NovelToon NovelToon
Pria Titisan Raja

Pria Titisan Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:60.3k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Kalandra Wiranata adalah seorang Petugas Pemadam Kebakaran yang bertugas di sebuah Kota kecil.
Kota tempat tinggalnya itu terletak cukup strategis karena tepat berada di tengah - tengah dari lima Kabupaten di Provinsi itu.
Karena tempatnya yang strategis, Timnya kerap kali di perbantukan di luar dari Kotanya.
Timnya, bukan hanya sekedar rekan kerja. Mereka sudah seperti keluarga kedua yang di miliki oleh Kalandra.
Karna sebuah kejadian, Kalandra pun di pertemukan dengan seorang wanita yang ternyata merupakan jodohnya.
Selain perjalanan karir dan cinta, ada sebuah rahasia yang akhirnya terungkap setelah selama ini selalu membuatnya penasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Merajuk

Seusai sholat isya, Kalandra duduk di balkon kecil yang ada di salah satu kamar di rumah dua lantai milik Ni Tuwe.

Kalandra memang selalu menempati kamar itu jika sedang berada di rumah Ni Tuwe. Meskipun kamar itu kecil, tetapi sangat nyaman terlebih ada balkon kecil yang bisa ia gunakan untuk bersantai.

Kalandra kembali membuka ponselnya. Sedari tadi, Naina tak kunjung membalas pesannya. Ia memang belum sempat menelfon kekasihnya itu, hanya sempat mengirimi pesan, namun hanya di baca oleh gadisnya tanpa ada balasan.

"Kemana ya, Nana?" Batin Kalandra yang kini merasa khawatir. Tak pernah sebelumnya, gadisnya itu mengabaikan pesannya. Kalandra pun memutuskan untuk melakukan panggilan vidio dengan Naina.

Setelah menelfon sebanyak empat kali, barulah panggilan vidionya di jawab oleh Naina.

"Assalamualaikum, Na." Sapa Kalandra. Dahinya sedikit berkerut karena tak menemukan wajah Naina di sana.

"Waalaikumsalam." Jawab Naina. Tak seperti biasanya, suara gadisnya itu sedikit berubah, dingin dan ketus.

"Kenapa gak balas pesan Abang, Sayang?" Tanya Kalandra.

"Gak apa."

"Sayang..."

"Hm.."

"Kamu kenapa, Sayang?" Tanya Kalandra yang merasa bingung dengan perubahan sikap Naina.

"Gak apa." Jawab Naina.

"Semuanya baik - baik aja, kan? Sidangnya lancar?" Tanya Kalandra.

"Alhamdulillah." Jawab Naina.

"Sayang. Kamu kenapa? Abang mau lihat kamu." Pinta Kalandra.

"Gak."

"Sayang, kamu marah sama Abang? Abang ada bikin salah?" Tanya Kalandra dengan kesabaran sebesar Gunung Himalaya.

"Tau ah! Abang pikir sendiri aja." Sahut Naina yang menandakan jika ia sedang kesal pada Kalandra.

Baru kali ini Kalandra menghadapi Naina yang merajuk. Sebagai seorang laki - laki yang memiliki Kakak, tentu ia tau bagaimana kerasnya sosok anak pertama dan teguhnya rajukan seorang perempuan.

"Kekasihmu anak pertama dan perempuan. Kau lah yang butuh semburan air dari truk pemadam, Kal. Biar hati dan otakmu lebih dingin saat menghadapi dia yang sedang dalam mode merajuk." Batin Kalandra.

"Lagi pula, apa yang kau buat sampe - sampe ras terkuat yang kau cintai itu merajuk, Kal?" Kalandra kembali merutuki diri dalam hati.

"Na, coba lihat Abang. Kita bicara baik - baik ya, Sayang. Biar Abang tau salah Abang dimana dan Abang gak ulangi lagi." Bujuk Kalandra dengan halus. Sehalus jaring laba - laba yang baru di rajut.

