Kisah perjalanan cinta gadis tomboy yang di jodohkan dengan seorang pria yang ternyata seorang ketua mafia bernama Leonathan Nugroho. Dia adalah putra pertama dari pasangan Shandy Nugroho dan Merlin Syafira. Nathan itu terkenal dengan kekejamannya di dunia hitam. Bahkan dia juga sering di juluki dengan sebutan king dragon.
Gadis tomboy itu bernama Seinara horison dia adalah anak kedua dari Ardi horison dan Adelia Rasya. Seinara mempunyai seorang kakak laki-laki bernama Abraham horison. Abraham lebih memilih untuk membangun bisnisnya sendiri di luar negeri. Sehingga dia jarang punya waktu untuk keluarganya, namun dia sangat menyayangi adik semata wayangnya yaitu Seinara. Apapun akan dia lakukan untuk kebahagiaan sang adik, sepeti saat mendengar Seinara akan di jodohkan. Abraham adalah orang pertama yang menentang keras rencana tersebut. Namun apalah dayanya, dia tidak bisa mengubah keputusan kedua orang tuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intan Wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Demo
Para Demonstran kini telah sampai di depan perusahaan milik Nathan. Mereka meminta Nathan untuk turun dan menemui mereka.
"Pak Nathan...! Cepat keluar...!" teriak salah satu mahasiswi.
"Iya! Cepat keluar Pak! Kami butuh kejelasan!!" tambah mahasiswi lain.
"Tolong pak, jangan pindahkan pak Juna!!"
"Iya pak! Pak Juna dosen yang baik!"
"Biarkan pak Arjuna tetap mengajar di universitas bintang!"
"Tolong pak Nathan!!"
"Keluar pak Nathan...!!"
Berbagai teriakan dari pada Mahasiswi memanggil Nathan. Namun Nathan masih tetap santai duduk di ruangannya. Dia sedikitpun tidak terganggu dengan keributan yang ada di luar gedung perusahaannya. Tiba-tiba Alex datang, dan memberitahukan bahwa para mahasiswi sudah memblokir pintu utama perusahaan.
"Maaf tuan, di depan pintu utama perusahaan kita sudah banyak mahasiswi. Mereka menuntut kejelasan tentang perpindahan Arjuna" ucap Alex pada Nathan.
"Suruh security untuk mengusir mereka!" ucap Nathan memerintah Alex.
"Maaf tuan, semua security sudah turun tangan. Hanya saja para mahasiswi terlalu banyak jadi kami tidak bisa menghalau mereka!" jawab Alex.
"Apa harus saya yang turun tangan sendiri?!" bentak Nathan kesal.
Lalu Nathan pun keluar dari ruangan kerjanya dengan wajah merah karena menahan kesal. Begitu sampai dibawah, Nathan segera menemui para demonstran itu. Namun ternyata ada salah satu mahasiswi yang tiba-tiba melempar botol air mineral. Botol tersebut hampir mengenai kepala Nathan, jika tidak di halau oleh Alex.
"Awas tuan!!" teriak Alex pada Nathan.
"Apa-apaan kalian ini?! Beraninya kalian bersikap kurang ajar pada pak Nathan!!" bentak Alex marah.
"Pak Nathan tolong kembalikan pak Arjuna!" teriak Firly tegas.
"Iya pak Nathan! Tolong kembalikan pak Arjuna!!" tambah mahasiswi lain.
"Biarkan pak Arjuna tetap mengajar di kampus kita!!"
"Kalian semua sayang sama pak Arjuna?!" tanya Nathan sambil menggunakan pengeras suara.
"Tentu saja!!" jawab semuanya serempak.
"Iya, kami semua sangat sayang sama pak Juna!!"
"Kalau kalian memang sayang sama pak Juna, kenapa kalian bersikap anarki seperti ini?! Apa pak Arjuna juga yang menyuruh kalian bersikap seperti ini pada saya?!" tanya Nathan tegas pada para demonstran.
"Nggak...!"
"Nggak...!! Ini inisiatif kami sendiri pak!!"
"Kami hanya nggak mau pak Juna dipindah!" teriak Firly dengan penuh semangat.
"Iya pak Nathan! Kami mau pak Arjuna tetap mengajar di universitas bintang!" tambah Jessy.
Nathan melihat kearah Firly dan Jessy, karena mereka yang terlihat paling bersemangat diantara para demonstran lainnya.
"Bukannya mereka itu para sahabat istri saya? Ngapain mereka ikut- akutan demo seperti ini? Jangan-jangan Seinara juga ikut diantara mereka!" lirih Nathan sambil celingukan mencari keberadaan sang istri.
"Tolong pak, jangan pindahkan pak Juna!"
" Benar pak! tolong buatkan pak Juna mengajar di kampus kami pak Nathan!"
"Kalian seperti ini sungguh membuat pak Arjuna kecewa!" ucap Nathan.
"Bagaimana bisa kami semua membuat pak Arjuna kecewa?"
"Karena ini kesempatan emas untuk pak Arjuna kalian!" jawab Nathan tegas.
"Kesempatan emas bagaimana pak?!"
"Saya memindahkan pak Arjuna, karena ada kesempatan emas untuk pak Arjuna!" jawab Nathan tegas.
"Apa maksud pak Nathan?!" tanya Firly.
" Iya apa maksud pak Nathan?!" tanya Jessy juga
"Iya apa maksud pak Nathan sebenarnya?!" tanya salah satu Mahasiswi.
"Saya memilih pak Arjuna untuk dipindahkan, karena pak Arjuna masih muda dan mempunyai potensi untuk menjadi rektor! Jika pak Arjuna tetap berada di kampus kalian, maka kesempatan pak Arjuna untuk menjadi rektor akan sangat sulit!" jawab Nathan tegas.
Semua demonstran itu pun terdiam mendengar penjelasan dari Nathan. Karena itu memang tujuan kedua Nathan setelah menjauhkan Arjuna dari istrinya.