NovelToon NovelToon
Menikahi Adik Ipar Bos

Menikahi Adik Ipar Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Perjodohan
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dini ratna

Ini Kisah Essa dan Alex, adik dari Sera dan Darren di novel Godaan Cinta Ibu Susu

~~
Tidak Pernah Menyangka, diusia matangnya Alex, akan menikahi gadis kecil yang selalu membuatnya kesal siapa lagi jika bukan adik ipar bosnya. Karena satu insiden memaksa mereka untuk menikah.

Vanessa tidak mau menikah diusia muda apalagi dengan laki-laki menyebalkan seperti Alex, tapi karena satu insiden memaksanya untuk menerima lamaran itu.

BAGAIMANA KISAH MEREKA YANG TIDAK PERNAH AKUR? AKANKAH BENIH-BENIH CINTA TUMBUH DIANTARANYA?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini ratna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kasmaran

"Apa Om masih mencintai Heyra?"

Rasanya aneh, ketika Essa bertanya hal demikian. Tapi pertanyaan itu seolah menuntut dan harus diketahui Essa. Essa tidak ingin jika Alex masih mencintai wanita lain, bagaimana jika Essa akhirnya jatuh cinta pada lelaki yang sudah menjadi suaminya itu tapi cintanya bertepuk sebelah tangan.

Alex tertegun, matanya menelisik dalam menyorot pupil indah itu.

"Kenapa? Jika aku masih mencintainya dan jika aku tidak mencintainya, seberapa penting jawaban itu untukmu Essa?"

"Sangat penting, dan aku ... harus tahu. Bagaimana pun juga aku istrimu, kan. Aku tidak mau dikhianati, sebelum aku jatuh terlalu dalam pada lubang yang pada akhirnya akan menjebakku. Aku tidak bisa tinggal di dalam sana dan tidak bisa pergi, sebelum itu terjadi aku harus benar-benar tahu apa lelaki itu benar-benar sudah melupakan masa lalunya." Essa menunduk, rasanya sangat malu.

Alex memalingkan wajahnya dari Essa, bibirnya sedikit tertarik ia tersenyum mendengar ocehan istri kecilnya yang tampak sudah dewasa.

"Apa baru saja kamu mengatakan jika kamu sudah jatuh cinta Essa, kamu jatuh cinta padaku?" tanyanya membuat Essa terlonjak.

Mata Essa membulat lantas menggeleng. "Tidak, aku tidak jatuh cinta. Siapa yang bilang begitu?"

"O ya, jika tidak kenapa kamu bertanya demikian?"

"Aku sudah bilang aku istrimu dan aku harus tahu."

"Essa," panggil Alex lembut, tangannya melipat di bawah dada, satu pundaknya dibiarkan bersandar pada dinding kursi, matanya terus menatap Essa yang tidak berhenti menggoda.

"Di sini tidak ada siapapun Essa selain kita berdua." Alex terus menggoda. "Jadi katakan saja jika kamu memang menyukaiku."

"Sudah aku bilang, aku tidak menyukaimu. Sudahlah, jalankan saja mobilnya jangan terus membahas itu. Aku tahu Om masih mencintai Heyra, dan itu tidak mungkin dilupakan. Seharusnya Om tidak menyangkal gosip dan foto yang beredar itu hanya karena kasihan padaku juga orang tuaku. Lebih baik Om bilang saja sebenarnya tidak perlu mengungkapkan pernikahan kita."

"Jika aku melakukan itu karena aku jatuh cinta pada istriku bagaimana?"

Essa tersentak. Kata-kata itu membuatnya terdiam, nafasnya naik turun dengan degup jantung yang tidak beraturan. Essa, melirik Alex, sekilas salivanya mulai turun, menahan gejala aneh dalam tubuhnya.

Sebenarnya tidak perlu dikatakan, Alex sudah mengetahui dan menyadarinya hanya dari melihat sikapnya. Ada kesedihan dan kekecewaan di mata Essa ketika melihat Alex dicium Heyra, Essa bahkan pergi begitu saja seolah hatinya terlalu sakit. Bahkan, gadis itu masih marah ketika bertemu dengannya.

