NovelToon NovelToon
TIRAKAT

TIRAKAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

Novel ini berdasarkan kisah nyata.

Nama tokoh, nama tempat, atau nama daerah sudah diganti demi menjaga kerahasiaan identitas asli.

Apabila terdapat kesamaan nama tokoh, tempat, laku tirakat tertentu, profesi tertentu, atau latar daerah tertentu dengan para pembaca semua, mohon dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SANTET

"Ceritakanlah Nisa..."

Ucap Dayang Putri sambil mengusap kepalaku dengan lembut.

Lalu aku kembali memandang bapak, dan aku ceritakan.

"Pak... Di hari pertama kita tau Pak Handoyo sakit itu, pagi-pagi pas Nisa lagi bakar sampah, Nisa lihat secara ghoib ada sosok Pak Handoyo di tengah api itu. Lalu aku juga liat seperti ada sekelebat penampakan paku-paku yang masuk ke dalam perut Pak Handoyo. Lalu... Pas bapak keluar dari dalam rumah, aku sebenarnya juga lagi ngobrol sama Dayang Putri, dan dia bilang bahwa aku bisa menolong orang butuh pertolongan..." jelasku sedikit panjang lebar ke bapak.

Bapak masih serius mendengarkan ceritaku sambil menyeruput kopi hitam pahit kesukaannya.

"Terus, malam harinya kita ke sana ramai-ramai itu, pas aku mau masuk ke dalam rumah terasa kayak ada hembusan angin. Tapi terasa panas di badanku Pak..." lanjutku.

Bapak sedikit mengerutkan kedua alisnya saat mendengar bagian ceritaku tersebut.

"Terus, pas aku di dalam kamar Pak Handoyo, aku lihat ada satu sosok makhluk yang mengerikan Pak. Sosok itu duduk di atas perut Pak Handoyo. Kayak sosok itu lagi menusuk-nusuk perut Pak Handoyo." lanjutku kemudian.

"Astaghfirullooh... Yang kamu ceritain ini, beneran Nisa?" bapak bertanya padaku, mencoba meyakinkan dirinya sendiri saat tau anaknya ini bisa melihat yang seperti itu.

"Iya Pak, aku gak bohong..." jawabku.

"Terus, gimana lagi? Kok kamu juga bisa sampe mimisan hidungnya waktu itu, kenapa?" tanya bapak yang semakin penasaran.

Seketika tubuhku merinding saat mengingat dengan jelas kejadian di mana sosok mengerikan itu hampir saja menyentuh tubuhku dengan salah satu kukunya yang memanjang.

Namun, Dayang Putri yang saat ini ada di sampingku, menyentuh pundak kiriku, seolah memberikan perintah bahwa memang harus aku ceritakan.

"Sosok itu... Melihat ke arahku Pak. Terus tangan kirinya menujuk Nisa, dan salah satu kukunya jadi panjang, semakin panjang hampir kena dadaku Pak. Tapi... Tiba-tiba selendang Dayang Putri kayak menghalangi dan melindungi Nisa. Dan akhirnya kuku sosok mengerikan itu patah." aku mencoba menjelaskan dengan detail dan apa adanya kepada bapak.

Bapak yang mendengar jawaban detailku itu, nampak agak sedikit khawatir. Dan aku memahami kekhawatiran bapakku itu.

"Untungnya perewanganmu sudah mulai melindungimu Nis, meski puasamu belum selesai, tirakatmu belum sempurna, tapi dia sudah mulai bersedia mendampingi dan menjagamu." jawab bapak sambil menghisap lagi sisa rokoknya.

Bapak lalu mematikan puntung rokoknya di atas asbak, menyeruput lagi sisa kopinya yang tinggal sedikit, dan bertanya padaku.

"Menurut kamu Nis, apa yang bisa kamu lakukan buat Pak Handoyo dari semua penglihatanmu itu?"

Aku kembali menatap halaman, sedikit berpikir.

"Aku gak tau harus berbuat apa... Tapi Dayang Putri bilang, aku harus menolong orang yang bisa aku tolong... Tapi, ini semua pengalaman pertamaku Pak." jawabku.

Namun tiba-tiba, Dayang Putri menundukkan kepalanya dan berbisik ke telinga kiriku.

"Itu adalah santet. Dan beri tahu bapakmu, supaya dia bisa kasih tahu itu ke orang yang bisa membantu menyembuhkannya."

Tanpa basa-basi, aku langsung beri tahu bapak apa yang barusan dibisiki oleh Dayang Putri.

"Apa? Santet?" respon bapak saat mendengar apa yang aku sampaikan.

Sejenak kemudian, terdengar suara adzan maghrib berkumandang. Bapak menarik nafas panjang yang terasa agak berat. Lalu memintaku untuk masuk ke dalam dan berbuka puasa terlebih dahulu.

Bapak juga akhirnya masuk ke dalam rumah, dan setelah aku berbuka, kami berdua laksanakan ibadah sholat maghrib, membaca Al-Qur'an, dan dilanjutkan sholat isya berjamaah pula.

1
CADAS JALARAMBANG
betul
Kristiana Subekti
thor kau gantungkan ceritamu thor😭😭
Deni Komarullah: 🤭🤭🤭 Biar penasaran Kak... 🙏🙏🙏
total 1 replies
👣Sandaria🦋
wah. berarti memang ada ya yg begitu begitu Thor? ini kisah nyata kan? gen millenial kurang percaya ini😀
Deni Komarullah: Iya Kak... Dan ini cerita dari teman saya yang memang menggeluti dunia semacam ini...
total 1 replies
👣Sandaria🦋
gegara hobby melamun ini si Nissa, makanya hantu pengen ngajak main😅
👣Sandaria🦋
Tirakat di sini artinya apa, Thor? apakah sama dengan kelompok tarekat yg puasa dan hari raya idul fitri beda waktu?🤔 soalnya itu yg kuingat😅
👣Sandaria🦋: oh iya. berarti beda kalau gitu. aku belum paham ini cerita. ntar lanjut baca dulu. yg aku maksud tadi kelompok aliran tarekat yg biasanya puasa dan lebaran ada selisih waktu.
total 2 replies
👣Sandaria🦋
komen pertama nih, author. menarik judulnya☺️
Deni Komarullah: 😍😍😍 Terima kasih ya... Semoga suka sama ceritanya...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!