NovelToon NovelToon
Mawar Yang Tersisih Kan

Mawar Yang Tersisih Kan

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Saudara palsu / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Leni Anita

Mawar adalah anak ke 2 yang di paksa harus selalu mengalah dengan adik nya, Mawar di bedakan oleh ibu nya.

Mawar harus selalu mengalah demi sang adik, Mawar di perlakukan seperti anak tiri. Penderitaan Mawar semakin pedih saat ayah nya meninggal dunia, sikap ibu nya semakin menjadi terhadap diri nya.

Untung saja kakak laki - laki Mawar bisa melindungi diri nya, sebagai sang kakak dia tidak rela melihat penderitaan sang adik.

Sang kakak bahkan rela menolak beasiswa nya di sebuah universitas ternama karena dia tidak ingin meninggal kan Mawar sendirian.

Ikuti kisah Mawar dalam mengarungi kehidupan di bawah tekanan sang ibu dab juga adik nya, bisa kah ibu nya Mawar menyayangi Mawar seperti dia menyayangi putri bungsu nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

Indah yang mendengar percakapan antara ibu dan juga kakak nya ikut kesal, karena sang kakak lebih mementingkan Mawar dari pada diri nya.

"Kenapa sih kak Farhan menyebalkan banget, Mawar itu tidak pantas untuk kuliah. Dia lebih pantas nya jadi babu di rumah!" Batin Indah sambil mengepal kan tangan nya.

"Kak, aku cuma mau kerja aja, aku tidak berniat untuk melanjutkan pendidikan ku lagi!" Mawar yang diam sejak tadi kini mulai bicara.

"Tidak Mawar, kamu tidak boleh berhenti setelah lulus SMA. Kamu harus melanjutkan pendidikan mu, mengenai biaya nya itu akan menjadi urusan kakak. Kami fokus saja belajar!" Farhan berkata pada dang adik.

"Farhan, biar kan saja Mawar bekerja. Kita akan fokus pada pendidikan Indah. 3 Tahun lagi Indah juga akan lulus SMA, dan tentu saja kita butuh biaya yang besar untuk Indah. Jika sekarang Mawar kuliah, maka kita tidak bisa mengumpulkan uang untuk biaya pendidikan Indah!" Bu Munah sekali lagi berusaha membujuk putra sulung nya.

"Maaf bu, ku rasa Indah tidak akan serius dengan pendidikan nya. Lihat saja sekarang yang di lakukan nya hanya bersolek dan keluyuran tidak jelas setiap hari!" Farhan mengeluarkan sesuatu yang selama ini mengganggu fikiran nya.

"Biar kan saja nak, dia masih muda dan wajar saja jika dia pergi bersama teman - teman nya!" Bu Munah membela Indah di depan Farhan.

"Tapi kenapa Mawar tidak boleh bu? Jangan kan untuk keluyuran seperti Indah, bermain di rumah tetangga saja Mawar tidak boleh!" Farhan yang sudah terlanjur kesal dengan kelakuan Indah selama ini membandingkan sikap bu Munah terhadap kedua nya.

"Farhan, bukan nya begitu nak. Tapi Jika Mawar sering keluar rumah, lalu dia akan lalai dengan semua pekerjaan nya, itu lah alasan ibu tidak memperboleh kan nya bermain ke luar!" Bu Munah berusaha membela diri nya di hadapan putra nya.

"Kalau Mawar harus mengerjakan semua pekerjaan di rumah ini, lalu kenapa Indah tidak bu. Indah itu bukan lagi anak kecil bu, dia sudah berusia 15 tahun. Harus nya dia bisa mengerjakan semua pekerjaan yang ada di rumah ini, bukan cuma Mawar saja!" Farhan tampak nya sudah sangat jengah dengan kelakuan adik bungsu nya itu.

Selama ini Farhan tidak pernah menegur semua kesalahan yang di lakukan oleh Indah, karena jika dia melakukan nya Bu Munah juga akan balik memarahi diri nya. Tapi kini Farhan sudah tidak tahan lagi melihat ke tidak adilan yang di alami oleh Mawar, dia tidak bisa melihat Mawar terus di perlakukan dengan buruk oleh ibu dan juga adik nya.

"Terserah jika ibu mau terima atau pun tidak, yang pasti Mawar akan tetap melanjutkan pendidikan nya. Aku yang akan membayar semua biaya nya, mengenai pendidikan Indah nanti nya, aku akan melihat perkembangan nya!"

"Jika Indah masih tidak mau berubah dan terus berfoya - foya, serta keluyuran yang tidak jelas nanti nya, maka aku tidak bisa menjamin biaya pendidikan Indah nanti nya. Dan silah kan ibu berusaha sendiri mencari biaya pendidikan nya nanti!" Farhan berkata dengan tegas pada ibu nya dan juga adik nya.

Dengan perasan kesal akhir nya bu Munah terpaksa menuruti keinginan Farhan, dia tahu bawa putra nta itu tidak main - main dengan ucapan nya. Bu Munah takut jika nanti Farhan benar - benar tidak perduli dengan biaya pendidikan Indan nanti nya jika dia menentang keinginan Farhan.

"Baik lah nak, ibu setuju jika Mawar melanjutkan kan pendidikan nya. Tapi ibu minta agar Mawar melanjutkan di kota ini saja, tidak usah jauh - jauh!" Bu Munah berkata sambil melirik ke arah Mawar.

"Bagai mana Mawar? Kau bisa putus kan sendiri universitas mana yang menjadi pilihan mu?" Farhan bertanya pada adik nya.

"Aku belum memikirkan nya kak!" Jawab Farhan jujur.

