NovelToon NovelToon
Suamiku Bukan Preman

Suamiku Bukan Preman

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: elaretaa

Hidup Naura yang sudah menderita itu, semakin menderita setelah Jessica anak dari Bibinya yang tidak sengaja menjebak Naura dengan seorang pria yang dikenal sebagai seorang preman karena tubuhnya yang penuh dengan tato, berbadan kekar dan juga wajah dingin dan tegas yang begitu menakutkan bagi warga, Naura dan pria itu tertangkap basah berduaan di gubuk hingga mereka pun dinikahkan secara paksa.

Bagaimana kelanjutannya? siapakah pria tersebut? apakah pria itu memang seorang preman atau ada identitas lain dari pria itu? apakah pernikahan mereka bisa bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Akan Membahagiakanmu

Naura menelan ludah, wajahnya memerah sempurna. Pertanyaan Aiden terasa begitu mendadak dan pribadi, berbeda dengan percakapan ringan tentang nasi goreng barusan.

"Mas... Mas kenapa tiba-tiba nanya begitu?" Naura berusaha mengalihkan pandangan, merasa canggung.

"Kenapa memangnya? apa ada yang salah?" tanya Aiden.

"Gak ada sih, tapi ya terasa aneh aja, Mas," ucap Naura.

"Aneh? apanya yang aneh?" tanya Aiden.

"Ya, po-pokoknya aneh aja," jawab Naura yang begitu gugup, ditambah Aiden saat ini menatap lekat dirinya.

Aiden menyadari kegugupan istrinya, ia tersenyum tipis, senyum yang jarang ia tunjukkan dan mampu meluluhkan Naura, Aiden meraih tangan Naura yang masih memegang piring kosong.

"Gak ada yang aneh kok, pertanyaan itu wajar untuk pasangan suami istri, Naura. Lagipula, aku melihatmu antusias sekali dengan nasi goreng merahmu itu," goda Aiden, suaranya kini lebih lembut.

"Ya, tapi kan kita menikah baru, Mas dan pernikahan kita kan juga karena terpaksa bukan atas dasar suka," ujar Naura, meskipun dalam hati ia tak menampik bahwa ia pun memimpikan memiliki keluarga utuh bersama pria di sampingnya ini.

Aiden menarik napas, matanya menatap Naura dengan intensitas yang membuat jantung Naura berdebar. Tatapan itu bukan lagi tatapan cuek hang biasa Aiden berikan melainkan tatapan yang lebih dalam, lebih serius tatapan seorang suami pada istrinya.

"Naura, aku tahu pernikahan kita dimulai dari insiden yang kurang mengenakkan. Kita terpaksa bersama. Tapi kamu adalah istriku sekarang, aku menghargaimu dan aku menghormati status ini. Aku juga tahu, selama ini aku selalu menjaga jarak, aku takut membuatmu merasa tidak nyaman. Tapi, apakah kamu tidak pernah berpikir, bahwa sudah waktunya kita menjalani pernikahan ini seutuhnya?" tanya Aiden, penuh harap, namun ada nada hati-hati di suaranya.

Naura merasakan pipinya makin panas, ini adalah momen yang selama ini ia hindari, namun sekaligus ia tunggu. Selama mereka hidup bersama bahkan mereka tidur di kamar yang sama, namun terpisah oleh sebuah bantal guling yang berfungsi sebagai pembatas tak terlihat. Aiden selalu bersikap sopan, nyaris kaku dan tidak pernah menyentuhnya melebihi batas wajar.

"Mas..." Naura kesulitan menemukan kata-kata untuk membalas perkataan sang suami.

"Kita sudah sah di mata Tuhan, negara dan warga desa, Naura. Aku... aku ingin mencoba menjalani ini denganmu, aku ingin Naura menjadi istriku seutuhnya," ucap Aiden, jujur dari lubuk hatinya.

Keputusan besarnya untuk kembali ke kota telah ia ambil dan sebelum badai besar itu datang, ia ingin mengikat Naura lebih erat dalam hidupnya, ia ingin memiliki Naura sepenuhnya.

Aiden meletakkan piring Naura di meja kecil, lalu perlahan bangkit, menarik Naura agar ikut berdiri di hadapannya.

"Malam ini, aku tidak ingin ada batas di antara kita," bisik Aiden, suaranya serak dan memberikan jeda beberapa detik, memberi Naura kesempatan untuk menolak.

