NovelToon NovelToon
Rahasia Milyuner Amnesia

Rahasia Milyuner Amnesia

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat
Popularitas:37.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Mikael Wijaya, putra milyuner dari Surabaya Wijaya Agra mengalami kecelakaan di Dubai setelah memergoki calon istrinya berselingkuh. Kecelakaan fatal itu membuatnya hilang ingatan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Memberanikan diri

Besoknya di ruangannya Kael tersenyum ketika melihat jasnya yang sudah dilaundry Adelia.

Masih ada satu jam lagi waktu makan siang. Kael memainkan kunci mobilnya.

"Mungkin ngga apa, ya, kalo aku ajak makan siang," gumamnya dengan kedua sudut bibir melengkung.

Dia kemudian melangkah keluar dari ruangannya dengan langkah ringan.

Kael tersenyum ketika melihat Levi yang baru keluar dari ruangannya bersama.Kartika.

"Mau makan siang di luar?" tanya Levi.

"Bareng aja," sambung Kartika sambil bergayut manja di lengan suaminya-Levi.

Hubungan mereka sepertinya sudah agak membaik. Kedua orang tua mereka sepertinya mensupport agar pernikahan anak anaknya langgeng.

"Aku ngga ingin mengganggu."

Levi tersenyum masam.

"Jangan nabrak lagi."

Kael tersenyum miring.

"Nabrak? Dia kecelakaan? Kapan?" tanya Kartika beruntun sambil menatap Levi khawatir.

"Tadi malam." Levi menunjuk plester di kening Kael.

"Oooh...." Kartika baru menyadarinya.

"Kebentur gitu, ngga membuat ingatanmu kembali? Sedikit mungkin?" tanya Kartika dengan wajah serius.

Kael menggeleng.

Sama sekali ngga ada pengaruhnya.

"Aku duluan," pamitnya.

"Oke," jawab Levi ketika Kael melewatinya.

"Dia ngga konsultasi ke dokter lagi?" tanya Kartika setelah Kael sudah menjauh.

Levi menggeleng.

"Katanya sia sia."

"Harusnya tetap berobat saja. Kan, memang butuh waktu." Kartika seolah menyalahkan Kael yang ingin pengobatan instan.

Memangnya dokternya jin botol, omelnya dalam hati.

Levi hanya mengangguk. Sudah sering dia ingatkan, tapi Kael sudah menyerah.

"Kenapa susah sekali mencari keluarganya?" Kartika menghela nafas prihatin.

Levi juga ngga bisa berkomentar. Dia juga merasa aneh. Teman teman papinya bahkan teman teman papi Kartika juga sudah dihubungi. Tapi ngga ada yang merasa kehilangan anak.

Levi yakin sekali kalo Kael anak pengusaha seperti dirinya dan Kartika. Tapi kenapa susah sekali dilacak.

*

*

*

Adelia heran ketika sekretarisnya buru buru memasuki ruangannya. Padahal lima menit lagi jam kerja usai.

"Nona, ada yang mau ketemu. Dia nunggu di lobby."

"Siapa?" Adelia sedang menggantungkan tali tas di pundaknya. Bersiap pergi makan siang dengan para sepupunya.

"Namanya Kael."

Adelia tertegun sejenak.

Mau apalagi dia? Jasnya kurang wangi?

Sementara grup sepupunya sudah berdentringan tiada henti.

"Oke."

"Pacarnya, ya, nona. Tampan banget." Asta-sekretarisnya, tersenyum lebar sebelum membuka pintu untuk pergi duluan.

"Ngawur," sanggah Adelia cepat.

Asta tambah melebarkan senyumnya.

"Lagi pedekate, ya, nona?" keponya tingkat dewa.

"Bukan." Adelia menatap grup chat sepupu sepupunya, mengabaikan tatapan curiga Asta.

"Kalo sama yang ini, gantengnya kayak suami nona Nathalia. Ganteng ganteng dingin."

"Sekarang Nathal sudah bukan nona lagi, Asta." Adelia menyimpan ponselnya ke dalam tasnya.

