NovelToon NovelToon
CINTA DUA DUNIA

CINTA DUA DUNIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Romantis
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Deii Haqil

Samanta tidak menyangka,setelah ia bertemu dengan pria bernama Alfin ia meras hidup di antara dua alam, akankah tumbuh perasaan di antara mereka, bisakah hantu dan manusia bisa bersama.

Yuk ikuti kelanjutan ceritanya,,..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deii Haqil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CINTA DUA DUNIA

Bab 25

Sam sangat terlihat manis dan cantik ketika ia selesai bersiap-siap menuju ke perpustakaan kota bersama Alfin.

Ia mengenakan gaun putih yang lembut dan elegan. Dengan motif bunga-bunga kecil yang menawan. Gaun itu memiliki lengan pendek, dengan garis leher yang terbuka. Menunjukan kulit lembut yang bercahaya. Rambutnya yang lurus, dijatuhkan kebelakang, menambah kesan sederhana tetapi sangat anggun.

"Ayo! Aku udah siap.." seru Sam bersemangat.

Karena Sam yang sudah bersiap-siap, ia berjalan ke arah pintu depan. Tanpa ia sadari, Alfin yang sedari tadi hanya terdiam duduk di sofa sambil terus memandanginya.

Sam mengernyit heran dengan Alfin yang terus memperhatikannya, sampai kemudian ia bertanya.

"Kenapa liatin terus sih? Ngefans ya?"

Alfin yang dari tadi hanya terdiam kini tersadar dari lamunannya, lalu ia perlahan melirik ke wajah Sam.

"Liat apa?" Tanya Alfin cuek.

Sam hanya mengangguk kecil, mungkin karena ia tidak terlalu mempedulikan soal itu.

Namun, saat Sam sedang sibuk menalikan tali sepatunya. Wajah Alfin perlahan merona merah, pipinya kini terasa sedikit hangat.

Alfin buru-buru memalingkan pandangannya saat Sam kembali meliriknya, ia kembali memasang ekspresi datar walaupun senyum kecil dibibirnya masih terlihat jelas.

Sam hanya terdiam melihat Alfin dengan ekspresi heran.

"Apaansih? Btw, tuh telinganya merah banget, kenapa tuh?" tanya Sam sambil tersenyum jahil.

"Kagak! Udah, ah.. Gue mau ngilang dulu" cetus Alfin ketus.

Sam mengernyit heran karena melihat perilaku Alfin yang agak aneh, ia pikir mungkin Alfin sedang terkena serangan bad mood mendadak.

"Lah, mau kemana Fin?"

"Gue, kebelet!" sahut Alfin.

Belum juga Sam kembali bertanya hantu itu kini sudah menghilang dengan cepat. Namun, yang ada dipikirannya saat ini adalah perkataan Alfin tadi.

"Emang hantu bisa kebelet ya?.." gumam Sam merasa agak aneh.

"Yaudah deh, aku jalan aja.. dari pada ngurusin si Dolfin"

Tanpa menunggu waktu lama, kini Sam sudah sampai di halte bus. Ia berjalan kaki menuju halte bus yang jarak dari rumahnya terbilang agak jauh, pantas saja kini Sam terasa sedikit lelah.

Beberapa menit sudah Sam lalui, hingga kini ia akhirnya sampai juga di perpustakaan kota.

"Wah.. Ternyata bagus juga ya tempatnya." Sam sampai kagum saat melihat gedung putih yang menjulang tinggi, yang penuh dengan sejarah itu.

Segera ia melangkahkan kakinya untuk memasuki gedung perpustakaan tersebut.

Mata Sam terus berbinar ketika melihat isi dari gedung tersebut. Ia dimanjakan dengan keindahan lukisan-lukisan bersejarah serta rak-rak tinggi yang berjajar dengan rapi. Ada tempat membaca, ada pula cafe kecil di dalam sana. Mungkin untuk para pengunjung yang ingin membaca sambil menikmati segelas kopi.

Saat Sam sedang asyik melihat-lihat. Tiba-tiba Alfin sudah berada di belakangnya. Seperti biasa hantu tamvan yang satu ini memang suka sekali mengganggu keseriusan Sam.

"Dulu. Aku suka sekali baca buku di lorong sana.." Tunjuk Alfin saat mata Sam tertuju pada sebuah lorong panjang nan luas. Di sisinya terdapat jendela-jendela kaca yang tinggi.

Sam yang hanya melirik Alfin dengan malas, saat ia terus menerangkan seisi gudung itu. Alfin terus bercerita di mana saja tempat-tempat yang menurutnya sangat bagus untuk para pembaca aktif seperti dirinya dahulu.

"Kamu itu hantu... Apa pemandu wisata sih?" tanyanya heran.

"Ck, Kamu itu harus tau sejarah. Jadi banyak-bayakin baca buku, biar otak kamu itu isinya bukan cuma tentang makanan, sama drakor aja!" Cetus Alfin merasa sedikit geram.

Karena Sam yang seketika sudah mendapatkan serangan fakta dari perkataan Alfin tadi, hati kecil nan mungil Sam terasa sedikit retak.

Sam mengedikkan kedua bahu, tampak tak peduli dengan perkataan dari Alfin yang agak menusuk hati pitiknya itu.

"Hah, terserah! Dasar Dolfin si kutu buku!" Sewot Sam sambil mendengus kecil.

Sam seketika berjalan meninggalkan Alfin yang masih berdiri di antara rak buku sambil terus mengoceh tanpa menyadari Sam yang sudah meninggalkannya.

Di sisi lain, kini Sam sudah berada di dalam cafe. Ia ingin membeli segelas capucino dingin, untuk sedikit menghilangkan rasa stress di pikirannya.

