Di dunia kultivasi di mana yang kuat memangsa yang lemah, bakat adalah segalanya. Lin Tian, seorang murid luar Sekte Awan Azure, terlahir dengan Akar Spiritual cacat yang membuatnya menjadi bulan-bulanan dan diinjak-injak bagai serangga. Terjebak di dasar rantai makanan, takdirnya seolah sudah dikutuk menjadi batu pijakan bagi para jenius.
Namun, di malam yang dipenuhi darah dan keputusasaan, sebuah entitas misterius bangkit di dalam dirinya: Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi.
Sebuah sistem yang mampu menyerap esensi murni dari segala hal di alam semesta!
Sisa pil beracun yang dibuang? Ekstrak menjadi tetesan Qi murni tanpa cela!
Mayat binatang buas tingkat tinggi? Ekstrak esensi garis keturunannya!
Pemahaman bela diri musuh yang telah mati? Ekstrak dan jadikan milik sendiri!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19: Menguras Paviliun Harta
Paviliun Harta Karun Sekte Awan Azure adalah bangunan lima lantai yang dilapisi oleh formasi pelindung emas. Di sinilah sekte menyimpan seluruh sumber daya yang bisa ditukarkan dengan Poin Sumbangsih oleh para murid.
Ketika Lin Tian melangkah masuk dengan jubah Murid Inti Langsungnya, suasana di dalam paviliun yang ramai mendadak senyap. Para murid luar dan dalam yang sedang mengantre mundur serentak, memberi jalan bagaikan lautan yang terbelah. Berita tentang kematian Wang Jian dalam satu tebasan telah menyebar ke setiap sudut sekte.
Lin Tian mengabaikan tatapan ngeri mereka dan berjalan langsung menuju meja pelayanan khusus Murid Inti, tempat seorang tetua gemuk bermata sipit sedang menghitung kristal roh.
"Tetua, aku ingin menukarkan sepuluh ribu Poin Sumbangsih," ucap Lin Tian datar sambil meletakkan lencananya di atas meja giok.
Tetua gemuk itu tersenyum menjilat. "Ah, Kakak Senior Lin! Sebuah kehormatan. Sepuluh ribu poin adalah jumlah yang sangat besar. Apakah Anda mencari Pil Penembus Batas tingkat tinggi, atau mungkin senjata spiritual kelas Bumi?"
"Tidak keduanya," Lin Tian menggeleng. "Aku menginginkan seluruh stok Pil Pengumpul Qi gagal (limbah alkimia) yang ada di gudang, Pil Pembakar Darah tingkat rendah, dan Herbal Yang Berkobar (Blazing Yang Herb) yang belum disempurnakan."
Tetua itu terbelalak, senyumnya luntur seketika. "K-kakak Senior Lin, apakah Anda bercanda? Pil gagal dipenuhi oleh Erysipelas yang mematikan. Herbal Yang Berkobar tanpa disempurnakan akan membakar organ dalam siapapun yang memakannya! Dengan sepuluh ribu poin, Anda bisa—"
"Aku tidak meminta saran alkimia," potong Lin Tian, suaranya mengandung tekanan Niat Pedang yang samar, membuat tetua itu merinding. "Lakukan saja pesanan pelangganku."
Berkeringat dingin, tetua itu tidak berani membantah. Karena benda-benda yang diminta Lin Tian pada dasarnya adalah "sampah" berbahaya, harganya sangat murah.
Dalam waktu kurang dari setengah jam, sebuah cincin penyimpanan tingkat menengah diserahkan kepada Lin Tian. Di dalamnya terdapat lebih dari seratus ribu butir pil gagal, lima ribu pil pembakar darah, dan tiga ribu batang Herbal Yang Berkobar. Ini adalah jumlah sumber daya yang cukup untuk meledakkan seluruh murid Sekte Dalam jika mereka memakannya bersamaan.
"Terima kasih," ucap Lin Tian, mengambil cincin itu dan berbalik pergi, meninggalkan tetua gemuk yang masih menggaruk kepalanya karena bingung.
Sementara itu, di dalam Gua Pantangan yang gelap gulita di Puncak Hukuman.
Tetua Wang Lie duduk bersila di atas ranjang paku es, menjalani hukumannya. Wajahnya yang biasanya angkuh kini berkerut oleh kebencian yang mendalam. Di depannya, berdiri seorang pria berjubah hitam yang menutupi seluruh wajahnya—salah satu bayangan pembunuh pribadi Faksi Wang.
"Pemimpin Sekte benar-benar berencana menjadikan bocah iblis itu sebagai wadah pribadinya," desis Wang Lie. "Selama dia berada di Puncak Matahari Pusat, kita tidak bisa menyentuhnya. Formasi Pemimpin Sekte terlalu kuat."
"Lalu apa perintah Anda, Tetua?" tanya pria berjubah hitam itu dengan suara serak.
"Bocah itu jenius, tapi dia sombong. Dalam tiga bulan, sekte akan membuka Reruntuhan Kuno Provinsi Timur untuk uji coba murid inti. Sumber daya di sana terlalu menggoda untuk dilewatkan oleh praktisi gila sepertinya," mata Wang Lie memancarkan cahaya berbisa. "Kirim pesan ke Klan Wang di ibu kota. Minta mereka menyewa 'Tiga Iblis Bayangan Berdarah'. Begitu Lin Tian keluar dari cangkang pelindung sekte... aku ingin dagingnya diiris tipis-tipis, dan jiwanya dibawa ke hadapanku."
