NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali, Aku Tidak Akan Bodoh Lagi

Terlahir Kembali, Aku Tidak Akan Bodoh Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Kebangkitan pecundang / Kelahiran kembali menjadi kuat / Putri asli/palsu / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: INeeTha

Dulu Salma Tanudjaja hidup dalam kebodohan bernama kepercayaan. Kini, ia kembali dengan ingatan utuh dan tekad mutlak. Terlahir Kembali, Aku Tidak Akan Bodoh Lagi adalah kisah kesempatan kedua, kecerdasan yang bangkit, dan balas dendam tanpa cela. Kali ini, Salma tak akan jatuh di lubang yang sama, ia yang akan menggali lubang itu untuk orang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INeeTha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penuh Peringatan Tersirat

Dulu, dunia seolah berputar mengelilingi Manda. Namun kini, cowok-cowok yang biasanya mengejar-ngejarnya malah berbalik arah mengerumuni Salma, bertingkah konyol hanya demi seulas senyum dari adiknya itu.

Manda merasa seperti jatuh dari langit ke dasar jurang. Perasaannya hancur lebur.

Ketakutan terbesarnya menjadi nyata, dia kini hanyalah bayang-bayang Salma.

"Manda! Tunggu!"

Manda berhenti dan menoleh, melihat Melly berlari terengah-engah ke arahnya.

Entah kenapa, hari ini Melly terlihat begitu norak di matanya.

"Jalanmu cepat banget sih," keluh Melly.

Rasa jijik melintas di mata Manda, namun ia segera menutupinya dengan senyum sendu.

"Maaf, aku lapar banget, jadi pengen cepat sampai kantin."

Melly tidak curiga. Dia justru menatap punggung Salma di kejauhan dengan sinis.

"Salma itu beneran kayak pelet berjalan. Sekarang semua cowok di sekolah nempel sama dia."

"Mata mereka buta apa?"

Meski enggan mengakui, Manda tahu Salma mewarisi kecantikan sempurna orang tua kandungnya, Pak Seno dan Bu Shintia.

Ucapan Melly justru terdengar seperti sindiran bagi Manda.

"Salma memang cantik, wajar cowok-cowok suka. Jangan ngomong kasar gitu, Mel," tegur Manda halus, menjaga citra 'kakak yang baik'.

"Habisnya aku kesel! Aku benci banget sama dia," Melly mendesis, melupakan ancaman Salma tempo hari.

"Manda, hari ini kan Aksa Abhimana terang-terangan nembak Salma? Gimana kalau kita..."

Melly membisikkan rencana licik tepat di telinga Manda.

Mata Manda sempat berbinar sekilas, namun detik berikutnya ia memasang wajah kaget.

"Melly! Kalau kamu ngomong jahat gitu lagi, kita nggak usah temenan!"

Melly melongo, sementara Manda sudah berjalan cepat meninggalkannya.

Apa Manda beneran marah? batin Melly bingung.

Padahal dia tahu betul dua saudari itu bermusuhan.

Melly mengejar lagi, berusaha membujuk.

"Manda, aku cuma mau bantu. Kamu itu Nona Besar Tanudjaja, masa mau ngalah terus sama anak yang baru balik?"

Manda diam saja, membiarkan Melly mengoceh. Dalam hati, dia sedang menimbang kelayakan rencana itu.

Mereka pikir percakapan itu rahasia, tanpa sadar Salma mendengar semuanya dengan jelas meski jarak mereka cukup jauh.

Salma tersenyum misterius. Melly Gunawan, ternyata nyalimu gede juga.

"Kenapa senyum-senyum, Sal?" tanya Naya di sebelahnya.

"Nggak apa-apa," Salma terkekeh pelan.

"Cuma teringat anjing tetangga. Di depan orang penurut banget, tapi begitu orangnya pergi, kelakuannya langsung sok berkuasa."

"Zaman sekarang, anjing emang pinter akting cari muka," sahut Naya santai.

"Bener, udah kayak siluman."

"Hahaha, bakal kena batunya tuh anjing."

Percakapan mereka terdengar ringan, tapi sarat sindiran mematikan.

