NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Dua Perwira Angkatan Laut

Kisah Cinta Dua Perwira Angkatan Laut

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Diwarnai dengan keegoisan karena didik keras sedari kecil, bukan hanya diterima tempat pendidikan ketika mereka bersekolah di akademi militer. Apakah cinta Agatha dan Jefry bisa mengalahkan sifat ego mereka???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejahatan Terungkap

Jefry berusaha kuat didepan istrinya. Dia takut Agatha akan tergoncang hatinya, dan sekarang keadaannya dia baru selesai operasi. Jefry mendekati istrinya.

"Masih gelap sayang, ayo bobo lagi."

"Ade mau mas temani disini."

Jefry pun tidur bersama istrinya. Agatha menghapus air mata suaminya. Jefry mencium istrinya dengan mesra. Akhirnya Agatha tertidur dalam pelukan Jefry. Dia berusaha tidak melakukan pergerakan sedikitpun yang bisa membangunkan istrinya.

Jefry menghubungi adik - adik papa mertuanya. Memohon mereka mengurus jasad kedua mertuanya dengan baik, dan meminta agar ditahan jasad mereka di kuburkan setelah istrinya melihat jasad kedua orangtuanya. Dan disana menyanggupinya. Pengawet jenasah yang terbaik yang di pilih Jefry.

Pagi - pagi sekali mba Sisca , mama dan mba Debora sudah ada di rumah sakit.

"Mba kenapa bawa mama pagi - pagi sekali??

"Mama yang mau sayang. Jefry ada urusan sedikit."

"Kalau anak - anak beres, Yang gede - gedekan kuliah palingan yang diurus hanya Nael. Itu pun mas dan mba - mba nya yang mengurus."

"Mama bangga loh sama cucu - cucu mama, mereka saling menyayangi sama seperti kalian anak - anak mama."

"Mama melo lagi."

Sementara Jefry sedang konsultasi dengan dokter Robert tentang kesehatan istrinya karena dia akan membawa istrinya ke kampungnya.

"Kita lihat kondisi kesehatan Agatha hari ini. Kalau luka operasinya pasti belum sembuh."

Berita kedukaan orangtua Agatha juga didengar oleh pengurus serta mantan manager voli tempat Agatha dulu tergabung. Dan mereka sangat bijaksana. Tidak menghubungi Agatha tetapi langsung menghubungi Jefry.

"Kami akan membantu?" Jefry teringat akan managernya Agatha yang super kaya.

"Apakah kami bisa meminjam pesawat Jet bos agar bisa sampai di Belu, Atambua."

Selesai semua urusan Jefry kembali ke kamar Agatha, dalam perjalanannya dia bertemu dengan dokter Bertha.

"Selamat ya Jeff, atas kelahiran anak laki - laki."

"Terima kasih dokter Bertha."

"Jeff......"

"Saya sangat mencintai istri saya dan anak - anak saya. Mereka adalah segalanya bagi saya. Jauh dari mereka bisa membuatku tersiksa."

Jefry menegaskan statusnya kepada Bertha. Dia tahu setiap rencana yang dibuat Bertha dan dia siap melakukan apa saja demi keluarganya.

"Jangan melakukan hal - hal aneh. Karena kamu akan menyesal. Ingat itu. Istriku,anakku dan keluargaku segalanya."

Penyelidikan tentang kasus tabrakan yang menyebabkan mertuanya meninggal masih dilakukan. Jefry tetap mengawasi penyelidikan itu.

"Mas,.... Dari mana????"

"Mas ke ruangan dokter Robert."

Tidak lama dokter Robert datang memeriksa Agatha, dia sudah bisa berjalan pelan - pelan. Kalau hanya operasi sesar, mungkin tidak begitu sakit. Namun ditambah dengan tubektomi membuat agak sedikit sakit dan penyembuhan lama.

"Kondisi kamu bagus juga kesehatan anak laki - lakimu sehat. "

Mama dan kedua kakak Jefry sudah pulang, mereka sedang menyiapkan koper untuk keberangkatan Jefry dan keluarganya. Hanya Maria, Christ dan Leo yang menemani keluarga ini. Jefry juga membawa seorang perawat yang bertugas bersama Agatha Ners Nella.

"Sayang kita harus berangkat ke kampung."

"Ade masih sakit mas, kan jauh jalannya dari Kupang kesana?"

"Sayang lihat mas." Agatha tahu bahwa ada sesuatu yang disembunyi suaminya. Sedari subuh sampai hari ini sedikit berubah.

"Kenapa mas, adek siap??"

"Kita harus pulang lihat mama dan papa."

Siang pukul dua belas. Agatha keluar dari rumah sakit bersama Gavi Hosea Wibowo anak mereka serta ners Nella. Agatha tidak bertanya dia hanya merasakan genggaman tangan suaminya begitu erat menautkan jari - jari mereka. Serta kecupan mesra. Dibandara sudah ada Ezra Nathanael Wibowo bersama oma dan antie - antienya. Juga ada suami - suami mereka. Maria, Christ dan Leo juga ada. Mereka hanya mencium Agatha. Dan sekarang Agatha sudah berada di pesawat jet.

