NovelToon NovelToon
Di Ulang Tahun Ke-35

Di Ulang Tahun Ke-35

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ama Apr

Di malam ulang tahun suaminya yang ke tiga puluh lima, Zhea datang ke kantor Zavier untuk memberikan kejutan.

Kue di tangan. Senyum di bibir. Cinta memenuhi dadanya.

Tapi saat pintu ruangan itu terbuka perlahan, semua runtuh dalam sekejap mata.

Suaminya ... lelaki yang ia percaya dan ia cintai selama ini, sedang meniduri sekretarisnya sendiri di atas meja kerja.

Kue itu jatuh. Hati Zhea porak-poranda.

Malam itu, Zhea tak hanya kehilangan suami. Tapi kehilangan separuh dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

"Sialan!" Elara menendang sofa mengingat kembali kejadian tadi siang saat di kantor polisi. Ketika ia menanyakan kepada petugas ... apakah status saksi seperti dirinya bisa pergi ke luar kota atau tidak.

Dan jawaban polisi tadi sungguh membuatnya murka.

"Maaf, Bu Elara ... Anda tidak boleh bepergian dulu."

"Kenapa aku jadi seperti tersangka?!" jeritnya tak terima.

Elara menghempaskan tubuhnya ke sofa, lalu meraung bak anak balita.

Ponselnya terus berdering dan berdenting. Ibunya terus menerus menghubunginya, meminta Elara segera mentransfer uang.

"ARGH!" Elara naik pitam, hingga kehilangan kendali. Dia bangkit, mengambil guci yang berdiri anggun di dekat pintu menuju ruang tengah, lalu membantingnya dengan kasar ke dinding ruang tamu, hingga pecah berserakan. "SETAN! Semua orang nggak ada yang peduli padaku! Bahkan ibuku sendiri pun hanya peduli pada uangku!" Tubuhnya seketika ambruk, bersimpuh di lantai dengan air mata yang berlinang.

Malam itu, Elara benar-benar merasa porak-poranda. Tak ada satu pun yang membantu dan peduli pada dirinya.

"S-Sepertinya ... ak-aku harus menjual mobil pemberian Zavier untuk menyambung hidup dan membungkam mulut Mama ..." lirihnya terdengar putus asa.

_____

"Kak ... kapan Kakak akan membuat laporan tentang perselingkuhan si Zavier dan gundiknya itu?"

Zhea melirik Rafly yang baru saja duduk di sebelahnya. "Besok, Dek."

"Syukurlah. Lebih cepat, lebih baik ya, Kak. Supaya si Elara segera jadi narapidana dan si Zavier ... jadi tersangka di dua kasus berbeda," timpal Rafly sangat puas.

"Iya. Semoga mereka jera dan bertaubat."

"Semoga saja, Kak. Tapi aku tak yakin mereka berdua akan bertaubat. Mengingat keduanya titisan setan!" dengus Rafly dengan wajah kesal.

"Kamu ini ..." Zhea geleng-geleng kepala. "Oh, ya, Dek ... gimana keadaan pabrik sekarang ... banyak orderan, tidak?"

Senyum lebar terbit membelah wajah Rafly. "Alhamdulillah, Kak. Semenjak Pak Niel jadi investor ... banyak banget yang mengajak pabrik ZZ Food kerja sama. Pesanan dari para distributor berdatangan tak terhingga. Sampai aku dan para karyawan nyaris kewalahan."

"Masya Allah ... alhamdulillah ya, Dek. Semoga semuanya selalu lancar, dimudahkan dan pabrik ZZ Food makin berjaya." Zhea mengucapkan doa itu dengan sungguh-sungguh, matanya berkaca-kaca.

"Aamiin, Kak. Allahumma aamiin."

Suasana sunyi sekejap.

"Dek, menurut kamu ... Kakak gendut nggak sih?" Zhea mulai mengganti topik pembicaraan.

Mata Rafly menyipit, meneliti wajah dan tubuh kakaknya yang sedang bersandar di sofa ruang keluarga.

"Menurut aku enggak ah! Kakak nggak gendut, hanya berisi. Dan itu wajar ... karena Kakak kan lagi menyusui. Masa iya, orang yang lagi menyusui kurus kerempeng. Kan itu nggak baik buat kesehatan si bayi. Iya kan?"

