Tangisan bayi merah itu membuat Kiara menyerah dan menerima keinginan kedua orang tuanya. Menikah dengan ayah kandung dari bayi merah yang baru saja di tinggal kan ibu nya. Kiara mengorbankan cinta dan masa depan nya bersama kekasih hati untuk hidup dengan Bryan dan bayi yang baru saja hadir. Bagaimana kah kisah mereka???? Akankah Kiara kembali lagi ke kekasih nya, atau malah menjalankan rumah tangga bersama Bryan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yora Yul Martika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16
" wah wah ibuk sangat cantik " puji bik Sumi kepada Kiara yang sudah sampai di lantai pertama
" Makasih bik, jangan puji tinggi tinggi ya bik, takut terbang aku nya" ujar Kiara , yang di sambut tawa para asisten rumah tangga
" Ya sudah , ibuk pergi buruan nanti keburu makan di luar pak Bryan. Masalah Alana ibuk tidak perlu kwatir, aman bersama saya " ujar bik Sumi, awalnya Kiara ingin membawa Alana ikut serta namun karena beberapa hal Kiara akhirnya meninggal kan Alana di rumah.
Lebih kurang tiga puluh menit kemudian, mobil yang membawa Kiara berhenti tepat di depan gedung yang menjulang tinggi
" Terimakasih pak" Kiara turun dari mobil dan melangkah kan kaki masuk ke dalam kantor nya bryan . Kiara lngusng saja menuju lift dan memencet angka lima, karena ruangan bryan berada di lantai lima tersebut
' pak Bryan nya ada?" Tanya Kiara sopan ke perempuan yang memakai tag neme sari tersebut
" Apa sudah membuat janji ?" Ucap seorang perempuan cantik yang melirik Kiara dari bawah hingga atas
" Belum tapi aku....."
" Karena belum membuat janji, ya sudah tunggu saja di sana terlebih dahulu akan saya hubungi pak Bryan terlebih dahulu " ujar perempuan yang tak lain adalah sekretaris nya Bryan
" Tapi aku....."
" Maaf mbak, mbak tidak bisa asal masuk ke ruangan pak Bryan , apa lagi belum membuat janji , jadi jangan memaksa atau saya akan menyuruh satpam untuk mengusir anda" ujar sekretaris tersebut kemudian , karena Kiara tidak mau berdebat dan menjadi pusat perhatian orang nanti nya, Kiara lebih baik menunggu di kursi tunggu yang telah di sediakan
" Hmmm dia pikir dia siapa? Mentang mentang cantik mau maksa masuk, sudah puluhan perempuan yang seperti ini yang datang ingin menemui pak bryan" gumam perempuan tersebut namun masih terdengar sayup-sayup oleh Kiara
Lima sampai sepuluh menit , Bryan keluar dari ruangan nya dan itu di lihat oleh Kiara . Namun tidak dengan Bryan yang fokus dengan ponsel yang di tangan nya
"Maa...." Kiara menahan suaranya karena wanita yang memperlakukan nya kurang sopan tadi memotong bicara nya
" Pak Bryan, mau makan siang dimana pak? Boleh saya bantu untuk......."
" Tidak perlu saya makan sendiri " Bryan yang masih fokus dengan ponsel di tangan nya
" Apa perlu saya teman kan?" Bryan melirik ke arah sekretaris nya
" Mas Bryan " panggil Kiara dari kursi tunggu
" Kiara kamu disini?" Tanya Bryan kaget dengan penampilan Kiara , jantung nya berdetak kencang Karena bryan tahu pasti baju hingga sepatu yang Kiara kenak kan adalah kepemilikan rumah Kinan . Namun semua yang ada di hati nya , Bryan berusaha menimalisir karena ia sadar berada di kantor
" Iya mas , bahkan mungkin sudah sepuluh menit yang lalu " ujar Kiara melirik perempuan yang berdiri di belakang meja nya
" Sepuluh menit? Kenapa tidak langsung masuk " Bryan Melirik Kiara bingung
" Tanya aja sama sekretaris kamu ini, kata mbak nya aku ngak bisa masuk kalau ngak bikin janji dulu , iya kan mbak?" Kiara Melirik perempuan yang kini dengan ekspresi canggung tersebut
"CK Tasya , lain kami kalau Kiara datang kesini suruh langsung masuk saja " nama sekertaris Bryan adalah Tasya . Salah satu perempuan yang mengincar Bryan apa lagi setelah kinan meninggal, Tasya semakin gencar untuk menaklukkan hatinya Bryan
" Maaf pak, saya tidak mengetahui siapa mbak ini, maka nya saya suruh dulu di ruang tunggu" Tasya membela dirinya
" Tapi tunggu deh, memang nya mbak ini tidak menghubungi kamu mas Bryan? Jika ada tamu yang lagi menunggu kamu " Kiara tahu jika Tasya tidak memberi tahu Bryan suami nya tersebut jika ada tamu
" Maaf pak, saya lupa untuk mengabari bapak " Tasya menunduk " saya kira tadi mbak nya seperti perempuan lain nya yang ingin......"
