NovelToon NovelToon
Hati Yang Kau Abaikan

Hati Yang Kau Abaikan

Status: tamat
Genre:Ibu Mertua Kejam / Pelakor / Cerai / Penyesalan Suami / Selingkuh / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

Ameera, sangat terpukul saat mengetahui suaminya Caleb selingkuh di depan matanya sendiri. senua pengorbanannya selama ini terasa sia-sia.
Ameera tidak bisa merima kenyataan itu dan memilih pergi meninggalkan rumah. meninggalkan Ibu mertua yang sakit. yang menganggapnya tidak lebih dari seorang pembantu.
Saatnya membangun harapan baru, mengejar impian yang selama ini dia hancurkan.
Berhasilkah Ameera meraih mimpi dan cintanya. Apakah Caleb berhasil menemukan istrinya yang minggat dari rumah.

Mohon dukungannya atas cerita ini. Dari awal hingga akhir. Bukan hanya sekedar mampir atau jadi pembaca hantu, tiba-tiba muncul dan tiba menghilang. Tinggalkan jejaknya sebagai tanda cinta buat Emak. Love you untuk kalian semua. Horas!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26. Amarah Bibi Cindy

"Bruk!"

Suara pintu dibuka paksa diiringi teguran Silvi sekretaris  Edgar menggema di ruangan Edgar. Edgar yang tengah mengadakan rapat kecil dengan beberapa stafnya terkejut melihat kehadiran bibinya.

Mata Edgar menyipit tajam melihat kehadiran bibinya. Cindy yang tidak menduga kalau keponakannya tengah ada pertemuan tercekat salah tingkah. Terlebih saat matanya bersirobok dengan Edgar. Hatinya mendadak ciut, tapi saat ingat akan maksud kedatangannya dikuatkannya juga melabrak Edgar.

"Edgar! Kau apakan Ivan. Pasti kamu sudah berbuat sesuatu padanya!" maki Bibi Cindy tanpa peduli pada orang di dalam ruang kerja Edgar.

"Bu, maaf. Ibu harus keluar dulu." Silvi menarik lengan Cindy dan meminta maaf pada atasannya.

"Apa-apaan sih!" Cindy menepis kasar tangan Silvi yang berusaha membawanya keluar. Edgar memberi kode  pada Silvi untuk membiarkan bibinya juga menyuruh keluar para karyawannya.

Edgar lalu duduk di kursi kebesarannya, menyilangkan kedua lengannya di dada. Sikapnya begitu santai dan acuh. Membuat hati bibinya bergolak.

"Jawab Edgar, mana Ivan? Sudah seminggu dia menghilang. Bibi yakin kamu pasti ada dibalik menghilangnya, Ivan." tuduh Cindy sarkas.

"Hem ... Sejak kapan aku jadi pengasuh, Ivan, Bi? Aku tidak ada urusan dengan dia."

"Kemarin kamu mencari-carinya 'kan? Bibi yakin kamu telah berbuat sesuatu padanya!" Tatapan Cindy  tajam menghujam.

"Bibi punya bukti kalau aku mencelakai, Ivan? Aku memang bertemu dia seminggu yang lalu. Ivan telah mengakui kalau dialah yang telah menculik dan menelantarkan kakek di jalan. Itu terakhir aku melihatnya." Tutur Edgar santai.

"Apa ku bilang, kamu pasti telah berbuat sesuatu pada, Ivan."

"Aku hanya bicara padanya dan bermain-main sedikit agar dia mau mengaku. Setelah itu aku melepasnya." Edgar menjelaskan.

"Bibi tidak percaya! Kalau kamu melepasnya begitu saja. Kenapa dia tidak pulang?" Pandangan tidak percaya Bi Cindy menyergap seluruh wajah, Edgar.

"Mungkin sembunyi di rumah salah satu wanitanya," ucap Edgar. Membuat merah wajah Cindy atas sindiran keponakannya.

"Ka-mu! Sungguh tidak punya sopan santun pada orang tua," kecam Cindy atas ucapan Edgar. Cindy memang tahu kalau kelakuan anaknya sangat bebas di luar sana. Meski sudah punya anak dan istri tapi masih juga memiliki wanita simpanan. Namun, dia tidak menyangka kalau keponakannya berani bicara blak-blakan ulah putranya itu.