Zhea tersenyum kecil dan mengangguk. "Makasih, Dek. Tadinya Kakak mau diet, karena ada orang yang ngatain Kakak gendut kayak buntelan kentut."

"Hmm ..." Rafly menggerak-gerakkan telunjuknya di depan wajah Zhea. "Aku tahu orangnya ..." Dia menjeda ucapan. "Pasti si pelakor sialan itu, kan?"

Zhea tertawa pelan. "Tebakan kamu benar."

"Dih, kenapa Kakak harus dengerin mulut rombeng dia? Nggak usah dipeduliin, Kak. Kentutin aja! Dia pasti sengaja ngomong kayak gitu, supaya Kakak kena mental dan insecure."

Zhea mengangguk-anggukan kepalanya. "Iya. Kakak juga mikirnya gitu. Tapi Zavier juga mengatakan jika alasan dia menyelingkuhi Kakak, salah satunya karena bentuk badan Kakak yang sekarang. Gendut, jarang dandan dan ... masalah ranjang, sebab dari setelah melahirkan ... Kakak belum melayani dia lagi. Padahal alasan Kakak belum memberikan haknya, karena jahitan Kakak masih terasa sakit, Dek. Huhh!" Zhea menengadahkan kepalanya ke atas. Guna menghalau air mata yang ingin tumpah.

"Hanya lelaki brengsek yang menjadikan ketiga hal itu sebagai alasan untuk melakukan perselingkuhan. Si Zavier aja yang nggak setia. Nggak puas sama satu wanita." Rafly mengeluarkan pendapatnya. "Lelaki yang benar-benar mencintai istrinya dengan tulus, tidak akan mempermasalahkan semua itu, Kak. Jadi ... udah. Nggak usah insecure dan mengingat-ingat perkataan sepasang kekasih kurang waras itu. Aku yakin ... setelah Kakak resmi berpisah dengan si Zavier ... Kakak pasti akan mendapatkan jodoh yang jauh lebih baik dari dia dari segi mana pun dan dari segala hal. Kakak jangan berputus asa dan merasa kerdil hati. Ingat, Allah tidak akan memberikan musibah jika tidak dibarengi dengan hikmah. Saat ini, Allah pasti sedang menyiapkan kejutan yang amat sangat indah untuk Kakak."

Zhea memanjangkan tangan, memeluk Rafly dengan erat. "Makasih ya, Dek. Kamu selalu berhasil menenangkan Kakak."

"Sama-sama, Kakakku. Udah ya, sekarang ... nggak usah mengingat-ingat hal itu lagi. Fokus saja mencintai diri sendiri, Zheza, aku dan juga Mama, Hahaha ..."

"Dasar!" Zhea menarik hidung mancung Rafly, lalu mengacak rambut hitam tebal mengkilap milik adiknya itu.

Saat kembali ke kamar, Zhea menyentuh pipi Zheza yang tidur nyenyak di boks-nya. "Zheza ... besok pagi, Mama akan melaporkan perselingkuhan Papamu ke polisi ... Mama minta maaf ya, Nak. Bukannya Mama egois, tapi Papamu berhak mendapatkan hukuman. Dia sudah menyakiti semua orang, terutama kamu."

______

Pagi itu udara Jakarta masih basah oleh hujan yang turun dini hari tadi.

Zhea berdiri di depan gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum, menatap papan nama kantor polisi dengan dada sesak. Tangannya yang memegang map biru tampak sedikit bergetar.

Di sampingnya, Om Zola, sepupu ibunya sekaligus pengacara keluarga, merapikan jasnya sambil melirik keponakan jauhnya itu. "Siap, Nak? Begitu kita masuk, kamu harus tegas. Jangan ragu."

Zhea menarik napas panjang. Matanya sedikit sembap, bekas tangis yang terlalu sering ia tahan dalam beberapa hari terakhir. Bukan menangisi Zavier, tapi menangisi Zheza, sebab di usia sekecil itu harus jadi korban perceraian. "Aku ... aku siap, Om."

Mereka melangkah masuk.

Di belakang meja, seorang petugas berjilbab biru muda mengangkat kepala. "Selamat pagi. Ada yang bisa kami bantu?"

