NovelToon NovelToon
CELINA: OFFICE GIRL MILIK CEO

CELINA: OFFICE GIRL MILIK CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / CEO / Action / Dark Romance / Mafia / Office Romance
Popularitas:20.9k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

SEQUEL ISTRI MANDUL JADI IBU ANAK CEO!


Theodore Morelli, pria cerdas dan berkharisma yang melanjutkan perusahaan teknologi keluarga, hidup dengan prinsip bersih dan profesional. Sosok yang dikenal orang sebagai pria tak kenal ampun dan ditakuti karena kesempurnaannya, harus jungkir balik ketika dia berurusan dengan seorang office girl baru di perusahaannya.

Celina Lorenzo, yang menyamar sebagai Celina Dawson, office girl sederhana, masuk ke perusahaan itu sebagai mata-mata mafia keluarganya untuk menyelidiki sesuatu di perusahaan Theo.

Awalnya mereka hanya dua orang dari dunia berbeda.

Tapi semakin dalam Celina menyelidiki Morelli Corporation, semakin ia sadar:
Theo bukan musuh yang ia cari. Dan Theo yang ditakuti justru memiliki sisi paling lembut untuk Celina.

Lalu bagaimana jadinya jika Theo yang lembut itu tahu identitas asli dari Celina yang sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29. DRAMA

Pagi di Morelli Corporation selalu datang dengan wajah yang sama: dingin, sibuk, dan nyaris tanpa jeda untuk bernapas. Gedung tinggi berlapis kaca itu berdiri angkuh di tengah Los Angeles, memantulkan cahaya matahari pagi seperti menertawakan siapa pun yang belum siap menghadapi tekanan di dalamnya.

Celina kembali bekerja seperti biasa.

Sejak siang hingga sore, Celina sudah beberapa kali mondar-mandir antara ruang IT dan lobi. Cedric nyaris tak bergerak dari kursinya, sementara Celina bolak-balik membantu, mengambil data, membandingkan core lama dan baru, mengingatkan Cedric tentang struktur kode asli yang bahkan dokumentasinya sudah dihapus oleh penyusup.

Mereka sempat makan siang terlambat.

Lalu camilan sore.

Lalu kopi.

Dan sekarang, ini bukan makanan pertama sejak siang tadi, Celina baru saja kembali dari lobi dengan dua kantong kertas berisi makanan dan beberapa gelas kopi panas.

Cedric yang memesannya.

Celina yang mengambilnya.

"Kalau kau makan terus begini, perutmu yang akan protes duluan sebelum otakmu," Cedric sempat mengomel lewat ponsel.

Celina hanya tertawa kecil saat itu.

Langkahnya ringan ketika ia keluar dari lift lantai internal, menuju lantai divisi IT. Lorong di sini lebih sepi, pencahayaannya sedikit lebih redup. Dinding kaca memerlihatkan ruangan-ruangan tertutup dengan aktivitas yang tak kalah sibuk.

Namun langkah Celina tiba-tiba terhenti.

Bukan karena ia tersesat.

Bukan pula karena ia lelah.

Melainkan karena dua sosok wanita berdiri tepat di hadapannya, menghadang jalannya tanpa sedikit pun niat untuk bergeser.

Celina mengangkat pandangannya perlahan.

Ia mengenal wanita di depan itu dengan sangat jelas.

Jessica Whitmore.

Karyawan divisi internal.

Terkenal akan kecantikannya.

Selalu tampil sempurna.

Make-up rapi, rambut tertata, pakaian bermerek, dan senyum yang hanya muncul di depan orang-orang tertentu.

Di samping Jessica berdiri seorang wanita lain, lebih pendiam, namun sorot matanya sama tajam, sama meremehkan.

Celina tidak berkata apa-apa.

Ia hanya menatap mereka dalam diam.

Jessica mengangkat dagunya sedikit, melihat Celina dari ujung kepala hingga kaki, seolah sedang menilai barang diskonan.

"Jadi benar, ya," ucap Jessica akhirnya, suaranya dingin namun sarat sindiran. "Gosip yang beredar itu benar," lanjutnya.

