NovelToon NovelToon
Wanita Mantan Narapidana Vol 2

Wanita Mantan Narapidana Vol 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Single Mom / Janda / Chicklit / Showbiz / Mengubah Takdir
Popularitas:19.7k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Sangat di sarankan untuk membaca kisah sebelumnya, Wanita Mantan Narapidana Vol 1.

Setelah 20 tahun mendekam di balik jeruji tahanan, Lembayung Senja akhirnya bisa menghirup udara kebebasan di luar penjara.

Tapi, waktu yang berlalu, masa yang telah lama berganti, masih meninggalkan bekas luka yang begitu dalam di hati Ayu.

Hingga dendamnya pun kian membara, tekadnya semakin kuat untuk menghancurkan dua orang yang membuatnya terkurung selama 20 tahun lamanya.

Berhasilkah Lembayung Senja membalaskan sakit hatinya?

Lantas bagaimana hubungannya dengan Biru putranya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Anjani

#8

Drrrt! 

Drrrt! 

Ponsel Miranda bergetar, segera Miranda menjawab panggilan dari teman-teman yang menunggunya. 

“Mir, elo di mana?” 

“Di jalan, ban mobil bocor,” jawab Miranda. 

“What! Trus, elo sama siapa? Nunggu montoir?” 

“Ada kenalan yang nolong.” 

“Share loc, ya. Gue samperin.” 

“Hmm.” 

Beberapa menit kemudian, sebuah mobil berwarna pink ikut menepi di tempat mobil Miranda berhenti. Tepat saat itu juga, Biru telah menyelesaikan pekerjaannya mengganti ban. 

Biru segera mengembalikan semua perkakas yang ia gunakan, lalu menutup bagasi mobil seperti sedia kala. 

“Mir, dia, kaan—” bisik Elisa. 

“Kalo gak salah, kami satu kampus,” sela Miranda. 

Elisa berdecak kesal, “Ckck, bukan itu maksud gue.” 

“Lalu?”

“Dia, kan, pemilik akun Sky_Blue. Gue salah satu followers-nya.”

Miranda yang sudah dua tahun di Singapura pun cuek saja, karena ia sama sekali tak mengikuti kabar para selebgram tanah air. “Apa istimewanya pemilik akun Sky_Blue? Follower gue juga jutaan.” 

Elisa menepuk jidatnya, gas dengan semua jawaban Miranda. Gadis itu tak tahu saja dengan siapa ia berhadapan saat ini, Sky_Blue alias Biru, adalah salah satu atlet basket nasional, ia juga model dan bintang iklan, merangkap selebgram. Selain kesibukannya sebagai mahasiswa Fakultas Hukum. 

“Sudah, ya?” lapor Biru, mengabaikan tangannya yang menghitam usai bergelut dengan ban mobil, dongkrak, serta perkakas yang lainnya. 

“Tunggu,” cegah Miranda, gadis itu berbalik membuka pintu mobil, kemudian keluar dengan sebungkus tisu basah. 

“Ini, bersihkan dulu tangan loe.” 

Biru terdiam, “Ini.”

“Kamu gak lihat tanganku kotor? Ambilkan untukku.” 

Miranda baru menyadari kesalahannya, “Oh, maaf, aku lupa.” Miranda menarik selembar tisu lalu memberikannya pada Biru. 

“Mmm, boleh minta no ponsel elo?” 

Pergerakan Biru terhenti sejenak, “Untuk apa?”

“Lain kali gue traktir, sebagai ucapan terima kasih. Elo, kan, udah dua kali nolong gue.” 

Wajah Biru tetap datar seperti biasa. “Tidak perlu, tak semua kebaikan butuh balas jasa. Aku akan menganggap, tak pernah memberimu bantuan apa-apa.”

Miranda terperangah tak percaya setelah mendengar jawaban Biru. 

Biru kembali meminta selembar tisu basah lagi, agar tangannya lebih bersih. “Thanks, tisunya.” 

Biru kembali ke motornya, “B-Biru—” panggil Elisa. 

Biru menoleh, dengan helm full face yang sudah terpasang di kepalanya. “Iya?”

“Boleh minta foto bareng?” 

“Satu kali saja. No ulang-ulang!”

“Dimengerti,” jawab Elisa dengan wajah bahagia. Kemudian memberikan ponselnya pada Miranda, agar mengambil foto dirinya bersama Biru. 

