Winny adalah seorang gadis preman yang pekerjaannya selalu berhubungan dengan nyawa. Malam itu dia berada di sirkuit balap mobil, ketika dia hendak sampai di garis finis tiba-tiba mobilnya mengeluarkan api di bagian mesin. suara ledakan terdengar begitu keras, cahaya putih tiba-tiba muncul dan membawa Winny pergi ke suatu tempat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku akan ikut ke kerajaan Qinzu.
Brakk!!
"Lancang!!" seru Kaisar Han yang marah.
"Benar apa yang di katakan oleh yang mulia Kaisar Qin, aku akan ikut dengan yang mulia Kaisar ke kerajaannya, lagi pula yang mulia Kaisar sudah menceraikanku dan mencabut gelar istri sah dariku!" seru Ling Xu-mei. dia memasuki aula kerajaan dengan langkah yang begitu anggun.
Para menteri langsung bergunjing, Mereka membicarakan Kaisar mereka yang sekarang malah terlihat tidak merelakan mantan istrinya bersama pria lain. dulu dia mati-matian mengusir mantan istrinya itu, sekarang dia mati-matian untuk mempertahankannya.
"Tidak bisa, kamu masih isteriku!" seru Kaisar Han.
"Yang mulia sudah menceraikanku, jadi sekarang Aku adalah wanita tak bersuami, aku berhak menentukan kehidupanku sendiri." ujar Ling Xu-mei. kata-katanya terdengar begitu lantang.
"Benar sekali yang mulia, nyonya Ling adalah wanita sendiri, dia sudah yang mulia ceraikan." Jia menimpali perkataan Ling Xu-mei, wanita itu terlihat berada di kubu Ling Xu-mei, karena jika Ling Xu-mei sudah keluar dari kerajaan maka dialah yang akan mendapatkan posisi sebagai permaisuri kerajaan Hanzo.
"Ternyata wanita itu mengerti situasi juga, jika dia berada di pihakku maka dia akan menjadi permaisuri selanjutnya. Jika dia tidak melawan yang mulia Kaisar maka dia tidak akan pernah sama sekali mendapatkan apa yang dia inginkan." gumam Ling Xu-mei dalam hati yang kemudian berdiri di samping Kaisar Qin.
"Jadi sudah jelas kalau nyonya Ling adalah seorang janda, aku akan membawanya ke kerajaan Qinzu." ujar Kaisar Qin yang kemudian mengulurkan tangannya dan Ling Xu-mei menyambutnya.
Kaisar Han yang melihat itu tentu saja pria itu sangat marah, dia murka dan tidak terima ketika mantan istrinya itu akan dibawa pergi oleh pria lain.
Nasib sudah menjadi bubur, wanita yang disia-siakan selama 2 tahun ini akan dibawa pergi oleh kaisar kerajaan lain. Ingin marah ataupun marah itu percuma saja status Ling Xu-mei memang sudah menjadi janda, hal itu membuat Kaisar Han tidak bisa lagi melakukan apapun, dia menatap kepergian mantan istrinya itu menatap dengan hati yang penuh dengan amarah.
Ling Xu-mei berpamitan dengan ibu suri dan dayang Jung dia juga membawa orang kepercayaannya, Yura akan selalu mengikuti junjungannya kemanapun dia pergi, Yura sudah menganggap Ling Xu-mei sebagai adiknya menganggap wanita yang beda beberapa tahun itu dengannya.
Betapa bahagianya Kaisar Qin saat ini, 10 hari di kerajaan Hanzo sekarang dia pulang membawa seorang wanita yang akan dia pinang dan dia jadikan istri. Sepuluh tahun setelah kepergian istrinya sang Kaisar tidak pernah berniat untuk mengambil istri kembali, walaupun berbeda usia 10 tahun dengan Ling Xu-mei, Kaisar Qin yakin kalau dia akan mampu menjadikan Ling Xu-mei sebagai istrinya sampai akhir hayatnya.
"Aku benar-benar sangat bahagia, aku tidak pernah mengira kalau kamu akan menerima permintaanku." ucap kaisar Qin yang terlihat menggenggam erat tangan Ling Xu-mei.
Genggaman yang begitu hangat, wajah yang terus tersenyum padanya. Ling Xu-mei merasa kehangatan yang diberikan oleh kaisar Qin akan bisa menyembuhkan luka yang selama ini dia derita.
"Hamba lah yang harus berterima kasih kepada yang mulia, hamba tidak pernah berpikir kalau wanita yang sudah dibuang ini akan mendapatkan kebahagiaan lagi." kata Ling Xu-mei dengan kedua mata berkaca-kaca.