"Eh, iya, ya, nona. Bu Nathal." Asta cengengesan.

Adelia menghela nafas melihat kekepoan sekretarisnya.

Dia melangkah pelan dan ragu. Mencoba menduga duga kenapa laki laki itu seperti jelangkung yang datang tanpa diundang menemuinya.

"Del, aku ngga bisa ikut. Mami papi ngajakin aku lunch bareng." Suara Ayra menginterupsi.

"Mau dijodohin lagi?" Adelia tertawa pelan.

"Ngga katanya. Soalnya sudah tau aku ngga bakalan mau," sungut Ayra.

"Modus halus mungkin."

"Nggalah," sanggah Ayra lagi. Rautnya terlihat kesal dengan ledekan sepupunya.

"Aku juga ngga bisa ikut," ucap Adelia ketika.mereka sudah berada di depan pintu lift.

"Lho....? Kamu mau kemana?"

"Mau ketemu tuan muda Kael, nona. Tuh, lagi nunggu di lobby," lapor Asta menyela. Tapi kemudian dia melangkah cepat meninggalkan kedua nonanya setelah melemparkan bola panas.

Adelia hanya bisa menghembuskan nafas melihat ketengilan Asta.

"Dia beneran ngga takut dipecat, ya," tawa Ayra sambil melihat kepergian Asta.

"Terlalu dimanja."

Ayra makin tergelak.

"Serius Kael ke sini?" Mereka memasuki lift.

"Katanya lagi nunggu di lobby."

"Ada apa dia datang? Kangen?" Wajah Ayra tampak sumringah seakan mendapat tas LV keluaran terbaru.

Adelia berdecak.

"Jangan ngarang, Ay."

Ayra kini tergelak lagi.

Adelia mengacuhkannya.

Kalo tidak ditemuin bakalan jadi rame ntar. Soalnya si Asta bakal berkicau kemana mana.

Begitu pintu lift terbuka, Adelia masih belum bisa melihat keberadaan Kael. Malah dia melihat keberadaan sepupu sepupu mereka.

Ada tiga jomblo, Jayden, Baim dan Jetro. Juga pasangan yang baru menikah. Abiyan dan Flora, Luna dan Hasan, Nevia dan Milan, juga Karla dan Haykal.

Mana si Kael? Udah diusir? batin Adelia menduga.

"Si Kael mana? Kok, ngga gabung?" pertanyaan Ayra sama seperti yang ingin dia tanyakan.

Tapi sudut matanya akhirnya menangkap sosok itu.

Kael.

Dia sekarang berdiri dan berjalan mendekati Adelia, mengabaikan sepupu sepupu gadis itu.

"Kael? Kamu ngapain ke sini?" tegur Baim.

Kael menghentikan langkahnya. Dia baru sadar kalo rombongan laki laki dan perempuan yang berkumpul di tengah tengah lobby adalah sepupu sepupu Adelia.

Dia sudah survey soalnya.

"Mau ketemu Adelia," jawab Kael tenang.

Spontan saja Baim cs melihat ke arah Adelia yang baru datang bersama Ayra.

"Mau ngajak makan siang?" tanya Jayden memulai interogasi.

"Iya."

Hening.

Adelia yang mendapat beragam tatap penuh makna jadi salah tingkah juga.

Eh, mas jelangkung. Kalo mau ngajak pergi kasih tau dulu, dong, batinnya mengomel.

"Ya udah, bubar bubar. Kita duluan, ya, Del," seru Jetro memecah keheningan yang tercipta tiba tiba barusan.

Baim masih menatap curiga ke arah Kael.

"Sudah. Sesekali biarkan Adelia kencan," ucap Jetro sambil merangkul bahu Baim agar mengikuti langkahnya.

"Sukses, Del." Nevia mengedipkan sebelah matanya sebelum pergi bersama Milan.

Karla hanya tersenyum pada sepupunya.

Ini ngga seperti yang kalian pikirkan, protes Adelia membatin.

Jayden menepuk agak kuat bahu Kael.

"Kalo ngga serius lebih baik pulang," ujarnya dengan tatap tajamnya sebelum melangkah pergi.