"Sudahlah, Bi. Ivan itu bukan anak kecil lagi. Berhentilah  mencemaskannya. Cucu dan menantu Bibi lah yang patut dicemaskan masa depannya. Biarkan saja Ivan membayar karma perbuatannya."

"Jangan sok peduli kamu, Edgar. Kalau kamu melukai Ivan itu sama saja menyakiti cucu dan menantu Bibi. Ayo katakan dimana putra Bibi kamu sekap!" Erang Cindy kesal dengan sikap santai Edgar.

"Aku tidak tau, Bi. Seperti yang aku bilang aku tidak tau apa-apa soal Ivan. Percuma saja Bibi marah padaku."

"Awas kamu ya. Kalau kamu ada hubungannya dengan hilangnya Ivan, Bibi akan balas kau!" ancam Cindy dengan menunjuk ke arah Edgar. Lalu keluar dari ruangan itu dengan menghempas pintu. Suara pintu terhempas keras mengagetkan Silvi karena mejanya tepat disebelah pintu.

Edgar hanya menggeleng seraya tersenyum sinis melihat polah bibinya. Perempuan paruh baya yang kerab lupa dengan umurnya sehingga sering bertingkah diluar nalar.

Edgar meraih ponselnya dan menghubungi nomor anak buahnya yang ditugaskan mengawasi, Ivan. Sejumlah vidio hasil liputan anak buahnya memenuhi beranda WhatsApp nya. Edgar menonton sejumlah vidio apa yang dilakukan Ivan di tengah hutan.

'Dasar anak manja, sungguh tolol tidak bisa mencari jalan keluar dari hutan'. Edgar berguman dalam hati.

Padahal hutan itu bukan hutan yang belum terjamah manusia. Hutan itu tepatnya perkebunan kakeknya yang dikelola warga sekitar. Memang letaknya agak jauh dari pemukiman warga. Ivan tidak terbiasa berbaur dengan kehidupan desa. Sehingga tidak menemukan jalan setapak keluar dari hutan. Malah semakin tersesat ke dalam hutan.

Beberapa kali Edgar menertawakan kebodohan sepupunyanya. Saat dia jatuh berguling ke dalam jurang yang dangkal karena tidak hati-hati. Saat Ivan ketakutan setengah mati di kala malam. Tertidur beralaskan bumi berselimut langit. Kedinginan dan kelaparan.

Entah kenapa ada kepuasan tersendiri di hati Edgar melihat penderitaan sepupunya itu. Semoga dengan menjalani semua itu, sepupunya bisa mengambil hikmah dan berubah lebih baik. Hukuman dari alam itu mungkin lebih baik, daripada dia mengotori tangannya menindak sepupunya itu, atas perbuatannya pada kakek.

Setelah puas melihat sejumlah rekaman vidio itu, Edgar memerintahkan anak buahnya menyuruh warga untuk menolong Ivan keluar dari hutan. Hukuman seminggu tersesat di dalam hutan sudah lebih dari cukup menghajar, Ivan.

Edgar tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada sepupunya itu. Karena selama di dalam hutan, Ivan hanya memakan buah-buahan yang ia temukan. Itupun tidak semua jenis buah yang dia temukan dimakan, karena ketidak tauan nya akan buah itu apa bisa dikomsumsi.

Tubuhnya sudah nampak kurus karena kurang makan dan kurang tidur. Ivan, lebih sering berjaga kalau malam tiba. Dia sangat ketakutan setiap kali malam tiba. Dia tidak tau kalau seluruh gerak- geriknya dalam pengawasan anak buah Edgar dari kejauhan.

Ketika dirinya ditemukan oleh pencari madu hutan yang disuruh oleh anak buah Edgar, Ivan sangat bersyukur sekali. Dia menangis segugukan dan mengucap syukur karena akhirnya bisa keluar dari hutan.

"Pak terima kasih ya, karena telah menolong saya," ucapnya penuh syukur saat bapak pencari madu hutan itu mengantarnya ke jalan umum. Memberinya ongkos untuk pulang ke kota.

"Sama-sama, Pak. Selamat bertemu kembali dengan keluarganya." Keduanya bersalaman sebelum berpisah. Air mata menggenang di pelupuk mata Ivan, karena terharu. Ingat akan pengalamannya selama tersesat di hutan. Sendirian! Menahan lapar dan haus! Ketakutan karena tidak tau jalan pulang.