Kantin SMA Citra Bangsa yang mewah sedang padat-padatnya.

Begitu Salma dan Naya masuk, kehebohan langsung terjadi.

Para cowok berebut menyapa, menawarkan traktiran, bahkan sampai adu mulut hanya demi mengajak Salma duduk bersama.

Salma memutar bola matanya. Norak.

Manda yang baru masuk melihat pemandangan itu dengan hati panas.

Melly kembali mengipasi api cemburu, "Cih, liat tuh. Cuma cewek murahan yang menikmati dikejar-kejar cowok nggak berkelas kayak gitu."

Salma menarik Naya menjauh dari kerumunan. "Ayo cari tempat lain."

"Sal, kakak angkatmu itu kayaknya dendam kesumat," bisik Naya sambil melirik Manda.

"Makin banyak yang bakal musuhin kamu, lho."

"Biarin aja," jawab Salma santai. Semakin Manda benci, semakin Salma bahagia.

Dia bangkit dari kematian bukan untuk melihat Manda hidup enak, tapi untuk menyeretnya perlahan ke neraka.

Tiba-tiba, suasana kantin hening sejenak.

Sosok Farel Barata, Ketua OSIS sekaligus idola sekolah, muncul dengan aura 'pangeran sekolah'.

Dia berjalan lurus, tujuannya jelas: Salma.

Manda meremas kartu makannya hingga nyaris patah.

Farel mau nyamperin Salma?!

"Kebetulan sekali," sapa Farel dengan senyum andalannya di depan Salma.

Salma hanya mengangguk pelan, tanpa minat. "Ya."

Farel tertegun. Biasanya cewek-cewek akan histeris disapa olehnya.

"Salma! Wah, selera kita sama ya?" Tiba-tiba Aksa muncul, menyelip di antara mereka, memutus kontak mata Farel.

"Hm? Jangan bilang kamu mau gombal 'kita sehati'?" Salma langsung tersenyum lebar pada Aksa, kontras sekali dengan sikap dinginnya pada Farel barusan.

Farel terpaku. Harga dirinya tergores. Masa dia kalah pamor sama cowok cupu seperti Aksa?

Aksa melirik Farel sekilas, lalu kembali fokus pada Salma.

Minggir, jangan halangin gue deketin ayang!

"Hehe, kok kamu pinter banget sih nebak isi hatiku?" canda Aksa.

"Apaan sih!" Salma memukul pelan lengan Aksa, tertawa renyah.

Pemandangan akrab itu menusuk mata Farel dan menghancurkan hati Manda di kejauhan.

Baru kali ini seumur hidupnya, Farel merasa seperti nyamuk, sementara itu Manda yang menyukai Farel merasa seperti memungut sampah yang dibuang Salma.

Farel yang didambakan Manda, justru dicampakkan oleh Salma.

"Manda, kamu pucat banget," tegur Melly.

"Maag-ku kambuh," elak Manda, buru-buru memalingkan wajah.

Di sisi lain, Aksa merasa di atas angin.

"Naya, kenapa muka lo asem gitu? Iri liat orang bahagia?"

Naya mendengus. Dia gatal ingin membongkar kedok Aksa yang sok polos ini, tapi demi Salma, dia menahan diri. "Iya dong, Salma kan harta karunku."

"Hush, aku bukan barang!" protes Salma.

"Salma itu kesayanganku. Kalau ngomong hati-hati, nanti kena batunya," Aksa menatap Naya tajam.

"Satu lawan satu, sini kalau berani," tantang Naya.

"Udah, udah! Kalian ini kayak kucing sama anjing," Salma menengahi sambil tertawa.

"Kalau mau berantem kabarin, aku mau nonton sambil makan popcorn."

Saat mereka bertiga sedang asyik berebut lauk, Manda dan Melly tiba-tiba berdiri di samping meja mereka.

"Salma, boleh aku duduk di sini? Meja lain penuh," tanya Manda dengan suara lembut yang dibuat semenyedihkan mungkin.

"Bebas," jawab Salma acuh tak acuh.

Naya memutar matanya jijik, tak menyembunyikan ketidaksukaannya.

Manda melihat itu dan merasa terhina, tapi dia harus menjaga citra.