Om Zola maju setengah langkah, suaranya tenang dan profesional. "Klien saya ingin membuat laporan terkait dugaan tindak pidana perzinahan dan perselingkuhan. Sesuai Pasal 411 KUHP yang baru."

Petugas mengangguk, wajahnya berubah lebih serius. "Baik, silakan duduk. Ibu, boleh saya lihat KTP-nya?"

Zhea menyerahkan KTP dengan tangan yang sedikit gemetar. Petugas itu sempat melirik wajah Zhea, seperti mengerti bahwa perempuan itu sedang menahan luka yang dalam.

"Yang dilaporkan siapa, Bu?"

Zhea menelan ludah. Suaranya pecah sedikit. "Suami saya ... Zavier Dinata."

Petugas mengetik. Ruangan menjadi hening selain suara keyboard. "Nama wanita selingkuhannya?"

Zhea meremas ujung mapnya. "Elara Putri. Sekretarisnya."

Petugas kembali mengetik, lalu menatap Zhea perlahan. "Baik. Sekarang jelaskan kronologinya, Bu."

Zhea membuka map biru itu. Di dalamnya ada: screenshot chat mesra, beberapa bukti struk transfer dan Zhea juga menyerahkan flash disk berisi rekaman kamera tersembunyi yang ia pasang di ruangan Zavier, serta rekaman voice note.

Tangannya gemetar saat memindahkan satu per satu bukti itu ke meja petugas.

Zhea menarik napas berat. "Zavier sudah menjalin hubungan dengan Elara dari satu tahun yang lalu. Mereka juga sudah sering melakukan hubungan suami istri. Video-nya ada di dalam flash disk itu." Suara Zhea retak.

Kelopak matanya panas. Ia menunduk cepat, tak ingin petugas melihat air mata yang mulai menggenang.

Petugas menatapnya iba, tapi tetap profesional. "Baik, Bu Zhea. Semua bukti ini akan kami lampirkan. Nanti penyidik akan melakukan pemanggilan terhadap pihak yang dilaporkan."

Om Zola menambahkan dengan suara berat. "Dan Zavier saat ini sudah ditahan untuk kasus lain. Jadi untuk pemeriksaan, mohon dilakukan di ruang tahanan."

Petugas mencatat hal itu. "Baik. Untuk laporan ini, apakah Ibu benar-benar ingin diteruskan? Karena delik ini adalah aduan absolut ... tidak bisa dicabut begitu saja setelah masuk proses persidangan."

Zhea mengangkat wajahnya. Ada luka.

Ada marah. Ada kehancuran yang ia telan sendirian selama ini. Lalu ia berkata dengan tegas. "Saya ingin melanjutkan. Saya ingin keadilan."

Suasana hening.

Petugas mengangguk pelan, lalu mencetak surat tanda laporan.

Zhea menerima kertas itu. Tangannya kembali sedikit bergetar. Dalam hati ia membatin. "Zavier ... aku tidak pernah ingin semua ini terjadi. Aku kira kita akan bersama sampai maut memisahkan. Tapi kau yang memaksaku."

Ia menandatangani surat itu.

Tinta menggores kertas seperti menutup satu bab dalam hidupnya dan membuka bab baru yang jauh lebih pahit, yaitu perceraian.

Petugas menyerahkan salinan laporannya. "Baik, Bu Zhea. Laporan resmi sudah masuk. Nanti penyidik akan menghubungi Ibu untuk BAP lanjutan."

Zhea mengangguk lemah. Setelahnya, dia dan Om Zola beranjak keluar

Begitu pintu tertutup di belakang mereka, langkah Zhea melemah. Ia hampir goyah kalau Om Zola tidak menopang sikunya.

"Kamu sudah melakukan keputusan yang benar. Ini bukan balas dendam, Zhea. Ini adalah upaya mencari keadilan."

Zhea menatap lantai, suaranya hanya bisikan. "Meskipun cintaku pada Zavier sudah tak ada. Tapi rasanya tetap sakit, Om ... sangat sakit. Terlebih saat aku mengingat Zheza."

Om Zola mengangguk, menepuk pundaknya. "Om mengerti perasanmu, Zhea. Tidak ada satu pun perceraian yang membuat bahagia. Dalam prosesnya, baik yang menggugat atau pun tergugat ... pasti akan merasakan sedih dan hancur. Itu wajar, Nak. Tapi ingatlah satu hal ... jangan bersedih terlalu lama. Apalagi kamu di sini adalah korban. Bangkit! Semangat! Masa depan yang indah sedang menantimu."

