NovelToon NovelToon
Penguasa Yang Sesungguhnya

Penguasa Yang Sesungguhnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:28.4k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

"Cepat cari cucuku, bagaimanapun caranya ,cucu perempuan ku harus berada disini ...." teriak kakek Suhadi pada pengawalnya...setelah mengetahui kebenarannya dan mimpi-mimpi yang selalu menghantuinya.... kemungkinan besar,ia memiliki seorang cucu perempuan yang tersembunyi.
Najwa...., sepupu Rukayyah, gadis belia yang baru lulus SMA dan lulusan terbaik seorang Hafizah ternyata seorang Cucu konglomerat... almarhumah ibunya, tidak mengatakan siapa ayah Najwa. Najwa di titipkan pada kyai Rahman dan istrinya saat Najwa baru di lahirkan, setelah ibunya menghembuskan nafas terakhirnya.bahkan, Ibu Najwa sendiri tidak mengatakan siapa ayah dari Najwa...namun satu yang perlu Najwa ketahui, ia bukan anak haram, ibunya sempat menikah sirih dan kabur setelah mengetahui bahwa suaminya ternyata menjadikannya istri kedua....





yuk...ikuti cerita nya Saat Najwa bertemu dengan kakek dan ayah kandungnya, serta kehidupan Najwa setelah hidup bersama keluarga ayahnya, sedangkan di sana ada ibu tirinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ke-delapan belas.

Langkah Kakek Suhadi malam itu benar-benar menjadi bom waktu di kediaman mereka. Di atas panggung, di depan saksi-saksi paling berpengaruh di negeri ini, Kakek Suhadi menyerahkan sebuah map hitam elegan berisi dokumen pengalihan sebagian saham inti Suhadi Group atas nama Najwa.

"Ini bukan sekadar hadiah, Najwa. Ini adalah kepercayaan. Kakek tahu, di tanganmu yang amanah, saham ini akan menjadi berkah," ucap Kakek Suhadi diiringi tepukan riuh para tamu.

" tapi ini terlalu berlebihan kek, Najwa tidak pantas mendapatkan semua ini" tolak Najwa secara halus namun, permintaan Najwa di tolak oleh kakeknya dengan lembut.

" tidak nak, kamu berhak mendapatkan ini seperti saudara-saudamu , karena darah yang mengalir di tubuhmu adalah darahku, kakek yakin, kamu akan menjadi pemimpin yang baik untuk perusahaan" ucap kakek Suhadi penuh harap, instingnya tidak pernah salah dalam menilai sesuatu, contohnya seperti pada Najwa, dari awal pertemuan saja ia bisa melihat ,aura hebat yang sangat lekat dari Najwa, aura pemimpin yang bijaksana .

" bismillahirrahmanirrahim... "dengan niat yang baik, Najwa menerimanya dengan ikhlas, ia akan selalu melibatkan Allah dalam mengemban amanah ini.

" terimakasih kek, Najwa menerima hadiah dari kakek"

Di sudut ruangan, Raisa merasa dunianya runtuh. Wajahnya yang semula cantik berkat riasan mahal, kini tampak mengerikan karena amarah yang tertahan.

ia tidak menyangka, kakeknya akan begitu jauh membedakan antara dirinya dengan Najwa, bukan hanya segala fasilitas, bahkan saham yang setiap hari nya menghasilkan milyaran harus di berikan cuma-cuma pada Najwa yang baru beberapa hari hadir menjadi cucu yang baru di temukan, ini terlalu berlebihan menurutnya.

Dengan Amarah yang menggelegar Raisa pergi meninggalkan ballroom dengan wajah merah padam, ia sangat malu, apalagi sedari tadi kakeknya tidak menyebut namanya sekalipun.

Monica langsung mengejar Raisa, karena ia takut kalau Raisa akan berbuat nekat.