" Tasya untuk selanjutnya jika Kiara datang, suruh masuk ke ruangan saya langsung, dan seharusnya siapa pun tamu yang datang kamu harus mengkonfirmasi nya langsung ke saya kecuali saya sedang meeting atau lagi ada klien " Bryan dengan tegas kepada Tasya
" Maaf pak, karena mbak nya ini tidak pernah datang ke kantor , jadi saya tidak kenal makanya...."
" Dia Kiara adik nya Kinan" deggggggg Bryan mengenalkan Kiara dengan Tasya dengan sebagai adik nya Kinan almarhumah istri nya bukan sebagai Kiara istri nya yang sekarang ini
" Kiara ayok " sambung Bryan membalikkan badan nya kembali
" Permisi mbak " ucap Kiara berlalu di depan meja Tasya yang sedang menunduk
***
" Seperti nya Kiara mengalami kesulitan pah, mama merasakan firasat yang tidak baik " ujar buk Ajeng kepada papa Roy
" Maksud mama? Kesulitan bagaimana?" Roy Melirik istri nya tersebut
" Kiara dan Bryan menikah karena paksaan kita pah, Bryan masih mencintai Kinan meskipun Kinan sudah ngak ada , hati Bryan seperti tertutup untuk Kiara. Sedang Kiara mencintai Leo kekasih yang di idam idam kan nya sebagai calon suami nya " ujar Ajengkepada sang suami
" Jadi menurut mama keluarga mereka dalam masalah?" Roy menghembuskan nafas kasar , karena yang di ucapkan istrinya tersebut sebenarnya itu pula yang ada di pikiran Roy hanya saja ia tidak mau bilang semua itu kepada sang istri, Roy takut jika Ajeng kepikiran
" Iya pah, entah bagaimana Kiara disana , mama tidak tenang jika belum melihatnya secara langsung" meskipun selama ini Kiara selalu melakukan panggilan vidio call kepada Ajeng dan Roy
" Baiklah, bersiap lah sekarang kita akan ke jakarta. Tidak perlu memberi kabar kepada Kiara atau pun Bryan supaya mama tahu situasi apa yang sebenar benarnya terjadi kepada Mereka berdua" untuk Melihat semua nya secara nyata Roy memutus kan untuk datang ke Jakarta bersama sang istri
" Benarkah pa kita ke jakarta sekarang? Baik pah mama bersiap dulu .lagi pula mama juga rindu sama Alana " ucap Ajeng bergegas menuju kamar untuk bersiap siap
Roy hanya menggeleng kan kepala melihat tingkah sang istri " hmmm kasih sayang seorang ibu benar benar sepanjang jalan ' gumam nya sendiri
***
" Aku membawa kan mas makan siang, mas belum makan bukan?" Kiara langsung saja dengan tujuan nya ke perusahaan Bryan
" Belum, mari kita makan bersama" untuk pertama kali nya , Bryan dan Kiara makan siang berdua saja . Baik Bryan maupun Kiara ini adalah situasi yang lumayan canggung dan sungkan
" Terimakasih" ujar Bryan , setelah Kiara menyiapkan makanan untuk nya
" Sama sama mas " beberapa menit kemudian, setelah sepasang suami istri tersebut makan , Bryan menuju meja kerja nya seperti mengambil sesuatu di dalam dompet nya
" Kiara " suara bariton tersebut sedikit mengejutkan Kiara yang sedang membereskan rantang makan siang tadi
" Iya mas " Kiara menuju meja kerja Bryan
" Ambil ini dan pergi lah berbelanja pakaiaan dan semua kebutuhan kamu, dan jangan lagi memakai pakaian milik Kinan " trengg treeennggggg