Klik! 

Benar-benar hanya satu kali jepretan, disitulah letak mahalnya seorang Biru, dan para fansnya sudah paham akan hal itu. Namun, begitu, mereka memahaminya. 

“Keren banget, kan? Elo kudet banget, deh, padahal pernah kuliah di Singapura,” ejek Elisa. Namun Miranda berpura-pura cuek, padahal ia semakin penasaran. 

“Biru,” gumamnya dalam hati, dengan senyum samar yang ia sembunyikan dari Elisa. 

•••

Tangan Ayu terasa amat dingin, ia deg-degan, grogi luar biasa karena hari ini pun tiba. Hari dimana ia akan menyerahkan hasil kerja kerasnya pada panitia lomba. 

“Kak, bagaimana ini? Aku grogi sekali.” 

Memahami apa yang dirasakan Ayu, Giani pun memberikan semangat, “Dulu, aku pun seperti dirimu, ketika untuk pertama mendaftarkan diri mengikuti kompetisi ini.”

“Lalu apa yang kakak lakukan?” 

“Tidak ada.” 

Ayu manyun, karena jawaban Giana tak sesuai ekspektasi. “Ish, aku serius, Kak.” 

“Aku pun serius. Tak ada yang bisa kau lakukan selain terus maju, dan mengalahkan rasa takut yang berdiam di dalam dirimu.” 

Ayu pun paham, karena musuh terbesar manusia, adalah dirinya sendiri. 

Mobil pun tiba, Ayu merapikan masker yang menutupi sebagian wajahnya, mereka berjalan berdampingan memasuki ruangan tempat pengumpulan desain yang akan dilombakan. Serta melengkapi data-data administrasi peserta. 

Banyak sekali yang harus di lengkapi, dan diisi. Karena lomba ini nanti menyangkut seni hak cipta seseorang, yang terlindungi di bawah payung hukum. 

Di dalam ruangan yang cukup luas itu, Giana bertemu dan berpapasan dengan beberapa orang yang ia kenal, rata-rata mereka adalah orang-orang yang berkecimpung di dunia fashion. 

Sementara Giani mengobrol, Ayu berusaha tenang, sambil mengisi formulir keikutsertaan. Ia tak menunggu Giana karena tak ingin terus bergantung pada kakak sepupunya tersebut. Toh ini hal yang mudah, jadi jika terus mengandalkan bantuan orang, mungkin sampai kapanpun, Ayu tak akan pernah bisa melakukannya seorang diri. 

Dua puluh menit kemudian, Giana menghampiri Ayu, usai mengobrol dengan teman-temannya. “Aduh, maaf, kau menungguku?” 

“Tidak, Kak. Aku bisa sendiri, dan semuanya sudah beres. Aku diam dan menunggu Kakak reuni sejenak di tengah kesibukan.”

Giana tersenyum bangga, sambil memeriksa salinan formulir yang Ayu isi. “Kakak sangat bangga padamu, Dek.” 

“Aku juga bangga memiliki kakak seperti Kakak,” balas Ayu. 

Mereka meninggalkan ruang pendaftaran dengan tawa riang, “Kak, kenapa Biru tak pernah datang lagi, ya?” tanya Ayu mulai gelisah, beberapa kali mengirim pesan, jawaban Biru pun sekedarnya saja. 

“Sesekali, mungkin kau yang harus datang ke apartemennya.” 

“Iya, ya. Kenapa tak terpikirkan, ya, Kak? Besok aku akan mendatanginya, enaknya masak apa, ya?”

Ayu mulai memikirkan menu yang sekiranya cocok untuk dimakan bersama Biru. Tapi, tak lama kemudian, mereka justru berpapasan dengan seseorang yang paling tidak ingin mereka temui. Anjani. 

Tanpa sadar, Ayu mencengkram lengan Giana, darahnya mendidih seketika karena kembali berhadapan dengan orang yang memberinya luka begitu dalam di masa lalu. 

Menyadari perubahan kondisi Ayu, Giana pun mengusap genggaman tangan Ayu, sambil tetap berjalan dengan langkah tenang dan penuh percaya diri. 

“Hah! Kita bertemu lagi.” 