Kael ngga menjawab, tetap berdiri tenang menatap kepergian rombongan itu, hingga menyisakan Adelia.

"Ada apa?" tanya Adelia ngga ramah. Dia sudah jadi pusat perhatian. Kalo begini bisa cepat sampai berita buruknya ke mami dan papinya.

Padahal mereka ngga ada hubungan apa apa, kan?

Kael tersenyum melihat wajah masam Adelia. Laki laki itu malah memasukkan kedua tangannya di saku celananya dan berdiri dengan sikap tenang sambil menatapnya.

"Aku sudah terima jasnya."

"Oooh. Jadi kita sudah ngga ada urusan lagi, kan?" Adelia sudah bersiap untuk pergi. Ayra bahkan sudah pergi meninggalkannya.

"Aku mau ngajak kamu makan siang."

"Aku menolak."

"Kamu mau makan bareng mereka? Aku boleh ikut?"

Adelia sampai memperhatikan keseriusan di wajah laki laki di depannya yang tetap tampak tenang dan sulit ditebak ekspresinya.

"Ya, sudah, kalo mau memang mau ikut." Adelia melangkah duluan.

"Adelia...." Kael menahan langkahnya.

"Apalagi?" Adelia menatap kesal.

"Kalo bisa, kita makan berdua saja."

1
Ernaaaaa
nafa..s kematian tuh orang .. jahatnya
Rahmawati
ya gitu kl orang bermental kismin pasti serakah
Diyah Saja
biar nyusul Renata trus mampus bundir😄
Diyah Saja
🤣🤣🤣 deg deg an levi
Susma Wati
latifa dan nafa cocok, sama-sama gila harta,
sleepyhead
Kalau kael mati, udahan dong ceritanya 🤭😁
hansen
kasihan juga jadi arsa hidup ditentukan oleh mama nya punya kekasih sampah seperti nafa..emang si lalat tempat nya disampah doang
Yana Phung
semoga ingatan kael cpt pulih
dijamin rencana nafa nggak bakal terlaksana,, apalagi kael di rawat di rs keluarga adelia
aku malahan nggak sabar menanti aksi mak tirinya kael,, biar cpt masuk penjara
Herman Lim
waduh ga sah mimpi tgg aja video mu di tangan keal pasti tamat riwayat mu sama Arsa berserta emaknnya
Elizabeth Zulfa
semoga ide jahatmu jdi senjata makan tuan dech 😏😏
anggita
bunga🌹, like👍.
Tri Handayani
thorrr...jangan biarkan rencana nafa berhasil.
Tri Handayani
kael bener tuch kata levi mending yg d ingat-ingat adelia g usah mengingat si'nafa.
Tri Handayani
baca obrolan kael dan levi jadi senyum-senyum sendiri apalagi ternyata kael masih ingat adelia tambah senang q .
Tri Handayani
bener nesie...lama-lama teman kamu berujung d rumah sakt jiwa.
Lusi Hariyani
tu kan bnr kael msh ingat adelia,dasar si nafa g th diri bngt buang aja ke laut
Ariany Sudjana
ga rela kalau Kael malah jadi balik sama Nafa, meskipun Kael belum pulih ingatannya. sudah bagus Kael sama Adelia, sama-sama kaya raya dan sama-sama berkelas
Chici👑👑: Mampir juga yuk kak di novelku judul nya " Menikahi Tuan Muda Kejam "
total 1 replies
Ariany Sudjana
dasar Mak lampir serakah kamu Nafa, kamu pikir meskipun Kael amnesia, Kael masih mau balik dengan jalang murahan seperti kamu? jangan mimpi kamu, lebih baik kamu masuk RSJ, ketemu dengan sesama pasien RSJ, itu baru benar 🤣🤣🤭🤭
Dewi kunti
ketiganya,nich jempol kenapa kelebaren sich
Herman Lim
u aja yg terlalu hidup y klo ga tau gimn solid mereka utk saling membantu apa lagi soal cow yg dah di tandai sama keluarga mereka jgn harap BS dpt balik lagi cow tuh nafa 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!