Selama ini hidupnya tidak pernah susah. Jangankan mengenal hutan, tinggal di desa pun tidak pernah. Masa mudanya dihabiskan dengan berfoya-foya. Karena selama ini hidupnya penuh dengan gelimang harta. Kedua orang tuanya yang selalu memanjakannya. Dia tidak pernah dewasa dalam setiap bertindak.

Meskipun sudah berkeluarga dia selalu mengabaikan anak dan istrinya. Iya, kalau soal materi mungkin bisa dia penuhi. Tapi tidak dengan perhatian dan kasih sayangnya. Dia lebih banyak mengobral janji dengan gadis-gadis di bawah lampu temaramnya diskotik atau cafe.

Menghamburkan uang di meja judi.

Semua perbuatannya selama ini terbayang saat dia tersesat di hutan. Merindukan anak dan istrinya yang selama ini dia telantarkan. Saat ini dia akan pulang ke rumah. Berharap semuanya akan baik-baik saja selama dia pergi.

"Mama!" seru Ivan begitu dia membuka pintu rumah kediaman ibunya. Bu Cindy yang tengah duduk santai di ruang keluarga terkejut melihat kehadiran, Ivan.***

1
Sunaryati
Rumah dan harta yang terbakar emak syukurin namun kedua orang tua Zita kasihan. Tapi lebih baik begitu, dari pada hidup melihat berbagai kejahatan Zita putrinya
checangel_
Hukum alam memang tak bisa diganggu gugat 🤧
kalea rizuky
nah gini tegas g bertahan alasan anak itu goblok. ending nangis mending kayak ini tegas
Linda pransiska manalu: mmakasih, semoga lanjut membaca Mak. bukan sekedar mampir🙏🙏
total 1 replies
Linda pransiska manalu
nanti balik lagi mak
Sunaryati
End kok masih menggantung
Aquarius26
loohh kok end thor,,
Aquarius26: padahal ceritanya bagus thor🥺
total 2 replies
checangel_
Kesabaran Bu Rina yang selembut kapas 🤧/Facepalm/
checangel_
Anak yang penurut pada Ibunya /Hey//Facepalm/
Sunaryati
Dulu kemana Nek, saat serumah. Setelah pergi kok diakui
Linda pransiska manalu: ntah, neneknya merasa paling tersakiti. padahal dia pelakunya. 🤭
total 1 replies
checangel_
Akur ya kalian berdua sebagai sahabat, jangan sampai ada gunjingan di belakang 😇
checangel_: Alhamdulillah lega Reader dengarnya 😄
total 2 replies
checangel_
Karma Ibu Mertua kah ini?🤧/Facepalm/
Linda pransiska manalu: yo yes. setiap perbuatan pasti ada karmanya Mak.
total 1 replies
Sunaryati
Rasakan dendam pribadi kok dilampiaskan saat bekerja, perusahaan yang kena,? Nikmati pindah rumah tahanan, Zita
Linda pransiska manalu: betul Mak. karena emosi sesaat dia menghancurkan dirinya sendiri.
total 1 replies
checangel_
Pesona Ameera pada suami dan selingannya /Facepalm/
Sunaryati
Tamat sudah riwayatmu yang busuk penuh tipu daya, termasuk Caleb pernah merasakan bahkan rumah tangganya hancur
Sunaryati
Langsung ketahuan pelakunya, namun belum ada bukti maka belum bisa melakukan langkah selanjutnya
Aquarius26
lanjut thor 😁
Sunaryati
Caleb, kamu yang selingkuh, kamu yang bawa selingkuhan ke rumah. Dan kalian sudah bercerai, saat tahu kemampuan Ameera, sekarang ingin kembali, jangan mimpi!!. Yang untung Bos Edgar nih dapat durian runtuh, merasakan ciuman gratis dari desainer Selasih. /Drool//Drool//Drool/
Linda pransiska manalu: entahlah Mak, merasa paling tersakiti dianya. padahal yang nyakiti siapa.
total 1 replies
Anonymous
ya terus apa urusan Lo Richi GOBLOK 🖕
Sunaryati
Tendang saja jika tak minggir, atau panggil saja Edgar dengan suara manja. Harapan Nak Richi agar Amee dan Edgar berjodoh emak aamiin kan
Linda pransiska manalu: Amin juga Emak.😍
total 1 replies
Sunaryati
Semoga awal kesuksesan kamu Ameera, untuk mengepakkan sayap, mengasah dan mengaplikasikan keahlian dan kemampuan kamu di bidang Fashion
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!