Rembulan Senja adalah anak yatim-piatu di sebuah panti di kota pesisir pantai. Hidupnya selalu diliputi kemalangan. Suatu hari, dirinya melihat mobil mewah terbalik dan mengeluarkan api, milik orang kaya dari kota.
Dibalik kaca, dia mengintip, tiga orang terjebak di dalamnya. Tanpa keraguan, tangan mungilnya membuka pintu yang tak bisa dibuka dari dalam. Akhirnya terbuka, salah satunya merangkak keluar dan menolong yang lainnya. Kedua orang kaya itu ternyata pemilik panti dimana dia tinggal. Lantas, dirinya dibawa ke kota, diadopsi dan disematkan nama marga keluarga angkat. Tumbuh bersama anggota keluarga, jatuh cinta dan menikah dengan salah satu pewaris. Malangnya, ada yang tak menyukai kehadirannya dan berusaha melenyapkannya!
Tiga tahun menghilang, kemudian muncul dan menuntut balas atas 'kematiannya'. Bangkit dan berjaya. Harus memilih antara cinta dan cita. Yang manakah pemenangnya!? Siapa jodoh yang diberikan Tuhan padanya? Akankah dia menjemput kebahagiaannya!?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cathleya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28. Membangun jaringan bisnis.
Dua jam pun berlalu dan petugas Uji Karbon mengumumkan hasilnya di tengah kerumunan.
"Baik terima kasih untuk kesempatannya. Untuk mempersingkat waktu, langsung saja saya bacakan hasilnya!"
"Menimbang dan menguji dengan karbon aktif (Maaf authornya tidak hafal takut salah. Namanya juga fiksi jadi jangan dibuli atau dihujat. Enjoy aja membaca ceritanya) untuk koin emas ini memang benar dan terbukti secara sah dan meyakinkan.
"Bahwa benar berasal dari zaman Sumeria, pertama, Raja Narmer atau Nemesis. Koin ini berusia 6.500 tahun!" ucap salah satu petugas bertampang bule dari Amerika Serikat.
Decak takjub terus berkumandang di ruangan yang dapat menampung sepuluh kali lipat orang yang hadir saat ini. Tampak kekaguman di mata mereka.
"Bagaimana mungkin, gadis muda ini memiliki koin yang berharga ini?"
"Apa masih banyak lagi harta karun yang tersimpan di dalam rumahnya!?"
Bla ... bla ... bla .... bla ... bla.
Dan masih banyak sekali pertanyaan yang terlontar dari mulut para tamu.
Rembulan pun hanya tersenyum penuh arti. Dia punya trik untuk menyembunyikan harta tersebut dan tidak bisa dipublikasikan, jawabnya. Akhirnya mereka pun menyerah dan menerima.
"Akhirnya, bungkam juga mereka. Tidak mungkin, kan, aku mengungkapkan dengan gamblang juga bakalan pusing sendiri kalau menjawab satu persatu. Bisa berabe urusannya!" monolognya yang hanya bisa didengar dua bestienya.
"Benar sekali, master. Biar otak mereka mumet sendiri!" ucap Pink dan Violet berjamaah di telinga sang gadis.
"Aku tak menyangka koin tersebut setua itu. Dan kalian pasti usianya lebih dari 10.000 ribu tahun karena kalian bilang gerbang dimensi akan terbuka setiap sepuluh ribu tahun sekali!" berkata dalam hati.
"Heiii! Usia kami tak setua itu yah, masterku! Kalau di dunia manusia sekitar 18 tahun. Saat kami bertugas di ruang dimensi, sudah ada harta karun. Terbukti, bahwa anda master pertama dari ruang dimensi!" ucap keduanya tidak terima dikatakan tua.
"Hi ... hi ... hi ... hi! Segitu sewotnya, tetap saja tua di dunia manusia, mah!" ujar Rembulan dalam hati, yang bisa terdengar oleh keduanya.
"Tidak! Kami masih remaja!" sewot keduanya serempak.
"Sssst! Acara mau dimulai, kembali ke laptop!" dalam hati Rembulan.
"Ehmmm! Nah! Gentlemen! Bagaimana, apa sudah mengambil keputusan!?" tanya Rembulan.
"Baiklah! Kami akan berembuk dulu berempat!" pinta Jhon Lee.
Mereka berembuk selama 30 menit. Akhirnya, mereka setuju membeli semua koin. Tentu saja tak ada tawar-menawar, memangnya jualan gorengan, itu juga tak bisa ditawar, he he. Tentu saja aku bahagia. Senyum tak henti menghias di bibirku. Pink dan Violet pun terlonjak kegirangan (tentu saja hanya aku yang tahu).
Aku menyerahkan dua kantong koin kepada mereka setelah mereka membayar penuh sebesar 850 triliun tanpa diskon (memangnya membeli sayuran bisa ditawar).
Pembayaran melalui elektronik banking. Tak lupa membayar persekot untuk William dan Ricky, disambut senyum sumringah keduanya. Bagaimanapun mereka sudah berjasa membuat semuanya terwujud dan aku bukanlah orang yang tidak bisa membalas budi.
Saat ini jam menunjukan pukul 15:00 WIB dari rumah Ricky Pranajaya. Seperti biasa, pria berusia 40 tahun itu menawarkan pengantaran langsung olehnya tapi aku menolak sebab alasannya aku akan mampir ke tempat lain.