"Sesuai perintah Anda." Pria berjubah hitam itu melebur ke dalam bayangan dan menghilang.
Wang Lie tertawa dingin. "Nikmati sisa hari-harimu, Lin Tian. Takhta jeniusmu hanya akan bertahan selama tiga bulan."
Lin Tian tidak kembali ke gua kultivasinya. Meskipun ia telah meretas formasi pengawasan Pemimpin Sekte, melakukan terobosan Metode Pondasi Bintang Runtuh akan menciptakan fluktuasi energi alam yang sangat masif. Pemimpin Sekte di ranah Inti Emas pasti akan menyadarinya.
Hanya ada satu tempat yang benar-benar terisolasi dari hukum dunia luar.
Lin Tian turun ke dasar Tebing Pemecah Hukuman dengan Langkah Badai Astral-nya. Ia menyentuh Plakat Hitam Kunci Makam Pedang, dan dalam sekejap, ruang terdistorsi menelannya.
Ketika ia membuka mata, ia kembali berada di Makam Pedang Kaisar Kuno, disambut oleh langit kelabu, tanah berkarat kemerahan, dan jutaan pedang patah yang menancap diam. Hawa membunuh dan Niat Pedang Kuno menyelimuti udara, memberikan rasa aman yang aneh baginya.
Lin Tian duduk bersila di tengah ladang pedang. Ia membalikkan telapak tangannya, dan Cincin Penyimpanan yang ia dapatkan dari paviliun bersinar redup.
Gunung pil gagal, pil pembakar darah, dan herbal beracun tumpah ruah menutupi tanah di sekelilingnya, membentuk bukit kecil setinggi tiga meter. Bau menyengat dari racun Erysipelas dan hawa panas dari Herbal Yang Berkobar segera memenuhi udara.
"Sistem," suara Lin Tian menggema di kesunyian makam kuno. "Tarik semuanya! Ekstrak tanpa sisa!"
[Ding!]
[Mendeteksi material dalam jumlah masif. Memulai Ekstraksi Puncak...]
Seketika, pusaran cahaya keemasan raksasa meledak dari tubuh Lin Tian, menyapu bukit sampah beracun itu layaknya badai tornado. Suara retakan pil dan desis herbal yang terbakar memenuhi udara. Asap hitam racun berhamburan ke atas, hanya untuk dimusnahkan hingga tak tersisa oleh cahaya sistem.
[Proses Pemurnian selesai.]
[Berhasil mengekstrak: Lautan Esensi Kehidupan Murni & Esensi Api Yang Absolut.]
Sebuah bola energi raksasa berwarna merah keemasan sebesar rumah mengambang di atas kepala Lin Tian. Kepadatan energinya begitu mengerikan hingga ruang di sekitarnya tampak retak-retak.
"Mulai Metode Pondasi Bintang Runtuh!" geram Lin Tian.
Ia menarik napas panjang. Bola energi raksasa itu langsung melesat masuk melalui ubun-ubunnya layaknya air terjun terbalik.
BOOOOOOM!
Perut bagian bawah Lin Tian memancarkan cahaya menyilaukan. Dantian-nya, yang berisi Qi Tahap 8 Puncak, seketika diisi hingga batas maksimal. Namun, alih-alih mencoba memadatkan Qi itu secara perlahan seperti metode normal, Lin Tian secara paksa memutar rotasi Qi-nya ke arah sebaliknya.
[Peringatan! Menjalankan rotasi berlawanan. Tekanan di dalam Dantian mencapai titik kritis!]
"Hancurkan!"
KRAAAAK!
Suara sesuatu yang pecah terdengar jelas dari dalam tubuh Lin Tian. Itu bukan tulang, melainkan dantian-nya sendiri! Lautan Qi gas miliknya meledak berantakan. Rasa sakit yang tak terlukiskan menyapu sistem sarafnya. Darah segar menyembur dari mulut, hidung, dan telinganya. Jika kultivator biasa mengalami ini, mereka akan mati atau menjadi lumpuh permanen dalam hitungan detik.
Namun, tepat ketika dantian-nya hancur, Akar Spiritual Kayu-Api Inti Bumi di tulang belakangnya meledak dengan vitalitas yang gila. Elemen Kayu menahan serpihan meridian agar tidak hancur menjadi debu, sementara Sistem Pengekstrakan Dao menekan ledakan Qi liar itu agar tetap berada di pusat perutnya.
[Memulai Restrukturisasi Keruntuhan Pertama...]
Di tengah rasa sakit yang mencabik-cabik jiwa, Lin Tian memaksa kesadarannya tetap jernih. Ia menggunakan energi masif yang ia ekstrak dari paviliun harta untuk menumbuk, memeras, dan menempa serpihan dantian-nya.
Di bawah tekanan esensi murni tanpa ampas, serpihan dantian gas itu mulai runtuh ke dalam, saling menempel, dan memadat secara ekstrem, membentuk sebuah titik hitam kecil seukuran biji pasir yang sangat berat. Biji pasir itu memiliki tarikan gravitasi (suction force) spiritual sepuluh kali lebih kuat dari dantian sebelumnya.
Lin Tian terengah-engah hebat, seluruh jubah putihnya telah berubah merah oleh darahnya sendiri. Tapi di bibirnya, terukir senyum layaknya dewa iblis.
"Keruntuhan Pertama... berhasil."
Masih ada delapan keruntuhan lagi yang harus ia lewati untuk membentuk Fondasi Inti Bintang Tanpa Cacat.