Zhea mengusap pipinya. Lalu ia berdiri tegak lagi, menguatkan diri. Ia menatap langit mendung, berbicara pada dirinya sendiri. "Aku pasti bisa!"

1
Yunita Sophi
krn terlalu sakit... sahabat yg dia kasih dia kasih kepercayaan untuk menjadi asisten pendamping suami nya di kantor.... ternyata dia di khianatin dgn orang yg di percaya dan dia cintai
Yunita Sophi
cinta benci dan dendam... sangat luar biasa
Nurul Syahriani
udah baca sejauh ini, tiba tiba kepikiran judul nya gak cocok lagi dgn jalan cerita.
Naomi Willem Tuasela
Thor maksud nya😥
Ama Apr: besok y jawabannya
total 1 replies
Naomi Willem Tuasela
jangan buat mama Zahrani celaka pokoknya thot😥😔 gak mau sedih lagi😥....
Ama Apr: 🥹🥹🥹 berdoalah
total 1 replies
Ida Sriwidodo
Plot twistku si berharap.. sebagai pebisnis Nathan peka n kirim orang untuk ngawasi rumah mertuanya
Jan sampe terjadi apa2 sama bu Zahrani pokona mah.. 😥😥😤😤
Ama Apr: aamiin
total 1 replies
Sunny Kwok
aduh jgn sampe mama Zahrani celaka smoga ada Dewa penolongnya kl sampe knp2 aku da ga mo baca novel ini
Ama Apr: aamiiin
total 1 replies
Ralin Hartati
awas ya klo sampai ibu zahrani celaka yg pasti aku nggambek nggak mau lanjutin baca cerita nya 🤭🤣
Ama Apr: besok tunggu sj
total 1 replies
@Mita🥰
pokok e klu mama Zahrani sampe kecelakaan. ..aku skip Thor .
Ama Apr: besok tunggu sj
total 1 replies
Yunita Sophi
sebelum bertobat balas mereka yg gak punya hati... aq benci yg nama pelakor dan cowo tukang selingkuh
Ama Apr: siappppp
total 1 replies
Yunita Sophi
bagus lah akhir nya yg satu ketauan dan yg satu lg jd tau kelicikan sahabat nya...dua sahabat akhir nya tamat😄😄😄
Ama Apr: sama2 rugi
total 1 replies
Yunita Sophi
ayo lah kak thor buka tuh rahasia si Melani selingkuh dgn suami nya si Riri... biar tau rasa tuh si Riri dan si Melani jd musuhan
Ama Apr: sudah kk😆
total 1 replies
Yunita Sophi
ok bahagia sll yah untuk Gantari dan Rafli... nikah nya nanti setelah Zhea dan Nathan..
Yunita Sophi
Nathan so sweet bingit sih jd aq pada mu😘😍😍
Ama Apr: wkwk, ada lho visualnya. Di bab 200 lbh
total 1 replies
@Mita🥰
wah semoga Bu Zahrani gak kenapa-kenapa
Ama Apr: aamiin
total 1 replies
Yunita Sophi
lebih parah kamu Dika dasar suami gak tau diri biadab kamu... klo mau selingkuh jgn dgn sahabat istri dong apa gak ada cewe lain... dasar munafik ngatain Zavier selingkuh loh lebih parah...
Ama Apr: sama2 bsuk
total 1 replies
Yunita Sophi
kasian juga sih... tp siapa suruh dia mudah tergoda pelakor biadab... sdh tau klo pelakor hanya mau harta doang... klo udah kere ya sdh di tinggal.. dasar cowo kamu gatel Zavier
Yunita Sophi
ikut bahagia untuk Eyang,Nathan dan Zhea
Ama Apr: makasih🥰
total 1 replies
Yunita Sophi
24 thn ? aq kira 28 thn kak thor... beda dua thn dgn Zhea dong yah... aq tawar kak thor 28 thn aja gitu yah 😄😄😄
Ama Apr: hh iya
total 1 replies
Yunita Sophi
iya mungkin dia pacaran dgn suami orang... dia merasa jd minum nya keselek😄
Ama Apr: wkwkwk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!