NovelToon NovelToon
Terjerat Benang Merah

Terjerat Benang Merah

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Cintamanis / Romansa / Cintapertama / Konflik etika
Popularitas:70.7k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Ternyata, teori tentang benang merah itu memang ada. Sejauh dan selama apapun berpisah, jika ada yang belum selesai makan akan tetap bertemu dengan cara yang terkadang tak masuk dalam logika.

Siapa yang sangka, Bianca akan kembali bertemu , mantan tunangan yang dulu dijodohkan dengannya dalam keadaan Bianca yang sudah tidak seperti dulu lagi.

Tunangan yang dulunya pergi meninggalkannya karena alasan tidak mencintainya, kini justru selalu terlihat dalam hidup Bianca yang begitu pelik.

Padahal mantan tunangannya itu sudah memiliki wanita yang dicintai sejak dulu menjalin hubungan dengan Bianca.

"Bisakah kau melewatiku begitu saja saat melihatku? Jangan mendekat dan jangan ikut campur terlalu jauh ke dalam hidupku!" - Bianca -

Apa jadinya jika dua orang itu justru terikat oleh sebuah teori benang merah yang tidak pernah putus diantara mereka?

Apakah mereka akan kembali bersama meski benang merah sudah terlalu rumit mengikat mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bantuan dari Elgard

"Permisi Dokter, laporan bulan ini sudah siap!"

Elgard menerima laporan dari sekretarisnya di rumah sakit. Dia memang tidak mungkin bekerja seorang diri tanpa bantuan seseorang mengingat profesinya yang juga sebagai seorang dokter.

Elgard memakai kacamatanya untuk membaca laporan yang baru saja ia terima. Dia memang baru beberapa bulan ada di rumah sakit itu, karena sebelumnya dia masih ada di luar negeri.

"Ini?" Elgard menujuk laporan tentang tunggakan biaya rumah sakit yang menarik perhatiannya. Di sana tertulis jika pasien telah meninggal dunia dan masih ada di kamar mayat sampai saat ini.

"Pihak keluarga belum melunasi biaya rumah sakit Tuan. Jadi jasadnya masih ada di sini!"

Elgard membaca nama dari pasien itu pun sudah tau itu adalah Ibunya Bianca. Di sana juga tertulis dengan jelas jika wali dari pasien yang telah meninggal itu adalah Bianca.

"Hubungi walinya sekarang juga dan minta dia untuk datang ke sini secepatnya!" Perintah Elgard dengan nada kesal.

"B-baik Dokter!"

Ternyata laporan dari orang yang ia minta untuk menyelidiki tentang Bianca tidaklah lengkap. Nyatanya saat ini jasad Ibunya Bianca masih ada di rumah sakitnya.

Kalau ia tau sejak kemarin-kemarin, pasti dia sudah membantu Bianca untuk membawa Ibunya keluar dari sini. Mungkin semua masalah yang Bianca hadapi itu yang membuat Bianca berniat mengakhiri hidupnya sendiri.

Sekarang Elgard berjalan cepat menuju ke kamar mayat. Dia hanya ingin memastikan kalau memang jasad itu memang masih ada di sana.

Sebenrnya dia juga susah mendapatkan nomor ponsel milik Bianca sejak penyelidikannya waktu itu. Tapi Elgard memang sengaja memanfaatkan rumah sakit untuk mengundang Bianca datang ke sana.

"Ini dokter, silahkan diperiksa!"

Elgard memperhatikan jasad yang baru saja ditarik keluar dari lemari yang khusus untuk menyimpan jasad sebelum dibawa pulang oleh keluarga mereka.

"Benar, nanti kalau walinya datang, antar dia ke ruangan ku!"

"Baik dokter!"

Bianca yang me dapat telepon dari rumah sakit tentu saja buru-buru datang ke sana. Dia meninggalkan pekerjaannya yang sebenarnya belum selesai. Tapi katanya ini ada hubungannya dengan jasad Ibunya, makanya Bianca tidak bisa mengabaikannya.

"Nona Bianca?"

"Iya saya!" Jawab Bianca yang sedang kebingungan di lobi rumah sakit.

"Mari ikut saya, direktur rumah sakit ini ingin bertemu dengan anda!"

"A-apa, direktur? Memangnya ada apa, kenapa direktur rumah sakit ini ingin bertemu dengan saya?"

"Saya tidak tau pasti, tapi sepertinya ini berkaitan dengan biaya rumah sakit yang belum anda lunasi!"

"Apa? T-tapi saya kan sudah bilang kalau saya akan melunasinya secara bertahap!" Bianca merasa takut kalau dirinya dimintai biaya pelunasan rumah sakit saat ini juga. Sekarang uang untuk makan pun dia tak punya, apalagi untuk membayar rumah sakit.

"Lebih baik anda ikut saya dulu, nanti bisa anda jelaskan pada direktur saya secara langsung!"

"Baik Tian!"

Bianca mengikuti pria tadi menuju ke lantai tempat dimana ruangan direktur rumah sakit itu berada.

"Silahkan Nona!"

Bianca masuk ke dalam ruangan itu dengan jantung berdebar hebat. Dia tidak tau harus bagaimna caranya menghadapi direktur rumah sakit itu. Dia takut kalau tiba-tiba dia diminta membawa jasad ibunya keluar dari sana tanpa bantuan sama sekali.

"Permisi Tuan!" Bianca menghadap pria yang duduk membelakanginya.

"Selamat datang Bee!" Elgard berbalik dan langsung mengejutkan Bianca.

Wajah tirus yang selalu terlihat pucat itu memperlihatkan reaksi sedikit terkejut. Namun itu hanya sebatas saja, bahkan seperti satu kedipan mata. setelah itu wajah Bianca kembali terlihat datar seperti biasa.