Melly yang tidak terima 'bos'-nya dihina, langsung menyentak, "Kalau mata lo rabun, mending ke dokter mata, Naya! Sopan dikit napa!"

BRAK!

Naya membanting sumpitnya. Kantin mendadak hening.

"Lo ngomong sama siapa barusan?" Suara Naya rendah tapi dingin menusuk tulang.

Aura preman-nya keluar.

Melly ciut, tapi mencoba melawan. "Emang lo siapa? Belagu banget!"

"Gue siapa? Lo nggak perlu tahu. Tapi coba pake otak lo yang seuprit itu, apa keluarga Gunawan sanggup nyenggol keluarga Wardhana?"

Naya tersenyum miring.

Wajah Manda memutih seketika. Matanya terbelalak menatap Naya.

Melly tergagap, kakinya lemas. "W-Wardhana? Keluarga diplomat... itu?"

"Lo pikir ada berapa keluarga Wardhana di Jakarta?" cibir Naya.

Manda langsung sadar posisi. Dia buru-buru menarik lengan Melly. "Melly! Jaga bicaramu! Maaf ya Naya, Melly emang suka ceplas-ceplos."

"Dia itu siapa? Emang pantes gue peduliin? Dan lo, nggak usah sok nasehatin gue," Naya membuang muka angkuh.

Salma menahan tawa mati-matian. Melihat Naya 'menghajar' mereka secara mental sungguh memuaskan.

"Naya, udah ah. Kasihan Kakakku, nanti dia sedih."

"Oke, demi kamu," Naya mengibaskan tangan.

"Pergi sana! Gue males liat muka kalian."

Manda rasanya ingin meledak. Seumur hidup, baru kali ini dia diusir seperti pengemis. Tapi di hadapan kekuasaan keluarga Wardhana, uang keluarga Tanudjaja tidak ada artinya.

Dengan menahan malu luar biasa, Manda menyeret Melly pergi.

Begitu mereka menjauh, Naya tertawa lepas.

"Puas banget?" sindir Salma.

"Banget! Biar tahu rasa," Naya menyeringai.

"Aku putuskan, mulai sekarang nggak ada yang boleh nge-bully kamu. Aku yang bakal lindungi kamu," kata Aksa, tiba-tiba berubah mode serius.

Naya melirik sinis. Pret. Lo sendiri kan serigala berbulu domba.

Aksa membalas tatapan itu: Diem, atau gue bongkar rahasia lo juga.

Salma geleng-geleng kepala. "Kalian ini akrab banget sebenernya ya? Oh ya Aksa, tadi kamu bilang apa soal cowok aneh di toko kue itu?"

"Oh, si germaphobe itu? Ternyata dia Rian Mahesa, member boyband ZERO!

Dia bakal pindah ke sekolah kita semester depan," kata Aksa santai.

Wajah Naya langsung berubah horor. "Lo... lo pasti sengaja kan?!"

Aksa mengangkat bahu polos. "Kan lo kelihatan nganggur, jadi gue cariin kesibukan."

"Sialan!" umpat Naya dalam hati.

Sore harinya, saat bubaran sekolah, sebuah kejutan menanti di gerbang.

Mobil mewah keluarga Tanudjaja terparkir mencolok, dan Pak Seno berdiri di sana, menjadi pusat perhatian.

Aura penguasa bisnisnya membuat siswa-siswa lain segan mendekat.

Salma berlari kecil menghampiri. "Papah? Tumben jemput?"

"Masa Papa nggak boleh jemput putri kesayangan Papa?" Seno tersenyum hangat, mengusap kepala Salma penuh kasih sayang.

Orang-orang yang selama ini memusuhi Salma mulai berkeringat dingin melihat betapa dimanjanya Salma oleh Papanya.

Manda keluar gerbang bersama Melly. Melihat Seno, Melly langsung menyikut Manda.

"Itu Om Seno! Pasti jemput kamu!"

Hati Manda mencelos. Dia tahu betul Papanya datang untuk Salma.

Tapi demi gengsi, dia memasang senyum manis dan berlari mendekat. "Papa!"

"Ya, sekalian lewat," jawab Seno datar.