"Haha." Alex tertawa. Tawanya terlihat mengejek, membuat wajah Essa merah padam. Aliran nafasnya semakin menggelora, antara marah dan kesal.

"Wajahmu bersemu merah," ungkap Alex.

"Tidak lucu!" Ketusnya sambil memalingkan muka. Wajahnya tampak jutek dan kesal, tapi tidak setelah—

Cup

Essa terbelalak, mulutnya hampir terbuka kala kecupan lembut menyentuh pipi kanannya. Desiran aneh terasa menjalar di tubuhnya, Essa langsung menoleh ke arah Alex yang tampak biasa saja setelah mencium pipinya. Alex, langsung tancap gas melajukan mobil meninggalkan area itu.

"Om—"

"Kenapa? Apa aku tidak boleh mencium istriku. Apa kamu tidak kasihan padaku Essa, aku sudah menjadi suamimu hampir tiga bulan, tapi sama sekali tidak boleh menyentuhmu. Kamu sudah menyiksaku sangat lama."

Essa tersipu malu, ia memegang kedua pipinya lantas berkata, "Tapi itu tiba-tiba."

Alex tersenyum, satu tangannya dibiarkan bergerak mengendalikan setir, wajahnya menoleh melirik sesaat istri kecilnya. "Jadi kau tidak marah? Lain kali aku akan bicara padamu dulu," ungkapnya yang kembali menatap jalanan di depannya.

Wajah Essa semakin merah, ia berpaling langsung dari pandangan Alex yang sangat malu, tapi senang karena baru saja mendapat serangan lembut pada pipi sebelah kanannya. Bibirnya bergetar menahan senyuman yang bisa lolos kapan saja.

Wajah keduanya bahagia seperti sepasang remaja yang baru saja jatuh cinta.

"Kamu tenang saja Essa, aku tetap pada komitmen ku. Aku tidak akan menyentuh lebih, jika kamu tidak meminta."

Essa, lagi-lagi melayang. Perkataan Alex membuat angannya seketika melayang tinggi. Pria tepat dan dewasa, Alex tidak begitu memaksa memperlakukan dirinya dengan lembut, termasuk lelaki idaman.

Ingin rasanya ia berjingkrak-jingkrak jika tidak malu.

"Apa kau ingin makan sesuatu?"

"Tidak, aku ingin pulang."

"Begitu cepat? Apa karena aku?"

"Om—" Bibir Essa mengerucut. Alex, semakin gemas dan ingin menggoda terus istrinya.

Setibanya di apartemen Alex, memarkirkan mobilnya. Keduanya turun bersama, melewati area parkir berjalan memasuki lift. Jarak keduanya saling berdekatan tapi terlihat canggung. Alex, sesekali melirik Essa yang tampak bingung dan salah tingkah, jari tangannya terus menggenggam erat bawah roknya, sebelum akhirnya jari tangan itu terlepas karena genggaman Alex.

Essa, menoleh ia tampak diam karena terkejut.

"Kita harus terbiasa seperti ini. Hanya saat kita berdua, apa kau melarangku untuk menggenggam tanganmu?" tanya Alex demikian.

Essa menggeleng pelan yang artinya tidak keberatan. Sedetik senyum di wajah keduanya kembali bersinar. Sepasang tangan yang saling menggenggam pun berayun naik turun. Hingga tiba di depan pintu apartemen langkah Alex terhenti, bersamaan dengan genggaman tangan yang berayun.

Essa, menatap Alex lalu mengikuti tatapan mata Alex yang terlihat dingin. "Om ada ap—" Belum sempat terselesaikan, ucapan Essa mendadak berhenti. Matanya membola, ketika bertemu pandang dengan Heyra, wanita yang beberapa hari lalu mengguncangkan dunia.