Sedangkan Adriansyah dan Alendra saling pandang,ia juga tidak menyangka kalau kakeknya akan berbuat jauh seperti itu, mereka kira, kakeknya hanya mengakui cucu di depan semuanya,namun sang kakek malah memberikan sebagian sahamnya kepada Najwa , sedangkan yang mereka berdua tahu,kalau kakeknya tidak memberikan saham pada Raisa karena Raisa anak perempuan, jadi cukup menikmati fasilitas tanpa pusing mengurus perusahaan,

***

Rukaayyah dan Azizah mendekati Najwa yang baru saja turun dari podium dengan pengawalan ketat.

" selamat ya Najwa " ucap Rukayyah yang di angguki oleh Azizah.

" ingat ya, semakin kamu di atas ,maka semakin banyak yang tidak suka, jadi harus selalu hati-hati di manapun kamu berada" tutur Rukayyah dengan bijak.

" iya Mbak, insyaallah Najwa akan selalu hati-hati" jawab Najwa tersenyum, kini mereka berbaur dengan para tamu yang datang, berbincang sambil bertukar pikiran mengenai perusahaan maupun tentang kehidupan sosialita.

***

Setibanya di rumah, Raisa langsung membanting pintu kamarnya dengan keras. Monica menyusul masuk, berusaha menenangkan putrinya yang sudah histeris.

"Ini tidak adil, Ma! Tidak adil hiks hiks hiks..., kakek jahat, mama jahat,papa juga jahat.!" teriak Raisa sambil melempar tas limited edition ke sudut ruangan. "Aku sudah di sini selama sembilan belas tahun! Aku anak perempuan di rumah ini! Tapi Kakek tidak pernah memberiku saham satu persen pun! Kak Alendra dan kak Adriansyah dapat karena mereka laki-laki, aku bisa terima itu. Tapi Najwa? Dia perempuan, dia baru datang, dan dia langsung mendapatkan apa yang aku impikan seumur hidup!" teriak Raisa menjebak rambutnya sendiri....

Monica memeluk Raisa erat, meski hatinya sendiri tercabik. "Sabar, Sayang. Mama akan usahakan sesuatu untukmu." bisiknya lembut, sebagai seorang ibu yang membesarkan Raisa dari bayi tentu sakit melihat putrinya menderita.

"Sabar sampai kapan, Ma... Hiks...?" Raisa melepaskan pelukan Monica, matanya merah karena tangis dan benci. "Apa karena aku tidak sepintar dia ma ? Apa karena aku tidak pakai jilbab , ma ? Kenapa Kakek membedakan kami sejauh itu...mah, ...hiks...? Apa sebenarnya statusku di mata Kakek, ?!"

Monica tertegun. Jantungnya berdegup kencang mendengarkan pertanyaan terakhir Raisa. Sebuah rahasia besar tertahan di tenggorokannya.

Sebenarnya, alasan utama Kakek Suhadi sangat kaku terhadap Raisa bukan hanya karena gender, melainkan karena Kakek Suhadi tahu persis bahwa Raisa bukanlah darah daging keluarga Suhadi.

Sembilan belas tahun lalu, Monica membawa Raisa yang masih bayi yang ia temukan di depan rumah, setelah mengalami keguguran yang dirahasiakan dari Kakek Suhadi. Karena rasa kasihan dan tidak ingin Raisa terlantar, Monica memohon pada Afkar untuk mengakui bayi itu sebagai anak mereka. Kakek Suhadi akhirnya tahu kebenarannya, namun demi menjaga nama baik dan atas permintaan memelas Monica, ia setuju membiarkan Raisa tinggal di sana,namun dengan satu syarat, Raisa tidak akan pernah mendapatkan hak waris atau saham perusahaan karena ia bukan pemegang nasab Suhadi.

"Mama akan bicara pada Papa dan Kakek lagi, Raisa. Janji," ucap Monica dengan suara bergetar, menyembunyikan kenyataan pahit bahwa posisi Raisa memang tidak akan pernah setara dengan Najwa di mata hukum keluarga itu.

" sudah ya sayang, tenang, mama pasti akan membantu mu " Monica menghapus airmata putrinya, ia bersumpah, akan menghancurkan Najwa seperti mamanya...., yang memilih pergi dengan sendirinya.

***

Keesokan paginya, Najwa sedang membaca Al-Quran di ruang tengah saat Raisa turun dengan mata sembab. Melihat Najwa yang tampak begitu tenang, Raisa tidak bisa menahan lidahnya.