“Yah, sayang sekali, mungkin setelah ini aku perlu ke apotek membeli obat tetes mata. Karena mataku selalu sakit setiap kali melihat wajahmu,” sindir Giana. 

Anjani terperangah tak percaya, “Apa kamu bilang?” 

“Kau tak salah dengar, tak perlu bertanya ulang,” jawab Giana acuh, terus melangkah menjauhi wanita selingkuhan suaminya di masa lalu. 

Anjani semakin geram, namun ia tak melanjutkan pembicaraan, tapi ia justru penasaran dengan wanita yang berjalan di sisi Giana. 

“Tunggu!” Anjani melangkah menghampiri Giana yang semakin menjauh. “Siapa, dia?” selidik Anjani karena merasa familiar dengan gesture orang itu. 

“Bukan urusanmu, lagipula belum saatnya kamu tahu.” 

Mendengar jawaban Giana, anjani tertawa sumbang. “Sombong sekali,” ucap Anjani pelan. 

“Sombong, pada manusia sombong itu, hukumnya wajib!” 

Tak lagi menghiraukan Anjani yang terpana di tempatnya, Giana dan Ayu pun pergi meninggalkan tempat tersebut. “Wanita itu benar-benar membuatku naik darah, hanya dengan melihat wajahnya saja," geram Giana dengan otot wajah bergetar. 

Jika saja tidak di depan publik, mungkin Giana akan langsung menjambak dan menghajarnya habis habisan. 

“Sundal itu tetap angkuh dan serakah seperti dulu,” cetus Ayu, setelah tadi berusaha mati-matian untuk diam. 

“Hmmm, semakin tua dia semakin serakah dengan uang dan kekuasaan. Aku ingin lihat seperti apa wajahnya kelak setelah tahu kita membuatnya jadi pecundang.” 

Ayu dan Giana sama-sama tersenyum miring, tak sabar menantikan saat Anjani dipermalukan di depan publik dan media. 

1
Siti Siti Saadah
siapapun yg hendak mencelakai biru semoga gagal dan berbalik Aamiin
Nar Sih
semoga biru ngk knpa,,yaa
Esther Lestari
kecelakaan yg disengaja ?
Berita soal Biru jangan2 sumbernya dari Tian
Patrick Khan
aduhhh apa lg ini
Aditya hp/ bunda Lia
waduh ... apa ini sengaja? kalo iyah ulah siapa? gunawan, Anjani apa si Tian ?
Nar Sih
moga aja bnr klau biru dan miranda saudara satu ayah biar mereka ngk pcran
Reni
weeee mbak Jani makin lengket sama mas Jono
Rahmawati
semakin seru ini, lanjutttt
MomRea
kenapa gak langsung kena OTT saja Gunawan dan antek-anteknya 😡
MomRea
jgn jgn si Miranda adik kandung Biru lain ibu ?
Esther Lestari
tidak bisa dibiarkan karena Miranda dan Biru satu ayah, begitukah Anjani
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
nah kan beneran udah tua tuh 🤣🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
yakin dia putrimu 🤭
Meliandriyani Sumardi
nah kan...ini nih tanda nya kalau biru sama miranda sebenarnya saudara satu ayah....😄anjani bisa ngelak tapi pasti fakta berbicara🤣🤣 lanjut kak
Agus Tina
Semakin penasaran ...
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh ketahuan nih😒
Cindy
lanjut
Eva Karmita
kecewa banget sama sikap Biru berasa kayak Malin Kundang... kenapa Ngada sopan"nya sama ibunya 😩 biar bagaimanapun Ayu tetaplah ibu kandungnya biar di cuci seluas air laut an Ayu tetaplah ibu kandungnya Biru
kayaknya Biru sudah lupa dengan ajaran" bapak Ismail sama mamak Karmila tentang sopan santun dgn yg lebih tua 🥺😤 .., apa mungkin si Biru nurut sikapnya kayak neneknya yang sikapnya kayak Mak lampir 😏
Esther Lestari
Tian sepertinya berbahaya ini buat Ayu dan Biru. Punya rencana apa kamu Tian.

Biru mendekati Miranda dan sekarang magang di firma Gunawan, mungkin sambil menyelidiki Gunawan
Reni
biru sengaja ya sedikit menjauh dari mama ayu dia bertindak sendiri aduhhhh sayang ketahuan Tian 🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!