"Jadi anda direktur rumah sakit ini?" Bianca menatap Elgard seolah mereka belum pernah dekat sama sekali.

Bianca juga baru tau kalau ternyata rumah sakit ini milik keluarga Elgard. Dulu saat mereka menjalin hubungan, Bianca tak pernah tau tentang rumah sakit itu.

"Aku baru beberapa bulan di sini Bee. Aku turut berduka cita untuk Ibumu. Aku baru tau kalau ternyata Ibumu baru saja meninggal dan beliau masih ada di sini!"

"Terima kasih untuk rasa simpati anda Tuan. Jadi apa tujuan Tuan memanggil saya kemari? Apa karena biaya rumah sakit yang belum saya lunasi?"

Elgard semakin dibuat tercengang dengan sifat Bianca yang berubah begitu banyak. Dulu Bianca adalah gadis yang manis dan ceria. Dia selalu bicara dengan nada yang manja dan senyumnya tidak pernah pudar dari bibirnya.

Tapi semua masalah hidup yang Bianca alami, ternyata bisa merubah sifat Bianca anca sampai sejauh ini.

"Bukan itu tujuanku mengundangmu ke sini Bee. Justru aku ingin membantumu mengurus jasad Ibumu. Jangan pikirkan masalah biaya rumah sakit lagi!"

"Maaf Tuan, saya masih bisa mengurus semuanya sendiri. Cukup beri waktu sedikit lagi untuk saya, terima kasih!" Bianca menolak dengan tegas bantuan dari Elgar. Dia bahkan tak ingin berlama-lama di ruangan itu.

"Tunggu Bee!" Elgard menahan tangan Bianca yang langsung dihempaskan oleh Bianca.

"Aku tau kondisimu saat ini. Mau berapa lama lagi kau mebiarkan Ibumu seperti ini?"

"Anda mencari tau tentang saya?!" Bianca menatap Elgard dengan tajam sampai keningnya sedikit berkerut.

"Aku hanya ingin tau sedikit tentangmu Bee. Maaf selama ini aku benar-benar tidak tau apa-apa tentangmu. Aku..."

"Jangan berlagak seolah anda begitu dekat dengan saya Tuan!" Hardik Bianca pada Elgard yang menurutnya terlalu lancang setelah bertahun-tahun lamanya hubungan mereka berakhir.

"Saya tidak butuh bantuan anda, terima kasih!" Bianca melangkah pergi meninggalkan Elgard.

"Jangan tolak niatku untuk membantumu. Kasihani Ibumu kalau berlama-lama di dalam ruangan dingin itu. Oke, kalau kau tidak mau menerima bantuan ku sepenuhnya, kau bisa melunasinya setelah jasad Ibumu dikremasi terlebih dahulu!" Hanya itu yang bisa Elgard lakukan saat ini agar Bianca mau menerima bantuannya.

"Coba pikirkan baik-baik Bee!"

Bianca teriak dengab posisi membelakangi Elgard. Dia menang tidak akan bisa mendapatkan uang dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat. Tidak akan ada juga orang yang mau membantunya ataupun meminjamkan uang kepadanya saat ini. Sedangkan Ibunya sudah semakin lama di dalam kamar dingin itu. Sebenrnya Bianca pun merasa tak tega dan merasa begitu bersalah saat ini.

"Baiklah, tapi saya tidak mau menerima bantuan anda secara cuma-cuma. Saya akan membayar semuanya, tapi mohon beri saya waktu!"

"Baiklah, asal kau mau menerima bantuanku saat ini!"

1
Herman Lim
yg jelas El ingin bee punya karya sdr tanpa pake nama org
rinny
nggak apa apa Bianca, terima bantuan dari eigard . mungkin itu akan menjadi jalanmu menuju kesuksesan
Cahaya
lanjut
Tyara Inasti
wah Thor dari awal baca smpe sini udh keren dan udh seseru ni mantap
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
bagus thor, bianca berkata jujur buar el tau
Hanima
👍👍
Nureliya Yajid
semangat thor
Ari Atik
ok...
lanjut....
Nureliya Yajid
semangat thor
Nureliya Yajid
lanjut thor
Agnezz
wah visi Elgard jauh ke depan ya, agar Bee parfum Bee punya nama sendiri. Tapi apakah Roy mau tersaingin Bee. Dengan mengajari Bee, bukan tidak mungkin kelak parfum Bee lebih terkenal.
Esther Lestari
semangat Bee.
baguslah kamu sudah menceritakan kelakuan Meriana ke Elgard dengan jujur
Ikaaa1605
Semangat up mba othor
🌷Vnyjkb🌷
ell benar, klu berkolaborasi , bee hya dompleng nama meski itu racikan bee, tp klu bee bljar lg dan siapin smua dr awal d atas kaki sendiri dan d mentorin, maka bee pya hak paten sendiri👍👍💪💪💪💪😍😍
🌷Vnyjkb🌷
yesssss💪💪💪💪langkah suksesssss,,semangatttt bee😍 jg Siapin amunisimu u menghadapi Tagihan elll🤭🤣🤣
🌷Vnyjkb🌷
👍👍ini br cerita seruuu, hrs terBuka, ngapain d sembunyiin klakuan buruk meri anak bebek tu
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
semangat Bee💪💪💪
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
bagus,jangan ada yang disembunyikan..
Aprisya
eeeehhh jalang teriak jalang
Agnezz
pasti si Meriana, udah acuhkan saja lebih baik Bee pergi menemui ahli peracik parfum. Gak penting meladeni si Meriana.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!