Naura mendongak, menatap mata Aiden. Di mata itu, Naura tidak melihat paksaan, melainkan ketulusan yang selama ini ia rindukan. Hatinya yang sederhana berbisik: Ia adalah suamimu, Naura.

Perlahan, Naura menganggukkan kepalanya, sangat pelan, namun penuh makna. "Iya, Mas," jawab Naura, suaranya hampir tak terdengar.

Senyum lega dan syukur terukir di wajah Aiden, ia mendekap Naura, merasakan kehangatan dan getaran tubuh istrinya.

"Terima kasih, Sayang," ucap Aiden, menggunakan panggilan yang baru kali ini ia ucapkan.

Aiden kemudian mematikan lampu di dapur dan menuntun tangan Naura, berjalan beriringan menuju kamar mereka, tempat di mana mereka akan memulai babak baru dalam pernikahan mereka. Malam itu, di bawah keremangan cahaya bulan yang masuk dari jendela kamar, dinding pembatas di hati dan fisik mereka akan runtuh.

Aiden menuntun Naura memasuki kamar mereka, meskipun kamar ini telah menjadi saksi bisu kebersamaan mereka selama ini, malam ini aura kamar ini memiliki aura yang terasa benar-benar berbeda.

Naura merasakan detak jantungnya menggila, ia gugup, namun ada rasa bahagia dan haru yang melingkupinya. Lampu kamar sudah dimatikan, hanya menyisakan cahaya lembut dari lampu tidur kecil di nakas dan keremangan cahaya bulan yang menembus tirai tipis.

Aiden melepaskan genggamannya sejenak, beralih menyentuh wajah Naura. Jemarinya yang hangat dan kokoh menyusuri pipi Naura dengan sangat lembut, seolah Naura adalah benda paling rapuh di dunia.

"Naura, aku tahu aku belum menjadi suami yang sempurna. Aku minta maaf atas semua jarak yang aku ciptakan," bisik Aiden, suaranya kini lebih mendalam dan penuh emosi.

Naura menggeleng pelan, memejamkan mata saat ibu jari Aiden membelai tulang pipinya. "Jangan bicara begitu, Mas. Mas sudah baik sama aku," ucap Naura.

Aiden mendekat, menurunkan wajahnya. Ia tidak terburu-buru, memberikan waktu bagi Naura untuk sepenuhnya siap. Aiden menatap bibir istrinya sejenak sebelum menempelkannya dengan sangat lembut, c*uman itu dimulai dengan kehati-hatian, sebuah janji, sebuah pengakuan tanpa kata-kata.

Naura membalas c*uman itu, meletakkan tangannya di dada bidang Aiden, merasakan detak jantung suaminya yang berpacu kencang, seirama dengan detak jantungnya sendiri. Semua kegugupan perlahan menghilang, tergantikan oleh gelombang kasih sayang dan keintiman yang hangat.

Aiden menarik diri sedikit, tatapan matanya bersinar karena pantulan cahaya bulan. Ia menatap mata Naura lekat-lekat, menyalurkan semua hasrat yang sudah ada sejak tadi.

Perlahan, Aiden membawa Naura mendekat ke ranjang. Ia mendudukkan Naura di tepi kasur. Kemudian, dengan gerakan yang anggun dan lembut, ia menyingkirkan rambut panjang Naura dari bahunya. Ia berlutut di depan Naura, mengambil kedua tangan istrinya dan mencium punggung tangan Naura.

"Aku janji, aku akan membahagiakanmu, aku akan memberikan kehidupan yang layak untukmu. Aku janji, mulai malam ini aku akan menjagamu dengan seluruh jiwa dan ragaku," janji Aiden dengan begitu tulus.

Naura tak mampu berkata-kata, hanya air mata bahagia yang mengalir di pipinya, ia menarik Aiden untuk berdiri. Aiden berdiri dan menangkup wajah Naura, ia mengusap air mata istrinya dengan ibu jari, lalu menc*um kening Naura lama sekali, c*uman yang terasa seperti sebuah doa dan pengukuhan bahwa Naura adalah miliknya dan ia adalah milik Naura.