Celina mengerjap pelan. "Gosip apa?"

Nada suara Celina datar. Tidak defensif. Tidak penasaran.

Itu justru membuat Jessica semakin kesal.

"Kau benar-benar tidak tahu atau pura-pura bodoh?" Jessica mendekat satu langkah. "Katanya kau mendekati Mr. Theodore dan juga Cedric. Bersamaan."

Celina menahan diri agar tidak mengernyit.

"Oh," kata Celina singkat. "Itu maksudmu."

Jessica tersenyum miring, senyum yang sama sekali tidak ramah.

Tanpa peringatan, Jessica mengangkat tangannya dan mendorong bahu Celina dengan telunjuknya.

"Jangan bertingkah sok cantik," kata Jessica tajam, "atau merasa spesial sampai berani mendekati dua orang paling berpengaruh di Morelli Corporation ini."

Kantong makanan di tangan Celina sedikit bergeser, kopi di dalamnya bergoyang. Namun Celina tetap berdiri tegak.

Dan di dalam kepalanya, satu kalimat muncul dengan jelas:

Oh. Jadi ini rasanya. Drama kantor yang selama ini hanya aku dengar dari cerita atau film itu. Lucu juga.

Bisik-bisik.

Tatapan sinis.

Dan kecemburuan yang dibungkus moral palsu.

Celina nyaris ingin tertawa. Tapi ia menahannya.

Jessica melanjutkan, suaranya semakin tinggi, "Kau harus tahu diri. Kau hanya office girl rendahan. Tidak pantas bersanding dengan Cedric, apalagi dengan CEO Morelli Corporation yang termasyhur di Los Angeles ini.”"

Celina menghela napas kecil.

Ia tetap diam.

Menikmati setiap kata.

Menikmati absurditas situasi ini.

Wajahnya datar, hampir terlalu tenang.

Dan itu ... memerovokasi.

"Apa kau tuli?" bentak Jessica. "Aku bicara denganmu!"

Celina akhirnya mengangkat wajahnya sepenuhnya. Tatapannya tenang. Tajam. Dan sama sekali tidak gentar.

"Memang kenapa," ucap Celina santai, "kalau aku dekat dengan para petinggi?"

Jessica terdiam sepersekian detik.

Celina melanjutkan, suaranya tetap ringan, terlalu ringan untuk kalimat yang akan keluar berikutnya. "Bukankah kalian juga suka menjilat ... bahkan tidur dengan pria-pria yang punya kuasa di kantor ini agar posisi kalian aman?"

Udara seakan membeku.

Wajah Jessica langsung merah padam.

"Berani sekali kau!" teriak Jessica, lalu ....

PLAK!

Tamparan itu mendarat di pipi Celina.

Suara keras Jessica menggema di lorong. "Berani kau mengatakan hal kotor seperti itu!"

Celina bergeser sedikit, kepalanya terdorong ke samping. Pipinya terasa panas. Namun ... tidak ada air mata. Tidak ada teriakan. Celina menoleh kembali, dan wajahnya tetap datar.

Bahkan ada bayangan senyum tipis di sudut bibir Celina.

"Bukankah kalian yang menghadangku sekarang," kata Celina perlahan, "karena kalian tidak bisa mendekati dua pria itu?"

Jessica terkejut dengan ketenangan itu.

Celina melangkah setengah langkah maju. "Untuk apa cantik, kalau kalah dengan office girl rendahan ini?" lanjutnya.

Dan di situlah topeng itu runtuh.

Jessica menjerit marah dan menarik rambut Celina dengan keras.

"Kau keterlaluan!" Jessica berseru dalam amarah.

Celina meringis kecil, namun tetap berusaha berdiri stabil.

"Lepaskan rambutku," kata Celina dingin.

Jessica justru meremas lebih keras, wajahnya berubah garang. "Office girl rendahan sepertimu bukan apa-apa. Dan aku tidak akan direndahkan olehmu!"