Perbedaan nada bicaranya saat dengan Salma tadi bagaikan bumi dan langit.

Melly, yang tidak peka situasi, langsung menyelonong maju.

"Halo Om Seno! Saya Melly, sahabat baik Manda. Om khusus jemput Manda ya?"

Alis Seno menukik tajam. Dia paling benci penjilat.

Manda panik. "Melly, sopirmu udah nunggu kan? Duluan aja."

"Bentar dong, Manda. Jarang-jarang ketemu Om Seno. Om, Papa saya sering cerita kalau Om itu jenius bisnis..."

Melly terus nyerocos, berharap dapat koneksi bisnis untuk keluarganya.

Wajah Manda makin suram. Dia tahu Papanya menilai seseorang dari teman pergaulannya.

Tingkah Melly hanya membuat Manda terlihat buruk karena berteman dengan gadis tak tahu aturan.

"Terima kasih pujiannya," potong Seno dingin dan tegas. "Kami buru-buru. Ayo masuk."

Tanpa basa-basi, Seno mendorong Salma masuk ke mobil.

Manda menatap Melly dengan nyalang sebelum buru-buru menyusul masuk, meninggalkan Melly yang berdiri cengo ditertawakan siswa lain.

Di dalam mobil yang melaju, suasana sedikit kaku.

"Papa kok sempat jemput? Kantor nggak sibuk?" Salma memecah keheningan, bersandar manja di bahu Papanya.

Seno tertawa renyah. "Sesibuk apa pun, masa kalah sama dua putri Papa?

Kalian sudah SMA, kalau nggak sekarang, kapan lagi Papa bisa antar-jemput?"

"Hehe, akhirnya Papa sadar juga ya kalau kurang tugas negara?"

"Anak nakal," Seno mencubit pipi Salma gemas.

Manda yang duduk di sisi lain merasa seperti orang asing.

Dia memaksakan tawa. "Salma cuma bercanda kok, Pa."

"Papa tahu. Kalian sudah besar, Papa bangga," Seno menatap spion tengah, matanya bertemu dengan mata Manda.

Tatapannya berubah serius, penuh peringatan tersirat.

"Papa cuma berharap kalian terus jadi putri yang baik dan akur. Jangan bikin Papa pusing dengan hal-hal yang tidak perlu."

Jantung Manda berdegup kencang. Dia tahu Papanya sedang memperingatkannya.

1
sahabat pena
aksa terlalu lambat.. sdh tau ada barang bukti bukan di serahkan ke kantor polisi atau di viral kan. jd di manfaat kan sama rival nya pak rahmat kan? untuk menjatuhkan pak rahmat
mom SRA
pagi thoor
INeeTha: Pagi kaksk🙏🙏🙏
total 1 replies
kriwil
harusnya manda yang kejebak sama laki laki lain atau sama riko sekalian biar hancur nya tambah seru
Kembae e Kucir
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Sribundanya Gifran
lanjut thor
kriwil
apa di sekolahan ini ga ada guru dan kepala sekolah ,sampai tentang soal ujian di bobol maling yang maju hanya sosok ketua osis 😄
mom SRA
pagi thor
kriwil
seno itu dapat anak pungut sezan dari mana ya😄
kriwil
awal mula seno mungut siluman ular itu knp ya
mom SRA
mpm thor
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Diah Susanti
thor, buat tanudjaja, kalo si manda cuma anak pungut, biar dia merasakan dibully 1 sekolahan.
mom SRA
malem thor
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor
Pawon Ana
ealah moduse kang Aksa, lancar kayak jalan tol bebas hambatan
penampilan cupu ternyata suhu 😂
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor
Diah Susanti
ini apa hubungannya dengan rahasia manda? apa karena cucu orang hebat makanya mudah dapat info? 🤔🤔🤔🤔
Diah Susanti
padahal bolu pisang enak lho, aq suka tak bisa bikinnya/Grin//Grin//Grin/
mom SRA
seru critanya.... semangat thoor
tutiana
hadirrrr, suka huruf s ya Thor,
darin sinta,salsa,ini salma
semangat Thor ⚘️⚘️⚘️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!