"Puas kamu?" tanya Raisa sinis sambil berdiri di depan Najwa.

Najwa menutup mushafnya perlahan. "Puas soal apa, Kak?"

"Jangan sok polos! Saham itu... kamu tahu kan kalau aku tidak pernah mendapatkannya? Kamu datang dan merampas segalanya. Kamu pikir dengan jilbab dan kutipan ayatmu itu, kamu berhak atas harta Kakek?"

Najwa berdiri, menatap Raisa dengan pandangan yang sulit diartikan, ada rasa kasihan di sana. Apalagi mengenai status Raisa yang hanya anak angkat."Kak Raisa, harta adalah ujian, bukan prestasi. aku bahkan tidak meminta saham itu kepada Kakek. Jika Kakak menginginkannya, silakan bicara pada Kakek, bukan memusuhi Aku ."

"Kau...!" Raisa mengangkat tangannya, namun tiba-tiba suara dingin Alendra terdengar dari arah tangga.

"Turunkan tanganmu, Raisa," ucap Alendra tajam. Ia berjalan mendekat dan berdiri di samping Najwa. "Saham itu diberikan Kakek karena Najwa punya otak untuk mengelolanya. Kalau kamu mau saham, tunjukkan prestasimu, bukan cuma pamer koleksi tas mewah di media sosial."

Raisa terperangah. Alendra, kakak yang selalu membelanya, kini benar-benar telah berpindah pihak. Ia menatap Alendra dan Najwa bergantian dengan rasa muak yang memuncak.

"Kalian semua akan menyesal karena sudah membuatku merasa seperti orang asing di rumahku sendiri!" teriak Raisa sebelum lari keluar rumah.

1
juwita
pengabdian apa? yg ada malah ngehabisin harta mrk🤣🤣
@Mita🥰
wah yang nolong si Raisa cari mati
isnaini naini
kbenaran itu ibarat air sesulit apapun psti mbemukan jln...smngt njwa....
Dewi kunti
ILu ap thor
Dewi kunti: weeeeehhh 🤭
total 2 replies
Sri Supriatin
didikan harta n kebencian sdh me darah daging di badan Raisa 🤭 tks upnya Thor 🙏🙏
suti markonah
lanjut thorr💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍
suti markonah
hal yg menegangkan akan terjadi lg..kini raisa merasa di atas krna ada ke kayaan ibu kandungnya..tp aku yakin najwa tidak akan pernah terkalahkan..sekali jari najwa menari di atas keyboad perusahan santi gulung tikar😂
irma hidayat
dikasih kesempatan selamat makin kotor hati dan niatmu raisa dasar udah tabiat setan
vivinika ivanayanti
Heemmmm bearti memang Hati Raisa itu yg sakit 🤭🤭
Mundri Astuti
pretlah afkar ..
kan..kan ..belom tau aja emak kandungnya Raisa, anaknya nggigit klo ditolong
Dewi kunti
lha pengabdian,ap yang dihasilkan 🤔🤔🤔🤔🤔
Mundri Astuti
jangan" org tuanya Raisa
Yuli Budi
waduh malah kecolongan 🤦
Yuyun Srie Herawati
apa ini yg di definisi mafia syariah thor
suti markonah
skrg dah bisa komen lg thorrr🤭..kmrn lg layat..maaf curhat
suti markonah
alendra dan adriansyah dapat kejutan bertubi tubi melihat sisi lain dr adiknya najwa yg seharusnya mereka lindungi..tp malah terbalek..malah adiknya yg pegang kendali keluarga suhadi..😂😂😂
suti markonah
mungkinkah raisa sengaja di persiapkan di buang di depan pagar rumah agar bisa masuk di keluarga suhadi oleh musuh ?hmmm penasaran
Sri Supriatin
tkd upnya 👍👍
irma hidayat
lah si iblis raisa ada yg menyelamatkan harusnya membusuk dipenjara
irma hidayat
yg sebenarnya perempuan iblis tu kamu raisa, karna iblis sombong seperti kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!