Di bawah cahaya rembulan yang romantis, Aiden melepaskan pakaian sederhana yang dikenakan Naura dengan gerakan yang sangat lembut dan penuh hormat, setiap sentuhan terasa hati-hati dan memuja.

Malam ini, Aiden tidak hanya menjadikan Naura istrinya seutuhnya, tapi juga menjadikan Naura satu-satunya cahaya dan alasan mengapa ia bersedia menghadapi kembali kegelapan masa lalunya di kota. Malam ini adalah saksi bisu bersatunya dua jiwa yang dipersatukan oleh takdir yang unik, mengikatkan ikatan mereka lebih dalam sebelum badai besar dari masa lalu Aiden datang.

.

.

.

Bersambung.....

1
Marina Tarigan
itu naluri anak sangat kuat karena selama hamil kamu Naoura siamimu sangat protef sama kamu segala sesustu Eidan terus lengket sm kamu itu hasilnya kedekatan mereka sangat dekat
Leni Martina
aku yg udah bertahun2 nikah m suami aku,ngk pernah nanya gaji,yg penting dia kasih cukup,KLO krng aku mntk LG,baru kali ini baca novel kok MC nya yahhh udah lah🤦🤦🤦
Marina Tarigan
anyak ranjau disekelilingmu Naura dengarkan suamimu jgn percaya sm siapapun lingkunganmu sekarang jauh berbeda dgn dulu dikampung
Marina Tarigan
Baura mana ngerto taktik orang2 kaya dia gadis lugu menganggap semua orang baik seperti xirinya
Marina Tarigan
kamu harus kuat Naura suamimu pembelamu
Marina Tarigan
hahaa seru deh orang lugu semoga tambah pintarnya
Marina Tarigan
Naura mana ngerti posisi Eiden dia tdk punya pengalaman permainan licik disekitarnya mknya dia harus dgn pelan diberi pengertian bahaya yg akan mengancam dirinya
Marina Tarigan
semoga Naura tdk bisa didekati Sinta
Marina Tarigan
lindungi Naura dari segala hal dia polos tdk mengerti dgn kehidupan orang2 kelas tinggi
Marina Tarigan
1001 seorang laki2 seperti Aiden sangat menghargai istri dari kalangan bawah yg pendidikan hanya smp kerjanya tukang cuvi harian seperti pembanti dirumah sering dihina dan dipukuli fan disiksa dan dipaksa tidur digudang sempit bersama tikus miris sekali hidupnya dibawa ketgkt atas dgn ilmu nol mungkim sdh takdir yg mengubah Naura tapi tuan beri pendidikan ug layak dgm bernagai ilmu merawat diri sipaya pintar dan layak berdampingan dgnmu bos
Marina Tarigan
eiden belum mencintai Naura karena tdk mengenal Naura dan pernikahan dipaksa secara keji oleh keluarga dan masyarakat cuma setelah tahu kehidupan Naura melalui penyelidikan Gandi wakilnya dia merasa kasihan dan melundunginya dari kejahatan keluarga Naura senxiri
Marina Tarigan
semoga aura habis supaya penderitaannya selesai dp hidupnya terus tersikss
Marina Tarigan
ini upah kalian yg kejam serakah dan sesuka hati
Marina Tarigan
mwnurut cerita Naura setelah kebakaran rmh orang tua Naura bibinya langsung datang dan tinggal dirumah itu dan terus menyiksa Naura sesuka hati memaksa bekerja dan uangmya diambil oleb mereka. Naura waktu itu msh kecil tdk tahu apa2 ya
Marina Tarigan
lanjut
Marina Tarigan
lanjut thour
Marina Tarigan
ini Naura apa cantik. manus atau jelek ya dan apakah Aiden sdh tahu siapa Naura serta kehidupannya selama ini karena aiden biasa2 saja
Marina Tarigan
karena bodohmu kamu nanya gaji suamimu ya nikmati saja diam dan kerjakan apa yg bisa kamu kerjakan
Leni Martina: MC nya bikin darting ya sist😄😄😄
total 1 replies
Marina Tarigan
ya benarkan anak yg tersakiti dipilih Tuhan dgn caranya sendiri utk melindungi ciptaannya yg menjolimi Naura sm ceo perusahaan kena dampaknya baru tahu rasa
Marina Tarigan
baik2 kamu noura jgn pembangkang ikuti saja Leiden dia sdh sah jadi suamimu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!