"Dih... gara-gara si hantu sok ganteng itu, aku jadi gak mood ngapa-ngapain."

Sam hanya terus menggerutu sambil membayar minuman ditangannya. Lalu ia memilih meja untuk ia duduk sambil menikmati secangkir kopi yang barusan ia beli.

Saat sedang menyeruput kopi itu sedikit, tiba-ada ada suara perempuan yang memanggilnya dari arah belakang. Sam yang penasaran pun menoleh ke arah sumber suara, ia terdiam sebentar lalu tersenyum melihat wanita yang berjalan ke arahnya.

"Apa kabar kamu nak," tanya wanita tersebut, sambil memeluk Sam.

"Aku baik. Tante" jawabnya sambil tersenyum ramah.

Tak lama mereka terlihat duduk bersama sambil berbincang satu sama lain.

"Ternyata kamu suka baca juga ya.." tanya Ibunya Alfin itu.

"Ng—gak, Tan. Aku cuma mampir untuk melihat-lihat saja." jawab Sam sambil menyelipkan anak rambutnya karena merasa gugup.

"Ooh." Ibu Sam tersenyum saat melihat ke arah Sam. "Ibumu apa kabarnya nak, sudah lama kita tidak bertemu." Ibu Irma merasa senang bisa berjumpa kembali dengan Sam.

"Alhamdulilah..Ibu baik, tante juga suka berkunjung kesini ya?" tanya Sam antusias.

"Ini adalah tempat favoritnya Alm. Alfin, dia suka sekali menghabiskan waktunya disini. Terkadang kita membaca bersama, karena tante juga sangat suka berbagai macam ilmu pengetahuan yang luas."

Pantes, anaknya kutu buku. Hihi

batin Sam.

"Oh, begitu ya tan." jawab sam sambil melirik Alfin yang sudah duduk di sebelahnya, dan menatap Ibunya dengan penuh kerinduan.

"Iya. Karena dari itu, setiap tante ada waktu luang. Tante selalu kesini, untuk mengenang putra tante, dan mengingat saat-saat kita menghabiskan waktu bersama."

"Mungkin putra tante sekarang sedang sangat merindukan tante.."

Ibu Irma menatap wajah Sam sambil menggenggam tangannya.

"Iya, tante juga sangat merindukannya. Oh ya, kamu berkerja dimana, Sam?" Mata Ibu Irma terlihat berbinar.

"Saat ini aku bekerja di sebuah Bank swasta." jawab Sam balas tersenyum.

"Oh.. kalau ada waktu senggang, mainlah ke kantor tante, siapa tau kamu berminat bekerja disana" ucap Ibu Irma sambil menyerahkan kartu nama dan alamat perusahaan.

"Iya makasih tante. Nanti kalo Sam ada waktu, pasti Sam mampir kesana." Sam menerima kartu yang di berikan kepadanya.

"Ya sudah, tante masih ada urusan. Nanti jangan lupa hubungi tante ya" Ibu irma beranjak dari tempat duduknya, kemudian berpamitan pulang.

"Iya, tan. Makasih.. Hati-hati di jalan ya" Sam pun memeluknya sebentar lalu melambaikan tangan ketika Ibu Irma berjalan menjauh keluar gedung.

"Hem.. Cantik banget ya Ibu kamu Fin, baik, ramah lagi. Sayang banget anaknya durhakim" ucap Sam sambil melirik sinis ke arah hantu di sebelahnya.

Alfin yang merasa tersindir, ia melirik Sam lalu berkata, "Maksudnya apa ya.. Aku nggak ngerasa tuh, ngomong-ngomong, liat dong wajah anaknya.. mamanya aja cantik banget ya, kan?" Memang nggak ada lawan, tingkat ke pe'de an hantu yang satu ini.

"Dasar narsis... udah ah, ayo pulang!"

Akhirnya Sam pun beranjak pergi keluar gedung untuk mengakhiri, masa liburannya kali ini. Sebenarnya ia lebih suka menghabiskan hari cuti nya hanya rebahan saja sambil makan banyak cemilan. Tapi setelah bersama Alfin, Sam jadi tahu apa saja kebiasaan tentangnya, dan mulai bisa memahami Alfin.

*Bersambung*

1
Deni Hamdani
semangat👍😄
Deii Haqil: terimakasih🙏
total 1 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
🤗
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo aku mampir lagi kak🤗
Deii Haqil: makasih/Smile/
total 1 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
emhh visualnya, guanteng🤭
Deii Haqil: diliatin mulu sama aku ge, kak.😅😅
total 3 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
maaf kak klo boleh kasih saran, jangan ada kata-kata yang disingkat, semangat terus kak🤗
Deii Haqil: 😭😭 haturnuhun, kak. makasih😅😅 ini juga lagi di benerin tapi baru separo😂 maklum kemaren belum tempe🙏🤭👍
total 1 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
halo kak aku mampir lagi🤗
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
👍🏼
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo kak qku mampir lagi🤗
PURPLEDEE ( ig: _deepurple ): siip kak, enak bncanya👍🏼
total 2 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
boleh minta folbacknya jga kak🤗
Deii Haqil: syiapp..🤭
total 1 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
mampir lagi kak🤗
Deii Haqil: makasih, 🙏🤭
total 1 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
aku mampir kak👋
Deii Haqil: terimakasih..🙏🙏 semangat terus yah 💪
total 1 replies
Bunga Jati
sangat bagus....menarik smngt yh untuk mba femula💪🤭
Deii Haqil: terimakasih 😁😁🙏
total 1 replies
Deni Hamdani
cerita nya bagus semangat untuk para pemula,,buat karya yang lebih bagus lagi.
Bunga Jati: sangat bagus cerita nya...semngat mba🤭💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!