Xiao Nan pernah menjadi Godfather paling ditakuti di Bumi, membangun kerajaan kriminal sebelum tewas akibat pengkhianatan orang terdekat. Namun kematian bukan akhir. Jiwanya bereinkarnasi ke dunia kultivasi di Pulau Matahari Abadi, bangkit sebagai penguasa bayangan sebelum kembali dikhianati dan dijatuhkan ke Pulau Bulan Surga.
Di sana ia terlahir sebagai tuan muda Keluarga Xiao. Ibunya dibunuh, bakat Akar Naga dirampas ayahnya sendiri, dan ia dibuang ke Reruntuhan Dewa dan Iblis. Di neraka itulah Xiao Nan bangkit. Ia mewarisi Sutra Bayangan Naga dan Tulang Naga Dewa, memadukan insting mafia dengan hukum kultivasi. Bersama entitas misterius Finn, ia membentuk Fraksi Shadow Dragon, menghancurkan Keluarga Xiao dari dalam. Namanya mengguncang dunia dan menyeretnya ke Turnamen Jalan Langit Sepuluh Ribu Ras.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon King Nan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chap 29 - KEBANGKRUTAN JIWA
Asap hitam membubung tinggi dari arah Lembah Merah, terlihat jelas dari menara tertinggi Kediaman Xiao. Aroma kematian seolah terbawa angin, menusuk hidung para penjaga gerbang yang kini berdiri gemetar. Kabar tentang pembantaian konvoi Sekte Arwah Gelap menyebar seperti wabah di antara para murid.
Di dalam Aula Pertemuan, suasana tidak lagi sekadar tegang, ini adalah kekacauan total.
"APA KAU BILANG?! HILANG?!"
Suara Patriark Xiao menggelegar, namun kali ini ada nada keputusasaan yang tidak bisa ia sembunyikan. Ia mencengkeram leher seorang mata mata yang baru saja kembali dari lokasi pembantaian.
"L-lapor Patriark... tidak ada yang selamat," ucap mata mata itu dengan suara tercekik. "Semua logistik dirampas, dan... peti hitam berisi Gulungan Pengendali Mayat Purba itu... kosong. Lord Shadow meninggalkan simbol naga bayangan di atas mayat Penatua Sekte Arwah Gelap."
Patriark Xiao melepaskan cengkeramannya. Ia terhuyung mundur, hampir jatuh ke singgasananya. Gulungan itu adalah kartu as terakhirnya. Rencananya adalah membangkitkan mayat para leluhur Keluarga Xiao yang terkubur di Makam Puncak Perak untuk menghancurkan Xiao Nan dengan kekuatan mayat hidup yang tak bisa mati.
"Tanpa gulungan itu... kita tidak bisa mengendalikan mayat leluhur," bisik Xiao Ying dengan wajah pucat pasi. "Jika mayat-mayat itu bangkit tanpa kendali, atau lebih buruk lagi... jika Xiao Nan yang membangkitkan mereka..."
"DIAM!" raung Patriark Xiao. "Jangan katakan hal itu!"
Di sudut ruangan, Xiao Han mulai menunjukkan gejala gila. Ia menggaruk garuk pergelangan tangannya tempat Xiao Nan menyuntikkan Segel Bayangan. "Dia datang, Ayah... dia akan mengambil akarku kembali... aku merasakannya... dia ada di mana-mana!"
"Han er, tenanglah!" Patriark mencoba menenangkan anaknya, namun tangannya sendiri gemetar.
Kepanikan merambat keluar aula. Di barak murid luar, para pelayan dan murid rendah mulai mengemasi barang-barang mereka secara sembunyi sembunyi.
"Gudang logistik terbakar, transaksi dirampok, dan sekarang bantuan dari Sekte Arwah Gelap dibantai habis," bisik seorang murid kepada rekannya. "Keluarga ini sudah terkutuk. Lord Shadow bukan manusia, dia adalah hantu yang menuntut balas!"
"Aku dengar dia punya tentara iblis yang bisa menghilang dalam kabut," sahut yang lain. "Aku tidak mau mati untuk keluarga yang bahkan tidak bisa memberi kita makan lagi. Ayo lari malam ini melalui gerbang air!"
Malam itu, kepanikan terjadi secara massal. Hampir sepertiga dari murid luar dan pelayan melarikan diri, meninggalkan pos mereka tanpa penjagaan. Keluarga Xiao yang dulunya merupakan penguasa absolut di wilayah tersebut, kini tampak seperti istana tua yang digerogoti rayap dari dalam. Patriark Xiao berdiri di balkon istananya, menatap kegelapan hutan yang mengelilingi kediamannya. Ia merasa ribuan pasang mata sedang mengawasinya dari balik bayangan pohon.
"Xiao Nan..." desisnya dengan kebencian yang mendalam. "Kau ingin menghancurkan namaku? Kau ingin membuatku gila? Baiklah! Jika aku harus jatuh, aku akan membawa seluruh pulau ini bersamaku!"
Patriark Xiao berpaling kepada Xiao Ying. "Aktifkan Formasi Pengorbanan Darah di sekitar kediaman. Siapa pun yang mencoba melarikan diri, gunakan darah mereka untuk memperkuat perisai pelindung. Jika kita tidak bisa memiliki logistik, kita akan menggunakan nyawa murid kita sendiri sebagai energi pertahanan!"
Xiao Ying terbelalak. "Tapi Patriark... itu teknik terlarang! Itu akan membunuh ribuan murid kita sendiri!"
"LAKUKAN!" teriak Patriark Xiao. "Atau kau yang akan menjadi tumbal pertama!"
Di kejauhan, di atas dahan pohon tinggi, Xiao Nan memperhatikan melalui teropong energi yang diciptakan Finn. Ia melihat formasi merah darah mulai menyelimuti Kediaman Xiao. "Taktik Mafia nomor seratus dua puluh," Xiao Nan melipat tangannya di dada. "Saat tikus terpojok, dia akan memakan anaknya sendiri. Patriark telah melakukan kesalahan fatal. Dia baru saja memberi alasan bagi sisa pengikutnya untuk membencinya lebih dari mereka membenciku."
"Bos," Karna muncul di belakangnya. "Pasukan sudah siap. Kita sudah mendapatkan gulungan itu. Kapan kita mulai membangkitkan leluhur mereka?"
Xiao Nan menyeringai dingin. "Tunggu sampai mereka saling membantai di dalam sana. Saat mereka mengira telah aman di balik perisai darah itu, kita akan membiarkan leluhur mereka mengetuk pintu depan."