Tak ada jawaban, Naina masih bungkam meskipun tak mematikan panggilan vidionya. Sungguh, rasanya saat ini Kalandra ingin langsung pulang dan menghampiri wanita yang dengan berani membuat hatinya resah.

"Tak tau kah kamu, Na, kalau Abang ini titisan Raja. Apa kamu tak takut kualat karena membuat titisan Raja ini resah?" Seru Kalandra yang merasa gemas, meski hanya di dalam hati.

Kalandra pun menghela nafas panjang dan berat.

"Kenapa? Abang capek ngadepin aku, sampe - sampe menghela nafas berat kayak gitu? Lebih enak meladeni fans Abang, kan?" Cicit Naina saat mendengar helaan nafas berat Kalandra.

"Astaghfirullah, Sayang. Sekesal itu sama Abang? Sampe Abang menghela nafas gitu aja, kamu berkicau merdu? Apa perlu Abang menjauh dari hape dulu kalau mau buang nafas? Atau kamu lebih suka kalau abang buang nafas lewat anus?" Tanya Kalandra sambil menahan tawanya.

Kalandra sendiri sampai bingung, harus tertawa, kesal atau sedih. Karena Kekasihnya itu cukup seram tetapi juga lucu saat merajuk seperti ini.

Sama halnya dengan Naina. Ia yang sejak sore merasa badmood karena kalimat terakhir dari surat yang di berikan Kalandra, kini justru hampir terkikik karena pria yang ada di layar ponselnya itu justru menjawab omelannya dengan sedikit melawak.

"Oh, Abang tau. Kamu merajuk karena surat dari Abang ya?" Kata Kalandra yang akhirnya bisa menebak.

"Entah lah." Jawab Naina yang berusaha membenahi intonasinya setelah sempat terkikik geli tadi.

"Allah, Cintaku. Gitu aja kamu merajuk? Secinta itu kah sama Abang? Sampe gak rela Abang punya fans?" Goda Kalandra yang membuat Naina langsung menongolkan wajahnya di kamera.

"Terus, buat apa aku terima Abang dan bertahan di samping Abang kalau aku gak cinta? Aku gak mau ya, kalo harus bersaing sama fans - fans Abang. Silahkan aja kalau Abang mau lebih care sama mereka, tapi jangan berharap aku ada di samping Abang." Kata Naina yang akhirnya meluapkan kekesalannya.

"Aah! Leganya..." Kekeh Kalandra.

"Bahagia banget Abang, karena di cintai sebesar ini. Gak sia - sia Abang mencintaimu sedalam inti bumi." Kata Kalandra yang berusaha mencairkan ketegangan.

Ia tau jika Naina adalah tipe orang yang bisa luluh dengan candaan - candaan yang menghibur.

"Sayang... Abang bercanda aja loh itu. Masak kamu merajuk? Abang niat belikan coklat satu karung itu cuma buatmu aja, sungguh. Kamu tau lah, Abang ini petugas Damkar, bukan amil zakat. Jadi gak mungkin dengan begitu baiknya beli coklat banyak - banyak untuk kamu bagi - bagikan." Kata Kalandra.

"Sudah habis itu coklat satu karungnya? Mau Abang kirimkan coklat lagi, atau mobil Pemadam Kebakaran biar hatimu dingin?" Tanya Kalandra.

Mendengar itu, tawa Naina pun pecah. Sungguh ia tak tahan mendengar gurauan Kekasihnya. Pria yang cukup pendiam itu, kerap kali absurt dan di luar perkiraan jika sedang bergurau.

"Sudahlah, makanya aku malas angkat telfon Abang, karna bikin aku gak jadi marah." Kata Naina di sela - sela tawanya hingga membuat Kalandra tersenyum.

"Lagian Abang aneh, kalau gak mau aku bagi - bagikan, kirim coklatnya ke rumah, jangan ke Kampus. Tau sendiri kalau di Kampus banyak teman - temanku. Mana mungkin aku gak kasih mereka, sedangkan mereka tau kalau aku di kirimi satu karung coklat." Kata Naina yang kembali mengomel.