Celina menarik napas dalam. Lalu, dengan nada nyaris malas, ia berkata, "Ngomong-ngomong ... ada CCTV di atas kita."

Jessica spontan mendongak.

Tangannya refleks melepaskan rambut Celina.

Panik langsung terlihat di wajahnya.

Celina merapikan rambutnya perlahan, lalu tertawa kecil.

"Seharusnya kau asah otakmu," kata Celina ringan, "bukan make-up-mu."

Jessica menatapnya dengan napas memburu.

"Tidak semua pria suka dipuaskan di ranjang, Sweetheart," lanjut Celina tenang, "tapi juga dengan otak mereka."

Jessica menatap Celina seolah ingin menelannya.

Celina mencondongkan kepala sedikit dan melanjutkan ucapannya. "Jelas Mr. Morelli dan Mr. Cedric tidak pernah melirikmu. Kurasa ... karena otak kalian kosong dan terlihat sekali sudah sering dipakai."

Jessica nyaris meledak kembali. "Kau!"

"Oh, satu lagi," potong Celina sambil tersenyum mengejek. "Kurangi make-up-mu. Dua pria itu tidak suka perempuan dengan make-up terlalu tebal dan juga pakaian ketatmu itu. Secara tidak langsung kau menunjukkan kalau kau ...murahan."

Jessica menjerit dan mengangkat tangannya lagi ....

"ADA APA INI?!"

Suara itu datang tegas dari arah belakang. Membuat tangan Jessica berhenti di udara.

Seorang wanita berambut pendek dengan ID Tim IT di dadanya melangkah mendekat.

Namanya Susan. Celina cukup kenal baik karena tangan kanan Cedric di tim khusus.

Jessica membeku.

Celina langsung mengubah ekspresinya. Matanya melembut. Wajahnya memelas.

"Jessica dan temannya menampar dan menjambak saya," kata Celina lirih. "Mereka menuduh saya menggoda Ketua IT."

Susan menoleh tajam ke arah Jessica. "Kau bercanda, 'kan? Berani sekali kau menyakiti karyawan lain terlebih yang sedang membantu Tim IT. Celina tidak mendekati Cedric. Cedric yang meminta bantuannya karena hanya dia yang mampu," katanya dingin dan tajam.

Jessica tidak bisa berkutik dengan Tim IT terlebih Susan yang terkenal galak sama seperti Cedric.

Susan melipat tangan. "Lagipula, apa urusan divisi internal mengganggu office girl dan mengurusi Ketua IT? Lebih baik kalian pikirkan pekerjaan kalian sendiri yang selalu salah setiap minggu daripada bersikap seperti wanita murahan yang selalu mencari perhatian pria. Di perusahaan ini otak yang dipakai untuk mencari uang bukan menjual tubuh."

Jessica terdiam. Wajahnya masih memerah karena amarah.

Susan menarik tangan Celina. "Ayo Celina. Jangan mau ditindas olehnya."

Mereka berjalan pergi.

Celina menoleh ke belakang dan menjulurkan lidahnya ke arah Jessica untuk mengejek wanita itu.

Susan menghela napas saat mereka memasuki divisi IT.

"Kau baik-baik saja?" tanya Susan pada Celina.

Celina tersenyum. "Aku baik-baik saja. Terima kasih sudah membantuku tadi," kata Celina tulus.

Begitu masuk ke ruangan Cedric, Susan langsung mengoceh. "Cedric! Celina di-bully anak internal bernama Jessica hanya karena cemburu Celina sering bersamamu!"

"Hah?" Cedric mengangkat wajahnya, bingung ... lalu kesal. "Apa perempuan itu waras? Apa dia pikir dia bisa menyelesaikan masalah divisi IT sekarang?"

"Wanita yang selalu mengincar para petinggi untuk mendapatkan posisi dan hidup enak masih saja banyak yang berkeliaran di perusahaan ini," gerutu Susan.

Cedric mengacak rambutnya frustrasi. "Berani sekali dia mem-bully orang yang membantu Tim IT. Kalau bukan karena Celina, kita harus mengulang kerja dua tahun kita! Haruskah aku minta Theo memecatnya?!"

