NovelToon NovelToon
Rumus Gitar Cinta

Rumus Gitar Cinta

Status: tamat
Genre:Ketos / Bad Boy / Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Enemy to Lovers / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:119
Nilai: 5
Nama Author: tanty rahayu bahari

Sekolah SMA Pelita Bangsa terancam tidak bisa mengadakan Pensi tahunan karena masalah dana. Kepala Sekolah memberikan syarat: Pensi boleh jalan kalau rata-rata nilai ujian satu angkatan naik. Julian (Ketua OSIS) terpaksa menjadi tutor privat bagi siswa dengan nilai terendah di angkatan, yang ternyata adalah Alea. Di antara rumus fisika dan lirik lagu rock, mereka menemukan bahwa mereka memiliki luka yang sama tentang ekspektasi orang tua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Harmoni Baru (Epilog)

​Terima kasih telah menemani perjalanan Alea dan Julian dari awal hingga akhir. Ini adalah penutup kisah mereka di SMA Pelita Bangsa, tapi awal dari kisah hidup mereka yang sesungguhnya.

​Selamat membaca!

​Enam bulan kemudian.

​Aula SMA Pelita Bangsa kembali dipenuhi manusia. Tapi kali ini, tidak ada lampu neon pesta, tidak ada musik jedag-jedug, dan tidak ada drama kudeta OSIS.

​Yang ada hanyalah lautan topi toga berwarna hitam, buket bunga, dan isak tangis haru orang tua.

​Hari Wisuda Angkatan 2025.

​Di atas panggung podium, Julian Pradana berdiri tegak. Dia mengenakan jubah wisuda yang kebesaran, kalung medali "Lulusan Terbaik", dan tentu saja, kacamata minusnya yang ikonik.

​Dia mengetuk mic pelan. Tes, tes.

​Ribuan pasang mata menatapnya. Dulu, tatapan sebanyak ini akan membuatnya kaku dan bicara seperti robot pembaca berita. Tapi hari ini, Julian tersenyum santai.

​"Selamat pagi," sapa Julian. Suaranya tenang dan berwibawa. "Kepada Bapak Kepala Sekolah, Guru, Orang Tua, dan teman-teman seperjuangan yang akhirnya bebas dari penjara bernama 'Ujian Nasional'."

​Tawa hadirin pecah.

​Julian melanjutkan pidatonya.

​"Dulu, saya berpikir hidup itu seperti soal Matematika. Pasti. Terukur. Ada jawaban benar, ada jawaban salah. Jika kita mengikuti rumus, kita akan selamat. Jika kita melanggar rumus, kita akan gagal."

​Julian menatap ke barisan kursi wisudawan. Matanya mencari satu sosok spesifik. Dia menemukannya di barisan IPS. Seorang gadis dengan rambut yang kini dicat hitam natural (aturan wisuda), tapi topinya miring dan dia sedang menguap lebar.

​Alea.

​Julian tersenyum kecil, lalu melanjutkan.

​"Tapi di tahun terakhir ini, saya belajar bahwa hidup itu lebih mirip musik Jazz. Penuh improvisasi. Kadang temponya cepat, kadang lambat. Kadang ada nada sumbang yang menyakitkan, tapi justru nada sumbang itulah yang membuat lagunya menjadi indah."

​"Saya belajar bahwa menjadi pintar saja tidak cukup. Kita harus berani. Berani mengambil risiko, berani membela apa yang benar, dan berani menjadi diri sendiri—meskipun itu artinya harus memakai masker tengkorak dan main gitar di studio sempit yang bau keringat."

​Beberapa siswa yang tahu rahasia "Phantom" bersorak dan bertepuk tangan heboh. Raka bahkan berdiri dan bersiul nyaring sampai dipelototi Pak Hadi.

​"Jadi, teman-teman," tutup Julian. "Kejarlah rumus kalian masing-masing. Tapi jangan lupa tambahkan sedikit distorsi. Sedikit pemberontakan. Karena harmoni baru tercipta ketika keteraturan bertemu dengan kebebasan. Terima kasih."

​Tepuk tangan membahana. Topi-topi toga dilempar ke udara.

​Masa SMA resmi berakhir.

​Di halaman sekolah yang riuh, Alea sedang dikerubuti keluarganya.

​"Aduh, anak Mama lulus juga akhirnya!" seru Mama Alea sambil memeluk anaknya erat-erat, air matanya luntur kena make-up. "Kirain bakal jadi murid abadi di SMA."

​"Sembarangan Mama ah," protes Alea, membetulkan selempang wisudanya. "Alea lulus murni tau! Nilai rata-rata 8,6. Fisika 9,0. Keren kan?"

​"Iya, iya, keren. Teteh bangga banget sama kamu, Le," kata Tiara, kakaknya yang baru pulang dinas dari rumah sakit, memberikan buket bunga mawar merah. "Ternyata adek gue punya otak juga selain otot."

​Alea tertawa. "Makasih, Teh."

​Lalu, Alea melihat sosok jangkung berjalan mendekat membelah kerumunan. Julian. Di belakangnya, Dokter Prasetyo berjalan dengan langkah tegap namun wajahnya terlihat... cerah.