"Mas,...."

"Kita akan langsung tiba di Belu sayang."

"Peluk aku mas kuat - kuat." Jefry langsung memeluk dan Agatha juga merasakan tangan anak kecil yang memeluknya. Jefry mencium istrinya. Jefry tahu ini berat yang di alami istrinya namun dia mau menjadi orang yang akan terus menguatkan istrinya. Dua jam penerbangan, mereka tiba di bandara dengan selamat. Sudah ada mobil anggota yang menjemput mereka tepat di tangga pesawat. Empat mobil beriringan menuju kediaman orangtua Agatha.

Dalam perjalanan yang semakin dekat, Agatha berdoa semoga tidak ada kejadian buruk. Waktu memasuki kompleks perumahan tak terasa air mata Agatha jatuh sendiri. Jefry melihat langsung mengelap.

"Ngak tahu jatuh sendiri mas." Jefry tersenyum kepadanya. Mendekati lorong perumahan orangtua jantung Agatha berdetak kencang, semakin mendekat bendera hitam didepan rumah tenda dan bangku - bangku.

"Ooooo Tuhan siapa yang meninggal??" Agatha sudah menangis dihadapan suaminya. Jefry berusaha menenangkan diri. Dia memeluk istrinya sangat kuat. Agatha turun bersama keluarga. Gavi digendong Maria. Nael digendong Christ. Semua pelayat melihat kearah mereka menangis sejadi - jadinya. Acara adat dilakukan oleh om dari mama dan papanya. Agatha pingsan waktu melihat dua salib bertulis nama papa dan mamanya. Jefry mengendong istrinya. Adat dilakukan, bagi Jefry dan kedua anaknya serta Agatha istrinya yang berada dalam gendongan Jefry. Suara tangisan semakin besar. Agatha sadar dalam pelukan suaminya. Nael yang melihat maminya pingsan langsung menangis.

"Sayang mau turun."

"Mas bawa adek ke kamar."

Di kamar Agatha menangis sejadi - jadinya. Dia menanyakan kenapa mama dan papanya. Jefry menjelaskan semua. Agatha masih tetap menangis.

"Mas yang urus ini semua??"

"Ini semua bantuan om dan tante."

"Terima kasih mas."

"Semua keputusan ada di kamu sayang kapan waktu mama dan papa akan di makamkan."

Agatha keluar kamar digandeng suaminya, Nael sudah menangis memeluk opa dan omanya. Agatha mendekat dia memeluk papa dan mamanya. Setelah dijelaskan oleh suaminya, Agatha mengiklaskan kepergian mama dan papanya.

Meskipun iklas, namun Agatha tidak kuat menerima cobaan ini, menerima kenyataan kedua orangtuanya pergi secara bersamaan meninggalkannya sendiri. Penghormatan terakhir di atur secara baik oleh dinas, karena papanya adalah pensiunan tentara. Petinggi tentara angkatan laut di kota ini banyak yang menghadiri pemakaman orangtua dokter Agatha mertua dari Letkol Jefry Xaverius Wibowo.

Agatha sedang menyusui anak bungsunya Gavi Hosea, yang tidak punya kenangan sama sekali dengan orangtuanya, karena tanggal lahirnya bersamaan dengan tanggal kematian opa dan omanya. Mungkin setahun sampai lima tahun akan berat bagi Agatha, mengingat semuanya ini. Setelah mengurus anak - anaknya tidur, Agatha menjumpai suaminya yang sedang bekerja diruang makan.

"Masih sibuk mas, adek buat minum." Jefry merentangkan tangannya meminta Agatha istrinya duduk dipangkuannya. Langsung dipeluk dan dicium istrinya.

"Ini kekuatan buat mas. Anak - anak sudah bobo??"

"Sudah mas."

"Boleh mas berbicara dengan adek, ada hal penting yang mau mas ceritakan."

"Tentang papa dan mama?" Jefry mengangguk.

"Ada yang berusaha mencelakai mama dan papa. Pelakunya sudah ketangkap. Dia dibayar orang. Dan orang yang membayar supir itu juga mempunyai bos, katanya ada di pulau jawa."

"Papa dan mama selama hidup tidak perna punya musuh."

"Sepertinya ini ada hubungannya dengan mas dek. Mas mohon maaf."

Agatha langsung mencium suaminya. Dia tahu bahwa dia dan suaminya tidak perna mempunyai musuh. Tidak tahu dengan operasi yang di pimpin oleh Jefry mungkin pelaku yang di tangkap, keluarganya tidak terima.

"Adek tahu, mas orang baik. Suami dan papi yang terbaik buat saya dan anak - anak Nael dan Gavi."

Jefry memeluk istrinya dan menciumnya. Dan dibawa tubuh istrinya dalam gendongannya ke kamar, setelah menutup laptopnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!