"Baik lah, silahkan kau tentukan universitas mana yang akan kau pilih, setelah itu langsung urus semua nya ya. Kakak mau keluar dulu!" Farhan pun pamit pada ibu dan juga kedua adik nya.

Setelah Farhan pergi, bu Munah dan Indah melampias kan kekesalan nya pada Mawar.

"Puas kamu Mawar, gara - gara kamu Farhan jadi membangkang pada ibu!" Bu Munah membentak Mawar.

Mawar hanya menunduk kan kepala nya dan dia tidak berani menatap mata ibu nya, hal seperti ini sudah biasa terjadi jika Farhan tidak ada di rumah.

"Mawar, gara - gara kau aku yang jadi korban nya. Kakak tidak mau membiayai pendidikan ku gara- gara kamu. Coba kalau kamu cuma lulus SMA saja, ibu dan kakak bisa menabung untuk biaya pendidikan ku nanti nya!" Indah kini menyalahkan Mawar.

"Mawar, kau tidak boleh memilih universitas di kota lain. Kau tidak boleh jauh dari rumah ini, kau harus tahu balas budi Mawar. Jika kau berada di kota lain, maka kau tidak bisa pulang ke rumah setiap hari minggu. Kau tahu bahwa semua pekerjaan yang ada di rumah ini adalah tugas mu!"

"Dan satu hal lagi Mawar, kau tidak boleh tinggal di kontrakan yang mahal. Semua itu tidak ada guna nya, kita harus berhemat untuk biaya pendidikan Indah juga. Ibu tidak mau gara - gara kau Indah tidak bisa melanjutkan pendidikan nya!" Bu Munah bicara panjang lebar pada Mawar.

"Baik bu!" Jawab Mawar masih sambil menunduk kan kepala nya.

"Sekarang kamu masak sana, aku udah laper!" Indah mendorong tubuh Mawar agar pergi ke dapur.

Tanpa membantah Mawar pun segera berlalu dari hadapan ibu dan juga adik nya, Mawar segera memasak seperti yang mereka perintah kan. Sebenar nya Mawar sendiri tidak berniat untuk melanjutkan pendidikan nya, tapi Farhan bersikeras agar Mawar tetap melanjutkan nya.

"Ya Allah, sebenar nya aku tidak mau melanjutkan pendidikan ku, tapi kah Farhan memaksa ku. Jika aku menolak nya maka kakak pasti akan kecewa!" Mawar sendiri merasa bingung dengan pilihan yang kini ada di depan mata nya.

Sementara itu, di ruang tamu Indah tampak merajuk dengan ibu nya. Dia sangat kesal sekali karena ibu nya mengizin kan Mawar untuk melanjutkan pendidikan nya.

"Bu, kenapa sih ibu biarkan Mawar itu melanjutkan ke perguruan tinggi. Biaya nya pasti tidak sedikit bu, dari pada uang nya buat biaya kuliah nya Mawar, lebih baik buat aku saja bu!" Indah berkata dengan wajah cemberut.

"Ibu juga mau nya seperti itu, tapi kakak mu yang memaksa nya. Jika ibu menolak nya, maka ibu yakin kak Farhan pasti tidak akan memberikan uang gaji nya pada ibu lagi. Jika gaji nya kakak mu tidak di berikan pada ibu, bagai mana kau bisa memenuhi semua kebutuhan mu. Kau tahu sendiri kan, sekarang kebun kita tidak begitu menghasilkan setelah bapak mu tiada!" Bu Munah menjelaskan alasan nya agara si bungsu mengerti.

Seketika Indah terdiam mendengar ucapan ibu nya, Indah tahu sendiri kakak nya itu sangat keras kepala sama seperti diri nya. Jika ibu nya menolak keinginan nya, maka dia juga akan kena imbas nya.

1
kalea rizuky
maaf males MC nya glblok
partini
bicara lembut ada maunya,, semoga kena stroke biar tau rasa
Isabela Devi
pada halkan mawar bisa sambil kerja Farhan
Isabela Devi
kasian mawar tp Farhan ingin mawar sukses
Isabela Devi
ibu yg ga punya belas kasih sama anak
Isabela Devi
mawar pergi dari rumah itu mungkin kamu bukan anaknya
Isabela Devi
ibu jahat bangatnya
Isabela Devi
dapat kak yang baik gitu, rasanya senang bangat
Isabela Devi
Farhan ga terimah beasiswa Krn dia mau jaga adiknya, amanah dari papanya sebelum meninggal
Isabela Devi
biasanya anak yang di manja gitu dibtengah jalan sekolahnya ga henar
Isabela Devi
semoga mawar kuat
Isabela Devi
semoga suatu saat mawar mendapatkan kebahagiaan
Isabela Devi
ibu yang py hati emang, apa mawar bukan anak kandung dia ya
kalea rizuky
ibuk gendeng nunggu karma mu
kalea rizuky
mending pergi dr rmh lag
partini
sambil kuliah kan bisa kerja yg online ataupun offline
Dede Azwa
semoga km pergi mawar..dari rumah sendiri tp bagai kan neraka... semoga di luar sana km menjadi orang yg sukses...😭sedih aku thorrr kok ada seorang ibu modelan kaya gitu..😡
Dede Azwa
astagfirullah...itu sich janji edan🤦😡
Dede Azwa
astagfirullah..kok ada ya ibu modelan ke gitu...😡
Korik Kook
kok aneh gak mungkin ibu kandung kelakuannya kyak gitu sama anak sendiri.. klo anak tiri mungkin / hasil perkosaan aneh ceritamu ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!