Susan menghela napas. "Tidak perlu sejauh itu. Surat peringatan saja."

Cedric menggerutu. "Aku bahkan tidak sempat tidur dan harus berurusan dengan drama murahan wanita gila."

Celina menaruh makanan di meja. Memberikan kopi pada Susan. "Maaf sepertinya tidak sepanas saat dipesan karena dihadang mereka terlalu lama tadi," ujar Celina.

"Terima kasih! Tidak masalah, yang penting ini kopi! Kau selalu tahu kapak kami membutuhkan kopi," Susan tersenyum cerah.

"Itu Cedric yang membelikan," kata Celina santai.

Susan tersenyum jahil. "Kadang kau bisa bersikap manis juga, Ketua."

"Diamlah dan lanjutkan pekerjaanmu," Cedric mengusir Susan yang justru tertawa.

Celina melambai kecil.

Namun ketika ruangan kembali sepi ....

Celina mendapati Cedric menatapnya tajam.

Tatapan itu membuat jantungnya berdegup lebih cepat.

Mati aku, batin Celina.

1
Miss Typo
beritahu ayahmu Theo, biar langsung bertindak .
semoga gak terlambat menyelamatkan twins
Archiemorarty: Jari othor sudah menyerah 😂
total 2 replies
Endah Lestary
ceritanya masuk akal .. penuturannya tidak membosankan...👍👍👍👍👍💝
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak 🥰
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
q bacane dredeg thoooorrrr😟😟😟😟
Archiemorarty: Apa itu tenang soalnya 🤭
total 1 replies
Miss Typo
Theo pawangnya Celine 😁
Miss Typo
hayo lho hati² dgn Cedric ya Celine 🤣
A R
aduhh leo lucy diculik
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙘𝙧𝙖𝙯𝙮 𝙪𝙥 𝙩𝙝𝙤𝙧🤣🤣
mimief
ehhh...kata orang Betawi juga
lo jual gw beli
maaf ye,bukan kita yg mulai, ini namanya mekanisme perlindungan diri.
kan..bukan aku yg mulai🤣🤣
Archiemorarty: Mereka yang mulai jadi harus siap adu jotos 🤭
total 1 replies
mimief
ga seruu dia, mainya aduan 😌🫣🤣
Archiemorarty: Kan kan 🤣
total 1 replies
mimief
🤣🤣🤣🤣
mulut mu
tapi bener lah
Archiemorarty: Siapa yang ngajarin dia hayo 🤭
total 1 replies
mimief
kelamaan di sekep sama keluarga Lorenzo begini ni...
dibully malah menikmati sensasi nya🫣
Archiemorarty: Agak laen emang keluarga satu ini 🤣
total 1 replies
Miss Typo
karna keahlian kepintaran Celine
PengGeng EN SifHa
akhirnya...ADA TOMMY & JERRY kwwkwkkwkwkwkw


bagus

bagus

bagus

bagus thooorr...
q suka...q suka❤️❤️❤️❤️❤️
Archiemorarty: selalu seru kalau udah ada yang modelan Tom Jerry itu ya 🤣
total 1 replies
Asyatun 1
lanjut
A R
😂😂😂
Wulan Sari
waaaah cerita ini sangat menarik dan selalu biat penasaran intrik2 di Kantor selalu ada yg berbuat jahat semoga nanti akhir cerita bahagia CEO nya dan tukang bersih2 yg nyamar, happy end ya Thor semangat 💪 salam sukses selalu ya cip 👍❤️🙂🙏
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak 🥰
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
MODE BERUANG INGIN MENERKAM IKAN SALMON🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Archiemorarty: iya juga ya 🤣
total 1 replies
Jelita S
ternyata Cedric punya tatapan maut jga🤣🤣🤣🤣
Archiemorarty: Galak dia itu 🤭
total 1 replies
Dew666
🪸🪸🪸🪸
Archiemorarty: terima kasih udah baca ceritanya 🥰
total 1 replies
Asyatun 1
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!