"Maaf ya, Sayang. Besok lagi, Abang kirimkan coklat langsung ke kamarmu." Jawab Kalandra yang kembali membuat Naina tertawa.

"Gimana kabar Pui, Bang? Sudah lebih baik?" Tanya Naina.

"Alhamdulillah, Pui sudah lebih baik. Tapi ya belum bisa beraktifitas, masih berbaring terus di tempat tidur." Jawab Kalandra.

"Gak mau tanya kabar Abang yang kamu cuekin seharian ini, Na?" Tanya Kalandra kemudian.

"Ck! Kalo Abang pasti baik lah. Harusnya selalu baik dan sehat sih, biar bisa balas DM yang masuk dari fans Abang. Lagian yang cuek kan cuma aku, fans - fans Abang, enggak." Kata Naina.

"Allahu Akbar. Gak usah bawa - bawa fans lah, Sayang. Lagi pula, Abang gak pernah buka DM dari mereka. Kamu kan, yang buka?" Kata Kalandra.

"Ch! Kata siapa?" Elak Naina.

"Kamu kan sudah Abang kasih tau email dan password semua akun sosmed Abang. Abang gak pernah buka DM mereka, tetapi kenapa kok tiba - tiba semuanya sudah di baca?" Kata Kalandra.

"Aku cuma pingin tau aja, mereka itu DM apa ke Abang." Jawab Naina yang akhirnya mengaku.

"Udah lah, gak usah di ladeni. Toh Abang gak meladeni. Jangan bikin kamu over thinking sendiri, Sayang. Abang gak mau, nanti kamu kepikiran dan akhirnya selalu suudzon sama Abang." Nasihat Kalandra.

"Iya, Bang." Lirih Naina yang membenarkan nasihat dari kekasihnya.

Mereka pun kembali mengobrol santai, seolah tak ada permasalahan tadi. Kalandra juga menceritakan tentang sosok pria yang di panggil Datok oleh Naina, seperti yang di ceritakan oleh Ni Tuwe.

1
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Atik Kiswati
cowok emang gt....gk mau org yg disayang kwatir tapi mlh jadi mslh krn sifat cewek yg kebalikannya ama sifat cowok....jd serba slh kan.....🤣
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
bener sih omongannya. pake tarik ulur lg. buat kerugian aja. mana buat macet pula 🤣🤣
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
ditunjukin khodamnya malah terkencing2
Mulyani Asti
hayooolooo marah kan naina nya 😂wes angel...angel wkwkwk🤣🤣🤣aku team kompor meleduk
Yoyoh Dariyah
hadeueuh mulai ngambek nih 🤭
Ika Shanti Budipertiwi
naina lagi mode pms 🤭
Esther
begitulah wanita Kal😂
Santi
nah kan wanita selalu benar abang🤣
Ayunda
bang kal mknya ap2 CRT biar g manyun tuh calon istri
Ita Xiaomi
Alhamdulillah Tante Ani sekeluarga selamat. Berharap rumahnya ndak rusak parah.
Ita Xiaomi
Tuh kan makanya jgn suka nak aneh-aneh, jd dilihatkan yg aneh jg kan.
Yuliana Tunru
mantu dan.pacar idaman mmg kalandra ..karya2 mu mmg 👍 thorr tokih2 x baik budi dan lenyayang cerita x ringan tp bikin kangrn kaya cerita bopo banyu alas dah brp judul msh z syukaaaa
Esther
Bang Kalandra pesona nya smkn bertambah saat sedang beraksi ya Naina😃
Atik Kiswati
lnjt.....
M H
gasss lanjut terus thorr
Mulyani Asti
lemparin aja lah bang kal.tuman🤭
netha@🏡s⃝ᴿ℘ℯ𝓃𝓪 ♬⃝❤
tuh org lg patah hati y
Ita Xiaomi
Ngebayangkan Sang Raja muncul di dpn org itu. Apakah orgnya akan merasa ketakutan?
Ita Xiaomi
Salut ama Pak Kapten 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!