Aku segera meluncur ke lokasi 'calon hunian' dengan tak sabar dan sampai si tujuan pukul 17:00 WIB. Di lokasi, orang-orang yang dimaksud sudah menunggu beserta notaris kedua belah pihak. Setelah bernegosiasi secara alot dengan pemilik lahan dan properti selama dua bulan (menawarkan 3 kali lipat dari harga normal), aku membelanjakan 20 triliun rupiah untuk pembebasan lahan dan pembayaran akan direalisasikan pukul 09:00 WIB.
Satu bulan kemudian lahan itu dibongkar total dan diratakan, begitu renovasi apartemen oleh pihak desain interior rampung. Untuk mendesain tata ruang, jatuh pada Menara Agung (cukup terkenal ternyata di ibukota, langganan para artis terlihat dari foto-foto yang terpampang di ruang kerja), lokasi biro desain cukup dekat dari residennya saat ini dan berkantor di satu gedung cukup mewah, menurutnya.
Rembulan puas melihat hasil kinerja yang maksimal dari biro desain Menara Agung. Interior hunian sekundernya begitu mewah dan elegan dengan budgetnya cukup masuk akal. Personil yang membongkar gedung ternyata dari Ruang Dimensi, dimobilisasi Pink dan Violet.
Mengeluarkan uang sejumlah 10 dari rencana (20 triliun) untuk pembangunan sangat kecil untukku (cie sultan mah beda) dan berkat kedua asistenku yang jenius dan cekatan saldo di rekeningku tidak terkuras banyak. Akhirnya aku bisa menguasai seluruh lahan tanpa ada drama!
Dari bulan ketiga (selama enam bulan ke depan), dimulai pembangunan, dari lahan kosong telah berdiri rumah, gedung perkantoran perusahaan Ransen Corporation Pusat, gedung komersial, sarana olahraga, lapangan helikopter, membeli jet pribadi) dan lain sebagainya. Selain itu, merekrut pekerja sebagai petugas keamanan, sekuriti dan maid. Dan untuk hunian, aku bangun di pinggir jalan raya berhadapan dengan mansion Ambrosia!
Selama menunggu ...
Rembulan membangun usahanya satu-persatu dalam skala besar dengan merk dagang Ransen Corporation, dengan membuka banyak gerai dan lini produk serta anak cabang. Ransen adalah singkatan dari namanya, Rembulan Senja.
Bisnisnya antara lain Perhiasan (emas kuning, emas putih), Clothing (kain, fesyen ready to wear, gaun malam, aksesoris), Farmasi (vaksin dan obat-obatan), Makanan (family resto, restauran mewah, restauran siap saji, restauran nusantara, pastry & bakery, minuman, frozen food dan lain sebagainya). Selanjutnya, merambah bisnis tambang dan mineral, jaringan hotel dan biro travel tour dan masih banyak lagi mengikuti bisnis yang digeluti klan Ambrosia, Orion dan Hendrio.
Dengan promosi dan ahli pemasaran handal yang dimilikinya, mampu menguasai 50% pasar retail dalam negeri. Spesial untuk perhiasan dan fesyen, mampu menguasai 75% pasar global dengan memberikan desain unik, klasik dan kualitas tinggi, mampu merebut hati kaum old maupun fresh money di seantero dunia.
(Menjual perhiasan yang ada dan tekstil yang diambil dari Ruang Dimensi he he).
Rembulan mengoperasikan perusahaannya dari belakang layar. Dia memiliki banyak CEO yang dia tempatkan baik di dalam dan luar negeri.
Sementara itu di Lombok ...
Iskandar sudah sampai di pulau yang dijuluki Pulau Seribu masjid dan berpenghuni kurang lebih 4 juta jiwa.
Geografi dan sejarah mendefinisikan suku Sasak–penduduk asli Lombok yang membentuk 85% dari 3 juta penduduk Lombok. Bahasa, agama, arsitektur, tarian, dan musik mereka merupakan perpaduan antara pelaut, penakluk, seniman, orang buangan politik, dan misionaris agama.
Iskandar dan keluarga mengontrak tiga rumah, untuk dia dan keluarga, orangtua dan mertua dan berbaur dengan masyarakat.
Damian dibantu pihak Orion akhirnya menghentikan pencarian setelah 12 purnama mencari keberadaan sopir taksi dan Rembulan yang belum bisa terlacak keberadaannya baik melalui nomer telepon dan data kependudukan. Damian dan Calvin menyewa jasa hacker tercanggih dan hebat namun tak mampu menemukan kedua orang itu.
Damian yang semula tampak frustasi akhirnya meyakini bahwa gadis yang ditenggarai memiliki kebiasaan yang sama persis dengan mantan menantunya itu, yang dikenali Calvin sang anak sebagai mantan isterinya, dinyatakan tidak terbukti. Calvin pun tak bisa berkata apapun. Dan Helga pun senang karena tidak usah lagi merasa cemburu.
Saat Damian, Calvin serta grup Orion sibuk mencari keberadaan anak angkat sekaligus mantan menantu yang dinyatakan telah wafat, ternyata berseliweran di tempat umum, di kota yang sama, waktu yang sama dan akhirnya menghentikan pencarian, selama setahun, Rembulan senja mengembangkan usahanya (di tempat tersembunyi) dan memiliki anak cabang, bagai tentakel Kraken (Gurita Raksasa) di seantero jagad raya dan menamai perusahaannya, akronim dari namanya.