Sedang apa dia, apa yang dia lakukan di sini

Essa sangat kesal. Baru saja kebahagiannya datang, ia merasa kasmaran, jatuh cinta dan bersenang-senang. Akan tetapi semua itu menjadi gelap ketika Heyra muncul di hadapan mereka.

Suara sepatu heels terdengar mencekam saat langkah Heyra semakin mendekat. Tatapan mata wanita itu tidak berpaling dari sepasang tangan yang saling menggenggam.

"Essa, masuklah duluan." Titah Alex, seraya melepaskan genggamannya. Essa menatapnya sebentar sebelum Alex mengangguk—meyakinkan jika tidak akan terjadi apa-apa.

Essa pun melepas genggamannya berjalan melewati Alex dan menatap Heyra tajam sebelum akhirnya masuk ke dalam. Setibanya di dalam Essa tidak langsung pergi ke kamar ia tetap di depan pintu untuk mendengarkan.

"Apa kamu tuli Heyra, aku sudah bilang padamu untuk tidak datang lagi ke sini."

"Kenapa? Kamu melarangku tapi membiarkan gadis itu masuk. Alex, jangan bilang jika gadis itu adalah istrimu?"

"Ya, dia istriku kami menikah tiga bulan yang lalu."

Heyra tersenyum sinis.

"Tidak, aku tidak percaya. Itu pasti alasan saja, kan supaya aku membencimu. Alex, aku melakukan itu ... menyebar foto kita karena aku ingin semua dunia tahu jika kamu adalah milikku."

"Sudah berapa kali aku bilang Heyra, aku sudah menjadi milik orang lain."

"Maksudmu gadis tadi?" Tunjuknya pada pintu. "Aku tidak percaya Alex, kamu menikahi gadis ingusan seperti dia."

Mata Essa terbelalak, amarahnya mendidih ketika dipanggil gadis ingusan. Tangannya mengepal dan hendak keluar untuk menghajarnya tapi langkahnya terhenti ketika Alex, menimpali.

"Mau dia gadis ingusan, bocah tengil, apa hubungannya denganmu. Heyra, aku camkan satu hal lagi ... kita sudah tidak ada hubungan apapun."

"Alex, kamu benar-benar memutus hubunganku karena dia—karena gadis itu?"

"Bukan Essa yang memutus hubungan kita, tapi kamu— ketika kamu memutuskan untuk pergi seharusnya kamu tidak memutuskan untuk kembali."

Heyra terdiam, tubuhnya mendadak lemas hingga tidak sanggup lagi menahan kedua kakinya. Cintanya kandas ditengah perjalanan hanya karena ia memilih jalan karirnya.

"Alex," panggil Heyra lembut ketika Alex hendak memasuki apartemennya. "Kamu tahu aku, kan. Jika keinginan ku satu tetaplah satu siapapun tidak akan ada yang bisa menghentikan ku termasuk mendapatkan kamu kembali Alex. Aku tidak peduli kamu sudah menikah atau belum, aku tetap akan kembali padamu dan kamu akan menjadi milikku."

1
Khoirun Nisa
lanjutkan kakak ceritanya,
Inez Putri
sudah 3hari gak up, kok cm 1 up nya thour..
thour buat essa kuat gak mudah di tindas ma pelakor, buat jd essa wanita kuat.
Inez Putri
semangat thour
panjul man09
uh , cerita yg sama
panjul man09
jangan tumbuhkan rasa suka alex pada essa, tunggulah sampai essa tamat smu ,beri kesempatan essa kuliah dulu.
panjul man09
jangan terlalu banyak konflik seperti cerita di novel lain , alex harus lebih sabar menghadapi essa ,selalu mengalah , walaupun tidak saling cinta ,alex harus memperlihatkan keromatisannya pada essa
Dini_Ra
Jangan lupa komentar like dan Vote 💪🙏
Dini_Ra
Jangan lupa like dan Vote komentarnya🙏
Dini_Ra
Ayo dong like dan komentarnya 🙏
Dini_Ra
Tinggalkan jejak sedikitlah 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!