.”

“Bagaimana dengan logistik—” Pang membuka mulut, lalu menutupnya lagi. “Madam… memang kejam.”

“Berhenti merengek,” balas Madam Luo singkat, lalu kembali ke peta.

Mei Lan hanya menghela napas pendek. Ia sudah terbiasa.

Pasar Hongluo siang itu penuh sesak. Matahari menggantung tinggi, panasnya memantul dari tanah dan atap-atap kayu. Bau minyak panas dari gorengan bercampur dengan amis ikan asin dan wangi rempah kering. Pedagang berteriak menawarkan barang, suara logam beradu dari pandai besi kecil di ujung jalan, anak-anak berlari di sela kaki orang dewasa sambil tertawa.

Luo Pang berjalan di depan dengan keranjang anyaman besar di tangan, sesekali mengeluh karena pegangan bambunya mulai menusuk telapak. Mei Lan menyusul di belakang, memegang daftar belanja, matanya tajam menilai kualitas barang.

“Tehnya kurang harum,” kata Mei Lan pada seorang pedagang.

Pedagang itu langsung gugup. “Ini panen baru, Nona!”

“Panen baru yang disimpan di gudang lembap?”

Harga turun tanpa banyak debat. Mei Lan begitu lihai di bidang ini.

Mereka berjalan beberapa langkah sebelum Mei Lan tiba-tiba bertanya, tanpa menoleh, “Pang ge.”

“Hm?”

“Kau sebenarnya suka perempuan seperti apa?”

Luo Pang hampir menjatuhkan keranjang. “Hah?” Sibuk memilah karena dia suka semua perempuan.

Mei Lan berhenti, menoleh menatapnya lurus. “Jawab saja. Jangan pura-pura bodoh.”

Pang tertawa kecil, mencoba santai. “Kenapa tiba-tiba nanya begitu?”

“Kau suka menggoda,” beber Mei Lan dengan datar. “Pelayan baru, pedagang cantik, bahkan Hua’er yang bisa saja membunuhmu tetap kau goda. Aku penasaran saja. Itu salah?”

Pang menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Kalau jujur… awalnya ya yang cantik. Rambut panjang, mata tajam, kelihatan kuat.”

Mei Lan menyipitkan mata. “Seperti Hua’er.”

“Ya,” Pang mengangguk cepat, lalu buru-buru menambahkan, “tapi itu dulu.”

Mei Lan tetap diam.

“Lama-lama,” lanjut Pang, suaranya melambat, “yang penting bukan cuma cantik. Tapi yang… tegas. Yang berani ngomel kalau aku salah. Yang nggak takut ngomong langsung. Yang kalau aku malas, ditarik paksa. Tapi kalau aku capek, diam-diam bikinin teh hangat. Intinya yang bisa memaklumi betapa bodohnya aku, tanpa membiarkanku hanyut di dasarnya.”

Mei Lan menatapnya lama. “Itu…” sambil menuding entah kemana, “kedengarannya sangat spesifik.”

Pang tertawa kikuk. “Iya ya. Kalau dipikir-pikir… mirip kau.”

“Bukan itu maksudku! Apa-apaan!” Wajah Mei Lan langsung memerah. “Omong kosong.” Ia mengangkat kaki dan menginjak kaki Pang sekuat tenaga.

“Aduh!” Pang meloncat, hampir menabrak pedagang sayur. “Sakit!”

“Ayo bantu aku!” Mei Lan memalingkan wajah. “Kau terlalu banyak bicara.” Sudut bibirnya sedikit terangkat.

Mereka melanjutkan belanja. Pang mengangkat barang berat tanpa banyak protes, Mei Lan menawar tanpa ampun. Langkah mereka tanpa sadar menjadi selaras.

Saat mereka tiba kembali di depan Selendang Merah, Luo Pang berhenti mendadak. Tatapannya terangkat ke atap-atap bangunan sekitar.

Ada bayangan bergerak cepat. Melompat dari satu atap ke atap lain, tertutup caping. Terlalu terlatih untuk pencuri biasa.

“Aneh… .” gumam Pang.

Mei Lan mengikuti arah pandangnya. “Ada apa?”

“Masuk dulu,” ujar Pang. “Aku lupa beli garam.”

Mei Lan sempat menatap curiga, namun tidak menunggu penjelasan lebih panjang.

Begitu Mei Lan masuk ke Selendang Merah, Luo Pang melompat ke tumpukan peti, lalu naik ke atap dengan satu gerakan kasar tapi cekatan. “Hei!” teriaknya. “Berhenti!”

Bayangan itu mempercepat langkah.

Kejar-kejaran sore pun dimulai. Mereka melompat dari atap ke atap, genting berderak di bawah kaki. Luo Pang bukan kultivator hebat, tapi ia hafal Hongluo luar dalam. Setiap belokan, setiap bangunan tua, setiap atap rapuh, ia tahu.

Sampai di momen bayangan itu salah perhitungan. Atap sebuah bar tua jebol dengan suara keras. Tubuh itu jatuh menembus papan kayu, diikuti Luo Pang yang terlambat berhenti.

Mereka pun mendarat di atas meja besar. Meja yang penuh preman.

Canda tawa lantas terhenti seketika. Cangkir arak tumpah. Semua mata melotot ke arah dua orang yang baru saja masuk menembus atap.

Luo Pang dan orang misterius itu hanya bisa saling pandang, lalu meringis tanpa dosa.

Salah satu preman mendekat lalu berlutut. Di meja yang hancur itu, sebuah kue remuk total. “Kue itu,” lirihnya dengan suara gemetar, “untuk ibuku. Ulang tahunnya hari ini.”

Luo Pang menelan ludah. “Ehm… kita bisa bicara baik-baik?”

Orang misterius di sampingnya mengangguk cepat.

Preman-preman mulai mengepalkan tangan.

Di luar, sore Hongluo terus berjalan, tak tahu bahwa di sebuah bar tua, dua orang bodoh baru saja membuat kesalahan besar.

 

1
yuzuuu ✌
bau2 istri MC 🤭
yuzuuu ✌
lanjut lanjutt lanjut thor..... suka bngtt 😍
MuhFaza
lanjutt
yuzuuu ✌
wkakaka mampus
yuzuuu ✌
bakal se op apa beliau2 ini 👀
MuhFaza
baguss
MuhFaza
tpikal novel zero to hero
yuzuuu ✌
wakakak 🤣👍
yuzuuu ✌
meskipun menolak pemberian langit tapi nggak mulai dari nol yh,. si Xuan yg kasi secara cuma2 atw karena li Shen membunuh bayangan2 di taixu jadi naik tingkat?
yuzuuu ✌
apakah nanti jadi jodohnya huaer? 👀🤭
DanaBrekker: /Doge/
total 1 replies
yuzuuu ✌
🤣/Sob/
yuzuuu ✌
jarang nemu novel yang pembukaannya rapi begini thor. semangat 👍
DanaBrekker: /Good/
total 1 replies
yuzuuu ✌
suka tipe MC sampah begini di awalnya. tinggal jejak dulu thor, lanjutkan 👍
DanaBrekker: /Good/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!