​"Ciye, Pak Valedictorian," sapa Alea saat Julian sampai di depannya. "Pidatonya boleh juga. Siapa yang nulisin? Raka?"

​"Saya tulis sendiri, di sela-sela latihan lagu baru," jawab Julian, lalu menyalami orang tua Alea dengan sopan. "Selamat siang, Tante, Om, Kak Tiara."

​"Eh, Nak Julian!" Mama Alea langsung sumringah. "Selamat ya! Tante denger kamu dapet FK UI ya? Hebat banget! Calon dokter mantu idaman!"

​"Ma!" Alea menyikut ibunya.

​Julian hanya tersenyum sopan. "Terima kasih, Tante. Alea juga hebat. Lolos Desain Komunikasi Visual (DKV) di ITB. Itu jurusan yang ketat persaingannya."

​"Iya dong," Alea mengibaskan rambutnya sombong. "Seniman intelek nih."

​Dokter Prasetyo berdehem. Semua orang langsung diam, sedikit segan.

​Ayah Julian menatap Alea.

​"Selamat, Aleandra," ucap Dokter Prasetyo. Singkat, padat, tapi tulus. "Jaga Julian di Bandung nanti. Kalau dia mulai malas belajar karena kebanyakan main gitar, lapor ke Om."

​"Siap, Om! Nanti Alea jewer!" jawab Alea lantang.

​Dokter Prasetyo tersenyum tipis—pemandangan langka yang setara gerhana matahari. Beliau mengeluarkan kamera DSLR mahal dari tasnya.

​"Sini, Om foto kalian berdua."

​Julian dan Alea saling pandang, kaget.

​"Beneran, Pa?"

​"Cepat. Sebelum Papa berubah pikiran."

​Julian dan Alea segera berdiri berdampingan. Julian merangkul bahu Alea canggung (masih ada orang tua), sementara Alea dengan berani membuat tanda peace dengan jarinya.

​CKREK.

​Sebuah foto tersimpan. Foto seorang pemuda kaku yang mulai belajar tersenyum lepas, dan seorang gadis urakan yang mulai belajar menata masa depan.

​Sore harinya.

​Sekolah sudah mulai sepi. Julian dan Alea duduk di rooftop sekolah—tempat favorit mereka, saksi bisu awal mula kesepakatan gila mereka.

​Mereka duduk di pinggir tembok, kaki menggantung, menatap langit Jakarta yang mulai memerah.

​"Jadi..." Alea menghela napas panjang, melepas topi toganya. "Selesai sudah. Bye-bye seragam putih abu-abu."

​"Selesai satu bab, mulai bab baru," koreksi Julian. Dia melonggarkan dasinya.

​"Lo takut nggak, Jul? Kuliah kedokteran itu serem lho. Begadangnya, belajarnya..."

​"Takut," aku Julian jujur. "Tapi saya bawa gitar saya ke kost-an. Dan saya tau setiap akhir pekan, saya bisa naik kereta ke Bandung buat ketemu kamu... atau sekadar jamming bareng."

​"Awas ya kalau lo di sana kecantol cewek FK yang pinter-pinter," ancam Alea.

​"Nggak bakal," Julian menggeleng. "Tipe ideal saya sudah spesifik: suka bikin onar, nilai Matematikanya pas-pasan, dan jago bikin lagu rock."

​Alea tertawa, menyandarkan kepalanya di bahu Julian.

​"Jul," bisik Alea.

​"Ya?"

​"Makasih udah dateng ke hidup gue. Makasih udah ngajarin gue kalau gue berharga."

​Julian mencium puncak kepala Alea.

​"Kamu yang ngajarin saya, Alea. Rumus cinta itu nggak butuh logika. Cuma butuh keberanian buat ngejalaninnya."

​Di bawah, di lapangan parkir, mobil pickup Raka sudah menunggu. Anak-anak The Rebels membunyikan klakson panjang.

​TIN TIIIN!

​"WOI! BURUAN TURUN! KITA MAU NGERAYAIN DI STUDIO! BANG JAGO UDAH BELI NASI TUMPENG!" teriak Raka dari bawah.

​Julian dan Alea menengok ke bawah, lalu tertawa.

​"Siap lanjut nge-rock, Pak Dokter?" tanya Alea, mengulurkan tangannya.

​Julian menyambut tangan itu, menggenggamnya erat.

​"Siap, Bu Seniman."

​Mereka berdiri, meninggalkan atap sekolah itu. Meninggalkan masa lalu yang penuh luka dan tekanan, melangkah menuju masa depan yang bising, tidak teratur, tapi penuh dengan harmoni cinta mereka sendiri.

​Karena pada akhirnya, hidup bukanlah tentang mengikuti partitur yang ditulis orang lain. Hidup adalah tentang memainkan lagumu sendiri, sekeras mungkin, sampai dunia mendengarnya.

...****************...

​- TAMAT -

TERIMA KASIH TELAH MEMBACA💞

JANGAN LUPA BANTU LIKE KOMEN DAN SHARE❣️...

SAMPAI KETEMU LAGI DI JUDUL BERIKUT NYA

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!