"Heh...," Kaisar Qin menghela nafas dengan begitu dalam, jantungnya berdebar begitu kencang ketika Ling Xu-mei menatapnya.
Perlahan Ling Xu-mei menyandarkan kepalanya di lengan Kaisar Qin, memeluk tangan itu dengan begitu erat dan berbicara mengenai kenangan pahit yang dulu dia rasakan.
Tanpa terasa akhirnya perjalanan itu telah terhenti di sebuah tempat, Kaisar Qin memerintahkan anak buahnya berhenti karena dia ingin mengajak Ling Xu-mei beristirahat terlebih dahulu. Ketika di salah satu hutan tempat mereka beristirahat, tiba-tiba saja ada serangan dari kelompok yang mengaku kalau dia adalah seorang perampok gunung.
"Bagaimana ini nyonya?" Yura nampak sangat ketakutan. dia memeluk erat lengan Ling Xu-mei.
"Jangan khawatir." jawab Ling Xu-mei yang kemudian mengambil pedang dari salah satu prajurit.
"Jangan khawatir, aku akan melindungi mu." ujar Kaisar Qin yang memegang pedang kemudian menyerang beberapa orang yang mengaku kalau mereka adalah perampok. pertempuran akhirnya tidak terelakkan, Kaisar Qin dan beberapa prajurit kerajaan Qinzu mereka bertarung dengan begitu sengit. begitu pula Ling Xu-mei,
"Ya ampun, di dunia ini aku mendapatkan jalan untuk hidup kembali, kalau sampai mereka membunuhku untuk yang kedua kalinya.. bagaimana aku bisa hidup." kata Ling Xu-mei yang kemudian mulai mengangkat pedangnya. dia menyerang orang-orang dari kelompok perampok tersebut. "Kamu bersembunyi lah dahulu, Yura. jangan keluar sampai semuanya berakhir." perintah Ling Xu-mei.
Yura menganggukkan kepalanya, Dia kemudian bersembunyi sedangkan Ling Xu-mei sendiri dia membantu Kaisar Qin melawan para penjahat.
Kaisar king menatap Ling Xu-mei yang menggunakan pedang dengan begitu lulusnya, seolah Dia sudah terbiasa menggunakan pedang di dalam hidupnya tak berselang lama akhirnya para perampok itu dilumpuhkan.
"Kita bunuh saja yang mulia, jika kita memberikan mereka kesempatan ataupun maaf, aku yakin kalau mereka akan melakukan kesalahan lagi." kata Ling Xu-mei yang kemudian mengarahkan pedang itu kepada perampok gunung dan langsung membunuh mereka.
Kaisar Qin yang melihat itu dia semakin dibuat takjub oleh calon istrinya itu, tak ada maaf bagi siapapun yang sudah melakukan kejahatan.
"Ampuni kami, ampuni kami!" seru para perampok gunung. mereka bersujud meminta ampun, namun sayangnya bagi Ling Xu-mei itu tidak akan dia lakukan.
"Jika kita memberikan mereka pengampunan, aku yakin mereka pasti tetap akan merampok orang-orang setelah kita, orang-orang seperti mereka bahkan dengan begitu mudahnya membunuh untuk mendapatkan barang-barang." kata Ling Xu-mei.
Kaisar Qin kemudian mengangkat tangannya, tanda memberi perintah kepada prajuritnya untuk membunuh semua perampok tersebut.
"Ternyata wanita itu sangat menakutkan, wajahnya begitu cantik namun dia tidak mempunyai belas kasihan." ucap salah satu prajurit yang menatap tajam kepada sosok wanita yang akan dijadikan istri oleh kaisar mereka.
Setelah 1 hari beristirahat keesokan hari akhirnya Kaisar Qin memerintahkan para prajuritnya untuk kembali melanjutkan perjalanan mereka, setelah dua hari perjalanan akhirnya mereka sampai di gerbang kerajaan Qinzu, gerbang yang berdiri begitu megah dan dijaga oleh begitu banyak prajurit. di atas gerbang puluhan mungkin ratusan tentara memandang ke segala arah.
"Wow.. aku yakin kerajaan ini sangat megah." ucap Ling Xu-mei ketika melihat gerbang kerajaan Qinzu.
"Kerajaan ini berdiri sudah ratusan tahun, dibawa kepemimpinan kakekku kerajaan ini semakin luas." kata Kaisar Qin.
*Bersambung**
semangat berkaryaa